Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Face Off Jalan HOS Cokroaminoto terus berlanjut. Setelah melebarkan trotoar dan menata sedemikian rupa hingga mirip Jalan Malioboro di Yogyakarta ataupun Jalan Pahlawan di Kota Madiun, Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasang lampu lampion di jalan tersebut.

Didominasi warna hijau muda, Lampu Lampion tersebut diyakini bakal mempercantik wajah Jalan HOS Cokroaminoto.

Menanggapi hal itu, Sumihar Pandjaitan, yang merupakan Relawan Bravo 5 Ponorogo mengaku senang. “Ini artinya ada perubahan yang signifikan dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Wajah Kota Ponorogo yang lebih cantik akan menguntungkan bagi para pedagang, PKL dan UMKM disepanjang jalan itu, karena nanti akan banyak mengundang para pengunjung,”Ucapnya kepada Madiunraya.com, Rabu (22/09/2021).

Lebih lanjut Sumihar mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mengawal pemerintahan Sugiri Sancoko – Lisdyarita. “Ini kita lakukan agar Ponorogo benar-benar menjadi Ponorogo yang Hebat sesuai visi dan misi Sugiri Sancoko dan Lisdyarita. Saya dengar Jalan Sudirman, Alun-alun, Jalan Diponegoro hingga ke Pasar Legi akan dibangun seperti Jalan HOS Cokroaminoto, ini sangat bagus sekali karena akan benar-benar mengubah tata kota yang indah dan ramah lingkungan dan menguntungkan bagi para pedagang,”Jelas Sumihar Pandjaitan.

Relawan Bravo 5 Ponorogo itu juga mengungkapkan rasa gembiranya bahwa baru sekian bulan menjabat Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita mampu bekerja nyata bagi masyarakat Ponorogo. “Apalagi beliau mampu menghimpun semangat Gotong Royong sehingga bisa mengubah Tata Kota yang ada menjadi lebih bagus,”tambahnya.

Namun Sumihar Pandjaitan mengingatkan agar warga masyarakat Ponorogo tetap bisa menahan diri agar tidak melanggar Protokol Kesehatan mengingat Pandemi Covid 19 belum usai. “Tetap semangat namun jangan terlalu euforia dengan berkerumun untuk menyaksikan lampu dan lampion di Jalan HOS Cokroaminoto. Patuhi Protokol Kesehatan yaitu 5 M, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan selalu Menjaga Jarak jika terpaksa keluar rumah serta mensukseskan Vaksinasi, Ponorogo Hebat dan kita semua akan selamat.”Pungkas Sumihar Pandjaitan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kabar duka datang dari orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Ibunda Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Hj Suyatun dikabarkan wafat pada Senin (20/09/2021) dini hari.

Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu Wartawan Senior di Kabupaten Ponorogo, Siti Noraini. Wartawan Koran Duta Masyarakat itu menyampaikan kabar tersebut di WA Group .

Innalilahiwainailaihirojiun
Telah meninggal dunia pagi ini kurang lebih jam 03.00wib
IBUNDA dari Bapak bupati Sugiri Sancoko di RSUD dr Hardjono Ponorogo

Semoga almarhumah husnul khotimah
Dan keluarga yg di tinggalkan diberikan kesabaran & keikhlasan
Aamiin ya rabbal alamin

Kabar tersebut kemudian mendapatkan komentar ucapan berbela sungkawa dari berbagai anggota grup yang lainnya.

Seperti salah satunya dari Politisi Partai Golkar, Atika Banowati.

Innalillahi wainnailaihi rooji’uun.

Ngaturaken belosungkowo sedanipun almarhumah ibu Suyatun (ibunda dari Bpk Sugiri Sancoko)

Mugi Almarhumah husnul khotimah, pinaringan magfiroh, dipun paringi pangapunten sedaya dosa kalepatan, dipun tampi sedaya amal kesaenan.

Ugi sedoyo kluwargo pinaringan sabar tabah lan tawakal.

Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Pun dengan anggota grup yang lain banyak yang mengirimkan ucapan berbela sungkawa.

Seperti diketahui, Hj Suyatun masih tetap aktif hingga masa sepuhnya untuk terus beraktivitas di desanya di Desa Gelang Kulon Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo, hingga akhirnya diboyong ke Pringgitan atau Rumah Dinas Bupati Ponorogo semenjak sang Putra, H Sugiri Sancoko SE MM dilantik menjadi Bupati Ponorogo pada bulan Maret 2021 silam. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Inovasi terus dilakukan oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko untuk mengatasi persoalan yang ada di Bumi Reyog.

Salah satunya tentang sampah yang menggunung di TPA Mrican Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Selain dipilah menurut jenisnya, Bupati Sugiri membuat Briket atau sumber energi yang ramah lingkungan.

“Setiap hari, TPA Mrican ini menerima kiriman sampah 90 Ton. Sehingga perlu pengolahan yang cepat agar tidak menumpuk dan menimbulkan masalah baru, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko, Selasa (14/09).

Lebih lanjut Bupati Ponorogo menyampaikan bahwa ditangan anak-anak yang kreatif, limbah plastik diolah menjadi bijih plastik. “Yang kertas diubah menjadi Pulp atau Bubur Kertas, masing-masing sudah ada yang memesan, baik pabrik plastik maupun pabrik kertas serta pabrik pupuk. Dan sampahnya sampah, kita buat briket sebagai sumber energi ramah lingkungan seperti Batu Bara, ” Terang Bupati Sugiri Sancoko.

Bupati Ponorogo itu juga menyatakan bahwa setiap hari sampah yang mampu diolah bisa mencapai 30 ton sehari. “Sementara 4,5 ton sampah dapat dijadikan 1,5 ton briket.

Harapannya, dengan direcycle menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki ekonomi akan menambah kesejahteraan masyarakat. ” Yang terpenting masalah sampah di Ponorogo bisa teratasi. Kedepan, Ponorogo akan bebas sampah. ” Pungkas Sugiri Sancoko. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Usai peresmian Waduk Bendo, Presiden Joko Widodo melakukan dialog dengan Petani yang menerima manfaat dari adanya bendungan tersebut.

Sebelumnya Presiden bertanya kepada petani, setahun berapa kali panen. “3 kali panen Pak, Padi-Padi-Jagung, dengan adanya pengairan dari Waduk Bendo ini bisa 3 kali Panen, Padi-Padi-Padi,” Jelas sang Petani.

Kemudian Presiden Jokowi bertanya, 1 hektar berapa kali panen. Spontan petani menjawab bahwa 1 hektar bisa panen 9 ton gabah.

Lantas Presiden menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. “Benar Pak Bupati, 1 hektar bisa panen 9 ton ?,” tanya Presiden.

“Benar Pak, bahkan kami juga mengembangkan Padi KIP (Kreasi Insan Petani) yang dikembangkan oleh anak-anak muda di Ponorogo, 1 hektarnya bisa panen 14 Ton, kami sudah panen bersama dengan Ibu Gubernur beberapa waktu yang lalu,”Ungkap Bupati Ponorogo.

Mendengar hal itu Presiden Jokowi merasa kaget. “Mendengar 1 hektar bisa panen 9 ton saja saya kaget, apalagi ini ada lagi 14 ton. Bibitnya dari mana ?,” Tanya Presiden Jokowi ke Bupati Sugiri.

“Dari hasil persilangan bibit-bibit disini Pak, hanya karena bulirnya lebih dari 700 setiap batang perlu treathment khusus agar nutrsinya bisa terpenuhi dan fase generatif dan vegetatifnya bisa baik,”Jelas Bupati Ponorogo.

Mendengar hal itu, Presiden Jokowi terlihat manggut-manggut.

Kemudian Presiden bertanya total hasil panen di Ponorogo dan Jawa Timur yang mengalami surplus dalam setiap tahun.

Diakhir dialog, Presiden berjanji akan memberikan mesin panen atau Harvester karena diminta oleh Petani yang merasa tenaga pemetik padi mulai berkurang di Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Salah satu pendukung Sugiri Sancoko – Lisdyarita (RILIS) dalam perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo tahun 2020, Relawan BRAVO-5 Ponorogo menegaskan akan mendukung penuh pemerintahan RILIS untuk menciptakan Ponorogo Hebat.

Hal tersebut terungkap saat Tim yang dikomandani Abdurrahman Syah, MH melakukan kegiatan Halal Bi Halal di Rumah Dinas Wakil Bupati, Lisdyarita, Sabtu (22/05/2021).

Menurut Abdurrahman Syah,sebagai pendukung setia, pihaknya akan mendukung penuh kebijakan yang diambil untuk menjadikan Ponorogo yang Hebat dan Maju. “Kita mensupport langkah dan kebijakan yang diambil sehingga akan menjadikan Ponorogo yang Hebat dan Maju serta masyarakatnya sejahtera,” Gus Rohman, panggilan akrabnya kepada awak media.

Lebih lanjut Gus Rohman juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya akan ikut mensukseskan Vaksinasi yang merupakan upaya memperkuat Herd Immunity atau kekebalan tubuh. “Dengan vaksinasi kita akan membantu menekan angka persebaran Covid 19 dan membantu untuk memperkuat imunitas tubuh,”lanjut Gus Rohman.

Gus Rohman menyatakan pihaknya akan menggandeng para Lansia yang akan di vaksin. “Kita utamakan para lansia karena mereka sangan rentan mengalami penularan wabah ini, dengan demikian kita bisa melawan Covid 19 dan segera bangkit seperti sedia kala sehingga kita bisa melakukan pembangunan di segala bidang menuju Ponorogo Hebat.”Pungkas Gus Rohman.

Sementara Wakil Bupati Lisdyarita mengungkapkan kegembiraannya dengan kunjungan Relawan Bravo-5 di kediaman dinasnya. “Mereka adalah salah satu pendukung kami saat Pilkada kemarin dan saat ini komitmen kami adalah membangun Ponorogo bersama menuju Ponorogo yang Hebat sesuai visi dan misi kami, saya rasa sinergitas sangat diperlukan untuk menuju kesana,” Jelas Wabup Lisdyarita.

Relawan Bravo-5 Ponorogo siap mengawal RILIS menjadikan Ponorogo Hebat

Inisiator yang juga Pembina Relawan Bravo- 5 Ponorogo, Sumihar Pandjaitan juga mengungkapkan bahwa Tim Bravo 5 akan all out mendukung Pemerintahan Rilis. “Kita sudah berjuang maksimal dalam perhelatan politik dan kini saatnya bagi kita memberikan dukungan penuh agar Rilis mampu mewujudkan pemerintahan yang ideal menuju Ponorogo Hebat,” Ungkap Sumihar Pandjaitan.

Relawan Bravo 5 Ponorogo, lanjut Sumihar, akan mengawal Program 100 hari kerja Pemerintahan Ponorogo Mas Giri & Bunda Rita ( Ri – Lis ). “Kami akan mendukung Program Ekonomi Pro UMKM, Pro Rakyat dan percepatan Program Pariwisata untuk membangkitkan ekonomi,” Ujar Inisiator Bravo 5 Sumihar Panjaitan yang merupakan mantan Caleg DPR RI 2019 dari Golkar Dapil 7 Jatim.

Bravo-5 Ponorogo juga siap mengawal terus dalam sukseskan program Pemerintahan Bupati dan Wabub RILIS. “Semoga selalu diberi kelancaran dan kesuksesan  dalam mengemban tugas Amanah Rakyat.” Pungkas Sumihar Pandjaitan. (Yah).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Komisi A DPRD Ponorogo yang membidangi Hukum dan Pemerintahan menggelar Rapat Panitia Khusus membahas RPJMD yang disampaikan oleh Bupati Sugiri Sancoko saat Sidang Paripurna pada Senin (12/04) yang lalu.

Di pimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Dwi Agus Prayitno, rapat Pansus diikuti anggota Komisi A dan dari Eksekutif hadir Kepala Bappeda, Ir Sumarno, Kepala Dinas PMD, Kepala Satpol PP, Kepala Inspektorat, Kepala BKD, dan Kepala Dinas Kominfo serta perwakilan dari Disdukcapil, Bakesbangpol dan lainnya.

Beberapa pertanyaan dari anggota Komisi A disampaikan kepada Eksekutif.

Salah satunya dari Suharlianto yang menanyakan anggaran 10 juta/per tahun untuk RT di seluruh Ponorogo. “Tentang anggaran 10 juta/RT/tahun, bagaimana mekanisme yang akan dilakukan?, ” Tanya Suharlianto, Rabu (14/04/2021).

Menjawab pertanyaan tersebut, Ir Sumarno menegaskan bahwa anggaran tersebut bukan untuk operasional RT. “Akan tetapi akan dipergunakan untuk mendukung Program Ponorogo Hebat diantaranya Pertanian Hebat, UMKM Hebat, Pariwisata Hebat dan lainnya, ” Jelas Ir Sumarno.

Itu diluar ADD dan dimasukkan Bantuan Keuangan Khusus Desa. “Jadi anggaran lebih spesifik beserta BKKD Infrastruktur, dan BKKD yang lainnya, ” Lanjut Ir Sumarno.

Lebih lanjut, anggaran tersebut sama diberlakukan antara di desa dengan di kelurahan. “Nanti pelaksanaannya akan dibarengkan antara Desa dengan Kelurahan. Harapannya program ini bisa mendukung Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo menuju Ponorogo Hebat. ” Pungkas Ir Sumarno. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – PORTALNEWS MADIUN RAYA
Bagi kecamatan yang sudah menyandang Zona Hijau akan mendapatkan restu dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekaligus menggelar hajatan secara terbatas.

Hal itu disampaikan Bupati Sugiri Sancoko usai melaunching alat pendeteksi Covid 19, GeNose – 19 di SMK PGRI 2 Ponorogo, Sabtu (20/03) kemarin.

Menurut Bupati, dirinya sudah menyiapkan Surat Edaran yang membolehkan PTM dan Hajatan bagi Kecamatan yang sudah menyandang Zona Hijau persebaran Covid 19. “Dasar pertimbangan kami adalah untuk menyelamatkan generasi muda agar tetap merasakan pembelajaran secara tatap muka meskipun dibatasi 30%, besuknya 30 % dan seterusnya, ini kita lakukan agar para pelajar tetap merasakan transfer ilmu secara langsung, ” Ucap Sugiri Sancoko.

Lebih lanjut Sugiri, saat ini Sekda Ponorogo sudah rapat dengan Kepolisian dan TNI untuk membuat rumusan yang tepat untuk mewujudkan kebijakan tersebut. “Minggu ini Surat Edaran akan kami sebar, tentunya khusus bagi Kecamatan yang sudah Zona Hijau, bagi Kecamatan yang masih tinggi persebaran Covidnya masih kita tahan untuk menggelar PTM dan Hajatan, ” Lanjut Bupati Sugiri Sancoko.

Dengan adanya GeNose, alat pendeteksi Covid 19 secara cepat, Bupati Sugiri Sancoko menyambut dengan baik. “Alat ini mempercepat menghapus kegamangan kita dalam membuat keputusan dan kebijakan di tengah Pandemi Covid 19, sehingga kita bisa dengan yakin bahwa Covid harus ditekan sementara kehidupan ekonomi dan kegiatan masyarakat harus tetap berjalan, tentunya dengan Protokol Kesehatan dengan ketat. ” Pungkas Bupati Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Tidak ada perubahan yang mencolok dari sosok Sugiri Sancoko sebelum dan sesudah menjabat Bupati Ponorogo.

Hal itu disampaikan oleh Rianto, salah satu Relawan Sandal Jepit usai Kerja Bakti membersihkan Got yang penuh dengan sampah, Ahad (07/03).

Menurut Rianto, saat memimpin apel sebelum kegiatan, Bupati Sugiri Sancoko mengenakan sandal jepit. “Tidak perlu berubah, yang penting kinerja dalam memimpin Ponorogo agar menjadi lebih Hebat, ” Ucap Rianto.

Bahkan, lanjut Rianto, Bupati Sugiri Sancoko tidak segan turun langsung ke selokan untuk membantu relawan yang membersihkan sampah. “Aksi beliau ini diikuti oleh Bu Wabup, Sekda dan lainnya. Ini membuktikan beliau tetap rendah hati dan mau bekerja keras untuk masyarakat, ” Terang Rianto.

Usai kerja bakti, Bupati Sugiri Sancoko dan Wabup Lisdyarita terlihat makan nasi bungkus dan duduk nglesot di pinggir jalan bersama dengan Sekda, Kepala Dinas dan berbaur dengan para relawan. “Pemimpin itu ya seperti itu, mau merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat kecil. Dari rasa itu, semoga lahir kebijakan yang pro kepada rakyat kecil sehingga menjadi sejahtera. ” Pungkas Rianto.

Sementara Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa dengan kegiatan itu membuktikan bahwa negara hadir untuk menyelesaikan salah satu persoalan yaitu banjir. “Meskipun belum ada anggaran, negara tetap hadir dengan bergotong royong menyelesaikan salah satu persoalan, ini akan kita lanjutkan secara rutin sehingga budaya gotong royong bisa menjadikan Ponorogo yang Hebat. ” Terang Bupati Sugiri Sancoko. (Red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.