Jakarta – Portalnews Madiunraya.com
Ketua Umum IPSI, Prabowo Subianto memberikan pesan yang mendalam usai merayakan keberhasilan pesilat Hanifan Yudani Kusumah dengan berpelukan bersama dengan Presiden Jokowi di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta.

Prabowo Subianto menulis di akun instagramnya @prabowo “Kita boleh berbeda pendapat, namun untuk urusan bangsa kita harus bersatu. ” tegas Prabowo dalam statusnya tersebut.

Prabowo Subianto dinilai berhasil membina olah raga Pencak Silat yang berhasil menyapu bersih medali emas di Asian Games 2018, yaitu menyabet 14 emas.

Unggahan status dari calon Presiden tersebut disambut baik oleh para netizen, bahkan banyak pihak yang menyatakan momentum tersebut sangat mendinginkan suasana. (yah/gin).

Jakarta – Portalnews Madiunraya.com
Tensi politik yang semakin memanas mendekati Pemilu 2019 berhasil diredam untuk sementara waktu oleh Hanifan Yudani, atlit Pencak Silat yang meraih medali emas ke 29 bagi kontingen Indonesia.

Setelah dinyatakan menang dan meraih medali emas, Hanifan mengibarkan bendera merah putih dan berlari menuju tribun penonton kehormatan, dimana Presiden Joko Widodo, duduk bersama Ketua IPSI, Prabowo Subianto. Disebelah mereka juga ada Presiden RI ke 5, Hj Megawati Soekarno Putri dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sambutan hangat dan pelukan sang Atlit kepada Ketua IPSI Prabowo Subianto tidak membuat cukup bagi Hanifan. Atlit pencak silat tersebut merangkul Presiden Jokowi dan memeluk bersama kedua tokoh bangsa tersebut.

Para netizen yang mengabadikan momen tersebut bersorak riang dan memberi aplaus panjang. Tidak ketinggalan, Megawati dan Jusuf Kalla juga bertepuk tangan.

Anam Ardiansyah, tokoh masyarakat di Ponorogo menyatakan bahwa pencak silat merupakan budaya pemersatu bangsa. “Apapun perbedaan dan keragaman pilihan politik kita, hari ini disatukan oleh pencak silat sebagai budaya bangsa, “ujar Anam.

Kita berharap para pemimpin kita terus akur dan bersinergi untuk kemajuan bangsa, sambungnya.

“Adem dan teduh melihatnya mas, apalagi dibandingkan dengan perdebatan sengit di medsos, semoga dengan moment ini bisa terus meredam panasnya politik di negeri kita. ” pungkas Anam. (yah/gin).

Jakarta – Portal Madiun Raya
Baru berusia 12 tahun, atlit skate board Indonesia yang bernama Bunga Nyimas ini mampu menyumbang medali perunggu dalam gelaran pesta olah raga Asian Games 2018.

Hal tersebut di twit akun resmi Kemenpora RI, Rabu (29/08). “Usianya baru 12 tahun, tapi prestasinya bikin bangga Indonesia. Ini yang namanya kecil kecil cabe rawit, “twit akun tersebut.

Bunga Nyimas berhasil meraih Medali Perunggu saat turun di nomor Women’s Street.

Dengan diraihnya medali perunggu, koleksi perolehan medali kontingen Indonesia terus bertambah.

Torehan prestasi di Asian Games tahun 2018 ini merupakan torehan terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia diajang pesta olah raga terbesar di benua asia. #Bravo Indonesia (yah/gin).

Jakarta – Portalnews www.madiunraya.com

Pesilat putra Indonesia yang turun di kelas 85 kg-90 kg, Aji Bangkit Pamungkas, memastikan meraih medali emas, Senin (27/08).

Di Final, Aji menghadapi pesilat Sheik Ferdous Sheik Alauddin dari Singapura. Pertandingan yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII pada pukul 14.00 tersebut berlangsung seru. “Aji, aji, aji,” teriak penonton memberikan suport kepada sang atlit.

Bagaikan singa yang kelaparan, Aji memberikan perlawanan yang sengit bagi pesilat Singapura tersebut. Walhasil, Aji pun menjadi jawara dan meraih medali emas.

Pendekar SH Terate asal Ponorogo tersebut akhirnya dinyatakan menang setelah wasit mengangkat tangan sang pesilat bersabuk merah tersebut.

Atas prestasi tersebut, Aji berhak meraih bonus 1,5 miliar dari negara. Tokoh masyarakat Ponorogo, Drs Supriyanto menyambut baik prestasi yang diraih putra Ponorogo tersebut. “Alhamdulillah mas, adek kami berhasil mengharumkan nama bangsa dan negara dengan meraih medali emas tersebut”,ujar wartawan senior di Ponorogo tersebut.

Apalagi, Aji merupakan putra mantan kondektur, dengan bonus yang diterima akan membantu kehidupan keluarganya, sambung Supriyanto.

“Ini juga memacu para pendekar muda untuk selalu giat berlatih dan berprestasi baik ditingkat regional maupun internasional,” pungkas Supriyanto. (yah/gin)

Jakarta – Portal Madiun Raya
Atlit Wushu Indonesia, Lindswel Kwok berhasil menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia yang berlaga di Asian Games tahun 2018 di Jakarta.

Namun yang menarik, usai meraih medali emas, Lindswell Kwok bersalaman dengan Presiden Jokowi yang didampingi Menpora Imam Nahrawi masih dengan membawa pedang.

Akun Twitter Iman Sjafei yang memposting kejadian tersebut mengatakan “Hanya Lindswell Kwok, bersalaman dengan Presiden dengan membawa pedang, kalau kita sudah ditembak Paspampres”,cuit Iman.

Dalam foto, nampak Presiden mengacungi jempol kepada Lindswell Kwok, sementara sang atlit membawa pedang ditangan kirinya. Disebelah Presiden, Menpora Imam Nahrawi nampak sumringah dengan prestasi terakhir Lindswell Kwok yang memutuskan pensiun setelah berlaga di Asian Games 2018.

Netizen yang menanggapi akun tersebut juga memberikan komentar positif. “Terang saja, Lindswell Kwok itu atlit, bukan teroris”,ujar salah satu akun. Akun yang lain banyak yang mengucapkan selamat kepada Lindswell Kwok. “Selamat yaa”,ujar akun tersebut. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.