Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama dengan Polres Ponorogo menggelar serbuan vaksinasi dengan target 3700 dosis kepada pelajar SMK Sore Ponorogo, SMK Badegan dan Bertempat di Ponorogo City Centre (PCC), Senin (04/10)

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, usai mengikuti Upacara Ziarah Nasional HUT TNI ke 76 di TMP bersama Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani dan Kabag OPS Polres Ponorogo Kompol Basuki meninjau kegiatan serbuan vaksinasi tersebut.

Bupati Ponorogo H.Sugiri Sancoko melihat antusiasme pelajar di wilayah Ponorogo patut diacungi jempol.

Dia berharap dukungan stok vaksin dari pemerintah pusat bisa terus dikirim sehingga vaksinasi bisa terus, “Vaksinasi terus, Protokol Kesehatan dijalankan dan kegiatan ekonomi dilakukan dengan Prokes,”katanya

Sementara itu Wakapolres Ponorogo mengatakan, kali ini Pihaknya menggelar serbuan vaksinasi dosis II dengan target 3700 kepada pelajar meliputi SMK Pemkab,SMK Sore dan yang terakhir di SMK Badegan Ponorogo.

menurutnya, Pemberian vaksin sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Kegiatan ini juga dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kerumunan, karena penerapan protokol kesehatan (prokes) terus menjadi protap dan wajib ditaati,” Tutup Wakapolres Ponorogo.

Sementara menurut Yanti, pelajar SMK Sore, dirinya bersama dengan teman-temannya memanfaatkan dosis vaksinasi Covid 19.”Karena SMK harus banyak praktik daripada teori maka kami ingin maksimal dalam menyerap ilmu sehingga harus berbaur dengan banyak orang. Untuk itu vaksin ini adalah benteng bagi kami agar terhindar dari Covid 19.” Ucapnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Untuk mempercepat Vaksinasi Covid 19, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan 800 Vaksinator yang siap melakukan Vaksinasi setiap hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko usai mengikuti rapat di Pusdalob, Jum’at (01/10).

Bupati Sugiri Sancoko juga mengapresiasi masyarakat yang sangat antusias mengikuti Vaksinasi. “Luar biasa. Animo masyarakat untuk mengikuti Vaksinasi sangat tinggi. Kalau kita buka online, maka dalam waktu 15 menit daftarnya sudah terisi penuh, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko.

Namun demikian hingga saat ini Bupati menjelaskan pelaksanaan sudah 34% untuk Vaksinasi Dosis I di Kabupaten Ponorogo. “Untuk Dosis II baru 12 %. Untuk itu kami menyiapkan 800 Vaksinator dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta instansi lainnya seperti Kodam maupun Polda untuk membantu mendatangkan dosis vaksin di Ponorogo agar bisa cepat terdistribusi di masyarakat, ” lanjut Bupati Sugiri Sancoko.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sugiri menjelaskan perbedaan Level PPKM antara yang disampaikan oleh Gubernur dan Mendagri yang berbeda. “Memang menurut Assesment Kemenkes RI, Ponorogo itu Level 1, namun menurut In Mendagri, Ponorogo masih level 3. Perbedaannya adalah soal Vaksin saja, In Mendagri melihat Vaksin harus 50% + 1 untuk turun level. Sedangkan kalau dari Assesment Kemenkes melihat kondisi di Lapangan, berapa yang positif, berapa kematian, berapa Vaksin, berapa yang sembuh dan lainnya, jadi hanya itu perbedaannya, ” terang Bupati Sugiri Sancoko.

Untuk itu Bupati Ponorogo akan memaksimalkan Vaksinasi agar level PPKM sesuai In Mendagri bisa segera turun. “Vaksinator sudah siap, masyarakat antusias, kini tinggal dosis Vaksin yang akan kita terus datangkan hingga menuju Ponorogo Zona Hijau. ” Pungkas Bupati Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebanyak 300 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Ponorogo di Jalan Hos Cokroaminoto, disuntik Vaksin jenis Sinovac dosis I Ahad, (26/09/2021).

Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Basuki didampingi Ps. Paur Dokkes Polres Ponorogo Aiptu Imam yang meninjau langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi merah putih di LP sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Kompol Basuki menyampaikan bahwa saat ini TNI-Polri dan Forkopimda Ponorogo terus bersinergi, menggelar percepatan vaksinasi covid 19 kepada semua golongan dengan target menuju Ponorogo Herd Immunity.

“Kegiatan kali ini, kami menyasar warga binaan LP kelas II B Ponorogo, dengan target vaksinasi 300 Dosis I jenis Sinovack, diharapkan segera terbentuknya herd immunity kepada semua golongan masyarakat di Ponorogo, terutama Warga Binaan yang ada disini,” Ujar Kabag Ops Kompol Basuki

Dia berharap, semua element masyarakat ikut mendukung dan mensukseskan percepatan vaksinasi ini dengan mengajak keluarga, teman dan tetangganya yang belum vaksin agar segera memvaksinkan dirinya.

“Saya harap warga tidak lagi takut untuk vaksin, ini aman dan Halal untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid 19,” ucapnya

Kompol Basuki juga menghimbau kepada seluruh warga Ponorogo agar tetap patuh Protokol Kesehatan. “Walaupun sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M.” Tutup Kabag Ops Polres Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Danrem 081/DSJ, Kolonel inf Waris Ari Nugroho menilai, kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo di wilayah Kabupaten Ponorogo dan Kota Madiun besok merupakan suatu kehormatan sekaligus kepercayaan yang diberikan oleh negara.

“Untuk itu, kehormatan dan kepercayaan ini harus dijaga dan dijunjung tinggi dengan cara berbuat yang terbaik, agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman dan kondusif,” katanya saat memimpin apel gelar pasukan di Alun-Alun Ponorogo, Jawa Timur, Senin (6/9/2021).

Dalam apel gelar tersebut melibatkan 4.948 pasukan yang berasal dari berbagai satuan di jajaran Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim.

Dalam arahannya Danrem mengungkapkan, jika suasana kondusif dapat terwujud, maka hal itu akan dapat memberi dampak positif dan arti yang sangat penting bagi peningkatan citra Provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Ponorogo dan Kota Madiun yang termasuk dalam wilayah teritorial Korem 081/DSJ.

Selaku Dansatgas Pamwil, dia juga mengingatkan untuk tidak menganggap pengamanan yang dilakukan nantinya bersifat rutinitas saja. “Anggaplah tugas pengamanan ini adalah hal yang baru, sehingga menuntut kita semua untuk lebih fokus dan intens dalam penyiapannya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, apel gelar pasukan yang dilakukan sebagai sarana untuk melaksanakan koordinasi antara unsur yang terlibat, sehingga dalam pelaksanaannya nanti tidak terjadi kesalahan sekecil apapun. “Dan itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Mengingat penting dan krusialnya tugas tersebut, Danrem meminta kepada seluruh unsur yang terlibat agar dapat memedomani ketentuan dan prosedur dalam pengamanan VVIP.

“Sehingga diharapkan, setiap personel harus tahu tugas dan tanggung jawabnya, siapa berbuat apa,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri arahannya, dia juga memberikan beberapa penekanannya, mulai dari memegang teguh disiplin, tetap waspada dan tidak lengah, koordinasi yang optimal dengan unsur terkait, disiplin Prokes, serta mampu mencermati dan segera melaporkan apabila ada kendala, hambatan dan gangguan yang terjadi dalam pelaksanaan tugas.

Sebagai informasi, dalam Kunkernya nanti, selain meresmikan Bendungan Bendo, Jokowi juga akan meninjau vaksinasi massal di SMK PGRI 2 Ponorogo dan Ponpes K.H. Syamsuddin, serta meresmikan Politeknik Negeri Madiun. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Magetan – Portalnews Madiun Raya

Tak ingin terjangkit Covid membuat antusiasme warga masyarakat Magetan dan sekitarnya, untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Lanud Iswahjudi tak pernah surut.

Seperti yang terlihat pada Kamis (02/09/21) ratusan warga masyarakat mendapat layanan vaksin gratis oleh vaksinator RSAU dr Efram Harsana (RSEH) setiap gelaran vaksinasi.

Ka RSAU dr Efram Harsana Kolonel Kes dr. Tjatur Budi W, Sp.B menyampaikan pihaknya akan terus mendukung percepatan vaksinasi nasional, dan secara rutin menggelar vaksinasi setiap hari selasa dan kamis, dengan harapan melalui vaksinasi ini dapat segera terbentuk herd immunity.

Pada bulan September ini selain menuntaskan vaksin dosis kedua, RSEH juga tetap melaksanakan vaksinasi tahap satu bagi masyarakat Magetan dan sekitarnya agar dapat s egera menekan laju penyebaran covid-19.

Terakhir dr. Tjatur kembali mengingatkan “Meski sudah divaksin, masyarakat harus melaksanakan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas yang tidak penting,” tegasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya
Pandemi Covid 19 terjadi secara global di seluruh dunia. Untuk itu, Vaksinasi yang merupakan upaya meningkatkan Herd Immunity atau kekebalan tubuh untuk menangkal Virus Corona juga dilakukan secara masif di seluruh dunia.

Hal itu disampaikan oleh Rahayu Puji Irianti, WNI asal Pacitan yang mengikuti sangat suami di Spanyol. “Disini juga terjadi Pandemi Covid 19. Banyak juga yang meninggal, namun upaya pemerintah setempat juga cukup cepat dengan melakukan pemutusan mata rantai persebaran Covid 19,” Ucap Puji, panggilan akrabnya kepada Portalnews Madiun Raya, Senin (23/08).

Lebih jauh Puji yang saat ini berdomisili di Palencia De Negrilla, Spanyol itu juga menyampaikan bahwa dirinya juga mengikuti vaksinasi. “Saya dan keluarga juga mengikuti vaksinasi. Vaksin yang pertama efeknya pusing sebentar. Namun Vaksin dosis kedua dengan Pfizer, Efeknya meriang banget, kepala puyeng, menggigil, sedikit mual, tulang linu dan tidak bisa tidur, ” Jelas Puji.

Namun demi keselamatan dirinya beserta keluarga tercintanya, Puji tak takut untuk melakukan Vaksinasi. “Ini global kok, seluruh dunia mengalami dan tidak hanya di Indonesia. Yang terpenting kita semua selamat dari Covid 19. Setelah Vaksin ya tetap menjaga kesehatan, menerapkan Protokol Kesehatan dan menjaga imunitas. Kesehatan adalah karunia yang termahal dari sang Pencipta. ” Pungkas Puji. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat pada tahun ajaran baru 2021-2022 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Senin (19/05/2021).

“Untuk itu, vaksinasi untuk para pendidik pun menjadi prioritas. Kita ingin mendapatkan vaksin lebih banyak lagi sebab stok (vaksin) yang ada saat ini adalah untuk penyuntikan tahap kedua. Vaksin untuk para lansia dan para guru plus tenaga kependidikan masih kurang. Kalau ada tambahan, maka kebutuhan vaksin tercukupi dan bisa mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka,” jelas Wabup Lisdyarita.

Kecukupan vaksin ini penting sebab untuk pelaksanaan PTM, salah satu syaratnya adalah guru-guru dan tenaga kependidikan yang sudah divaksin. “Syarat lainnya adalah zona yang tidak merah dan ada persetujuan dari orang tua dan murid serta izin dari satgas covid di tingkat kecamatan. Dengan mengikuti zona covid, PTM bisa dilaksanakan secara hybrid atau sebagian masuk dan sebagian PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh, “lanjut Bunda Rita, panggilan akrabnya.

Lebih jauh, Hj Lisdyarita menyatakan bahwa pihaknya akan berkeliling ke sekolah-sekolah. ” Nantinya saya akan meninjau ke sekolah-sekolah untuk memastikan bahwa PTM sudah dilaksanakan dengan baik dan menerapkan protokol kesehatan ketat,” kata Wabup Lisdyarita sambil mengimbau seluruh warga untuk bisa berpartisipasi dalam menekan penyebaran covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. (Yah).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ketua DPRD Ponorogo menerima Vaksinasi Covid-19 tahap 2 di Kabupaten Ponorogo, Senin (01/03/2021) di Gedung Sasana Praja Kabupaten Ponorogo.

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, menyambut baik vaksinasi tahap 2 yang menyasar sekitar 5 ribu warga yang merupakan petugas pelayanan publik. “Walaupun vaksinasi ini bukanlah segalanya dalam melawan covid-19. Namun ini adalah salah satu ikhtiar agar kita terhindar dari paparan covid-19,” ucapnya.

Kang Narto, panggilan akrabnya meminta masyarakat untuk tidak takut untuk divaksin. “Jangan takut dan jangan ragu untuk melakukan vaksinasi Covid 19,” lanjut Ketua DPRD Ponorogo.

Secara bertahap, Ketua DPRD Ponorogo menyampaikan bahwa semua lapisan masyarakat akan mendapatkan pelayanan vaksin dari pemerintah. “Ini penting agar wabah Covid 19 yang sudah berlangsung satu tahun lebih ini bisa dikendalikan serta mampu mencegah penularan,” Ujar Kang Narto.

Ketua DPRD Ponorogo saat diperiksa kesehatannya sebelum dilakukan Vaksinasi Covid 19

Namun, Ketua DPRD Ponorogo itu juga tetap mengingatkan agar sikap yang selalu disiplin terhadap protokol Kesehatan selalu dilakukan. “Mulai dari menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kedisiplinan terhadap 5M ini harus dijaga meski sudah mengikuti vaksinasi. Vaksin itu untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok (massal) sehingga pendemi bisa berakhir,” imbuhnya.

Kang Narto berharap, Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Ponorogo bisa berjalan dengan lancar dan sukses. “Dari masyarakat tetap menjaga Protokol Kesehatan dan dari Pemerintah Kabupaten terus intensif melakukan vaksinasi dan terus menegakkan Protokol Kesehatan, dengan dua langkah tersebut maka kita berharap agar wabah ini segera berakhir,”harap Ketua DPRD Ponorogo.

Selain upaya-upaya tersebut, Kang Narto berharap do’a terus dipanjatkan agar pandemi segera berhenti. “Upaya lahiriah terus kita lakukan, maka upaya batiniah juga sangat penting untuk terus kita perbuat, semoga Alloh SWT melindungi kita semua.”Pungkas Ketua DPRD Ponorogo. (Adv/Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.