Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Upaya menanggulangi penyebaran Virus Korona terus dilakukan oleh Pemkot Madiun. Rabu (27/5), Pemkot Madiun menggelar rapat koordinasi bersama forkopimda setempat. Yakni, untuk membahas pembentukan Kampung Tangguh di wilayah Kota Madiun.

3 kelurahan terpilih untuk menjadi percontohan Kampung Tangguh menghadapi Covid-19. Yakni, Kelurahan Tawangrejo, Taman, dan Nambangan Lor.

Kampung Tangguh merupakan penguatan wilayah berbasis masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Walikota Madiun Maidi mengimbau kepada seluruh OPD terkait untuk membantu sarana prasarana yang dibutuhkan oleh Kampung Tangguh. Termasuk suplai bahan kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, juga menyediakan petugas penjagaan agar semakin efektif.

‘’Kampung Tangguh ini nantinya jadi contoh bagi daerah lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyebaran Virus Korona,’’ ujarnya.

Kampung Tangguh memiliki struktur organisasi yang lengkap dengan diketuai oleh Lurah setempat. Hal-hal yang diperhatikan dalam pembentukan Kampung Tangguh di antaranya pemenuhan kebutuhan pangan, SOP pemakaman, SOP penanganan tamu dari luar, hingga SOP penanganan paket yang diantarkan oleh kurir.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP R. Bobby Aria Prakasa menambahkan bahwa Kampung Tangguh menjadi program unggulan dalam menghadapi penyebaran Virus Korona. ‘’Harapannya, ke depan bisa bertambah lebih baik lagi,’’ tandas Kapolres. (Red)

Source : FB – Pemkot Madiun

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wali Kota Madiun, Maidi, memiliki kebijakan khusus yang bertujuan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kota Madiun, Iroh Sumirah dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas dalam pembekalan Pra UKW. “Jadi ini ada arahan dari Wali Kota untuk mengurangi sampah plastik, untuk itu kita membagikan tempat minum kepada teman-teman untuk selalu dibawa dalam setiap kegiatan di Pemkot Madiun, ” Ucap Sekdin Kominfo, Rabu (04/03).

Lebih lanjut Iroh Sumirah menyatakan bahwa sesuai dengan arahan Wali Kota, dalam kegiatan Pemerintah Kota Madiun meniadakan air minum kemasan. “Sebagai gantinya kita memberikan tempat minum dan menyediakan galon air untuk mengisi air disetiap ruangan, ” Lanjut Iroh.

Termasuk Catering, kata Iroh, juga dilarang menyediakan air minum kemasan. “Akan ada sangsi bila hal itu masih dilakukan, untuk itu, termasuk teman-teman media ini kita berikan tempat minum supaya dibawa dalam setiap kegiatan nya, harapannya adalah bisa mengurangi sampah plastik. ” Pungkas Iroh Sumirah. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Walikota Madiun, Maidi mengajak cucunya, Arsya Nendra Abhirama bermain di area Sunday Market Kota Madiun, Ahad (02/02/2020).

Menurut Walikota Maidi, dirinya setiap Ahad selalu mengajak cucunya itu ke Sunday Market. “Cucu saya sangat senang berlari-lari disana, aktif sekali. Arsya juga senang saat bermain pancing dan girang saat bermain traktor, saya senang sekali melihatnya,” ujar Walikota Madiun itu.

Walikota Madiun juga mengajak kepada masyarakat untuk menjaga anak-anak. “Anak adalah penerus generasi kita, harus kita jaga, termasuk dari penggunaan gadget yang berlebihan,” ucap Walikota Maidi.

Untuk itu, saran Walikota, mari kita seimbangkan antara penggunaan gadget dengan permainan anak yang melatih kemampuan motorik. “Kita ajak anak kita untuk bermain supaya kemampuan motoriknya terlatih.” Pungkas Walikota Maidi.

Area Sunday Market di Kota Madiun, selain menyediakan kuliner, pakaian dan bahan kebutuhan lainnya juga ada arena bermain untuk anak-anak. (yah/gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Pemerintah Kota Madiun menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019 ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/01/2020).

Dalam keterangannya, Walikota Maidi menyampaikan bahwa LKPD Kota Madiun dikerjakan tidak lebih dari sebulan. “Pemkot Madiun tercepat di Jawa Timur dalam menyampaikan laporan ini, belum ada kota atau daerah lain di Jatim yang menyelesaikan dan menyerahkan LKPD ke BPK Provinsi,” Ujar Walikota.

Bahkan, lanjut Walikota Maidi, Pemkot Madiun tercepat nomor lima secara Nasional. “Namun poin utamanya bukan hanya tercepat, tetapi kualitas laporan harus baik, tidak hanya cepat tetapi juga tepat, saya memang mengintruksikan kepada ASN untuk bekerja cepat dan tepat,” lanjut Walikota Madiun.

Saat ini, kata Walikota Maidi, pihaknya tinggal menunggu audit yang dilakukan oleh BPK Provinsi Jawa Timur setelah laporan diserahkan. “Maksimal 60 hari kedepan, BPK P akan melakukan audit, saya meminta kepada OPD untuk kooperatif dan membantu proses audit. Harapan kita, proses audit berjalan lancar dan bisa selesai lebih awal, semoga kita mendapatkan WTP lagi tahun ini.” Pungkas Walikota Madiun. (Yah)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kerja serius ditunjukkan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Madiun, Maidi dan Inda Raya.

Selama 9 bulan menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota di Kota Pendekar, 30 penghargaan regional maupun nasional diraih Kota Madiun.

Teranyar, Walikota Madiun menerima penghargaan dari Deputi Kepala Bidang Pengawasan Penyelenggara Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur.

Walikota Madiun saat menerima penghargaan SPIP Level 3 dari BPKP Jawa Timur

Dengan begitu, di awal tahun 2020 ini, Kota Madiun memperoleh 2 penghargaan dari Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, Pemkot Madiun meraih penghargaan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Dalam kegiatan Jumpa Pers dan Kehumasan serta Sosialisasi Sensus Penduduk di Wisma Haji, Selasa (22/01/2020), Walikota Maidi menyampaikan bahwa semua penghargaan tersebut merupakan kerja keras semua pihak. “Ini merupakan bentuk keseriusan kami untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Madiun, setiap OPD kita maksimalkan kinerjanya, sehingga mereka (OPD) tidak ada yang pulang sore, tetapi pulang pagi. Itu adalah salah satu bentuk cara kami untuk bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat dan mewujudkan visi dan misi kami dalam Panca Karya,” Terang Walikota Madiun, yang disambut aplaus oleh hadirin.

Kedepan, lanjut Walikota Maidi, Kota Madiun akan terus berbenah menuju Smart City. “Selain itu, target panca karya adalah mewujudkan Madiun menjadi kota pintar, melayani, membangun, peduli dan terbuka,” Lanjut Walikota.

Sementara saat diwawancarai tentang Sensus Penduduk yang akan dilakukan tahun 2020 ini, Walikota Madiun menjelaskan bahwa data yang didapat dari Sensus Penduduk merupakan dasar untuk menentukan langkah yang tepat dalam menentukan kebijakan. “Untuk itu, mari kita sukseskan Sensus Penduduk yang akan dilakukan oleh BPS pada tahun 2020 ini.”Pungkas Walikota Maidi. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

SURABAYAPortalnews Madiunraya

Apel dalam rangka Peringatan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional tahun 2020 di Lapangan Sepakbola Kawasan SIER Surabaya menjadi hal yang manis bagi Kota Madiun.

Di moment tersebut, Kota Madiun berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Penghargaan pertama diberikan kepada Walikota Madiun Maidi sebagai top 10 Bupati/Walikota Sebagai Pembina K3 Tahun 2020. Sedangkan, penghargaan berikutnya diberikan kepada 18 perusahaan di Kota Madiun untuk kategori zero accident.

Moment saat Walikota Madiun, Maidi, menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur. (Foto - Diskominfo Kota Madiun)

‘’Terima kasih kepada seluruh pengusaha di Kota Madiun yang telah menjalankan tugasnya dengan baik sehingga kita kembali meraih penghargaan dari ibu gubernur,’’ tutur walikota saat ditemui setelah apel di Surabaya, Senin (13/1).

Menurut walikota, penghargaan ini tidak hanya menjadi apresiasi atas kerja keras yang dilakukan oleh pemkot dan pengusaha di Kota Madiun. Tetapi juga meningkatkan tanggung jawab untuk dapat menciptakan suasana bekerja yang lebih baik lagi. Sehingga, para pekerja di Kota Madiun bisa semakin sejahtera.

Walikota berharap, ke depannya capaian ini bisa ditingkatkan lagi. ‘’Perusahaan yang belum dapat penghargaan tahun ini semoga bisa termotivasi. Sehingga, pada peringatan selanjutnya semuanya bisa mendapatkan penghargaan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, pada apel Peringatan Bulan K3 di SIER Surabaya tersebut Gubernur Khofifah membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Dalam sambutan itu disebutkan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang makin kompleks.

Untuk itu, Menaker Ida meminta semua pihak dapat melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing. Agar, budaya K3 benar-benar terwujud di seluruh tanah air. “Kita perlu melakukan lompatan dan terobosan dengan inovasi-inovasi baru agar pelaksanaan K3 dapat terus diperkuat di tengah gerak perubahan masyarakat dan revolusi industri yang kian melesat, ” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga diungkapkan jumlah kecelakaan kerja pada 2018 telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja. Sedangkan, sepanjang Januari hingga September 2019 terdapat 130.923 kasus. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kasus kecelakaan kerja sebesar 26.40 persen.

Meski begitu, Menaker Ida Fauziyah berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan baik pengusaha, serikat pekerja, pekerja dan masyarakat, untuk terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya K3.

‘’Persoalan K3 hendaknya tidak hanya diingat dan dibahas saat terjadi kasus kecelakaan atau musibah di tempat kerja. Tapi merupakan tanggung jawab bersama untuk dapat mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan nyaman,’’ tandasnya. (Adv/Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

MadiunPortalnews Madiun Raya

Walikota Madiun, Maidi, akan mewujudkan Kota Madiun memiliki Jalan Malioboro, seperti yang dimiliki oleh DI Yogyakarta.

Hal itu disampaikan oleh Walikota Maidi saat memberikan sambutan dalam Forum Koordinasi Kehumasan dan Jumpa Pers di Gedung Diklat, Kamis (21/11/2019).

Menurut Walikota Maidi, Kota Madiun sangat memungkinkan memiliki seperti Jalan Malioboro. “Kota Madiun diapit 6 Kabupaten dengan jumlah penduduk 4,5 juta, untuk itu kedepan kita akan membangun sentra keramaian seperti Jalan Malioboro, kita akan membuat Jalan tersebut ramai 24 jam, malam juga ramai, jadi kita tidak perlu ke Yogyakarta, ” Ujar Walikota Maidi.

Untuk itu, lanjut Maidi, semua pihak harus mendukung program pembangunan yang ada di Kota Madiun. “Ada program pembangunan yang akan kita lakukan yaitu Panca karya yang intinya Madiun Kota Membangun, ” Lanjut Maidi.

Selain itu, Kata Maidi, kita akan mengikuti arahan dari Pak Presiden yang diantaranya adalah meningkatkan pembangunan SDM. “Ini kita lakukan dengan memajukan pendidikan dengan pemberian bantuan laptop dan seragam gratis, ” Kata Maidi.

Selanjutnya, Kota Madiun akan melakukan pembangunan infrastruktur yang mendukung dibidang ekonomi, “Kita akan membangun Pecel Land yaitu miniatur Kota Madiun Seluas 15 hektar, ditempat itu merupakan sentra pembuatan dan penjualan kuliner dan tempat pemasaran produk yang ada di Kota Madiun, ” Urai Walikota Maidi.

Walikota Maidi berharap semua pihak untuk taat aturan. “Kita semua jangan takut untuk bertindak, asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku, kepada seluruh jajaran Birokrasi untuk memberikan pelayanan yang efektif dan tidak bertele-tele. ” Pungkas Walikota Maidi. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.