Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

G (30), warga Madiun bersiap menempuh hidup panjangnya di balik jeruji besi.

Hal itu disebabkan ulahnya sendiri yang mengajak anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan di sebuah hotel yang ada di kawasan Telaga Ngebel saat tahun baru 2021 kemarin.

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis mengungkapkan bahwa pelaku G ini sering memanjakan korban dengan memberikan pulsa dan paket internet. “Selain itu, pelaku sering mengajak korban untuk jalan-jalan dan diberikan jajan,” jelas Kapolres, Senin (18/01/2021).

Kronologisnya, korban yang sedang keluar rumah bersama temannya bertemu dengan pelaku ditengah jalan. “Oleh pelaku, korban diajak ke Telaga Ngebel dan menginap di sebuah hotel di kawasan tersebut. Setelah diajak melakukan persetubuhan layaknya suami isteri, korban yang masih duduk di kelas IX sebuah MTs lalu diantarkan pulang ke rumahnya,” lanjut Kapolres.

Begitu sampai dirumahnya, pelaku dan korban ditanya oleh Ibu Korban. “Pelaku sempat berbohong dengan mengatakan bahwa dia mengajak korban mengantar mobil bosnya ke Jetis Ponorogo, namun saat bertanya kepada korban, mengaku bahwa dirinya diajak menginap di sebuah Hotel di Telaga Ngebel dan melakukan persetubuhan, mendengar hal itu, Ibu korban langsung melapor ke Polisi,” terang Kapolres Ponorogo.

Setelah melakukan penyidikan, pelaku G diduga melanggar Pasal 81 atau Pasal 82 UU no 35 tahun 2014. “Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar, saat ini pelaku kita tahan berikut barang bukti untuk proses lebih lanjut.”Pungkas Kapolres Mochammad Nur Azis. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

JakartaPortalnews Madiun Raya

Pemerintah Kabupaten Ponorogo bekerjasama dengan WartaJazz akan menyelenggarakan hajatan Reyog Jazz Ponorogo (RYP) untuk kali kedua pada tanggal 11 sd 12 Oktober 2019 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Agus Setiawan Basuni, yang merupakan Festival Director saat konferensi pers di Plaza Senayan, Selasa (01/10).

” Jazz Telaga akan berpadu dengan keunikan Reyog Ponorogo dan musisi pendukungnya akan menjadi tambahan agenda dalam Untaian Jazz Festival di Indonesia,” ucap Agus.

Beberapa musisi yang dijadwalkan tampil diantaranya Fariz RM Anthalogy, kelompok Ber6 dan mereka akan berkolaborasi dengan penari dan pemusik Reyog Ponorogo, sambungnya.

“Tidak hanya musisi dari dalam negeri, akan hadir juga musisi dari luar negeri diantaranya dari Kanada, USA, dan Rusia, kita juga menghadirkan penyanyi jazz lulusan Australia, Sierra Soetedjo dan lain sebagainya, saya yakin perpaduan Jazz dan Reyog akan menghadirkan hiburan yang luar biasa.” Pungkas Agus Setiawan Basuni.

Sementara, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menegaskan bahwa event tersebut akan sukses mendatangkan wisatawan ke Ponorogo. “Kolaborasi Musik Jazz dan Reyog Ponorogo adalah kolaborasi yang unik, semua memiliki kelebihan, apalagi kegiatan itu digelar diatas Telaga Ngebel, bahkan panggungnya akan diletakkan diatas Telaga, jadi benar-benar syahdu, sayang kalau dilewatkan.”Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Ponorogo, Telaga Ngebel memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup signifikan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Lilik Slamet Rahardjo, sampai dengan liburan Lebaran 2019 kemarin, PAD yang disumbangkan dari Telaga Ngebel sudah mencapai Rp 805 juta lebih. “Alhamdulillah, target yang dibebankan terhadap retribusi di Telaga Ngebel sudah tercapai,” jelas Lilik kepada Portalnews Madiun Raya, Rabu (12/06)

Setiap tahun, target PAD dari Telaga Ngebel dipatok minimal Rp 805 juta, dan di tengah tahun ini sudah bisa dilampaui, sambungnya.

“Selanjutnya, kita berharap Telaga Ngebel di tahun 2019 ini bisa mendapatkan PAD yang lebih besar dibandingkan dengan PAD tahun 2018 yang mencapai 1 miliar, 490 juta rupiah, saya yakin dengan banyak festival yang akan kita gelar hingga akhir tahun mendatang dan menambah wahana wisata, serta perbaikan infrastruktur, target tersebut bisa tercapai. Apalagi disekitar Telaga Ngebel sudah ada wisata baru yaitu Mloko Sewu dan pemandian air panas Tirto Husodo di Wagir Lor.” Pungkas Lilik Slamet Rahardjo. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

NGEBEL – Portal Madiun Raya

Beberapa hari terakhir terjadi fenomena unik di telaga Ngebel. Seperti dikatakan Suseno, Camat Ngebel kepada awak media, begitu cuaca dingin dan angin kencang, maka belerang akan muncul.

“Fenomena ini kemudian dimanfaatkan masyarakat sekitar, untuk memunguti ikan-ikan yang sekarat karena terkena belerang”,ujar Suseno, (06/07).

Fenomena bisa berlangsung 3-4 hari bahkan hingga seminggu. Ikan-ikan ini diambil dari keramba petani ikan di telaga Ngebel. Begitu mereka tahu ada tanda- tanda belerang akan naik, para petani ikan tidak akan memberinya makan, upaya itu paling tidak bisa menekan jumlah kerugian, sambung Suseno.

“Maka tak heran jika nila dan jenis ikan lain hingga lobster akan ramai- ramai dipanen warga sekitar dan para pemancing”,lanjut Suseno.

Pihaknya mengaku bahwa setiap tahun menebar benih ikan bekerjasama dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan Dinas pertanian untuk memulihkan kondisi yang biasa terjadi setiap tahun itu untuk mengembalikan ekosistem. (po942/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.