Terus bekerja, Pemkab Ponorogo Launching New Normal di Wisata Religi

oleh -2014 views
Bupati Ipong Muchlissoni saat melaunching Wisata Religi di Masjid Tegalsari Ponorogo. (Foto - Hariyogi/Dokpim)
Bupati Ipong Muchlissoni saat melaunching Wisata Religi di Masjid Tegalsari Ponorogo. (Foto - Hariyogi/Dokpim)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Setelah sukses dalam uji coba new normal diberbagai sektor, Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni melaunching new normal sektor pariwisata yaitu wisata religi. Launching wisata religi tersebut dilakukan di makam Kyai Ageng Muhammad Besari yang berada di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis usai sholat subuh berjamaah di masjid Tegalsari, Jum’at (03/07) pagi.⁣


Bupati Ipong Muchlissoni mengatakan, dengan ditandai pemotongan pita di depan makam Kyai Ageng Muhammad Besari, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai menerapkan new normal untuk tempat wisata religi. “Nantinya masyakat dan warga sekitar tempat religi bisa kembali normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan,” ungkap Bupati Ipong.⁣


Makam Kyai Ageng Muhammad Besari ini merupakan salah satu tempat wisata religi di Kabupaten Ponorogo yang banyak disinggahi masyarakat, “Maka, mulai hari ini kita terapkan diseluruh wisata religi, termasuk makam Batoro Katong,” Lanjut Bupati Ponorogo.

Launching Tempat Ibadah juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan menerapkan Protokol Kesehatan bagi para jamaahnya. (Foto – Hariyogi/Dokpim)


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipong Muchlissoni juga me-launching new normal untuk sektor peribadatan dengan ditandai melakukan sholat subuh berjamaah di masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis dengan mengutamakan protokol kesehatan bagi seluruh jemaah.⁣

Seusai melaunching di makam Kyai Ageng Muhammad Besari, orang nomor satu di Ponorogo ini melanjutkan kegiatannya dengan gowes bareng bersama masyarakat sekitar dan melaunching penerapan New Normal dibidang pertanian yaitu di BPIP Jetis. (Adv/Gie/Gin)⁣.

Peliput : Hariyogi Wijanarko

Penyunting : Agin Wijaya

Tinggalkan Balasan