Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Setelah mencari selama dua hari, akhirnya Tim Gabungan berhasil menemukan dua jasad terakhir santri Ponpes Hudatul Muna yang tenggelam di Sungai Tempuran, Selasa (15/01/2019).

Jenazah Bambang Irawan (16) dan Ahmad Khoirul Huda (16) akhirnya ditemukan mengambang di sungai tersebut dengan jarak kurang lebih 10 meter dari titik awal mereka tenggelam.

Paur Humas Polres Ponorogo, Ipda Satriyo menyatakan bahwa dengan ditemukannya dua jasad terakhir tersebut akhirnya seluruh korban santri yang tenggelam di Sungai Tempuran ditemukan semua dengan kondisi meninggal dunia. “Sebelumnya, jenazah Ahmad Anshori diketemukan pukul 11.00, dan sore ini pukul 17.20, tim gabungan menemukan dua jasad terakhir,” ucap Satriyo.

Mereka ditemukan dalam posisi berpelukan dan mengapung di sungai, melihat itu, tim gabungan segera mengevakuasi dan membawanya ke RSUD Dr Hardjono Ponorogo, sambung Satriyo.

“Kita berharap kejadian ini tidak terulang kembali, hindari bermain di sungai, apalagi cuaca nya hujan deras.” Pungkas Satriyo. (Yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Jenazah M. Ansori, Santri Pondok Hudatul Muna, Kelas 1 Mts, yang hanyut di Sungai Tempuran akhirnya ditemukan, Selasa, (15/01/2019, sekira pukul 11.30 Wib.

Menurut Kapolsek Ponorogo, AKP Lilik Sulastri, SH, pihaknya menyatakan bahwa korban kedua dari 4 santri hanyut telah ditemukan. “Telah ditemukan korban kedua yang tenggelam di sungai barat Pondok Hudatul Muna Kel.Brotonegaran Kec/Kab.Ponorogo,” ucap Kapolsek Lilik.

Adapun saksi yang pertama kali melihat jenazah korban adalah Agung Prasetyo (23) yang merupakan Guru Mts, dan Muhib (35) warga Kelurahan Tambakbayan, sambungnya.

“Saat ditemukan, jenazah memiliki ciri – ciri diantaranya hidung mengeluarkan darah, memakai celana pendek warna biru, tinggi jenasah 150 cm,” jelas Kapolsek.

Untuk kronologis singkat penemuan jenazah adalah pada hari Selasa, 15 Januari 2019 sekira pukul 11.30 Wib pada saat team SAR akan meminggalkan lokasi pencarian untuk istirahat, kurang lebih 3 meter dari lokasi awal kejadian saksi 1 melihat dari dalam suangai ada darah yg muncul menyebar. Diduga ada korban tenggelam berada di lokasi tersebut kemudian saksi 1 menghubungi saksi 2 untuk melihat ke lokasi tersebut. Sebelum saksi turun ke sungai ternyata korban muncul dari dalam suangi mengapung terlihat kepalanya terlebih dahulu. Kemudian saksi langsung menghubungi rekan-rekan SAR yang lain untuk mengevakuasi jenasah yg muncul. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Ponorogo, urai Kapolsek Ponorogo.

“Rencananya, korban akan dimandikan di Ponpes Hudatul Muna dan akan diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan di Madiun,” lanjut Kapolsek.

Sampai dengan saat ini, proses pencarian masih dilakukan oleh team gabungan Team SAR Trenggalek, Pacitan, Ngawi, Pori, Dinsos dan BPBD Kab.Ponorogo serta masyarakat sekitar, karena masih ada dua korban lagi yg belum ditemukan, pungkas Kapolsek Ponorogo. (Yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Tidak bisa berenang 4 Siswa MTs asal Kabupaten Pacitan tenggelam di DAS Sungai Tempuran (pertemuan sungai Paju dan Jenes) Kelurahan Brotonegaran Kecamatan Ponorogo, Senin (14/01/2019)

Menurut Kabid Rehabilitasi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa ada orang tenggelam di lokasi tersebut pada Senin siang. “Pada pukul 13.30 WIB korban selamat atas nama Muhdarullah Habib (Siswa kelas 3 MTs. Bangka Belitung) meminta bantuan kepada warga untuk menyelamatkan temannya yang tenggelam, pada saat itu korban selamat beserta 4 temannya mandi disungai. Saat mau naik ke darat salah satu korban meminta pertolongan kepada korban selamat namun setelah berusaha 2 korban awal tidak dapat tertolong dan yang mau menolong ikut tenggelam,” terang Budi, panggilan akrabnya.

Korban meninggal dunia adalah Bambang Irawan (Kelas 3 MTs Pacitan), Huda (Kelas 2 MTs Pacitan), Huda (Kelas 1 MTs Pacitan), M. Anshori (Kelas 1 MTs), sambung Budi.

“Saat ini masih dilakukan pencarian oleh Tim Gabungan bersama warga setempat.
Untuk kendala yang kami hadapi adalah hari mulai gelap dan cuaca hujan.”pungkasnya. (Yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.