Tak jujur saat diperiksa, warga Panjeng Jenangan Meninggal karena Covid 19, Bupati sampaikan Kronologis nya

oleh -Dibaca oleh : 201.219 Pemirsa
Bupati Ipong Muchlissoni meminta masyarakat untuk terus bersemangat dalam menghadapi Pandemi Covid 19.
Bupati Ipong Muchlissoni meminta masyarakat untuk terus bersemangat dalam menghadapi Pandemi Covid 19.

Ponorogo – Portalnews Madiunraya

Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni menyampaikan kronologis terjangkit nya pasien positif Corona dari Desa Panjeng Kecamatan Jenangan.

“Jadi pada tanggal 3 Juli 2020, perempuan, 42 tahun, beralamat di Desa Panjeng Kecamatan Jenangan dinyatakan positif COVID19, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni, Sabtu (04/07/2020).

Itu terjadi berawal dari tanggal 21 Juni 2020, “Yaitu pada saat RN (suami dari pasien konfirm tersebut) datang ke Puskesmas Jenangan dengan keluhan panas 39 C dan nyeri perut. Ditanya berulang kali, apakah ada riwayat dari luar kota jawabnya tidak. Pasien diberikan injeksi pereda nyeri dan diberikan motivasi jika keluhan belum berkurang segera ke RS, ” Urai Bupati Ponorogo.

Pada Tanggal 23 Juni 2020 (selang 2 hari) muncul keluhan lagi, “Pasien ke RS Darmayu, diagnosa saat itu gangguan pencernaan, opname selama kurang lebih 5 hari. Saat itu dilakukan RDT COVID19, hasil non reaktif. Hasil rontgent dari radiologist normal. Sehingga tidak dilakukan pengambilan swab terhadap Alm. Tn. RN. Setelah dinyatakan sembuh pasien kemudian pulang, ” Lanjut Bupati Ponorogo.

Setelah 2 hari d rumah, pagi tanggal 30 Juni 2020 pasien mengeluh lemes, sempat dilakukan rukyah. “Malamnya tiba-tiba tidak sadar dibawa lagi ke Rumah Sakit. Tidak sampai 1 jam di UGD RS, pasien meninggal. Saat itu Dokter menyimpulkan meninggal karena penyakit jantungnya. Sehingga pemakaman dengan cara biasa, ” Ujar Bupati Ipong Muchlissoni.

Esoknya ada warga yang mencurigai Almarhum meninggal karena COVID19 karena yang bersangkutan memiliki riwayat sering bepergian keluar kota. “Dinkes melakukan tindakan antisipasi dengan melakukan swab kepada kontak eratnya sebanyak 3 orang. Hasil yang pertama keluar pada tanggal 3 Juli kemarin adalah istrinya dan dinyatakan postitif. Anaknya yang sebelumnya diberitakan telah kembali ke PP Al Muqoddasah Nglumpang (Mlarak), setelah ditelusuri oleh petugas surveilans, ternyata masih berada di rumah. Rencananya memang mau kembali ke Pondok untuk daftar ulang pada tanggal 4 Juli ini tapi tidak jadi. Hari ini anak tersebut dilakukan pengambilan swab bersama 6 orang kontak erat lainnya. Sehingga total kontak erat yang sudah dilakukan pengambilan swab sebanyak 10 orang, dan baru 1 yang dinyatakan positif yaitu istrinya, ” Terang Bupati Ponorogo.

Saat ini Dinkes terus melakukan tracing terhadap kontak erat kasus tersebut, dan selanjutkan akan dilakukan testing, baik PCR ataupun RDT.

Untuk itu, Forpimka Jenangan beserta Satgas Desa telah mengambil langkah sebagai berikut yang pertama menenangkan Masyarakat desa Panjeng dengan publik Adress / Bende secara keliling pada hari Sabtu tanggal 4 juli 2020 pukul 10.00 WIB. “Yang kedua menutup Akses untuk Masyarakat Luar Desa Panjeng agar tidak masuk ke Desa Panjeng dan membatasi Masyarakat desa Panjeng yang keluar Desa, yang ketiga membuat surat edaran yang berisikan himbauan untuk Isolasi mandiri bagi masyarakat yang kontak langsung dan bagi masyarakat umum untuk tetap melakukan Protokol Covid 19. Yang keempat melaksanakan Isolasi kepada Warga Masyarakat yang kontak langsung dengan Almarhum, terdapat 4 (empat) orang yang Isolasi di Desa, dan Masyarakat yang lain untuk Isolasi mandiri, yang kelima memasang kembali Portal Desa. Yang ketujuh melaksanakan penyemprotan Disinfektan serentak di seluruh rumah se Desa Panjeng, dan yang kedelapan mendata kembali Masyarakat dan melaksanakan Tracing apabila terdapat Warga yang blm terdata dan berhubungan dengan Almarhum.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin)

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.