Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfo) Kabupaten Ponorogo merilis Info Sebaran Covid 19 per hari Selasa (14/09/2021).

Sesuai dengan tabel yang dishare melalui media sosial, Dinas Kominfo Kabupaten Ponorogo mencatat ada 1.299 warga Ponorogo meninggal dunia sejak wabah dimulai hingga Selasa (13/09/2021) kemarin.

Dari sekian warga Kabupaten Ponorogo, Kecamatan Kota menduduki peringkat pertama jumlah kasus kematian yaitu 285 orang yang kemudian disusul Kecamatan Babadan dengan 162 orang yang meninggal dunia akibat terjangkit Covid 19.

Info Sebaran Covid 19 per 13 September 2021 di Kabupaten Ponorogo

Sementara Kecamatan Pudak menjadi daerah yang paling sedikit warganya yang meninggal dunia yaitu 3 orang.

Hingga saat ini, kasus Covid 19 menjangkiti 12.081 warga Ponorogo dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 10.409 orang.

Kemudian hingga saat ini kasus yang masih aktif sebanyak 373 orang yang dirawat di Isoter, Rumah Sakit maupun Isolasi Mandiri.

Berulang kali, Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko meminta masyarakat agar mematuhi Protokol Kesehatan. “Vaksinasi juga juga akan dipercepat sehingga tercipta Herd Imunity secara masal, ” Ucap Bupati beberapa waktu yang lalu. (Yah/Gin)..

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat Kelurahan Banyudono, Rabu (06/05).

Bantuan Sosial Tunai diberikan kepada 16.302 masyarakat Ponorogo yang terdampak Covid 19, nilainya Rp 600 ribu setiap bulan selama April, Mei dan Juni 2020. “Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid 19,” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Pemkab Ponorogo, lanjut Bupati, juga akan mengalokasikan anggaran bagi masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari manapun. “Selain dari Pemerintah Pusat, Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Ponorogo akan juga memberikan bantuan, dari Pemkab Ponorogo menyediakan anggaran 9 milyar untuk membantu masyarakat yang belum tersentuh bantuan sosial, ” Jelas Bupati Ipong Muchlissoni.

Secara Simbolis Bupati Ponorogo menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat Ponorogo. (Foto – Hariyogi)

Untuk penerima bantuan tersebut, kata Bupati Ipong Muchlissoni, saat ini masih dalam verifikasi. “Secepatnya kita salurkan, sehingga seluruh masyarakat Ponorogo yang terdampak Covid 19 bisa mendapatkan bantuan, baik dari Pemerintah Pusat, dari Pemprov Jatim dan Pemkab Ponorogo. Selain itu, Dana Desa juga dipersiapkan 25 % untuk digunakan membantu masyarakat yang belum menerima bantuan dari manapun, baik BST, dari Pemprov Jatim maupun dari Pemkab Ponorogo. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Untuk bantuan BST bisa diambil di Kantor Pos Jl Soekarno Hatta dengan membawa identitas yang telah ditetapkan dan ditaretkan dalam sepekan bisa selesai. (Adv/Gie/Gin)

Peliput : Hariyogi Wijanarko

Redaktur : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Dampak sosial dari merebaknya wabah Corona menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Madiun.

Untuk itu, Wali Kota Madiun membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19 di Kota Madiun, Rabu (08/04/2020).

Kurang lebih 400 paket sembako dibagikan oleh Wali Kota dan jajarannya.

‘’Hari ini kita membagikan paket sembako kepada Tukang becak, mereka termasuk kelompok masyarakat yang terdampak Korona. Yang biasanya bisa narik empat sampai lima kali mungkin hanya bisa narik satu kali. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pasti susah. Makanya kita dahulukan,’’ ucap Wali Kota Maidi.

Lebih lanjut Wali Kota menyatakan bahwa bantuan tersebut akan terus diberikan bertahap setiap empat sampai lima hari. “Harapannya, kebutuhan makan masyarakat terpenuhi secara kontinyu. Sembako yang dibagikan merupakan hasil bantuan dari komunitas dan organisasi. Di antaraya, komunitas gereja, warga Tionghoa, Jamaah Masjid, hingga Kadin dan relawan Projo,” Jelas Wali Kota Maidi.

Pemerintah Kota Madiun, jelas Wali Kota, juga menyalurkan bantuan non tunai sesuai daftar Program Keluarga Harapan (PKH). “Bantuan tersebut sudah berjalan. Selain itu, juga terdapat bantuan khusus untuk pekerja informal terdampak Korona. Itu mengacu dari daftar pekerja informal yang mendapat jaminan sosial ketenagakerjaan dari Pemkot Madiun,” Ungkap Wali Kota Maidi.

Walikota juga menyebutkan bahwa bantuan jenis pekerja informal masih dalam pendataan agar tidak terjadi tumpang tindih.

‘’Warga Kota Madiun di luar daftar itu silahkan menghubungi Posko Gugus Tugas Logistik. Nanti akan dilakukan pendataan, kalau memang layak akan diberikan bantuan di sana langsung,’’ tegasnya.

Walikota berharap tidak ada yang kesulitan bahan makanan di Kota Madiun. Itu sejalan dengan instruksi pemerintah pusat. Selain itu, pemenuhan kebutuhan juga menghindarkan tindakan yang mengancam keamanan hingga kriminalitas.

‘’Dampak sosial dari Korona ini juga menjadi perhatian utama pemerintah. Prinsipnya, jangan sampai ada yang kesulitan bahan makanan. Pasti kita backup,’’ pungkasnya.

Masyarakat yang menerima bantuan tersebut sangat bergembira, bahkan, beberapa di antaranya tercatat warga luar Kota Madiun. Pembagian sekaligus sosialisasi pemakaian masker dan penerapan pola hidup dan bersih kepada masyarakat.

Paket sembako yang dibagikan berisi beras, mie instan, gula, dan kecap, yang merupakan kebutuhan pokok warga. (Yah/Gin)

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Genderang perang melawan Virus Corona ditabuh oleh Wali Kota Madiun.

Hal itu dibuktikan dengan upaya pencegahan masuknya Virus Corona di Kota Madiun secara masif.

Salah satunya, Wali Kota Madiun, Maidi memimpin secara langsung upaya preventif dengan menyemprotkan disinfektan kepada pengguna jalan dan kendaraan yang masuk ke Kota Madiun.

“Ini adalah upaya preventif agar Virus Corona tidak menyebar di Kota Madiun, kita menyemprotkan disinfektan kepada pengguna jalan dan kendaraan yang masuk ke Kota Madiun,” Ucap Wali Kota Maidi, Senin (23/03/2020).

Lebih lanjut Wali Kota menyampaikan agar langkah yang diambilnya itu dapat dimaklumi oleh seluruh warga Kota Madiun. “Masyarakat Kota Madiun hendaknya mendukung upaya pemerintah dalam memerangi Virus Corona, salah satunya adalah dengan tidak melakukan kegiatan diluar rumah jika tidak perlu, selain itu melakukan pembatasan sosial,”Lanjut Wali Kota Maidi.

Wali Kota Maidi meminta agar seluruh warga masyarakat Kota Madiun tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan. “Tetap semangat dan mari bersama kita pertahankan Kota Madiun, Zerro Corona.” Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam menangkal Virus Corona yang saat ini merebak di Indonesia.

Seperti yang dilakukan di Ponorogo, Bupati Ipong Muchlissoni meminta masyarakat Ponorogo untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. “Namun kita harus tetap waspada, apalagi di Ponorogo banyak TKI yang baru datang dari luar negeri, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni saat memimpin rapat koordinasi Kesiapsiagaan menghadapi Virus Corona di Kabupaten Ponorogo.

Lebih lanjut Bupati Ipong Muchlissoni menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga kesehatan. “Perilaku hidup sehat dengan nutrisi yang sehat, rajin olahraga raga sangat dibutuhkan agar tubuh kita selalu prima dan mampu melawan virus Corona, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Yang paling utama, kata Bupati Ipong Muchlissoni, sebagai makhluk yang beragama hendaknya kita rajin beribadah. “Kita intruksikan kepada seluruh Kepala Desa di Ponorogo untuk Sholat Subuh berjama’ah, kita berdo’a agar Ponorogo terhindar dari wabah Virus Corona, karena salah satu do’a yang makbul adalah berdo’a usai Sholat Subuh berjama’ah. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Jajaran Forkopimda Ponorogo yang hadir juga sepakat bahwa Virus Corona menjadi musuh bersama yang harus dilawan bersama. (Yah)

Kota Madiun – Portalnews Madiunraya

Hiruk pikuk Virus Corona yang telah mewabah di 13 negara membuat sebagian masyarakat di Kota Madiun khawatir.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Maidi meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan justru berfokus kepada langkah antisipatifnya.

Di Madiun, Wali Kota menegaskan bahwa kota yang berjuluk Kota Pendekar itu masih aman dan kondusif. “Belum ada laporan adanya warga Kota Madiun yang terjangkit, untuk itu kita harus bersama-sama mengantisipasinya,” Ucap Wali Kota Maidi saat membuka Rapat Pejabat Pemerintah Daerah Kota Madiun dengan tema sosialisasi Madiun Kota Sehat, Sabtu malam (07/06).

Menurut Wali Kota Madiun, ini beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi Virus Corona.

  1. Menerapkan pola hidup sehat.
  2. Selalu membudayakan perilaku hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.
  3. Hindari menyentuh langsung mata, hidung dan mulut.
  4. Menjaga jarak apabila ada seseorang yang bersin.
  5. Memakai masker bagi yang sedang sakit.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maidi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Madiun terkait wabah virus Corona.

Adapun himbauan kepada masyarakat Madiun adalah :

  1. Masyarakat Kota Madiun agar selalu menjaga kebersihan dan hidup sehat.
  2. Hindari rasa cemas, panik, dan takut berlebihan terkait Corona, yang terpenting fokus pada antisipasinya.
  3. Hindari hoaks dan rumor yang tidak bisa dipertanggung jawabkan
  4. Senantiasa bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan agar aman dan nyaman.
  5. Senantiasa berdo’a agar terhindar terjangkit dari penyakit dan selalu diberikan kesehatan.

Wali Kota Madiun juga meminta kepada seluruh masyarakat Madiun agar tetap tenang. “Kalaupun ada yang terjangkit, Pemerintah Kota Madiun siap dalam menyediakan fasilitas pengobatan yang lengkap. ” Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin)

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiunraya

Sebagai bentuk kewaspadaan dini mengantisipasi Virus Corona, Pemerintah Kota Madiun mensosialisasikan Madiun Kota Sehat di Halaman Balai Kota Madiun, Sabtu (07/03/2020).

Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Madiun beserta jajarannya, Forkopimda Kota Madiun dan masyarakat Kota Madiun yang memadati jalan Pahlawan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Madiun, Maidi, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan Rapat Pejabat Pemerintah Daerah Kota Madiun sosialisasi Madiun Kota Sehat. “Kegiatan ini merupakan wahana silaturahmi dan komunikasi agar Kota Madiun Aman, Kondusif dan Masyarakatnya Sehat, ” Ucap Wali Kota Maidi.

https://www.youtube.com/watch?v=Jy_1z8CS1Ko
Wali Kota Madiun saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Kota Madiun Sehat di Halaman Balai Kota Madiun, Sabtu Malam (07/03/2020)

Tentang virus Corona yang mewabah, Wali Kota lebih lanjut menjelaskan bahwa saat ini 13 negara terkonfirmasi terjangkit virus tersebut. “Sesuai dengan arahan dari Presiden Jokowi, kita harus meningkatkan kewaspadaan namun tidak boleh panik dan cemas secara berlebihan, ” Lanjut Wali Kota Maidi.

Di Madiun, Wali Kota menegaskan bahwa kota yang berjuluk Kota Pendekar itu masih aman dan kondusif. “Belum ada laporan adanya warga Kota Madiun yang terjangkit, untuk itu kita harus bersama-sama mengantisipasi dengan menerapkan pola hidup sehat, selalu membudayakan perilaku hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, hindari menyentuh langsung mata, hidung dan mulut, menjaga jarak apabila ada seseorang yang bersin dan memakai masker bagi yang sedang sakit, “urai Wali Kota.

Wali Kota Madiun bersama jajaran Forkopimda Kota Madiun dalam Sosialisasi Kota Madiun Sehat di Halaman Balai Kota Madiun

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maidi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Madiun terkait wabah virus Corona. ” Saya menghimbau agar masyarakat Kota Madiun selalu menjaga kebersihan dan hidup sehat, hindari rasa cemas, panik, dan takut berlebihan, hindari hoaks dan rumor yang tidak bisa dipertanggung jawabkan dan senantiasa bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan agar aman dan nyaman, ” himbau Wali Kota Maidi.

Wali Kota Madiun juga meminta kepada seluruh masyarakat Madiun senantiasa berdo’a agar terhindar terjangkit dari penyakit dan selalu diberikan kesehatan. “Kalaupun ada yang terjangkit, Pemerintah Kota Madiun siap dalam menyediakan fasilitas pengobatan yang lengkap. ” Pungkas Wali Kota Maidi.

Ketua DPRD Kota Madiun, Andi Raya Bagus Miko Saputro saat memberikan tanggapan dalam Sosialisasi Kota Madiun Sehat di Halaman Balai Kota Madiun

Ketua DPRD Kota Madiun, Andi Raya Bagus Miko Saputro dalam kesempatan itu juga menyatakan bahwa pihaknya mensupport penuh Pemerintah Kota Madiun untuk mengantisipasi mewabahnya Virus Corona. “Seluruh pihak baik dari Dinas Kesehatan, Kecamatan, Kelurahan dan pihak terkait harus mensosialisasikan antisipasi virus Corona dan kita semua jangan takut, tidak perlu memakai masker bagi yang sehat, ” Ucap Andi Raya.

Pun dengan Dandim dan Kapolres Madiun Kota sepakat bahwa Kota Madiun harus dijaga bersama, kebersihan dan kesehatan menjadi tanggung jawab bersama menuju Kota Madiun yang aman dan kondusif serta terhindar dari Wabah Virus Corona.

Dalam kesempatan itu juga diberikan sosialisasi budaya hidup sehat dan pengetahuan serta antisipasi virus Corona dari Dinas Kesehatan Kota Madiun dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Seni Angklung Carehal dari Malioboro Yogyakarta memberikan hiburan segar bagi hadirin. (Adv/Yah/Gin)

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Editor : Agin Wijaya

Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Khairul Anwar, seorang peneliti asal Universitas Airlangga Surabaya berhasil menemukan penangkal ampuh virus corona (COVID-19).

Hal itu disampaikan oleh Akun Instagram Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Selasa (18/02/2020).

Menurut Gubernur Khofifah dalam akun khofifah.ip, ini merupakan kabar gembira untuk seluruh masyarakat Indonesia dan dunia. “Karena salah satu peneliti asal UNAIR Surabaya berhasil menemukan penangkal ampuh virus Corona atau COVID-19,” jelas Khofifah.

Menurut Gubernur, peneliti dari UNAIR Surabaya menyebut bahwa penangkal virus yang saat ini mewabah itu adalah CURCUMIN. “Dan zat Curcumin itu terdapat pada tanaman Jahe, Kunyit, Sereh dan Temulawak yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman masyarakat Indonesia,”lanjut Khofifah.

Dengan fakta itu, kata Gubernur Khofifah, mungkin ini adalah jawaban, mengapa virus Corona belum menyebar di Indonesia. “Saat ini Kata Rektor UNAIR, penelitian tersebut sedang bersinergi dengan Jepang, semua proses sedang dimaksimalkan.” Kata Khofifah menjawab pertanyaan Netizen tentang uji klinis hasil penelitian tersebut. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Editor : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.