Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebagai pemerhati budaya dan Creative Consultants budaya, dua tokoh di Ponorogoini melakukan kegiatan Uluk Salam dan Umbul Do’a untuk Ki Ageng Onggolono di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo Ponorogo.

Mereka adalah Sugiri Sancoko dan Wisnu Hadi Prayitno. Dalam sambutannya, Wisnu HP, panggilan akrabnya, dia ingin melestarikan budaya sebagai bentuk mencintai leluhur yang telah berjasa di masa lalu. “Untuk itu, bersama dengan warga masyarakat, kita ingin tradisi ini berlangsung setiap tahun,” ucapnya, Senin (11/02/2019).

Kita berharap dengan do’a yang kita panjatkan, apa yang menjadi cita – cita kita bersama dapat menjadi terwujud, yaitu menjadi daerah yang subur, makmur, gemah Ripah loh jinawi, sambungnya.

“Selain itu, kegiatan ini dapat menumbuhkan nilai ekonomi masyarakat karena dengan kegiatan ini menarik wisatawan baik lokal maupun interlokal sehingga para pedagang dapat laku dagangannya, ini yang terus akan kami lakukan.” Pungkas Wisnu HP.

Sementara Sugiri Sancoko, sebagai pemerhati budaya, dirinya merasa senang dan mengapresiasi kegiatan tersebut. “Ki Ageng Onggolono dan Asengsari adalah tokoh legenda masa lalu, dengan kegiatan ini, kita sebagai penerus dapat mengetahui sejarah sekaligus mewariskan kepada keturunan kita keluhuran nenek moyang kita, kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi ?”, jelasnya.

Kegiatan doa tersebut diakhiri dengan pertunjukan Reog Ponorogo. Yang unik, Wisnu HP juga ikut menari Bujangganong sekaligus melakukan atraksi salto, keren. (Yah/gin).

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Praktisi budaya dan tokoh milenial Ponorogo, Wisnu Hadi Prayitno, ikut memeriahkan Peringatan Hari Pers ke 34 di Kabupaten Ponorogo.

Berbaur bersama Komunitas Wartawan Ponorogo (KWP), Wisnu HP, ikut menyumbang kan sebuah lagu dan mendonorkan darah yang merupakan agenda peringatan Hari Pers di Kabupaten Ponorogo.

Menurut Wisnu, sebenarnya dia takut dengan darah. “Namun sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, apalagi di Ponorogo sedang KLB saya ikut Donor Darah bersama teman-teman jurnalis,” ucapnya, Senin (11/02/2019).

Saya juga mengucapkan selamat hari pers, semoga kedepannya semakin sukses dalam bersinergi membangun bangsa, sambung Wisnu HP.

“Sebagai praktisi budaya dan Creative Consultants percepatan desa wisata saya terbantu dengan peran media dalam hal promosi dan pemberitaan, sehingga kegiatan yang digelar bisa sukses, selamat kepada teman-teman pers.” Pungkas Wisnu HP.

Diakhir acara, Wisnu HP menyumbang sebuah lagu yang berjudul Kerinduan. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebagai pemuda kekinian atau milenial, Wisnu Hadi Prayitno memiliki program kerja untuk membantu memajukan daerahnya.

Menurut Wisnu HP, panggilan akrabnya, pemuda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sebuah daerah menjadi tempat yang maju dan berkembang serta memiliki kemanfaatan bagi seluruh masyarakat.

“Untuk itu, saya memiliki program yang saya beri nama Pilar Dasar Bhakti atau 10 pilar pengabdian, yaitu yang pertama Free WiFi, dimana dalam satu desa akan kita dirikan satu titik pelayanan WiFi secara gratis untuk menunjang akses informasi di desa itu,” jelas Wisnu HP.

Selanjutnya, kita akan menciptakan Entrepreneur Muda yaitu mencetak wirausahawan muda yang menunjang ekonomi kreatif, selanjutnya 1000 festival, yaitu kegiatan bersih desa kita buat kegiatan berbasis festival, sambung Wisnu HP.

Perpustakaan Desa dan Pusat Olah Raga juga akan kita buat sebagai sarana pusat informasi dan fasilitas kebugaran di setiap desa untuk menunjang program Kesehatan yaitu medical check up dan perawatan kesehatan yang diberikan secara gratis,” urai Wisnu HP.

Program Pendidikan juga akan kita buat sebagai upaya memastikan seluruh generasi muda dapat memperoleh akses pendidikan untuk bekal mereka di masa yang akan datang terutama untuk mengawal beasiswa bidik misi, terangnya.

“Selanjutnya, program Pertanian, Perikanan dan Peternakan kita buat supaya para petani dan peternak mampu mendapatkan akses kemudahan dalam bekerja sesuai bidangnya sekaligus mempermudah dalam memasarkan komoditas mereka dengan harga yang pantas, sehingga kesejahteraan dapat mereka raih.” Pungkas Wisnu Hadi Prayitno. (Yah/gin)

Riyadh – Portalnews Madiun Raya
Delegasi Indonesia asal Ponorogo yang membawakan Pencak Silat dan Reyog dalam Janadriyah Festival ke 33 di Arab Saudi berhasil memukau penonton disana. Hal itu disampaikan oleh Wisnu Hadi Prayitno, ketua rombongan Pencak Silat dan Reyog Ponorogo. “Syukur alhamdulillah, kami bersyukur. Beberapa hari ini kami menyelesaikan misi sebagai delegasi Indonesia Pencak Silat yang kami kolaborasikan dengan Reyog Ponorogo dalam Janadriyah Festival yang ke 33 Riyadh Saudi Arabia,” ucap Wisnu HP, panggilan akrabnya, Ahad (06/01/2019) waktu Arab Saudi.
Menjadi hal yang special karena tahun ini Indonesia sebagai tamu kehormatan di Festival Terbesar di Riyadh Saudi Arabia, sambung Wisnu.

“Antusiasme masyarakat Riyadh sangat luar biasa dimana semua kesenian Indonesia yang di tampilkan bisa memukau mereka, ada hal yang menarik disini (Riyadh) karena cuaca setiap hari berubah. Hari pertama kami melakukan pementasan malam hari, di hari kedua kami sempat gagal pentas karena badai pasir datang sore hingga malam hari, dan kali ini adalah hari ketiga cuaca yang sangat dingin menusuk tulang, tetapi alhamdulillah dengan izin ALLAH kami mengikuti rangkaian acara dengan lancar, di awali dengan parade seluruh delegasi Indonesia, kami membelah ribuan masa yang hadir sore tadi, cukup menarik karena kali ini yang menonton memakai pakaian gamis dan tertutup tetapi sangat di luar dugaan bahwa mereka sangat welcome hehehehe, bahkan di setiap sesi istirahat banyak diantara mereka yang selalu bertanya ‘kapan pentas akan di lakukan’,” urai Wisnu HP.

Malam ini adalah pementasan sesi pertama karena besok kami di jadwalkan melaksanakan Umroh hingga tanggal 8 Januari 2019, dan kami akan kembali mengikuti Closing Festival Janadriyah tanggal 9 Januari 2019, dan kembali ke Indonesia pada 10 januari 2019, jelas Wisnu.

“Adapun team yang saya bawa kali ini adalah Jaggadhita Ara Pujarengganis salah satu siswi SDN Somoroto 3 sebagai penari jathil, Wisnu Hadi Prayitno sebagai pesilat dan penari warok, Frendy Susilo Wibowo sebagai pesilat, Dedy Satya Amijaya sebagai penari Klono Sewandono dan Ginanjar Heru Cahyo sebagai Penari Dadak Merak atau Pembarong,” lanjut Wisnu.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besar nya kami sampaikan kepada Kemenpora Republik Indonesia yang telah kembali mempercayai kami untuk memperkenalkan Pencak Silat dan Reyog Ponorogo di dunia Internasional, pungkas Wisnu Hadi Prayitno. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Wisnu Hadi Prayitno, tokoh pemuda milenial yang juga praktisi budaya di Ponorogo akan memimpin delegasi Indonesia di Festival Janadriyah Arab Saudi.

Festival Janadriyah akan berlangsung di Riyadh Arab Saudi pada tanggal 1-10 Januari 2019. “Besok sore tgl 1-10 Januari 2019, saya akan berangkat ke SAUDI ARABIA dalam rangka memimpin Delegasi untuk Indonesia Pencak Silat & Reyog Ponorogo dalam Festival Janadriyah33 Riyadh Saudi Arabia & UMROH di Tanah Suci,” ucap Wisnu kepada Portalnews Madiunraya.com.
Adapun beberapa team yang saya bawa diantaranya Jaggadhita Ara Pujarengganis (siswi SDN Somoroto 3) sebagai penari jathil, Wisnu Hadi Prayitno (Pencak Silat/penari warok), Frendy Susilo Wibowo (Pencak Silat) , Dedy Satya Amijaya (Penari Klono Sewandono) , Ginanjar Heru Cahyo (Penari Dadak Merak/Pembarong) , Samsul Arifin (Pengendang), M. Robithoh Anshori ( Penari Bujangganong), sambung Wisnu.

“Semoga misi kami sebagai delegasi Indonesia dalam event Festival Janadriyah33 Riyadh Saudi Arabia berjalan dengan lancar serta membawa nama baik Bangsa Indonesia, Pencak Silat & Reyog Ponorogo.” pungkas Wisnu HP

Sebelumnya, Wisnu HP juga memimpin delegasi Indonesia yaitu Reyog Ponorogo dan Pencak Silat di Azerbaijan. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Maju sebagai Calon Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo tahun 2019 – 2024, Wisnu Hadi Prayitno memiliki program strategis yang diyakini akan menjadikan masyarakat yang diwakilinya menjadi masyarakat yang lebih baik, maju dan sejahtera.

Wisnu HP, panggilan akrabnya menyatakan bahwa ada beberapa hal yang akan menjadi prioritas kerjanya apabila menjadi wakil rakyat di legislatif. “Beberapa program tersebut diantaranya 1000 festival berbasis desa wisata, yang artinya kita akan membuat banyak festival wisata dan budaya di desa yang ada di Ponorogo sesuai potensi yang ada di desa yang bersangkutan,” ucap Wisnu HP.

Jika ini bisa terlaksana maka saya yakin Kabupaten Ponorogo akan lebih terkenal sekaligus membawa efek domino bagi masyarakat setempat terutama peningkatan perekonomiannya, sambung Wisnu.

“Yang kedua, saya akan mengaktifkan Perpustakaan Desa sebagai media edukasi bagi masyarakat untuk lebih melek ilmu pengetahuan dan tekhnologi sehingga mampu meningkatkan kualitas kehidupan mereka, ” lanjut Wisnu HP.

Yang ketiga adalah Entrepreneur Muda yaitu menciptakan pengusaha muda di setiap desa dengan minimal dua produk yang dikembangkan, terangnya.

“Yang keempat, kita akan memberikan fasilitas Free WiFi dibeberapa titik sebagai upaya untuk mendukung pemanfaatan tekhnologi informasi bagi masyarakat luas,” jelas Wisnu HP.

Saya yakin dengan program diatasi mampu menjadikan masyarakat di Ponorogo akan lebih maju, baik dari kualitas kehidupan maupun tingkat kesejahteraanya, dan saya siap berjuang untuk Ponorogo, pungkas Wisnu HP dengan semangat. (Yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Wisnu Hadi Prayitno, sosok seniman dan pemuda milenial asli Desa Sumoroto Kecamatan Kauman Ponorogo ini memutuskan untuk berjuang di jalur politik.

Wisnu HP, panggilan akrabnya, mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo 2019 – 2024 dari Daerah Pemilihan 6 Ponorogo melalui Partai Demokrat.

“Sebagai praktisi seni, saya ingin membuat budaya dan kesenian di Ponorogo lebih mengakar dan menjadi aset yang menjadikan masyarakat di Ponorogo merasakan manfaat yang lebih dari keberadaan seni dan budaya yang ada di Ponorogo, baik itu secara nilai maupun ekonomi, ” ucap Wisnu HP, saat ditemui Portalnews Madiun Raya, Rabu (26/12/2018).

Seni dan budaya butuh regulasi dan support total dari pemangku kewenangan untuk menjadikannya lebih maju, lebih bermanfaat dan sifatnya kekinian, sambungnya.

“Atas dasar itulah saya memberanikan diri mencalonkan sebagai anggota legislatif di DPRD Ponorogo, Insya Alloh atas ikhtiar yang maksimal saya bisa memajukan seni sekaligus memperkuat regulasi yang mengatur tentang seni dan budaya di Ponorogo,” lanjut Wisnu HP.

Ponorogo memiliki aset seni dan budaya yang luar biasa, hal ini merupakan modal yang harus dikembangkan dengan maksimal supaya seni dan budaya bisa mengangkat nama Ponorogo sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya, sekaligus sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat di Ponorogo, urai Wisnu HP dengan semangat.

” Saya yakin, dengan ketulusan dari praktisi seni dan dukungan regulasi dari Legislatif serta suport dari Pemerintah, Kabupaten Ponorogo akan mendunia.” Pungkasnya. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.