Pacitan – Portalnews Madiun Raya

DPRD Pacitan menggelar rapat paripurna pengumuman penetapan bupati terpilih hasil Pilkada Pacitan tahun 2020.

Tahapan ini merupakan bagian yang harus dilalui dalam rangka pengesahan pengangkatan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Hal tersebut sesuai pasal 160 dan pasal 160 a Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-undang.

“Berdasarkan keputusan KPU kabupaten Pacitan nomor : 01/hk.04.2-kpt/3501/kpu.kab/i/2021 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati terpilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Pacitan tahun 2020, menetapkan pasangan calon nomor urut 1 (satu) atas nama Indrata Nur Bayu Aji dan Gagarin sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati pacitan tahun 2020.” Ucap ketua DPRD Pacitan, Ronny Wahyono kepada peserta sidang paripurna digedung DPRD Pacitan, Kamis(28/1)

Selain mengumumkan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih, DPRD Pacitan juga mengumumkan akhir masa jabatan bupati dan wakil bupati pacitan peridoe sebelumnya. Yakni, bupati Pacitan Indartato dan Wakil bupati Pacitan Yudi Sumbogo. DPRD mengumumkan pasangan bupati dan wakil bupati Pacitan periode 2016-2021 akan berakhir masa jabatanya tanggal 4 April 2021. (red)

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Calon Bupati Pacitan 2021-2024 nomor urut dua, Yudi Sumbogo menyampaikan selamat Hari Guru yang jatuh pada Rabu (25/11/2020).

“Guru adalah sosok sentral dalam memajukan pendidikan, untuk itu profesi Guru sangat mulia, selain mengajarkan pengetahuan Guru juga mengajarkan keimanan kepada Alloh SWT, tanpa Guru maka kita tidak mungkin mengenal siapa Tuhan kita,” Ucap Yudi Sumbogo.

Untuk itu, Yudi berharap agar seluruh masyarakat di Pacitan untuk terus menghormati para Guru yang telah mengajarkan segala hal di sekolah maupun di masyarakat. “Menghormati Guru yang sebenarnya adalah dengan terus mengingat apa yang diajarkan mereka dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti etika, berakhlaq mulia dan budi pekerti yang luhur serta tolong menolong sesama manusia,”Lanjut Yudi Sumbogo.

Selain itu, Yudi menyatakan bahwa dirinya akan bekerja keras memperjuangkan nasib para Guru yang ada di Kabupaten Pacitan. “Kelak, jika saya diberikan amanah menjadi Bupati di Pacitan, saya akan maksimalkan agar nasib Guru yang masih menjadi GTT atau Honorer untuk mendapatkan insentif yang lebih dari saat ini, selain itu kita akan mendorong agar mereka mejadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK/P3K,” Tambah Yudi Sumbogo.

Pacitan menurut Yudi Sumbogo menyimpan potensi yang luar biasa. “Termasuk anak-anak yang pandai dan pintar. Banyak anak Pacitan yang berprestasi di negeri ini, seperti Pak SBY, Pak Haryono Suyono, Pak Afghani, Pak Andung, Jenderal Azis, dan lain-lain, buanyak banget. Mereka harus mendapatkan pendidikan tanpa kecuali, bila perlua ada beasiswa bagi pelajar yang berprestasi namun kurang mampu.”Pungkas Yudi Sumbogo. (Yah/Gin)

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan nomor urut dua, Heru Setyanto mengaku bangga dengan kunjungan Ganjar Pranowo ke Pacitan.

“Ini artinya, Kabupaten Pacitan mendapatkan perhatian dari Tokoh Nasional. Tidak hanya Ganjar Pranowo, kemarin ada Menteri Desa, Pak Halim Iskandar, kedepan akan juga ada kunjungan dari Menteri Sosial, bahkan Presiden Jokowi dijadwalkan akan juga ke Pacitan, ” Ujar Heru Setyanto, Selasa (24/11/2020).

Selain para Tokoh Nasional, lanjut Heru, anggota DPR RI juga berkunjung ke daerah yang berjuluk 1001 Gua itu. “Ada Pak Johan Budi, Pak Arteria Dahlan, Ibu Ina Amania serta tokoh yang lain. Mereka banyak menyerap aspirasi dari masyarakat, melihat potensi dan akhirnya akan bersama Bupati Pacitan terpilih nantinya akan membuat kebijakan yang pro rakyat, yang mensejahterakan masyarakat sehingga Pacitan bisa lepas dari sebutan daerah yang miskin dan tertinggal, ” Lanjut Heru Setyanto.

Untuk itu, kata Heru, Pilbup Pacitan merupakan titik awal perubahan bagi kita. “Jika ingin ada perubahan, maka hendaknya masyarakat memilih pemimpin masa depan yang sudah berpengalaman dan memiliki akses ke semua lini, baik Kementerian, BUMN, Provinsi dan para Investor. Ini Pak Mbogo belum menjabat saja sudah banyak yang berkunjung ke Pacitan, saya pastikan nanti setelah menjabat juga akan banyak tamu nasional yang akan datang, tentunya dengan membawa program pembangunan. ” Pungkas Heru Setyanto. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Pacitan, Tokoh Nasional yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pacitan, Senin (23/11/2020).

Di hadapan jajaran pengurus PDM Pacitan, Suprayitno Ahmad, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah menyatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan yang luar biasa. “Kami mengucapkan Terima kasih atas kedatangan di Gedung Dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Pacitan, semoga semakin mempererat persaudaraan sebagian anak bangsa, ” Ujar Suprayitno Ahmad.

Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membangun bangsa yang berkemajuan. “Di Milad 108 Muhammadiyah, saya menceritakan 2 buah foto, yang pertama Buya Ma’arif yang antri naik bus tanpa dikawal, pun dengan Pak Haedar Natsir yang membawa kardus di tali rafia, ternyata menjadi Pemimpin Organisasi Besar itu tidak perlu tinggi hati, sebaliknya harus rendah hati, ” Terang Ganjar Pranowo.

Lebih lanjut Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki cara untuk bekerja bersama membangun bangsa termasuk membangun karakter generasi muda. “Saat ini, sebagian besar anak muda kita lebih senang bermain game di HP, tugas kita bersama adalah memanfaatkan gawai untuk menjadi kreatif, ” Lanjut Ganjar Pranowo.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu berharap Muhammadiyah di Pacitan juga bisa berperan dalam meredam konstelasi yang ada. “Ujaran kebencian, hoaks dan fitnah harus kita perangi bersama dalam rangka menjaga kondusifitas daerah kita, selamat Milad dan Mari terus bekerja, menjaga persatuan dan terus berkontribusi untuk bangsa. ” Pungkas Ganjar Pranowo.

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Ditengah kesibukkannya dalam berkampanye menghadapi Pilbup Pacitan 2020, Calon Bupati Pacitan nomor urut dua, Drs Yudi Sumbogo tetap terlihat sederhana.

Tak segan, Yudi terlihat menyapu sendiri di rumah pribadinya di Kelurahan Arjawinangun Pacitan.

“Saya tak terbiasa menganggur mas, jadi kalau ada waktu luang saya terbiasa tetap beraktivitas, apapun yang bisa saya kerjakan. Kalaupun ada waktu longgar saya membersihkan lantai rumah sendiri, ” Ucap Yudi Sumbogo, Ahad (22/11/2020).

Walaupun dirumahnya ada pembantu dan penjaga rumah, Yudi tetap mengisi kelonggaran waktunya itu dengan menyapu lantai. “Kadang juga menyapu halaman ataupun membersihkan taman, ya selain mengisi waktu luang juga untuk merefresh pikiran, walaupun saat menyapu ada telepon yang masuk, tetap saya Terima sambil tetap menyapu, ” Lanjut Yudi Sumbogo.

Memang karakter tersebut sudah menjadi bawaan sejak kecil. “Saya diajarkan untuk selalu mandiri oleh orang tua saya, menyapu, bersih-bersih dan lainnya. Dan itu terbawa hingga saat ini. Walaupun disaat-saat sibuk menghadapi Pilbup Pacitan, tangan ini gatal kalau ada lantai yang kotor ataupun ada barang yang berserakan untuk segera dibereskan. ” Pungkas Yudi Sumbogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Sebagai bentuk komitmen anti korupsi, baik sebelum menjabat dan saat menjabat nanti, Pasangan Calon Bupati Pacitan 2021-2024 nomor urut dua, Yudi Sumbogo – Isyah Ansori siap melakukan Sumpah Pocong di Alun-Alun Pacitan dan disaksikan masyarakat luas.

Komitmen itu disampaikan oleh Yudi Sumbogo di kediamannya, Kamis Malam (15/10/2020).

Menurut Yudi, memang Sumpah Pocong tidak diajarkan dalam agama, namun hal itu diyakini sebagai ketekadan yang kuat dirinya dan pasangannya untuk memimpin Pacitan secara transparan.

“Kalau urusan pribadi, kami sudah selesai mas, saya dan Pak Isyah sudah cukup, namun memimpin Pacitan bagi kami adalah bentuk pengabdian untuk memajukan tanah kelahiran kami,” Ujar Yudi Sumbogo secara lugas.

Yudi juga menyampaikan bahwa selama menjabat sebagai Wakil Bupati tidak pernah mengambil uang perjalanan. “Itu saya gunakan untuk kepentingan masyarakat kembali, seperti memberikan hadiah sepeda masyarakat atau yang lainnya, prinsipnya dengan apa yang kami terima sudah sangat cukup,” Lanjut Yudi Sumbogo.

Dengan melakukan Sumpah Pocong, Yudi Sumbogo menyatakan akan semakin bulat tekadnya untuk tidak korupsi. “Jadi bukan hanya jargon saja, tetapi Sumpah Pocong yang diyakini jika melanggar akan meninggal dunia dan efeknya tujuh turunan akan membuat kami juga berhati-hati. Kami berdua siap untuk melakukan ritual itu, disaksikan oleh masyarakat luas dan dihadiri para Kyai Khost,” Ujar Yudi Sumbogo.

Yudi juga mengatakan bahwa selama ini dirinya mendengar ada potongan jasmas ataupun bantuan kepada masyarakat. “Insya Alloh, selama saya menjadi anggota DPRD Pacitan maupun menjadi Wakil Bupati, tidak pernah melakukan potongan 10% ataupun 15% ataupun berapapun dari bantuan yang kita salurkan kepada masyarakat, karena bagi saya itu juga korupsi dan saya sangat anti terhadap korupsi, Pacitan adalah tanah kelahiran saya, dan saya harus mengabdikan diri untuk kemajuan tanah kelahiran saya ini.” Pungkas Yudi Sumbogo. (yah)

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Calon Bupati Pacitan 2021-2024 nomor urut dua, Yudi Sumbogo akan berusaha semaksimal mungkin mengeksplorasi potensi yang ada di Kabupaten Pacitan, diantaranya adalah sektor pertanian dan perikanan.

Hal itu disampaikan oleh Yudi Sumbogo saat bertemu dengan pewarta, Kamis Malam (15/10/2020) di kediaman pribadinya.

Menurut Yudi, selama ini pertanian di Kabupaten Pacitan belum bisa tergarap dengan baik, padahal sebagian besar warga Pacitan merupakan petani dan pekebun. “Lahan kita sangat subur, namun komoditas yang menguntungkan bagi para petani kita belum tergarap dengan baik. Seperti di Pakisbaru, Nawangan, tanaman kopi sangat bagus namun akhir-akhir ini diganti dengan tanaman jeruk, karena belum ada keuntungan yang dirasakan oleh petani disana. Hal ini perlu pemahaman yang bagus agar para petani bisa fokus dalam satu komoditas yang bisa menguntungkan dan mensejahterakan,” Ujar Yudi Sumbogo.

Selanjutnya, Yudi Sumbogo juga menyoroti tentang regenerasi nelayan di Kabupaten Pacitan. “Selama ini nelayan dari Cilacap dan Makassar yang mendominasi mejadi nelayan ulung di Laut Pacitan, karena tangkapan mereka merupakan ikan yang berkualitas. Nelayan yang asli Pacitan keahliannya kurang bisa bersaing dengan mereka, padahal potensi laut kita amat sangat luar biasa, ada pertemuan arus hangat dan arus dingin di laut Pacitan, disana banyak ikan yang berkualitas yang harganya mahal, seperti tuna, salmon, lemuru dan lainnya,” Lanjut Yudi Sumbogo.

Untuk itu, Yudi menyampaikan bahwa Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan yang memiliki gedung yang megah di Kabupaten Pacitan akan diprioritaskan untuk membuka jurusan unggulan Pertanian dan Perikanan. “Dengan membuka dua jurusan unggulan itu, maka akan lahir petani dan nelayan yang berilmu cukup sekaligus bermental tangguh sehingga bisa membawa masyarakat Pacitan bisa tahu bagaimana bertani dan mencari  ikan yang menguntungkan dan akhirnya bisa mensejahterakan,” Ucap Yudi Sumbogo.

Yudi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) prodi Teknik Pertanian dan Perikanan. “Selain mendapatkan teori yang cukup, tempat praktik di Pacitan juga sangat tersedia, sehingga generasi muda di Pacitan akan tetap bisa mewarisi profesi leluhurnya dengan lebih menguntungkan sehingga ekonomi dapat berputar dengan baik di Kabupaten Pacitan, endingnya adalah peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Pacitan.”Pungkas Yudi Sumbogo. (yah)

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Gus Amak yang merupakan salah satu Kyai Sepuh asal Pondok Tremas Arjosari memiliki harapan khusus kepada pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo – Isyah Ansori atau yang lebih dikenal dengan Mbois.

Hal itu disampaikan oleh Gus Amak saat do’a bersama di Desa Sedayu, Arjosari, Rabu (30/09/2020).

Gus Amak berharap, dalam memimpin Pacitan, Mbois memiliki sifat seperti Khalifah Umar bin Khattab.

“Insya Alloh, apabila pemimpin kita memiliki karakter seperti Umar bin Khattab maka daerah kita akan maju dan masyarakat nya sejahtera,” ucap Gus Amak.

Lebih lanjut, Gus Amak menyampaikan bahwa karakter Umar bin Khattab yang harus diteladani keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. “Berani mengatakan dan bertindak benar sesuai aturan dan membela rakyat, ini adalah salah satu sifat yang harus diteladani,” lanjut Gus Amak.

Sifat selanjutnya, Gus Amak menyampaikan bahwa pemimpin harus disiplin. “Dengan kedisiplinan yang kuat akan menjadikan segala urusan akan lebih tertata, dan bisa sesuai dengan target yang diinginkan,” terang Gus Amak.

Yang terpenting, Gus Amak menyatakan bahwa nasib orang miskin, anak Yatim Piatu harus menjadi prioritas bagi Mbois dalam memimpin Pacitan kedepan. “Pacitan memiliki potensi yang luar biasa, jika pemimpin seperti Umar bin Khattab maka akan maju dan makmur.” Pungkas Gus Amak. (Yah)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.