Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Di duga bangunan sudah lapuk, sebuah dapur rumah milik Mbah Surip (73) yang berlokasi di RT 2 RW 2 Dukuh Blimbing Desa Ngilo – Ilo Kecamatan Slahung Roboh karena tersapu angin kencang.

Sebagai wujud simpati atas adanya salah satu warga Desa Ngilo Ilo Kec. Slahung yang bagian dapur rumahnya roboh terkena angin kencang kemarin, Polsek Slahung Polres Ponorogo mengunjungi TKP untuk memeriksa kondisi rumah Mbah Surip (73), Rabu (8/9/2021)

Kapolsek Slahung AKP Haryono, S.H. membenarkan bahwa telah terjadi bencana rumah bagian dapur roboh yang menimpa warga desa Ngilo Ilo

“Ya, Benar bahwa salah satu warga Desa Ngilo Ilo ada yang terkena musibah yaitu bagian dapur rumahnya roboh dikarenakan adanya angin kencang, salain memang kondisi bangunan yang sudah lapuk” ujar AKP Haryono, S.H.

Sebagai wujud kepedulian sesama untuk membantu meringankan beban Mbah Surip, Polsek Slahung Polres Ponorogo telah menyerahkan bantuan beras dan mi instan kepada Mbah Surip.

“kami juga mengimbau warga lainnya untuk selalu waspada dengan berbagai potensi bencana alam seperti kebakaran maupun angin kencang. Semoga bantuan ini walaupun sedikit diharapkan dapat mengurangi beban mbah Surip” tegas AKP Haryono, S.H. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – PORTALNEWS MADIUN RAYA

Akibat korsleting listrik, rumah milik Wiyono, warga Desa Jebeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo, terbakar pada Ahad (28/03/2021).

Menurut Kapolsek Slahung, Iptu Haryanto, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, tanggal 28 Maret 2021, sekira pukul 02.15 Wib.”Korban atas nama Wiyono, 47 tahun, Islam, Swasta, alamat Jl. Setono Dkh. Karangan Rt/Rw : 02/01 Desa Jebeng Kec. Slahung Kab. Ponorogo, ” Terang Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek menyatakan bahwa dari TKP pihaknya mengamankan
1 (satu) kompor gas dan selang selang elpiji dan 2 M Kabel yang terbakar.

“Kronologisnya,pada hari Minggu tanggal 28 Maret 2021, sekira pukul : 02.15 wib, Saat saksi SUPARTI sedang tidur, mendengar suara korban WIYONO berteriak adanya kebakaran, selanjutnya saksi SULASTRI bangun dan melihat api diseputaran dapur sudah membesar, selanjutnya saksi SUPARTI minta tolong ke adik iparnya yaitu saksi MARYONO untuk membantunya memadamkan api. Karena disekitar dapur tersebut ada bahan bakar pertalite yang dijual eceran, api menyambar ke bahan bakar tersebut dan membakar seluruh isi rumah dan atapnya, ” Urai Kapolsek.

Atas kejadian tersebut korban WIYONO mengalami luka bakar pada kedua tangan, kedua kaki dan muka sebelah kiri serta taksir kerugian materiil sekitar Rp. 60.000.000,- (Enam puluh juta rupiah)

“Hasil olah TKP bahwa kebakaran diduga berasal dari konsleting listrik yang dalam istalasinya tidak diatur dengan rapi selain itu keadaan diseputaran arus listrik tersebut terdapat alat masak berupa kompor gas dan adanya bahan bakar pertalite yang dijual eceran.”Pungkas Iptu Haryanto. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Mengikuti jejak Bupati Sugiri Sancoko, masyarakat Tlogo, Desa Duri yang diinisiasi Ketua RT dan Karang Taruna setempat bekerja bakti membersihkan selokan, Ahad (07/03/2021).

Menurut Solekan, Ketua RT 03 RW 03 Desa Duri Kecamatan Slahung, pihaknya melakukan kerja bakti membersihkan selokan. “Lokasinya di Jalan Raya Duri – Janti yang merupakan Jalan Kabupaten. Setiap hujan lebat jalan disini selalu meluber airnya, ” Ucap Solekan.

Lebih lanjut Solekan menyampaikan bahwa setiap musim penghujan sampah menumpuk di selokan air. “Oleh karena itu, kita bekerja bakti membersihkan sampah yang ada di selokan, ” Lanjut Solekan.

Selain itu, Solekan juga menyatakan bahwa sempitnya selokan air menjadi penyebab melubernya air saat hujan lebat. “Sudah di ajukan setiap tahun tapi tidak ada tindak lanjut dan masyarakat gotong royong setiap habis hujan lebat bekerja bakti membersihkan sampah. ” Pungkas Solekan.

Sementara Karang Taruna Desa Duri, Andik menyampaikan bahwa dengan bekerja bakti bersama, persolan sampah yang menyumbat saluran air bisa diselesaikan. “Kita bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan sampah bersama warga setempat. ” Ucap Andik.

Ketua Karang Taruna Desa Duri tersebut berharap agar pemerintah segera menindaklanjuti dengan membangun saluran irigasi. “Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera membangun saluran irigasi yang memadai agar aliran air tidak terganggu dan bisa mengalir lancar. ” Pungkas Andik.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo kembali mengumumkan perkembangan kasus Covid 19 di wilayahnya.

Melalui Broadcast WA, Bupati Ponorogo mengumumkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 dan juga kesembuhan pasien Covid 19 setelah menjalani karantina secara intensif.

“Kabar bahagianya, hari ini juga terdapat 1 orang kasus konfirm yang dinyatakan sembuh, yaitu pasien nomer 06 yang beralamat di Desa Jebeng, Slahung,”Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Dengan demikian, data kasus konfirm COVID-19 di Ponorogo per hari ini, Senin (21/06/2020), Total penderita Covid 19 sejumlah 38 orang, “Yang sudah sembuh 23 orang, yang masih isolasi di Rumah Sakit 13 orang, meninggal 2 orang,” Terang Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat Ponorogo agar senantiasa berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. “Tetap semangat, tetap waspada namun jangan lengah, mari bersatu melawan Covid 19 menuju Ponorogo Zona Hijau.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) asal Desa Kunti Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (17/06/2020) dini hari.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, PDP tersebut langsung dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edy Sucipta, kronologi meninggalnya PDP asal Desa Kunti Kecamatan Slahung itu diawali dari kepulangan yang bersangkutan dari Surabaya beberapa saat yang lalu.

“Jadi pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2020, Pasien PDP datang dari Surabaya dengan naik Truk sampai terminal Selo Aji, kemudian dari terminal Selo Aji naik sepeda motor nya sendiri pulang ke Desa Kunti. Kemudian pada hari Selasa tanggal 8 juni 2020 Pasien PDP mengalami badan tidak enak atau gregesan dan kemudian berobat ke Mantri Kesehatan setempat yaitu Mantri Joko di Dukuh Plebon Desa Carangrejo, ” Ucap Iptu Edy Sucipta.

Pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2020, setelah tiga hari Pasien PDP masih belum ada perubahan masih gregesan dan kemudian Pasien periksa Kesehatan ke Puskesmas Pinggirsari Ponorogo. “Pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020, Tiga Pilar ( Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Pemdes Kunti ) melaksanakan kunjungan kepada pasien dan menyarankan agar Pasien PDP agar Cek Up ke RSU. Selanjutnya, pada hari Sabtu pagi tanggal 13 Juni 2020 Pasien PDP dengan diantar Tiga Pilar dan Petugas Kesehatan dari Puskesmas Kunti membawa Pasien PDP ke RSUD Dr. Harjono Ponorogo, kemudian di lakukan Rapites dengan hasil reaktif dan hasil ronsen torax paru – paru mengarah indikasi kepada Covid – 19 dan kemudian pihak RSUD melakukan tindakan isolasi di RSUD, ” Urai Iptu Edy Sucipta.

Pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2020, kondisi Pasien PDP menurun dan kritis. “Dan pada hari Rabu tanggal 17 Mei 2020, sekira pukul 00.15 wib, Pasien PDP di nyatakan meninggal dunia. Dan sekira pukul 04.30 wib di laksanakan Prosesi pemakaman dengan protokol Kesehatan oleh team gabungan dari petugas Kesehatan dan Tiga Pilar ( Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Pemdes Kunti) di Dkh. Bayeman Desa Kunti Kec. Sampung.” Pungkas Kasubag Humas Polres Ponorogo. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebanyak 176 janda tua di Desa Crabak dan beberapa desa di Kecamatan Slahung Ponorogo mendapatkan santunan dari Padepokan Tunjung Seto yang dipimpin oleh Ki Joko Bodo, Rabu (20/05/2020).

Ki Joko Bodo yang juga dikenal dengan nama Raden Mas Arjuna Nusantara merupakan sosok spiritualis di bumi nusantara itu menyampaikan bahwa Padepokan Tunjung Seto yang dipimpinnya itu terus melakukan kegiatan walaupun ditengah Pandemi Covid 19. “Jadi walaupun masih dalam pandemi Corona, kami membagikan bingkisan kepada para janda yang sudah sepuh. Ini agenda tahunan menjelang Hari Raya Idul Fitri dan sudah tahun ke 11,” Ucap Ki Joko Bodo.

Berbagi di tengah pandemi. Ki Joko Bodo bersama isteri dan para bregada nya door to door berbagi kebahagiaan bersama mereka yang membutuhkan.

Lebih lanjut Ki Joko juga menyatakan bahwa padepokan Tunjung Seto selain menggeluti spirutal dan budaya adi luhur juga aktif dalam kegiatan sosial. “Kondisi kesulitan akibat pandemi ini kita sikapi untuk bersama berbagi, agar dapat meringankan beban mereka, apalagi mereka adalah janda, suami mereka sudah meninggal dunia, maka menjadi kewajiban kita untuk membantu mereka. Hari ini kita membagikan paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng, mie, telur, garam, kecap, kopi, dan lainnya sebanyak 176 paket yang kita bagikan kepada mereka di Desa Crabak, dan beberapa desa lainnya. Kita serahkan dengan protokol kesehatan selebihnya kita antar ke rumah masing-masing, harapan kami bantuan ini dapat meringankan beban mereka dalam menghadapi lebaran tahun ini di tengah pandemi, ” Urai Ki Joko Bodo.

Ki Joko Bodo memberikan bantuan kepada 176 janda tua di Desa Crabak Slahung dan sekitarnya.

Ki Joko Bodo juga mengajak para 176 janda tersebut untuk selalu bersemangat dalam menghadapi kehidupan. “Kita ajak mereka untuk selalu berdo’a agar arwah suami mereka tenang disisi Nya dan kita berdo’a agar wabah pandemi segera berakhir, saya yakin do’a mereka adalah salah satu do’a yang makbul. ” Kata Ki Joko Bodo.

Para Janda sepuh terlihat bersemangat

Sementara menuruh salah seorang janda yang menerima bantuan Mbah Tukinem dirinya senang menerima bantuan itu. “Alhamdulillah mas, dapat bantuan ini setiap tahun menjelang Idul Fitri, sangat senang pokoknya apalagi ini jaman sulit disaat Corona, ini dapat Sembako kebutuhan sehari-hari, ” Ucapnya.

Kepala Desa Crabak, Danang Wijayanto saat ikut membagikan sembako kepada Janda Tua.

Pemerintah Desa Crabak pun mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh Padepokan Tunjung Seto itu. “Atas nama Pemerintah Desa Crabak, kami sampaikan Terima kasih, walaupun ditengah pandemi, Ki Joko Bodo dan bregada nya tetap berbagi, ini sangat meringankan beban masyarakat kami. ” Kata Danang Wijayanto, Kepala Desa Crabak Kecamatan Slahung Ponorogo.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Beberapa hari terakhir di jagad media sosial di Kabupaten Ponorogo menyoroti SDN 2 Tugurejo Kecamatan Slahung yang menurut netizen tidak kunjung dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Bahkan beberapa foto anak di SD tersebut yang belajar dengan menggelar tikar menjadi viral.

Bahkan berbagai pihak menyayangkan lambannya sikap Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menegaskan bahwa pihaknya bukan tidak mau membangun gedung SDN 2 Tugurejo itu, namun belum ada kesepakatan dengan warga soal lahan. “Jadi lahan yang mau dibangun itu, menurut BNPB rawan terjadinya tanah gerak yang bisa membahayakan gedung, nanti dibangun satu dua tahun roboh lagi, kita lagi yang disalahkan,” ucap Bupati Ponorogo, Sabtu (08/02/2020).

Jadi, lanjut Bupati Ipong Muchlissoni, Gedung SDN 2 Tugurejo itu roboh karena tanah bergerak beberapa waktu yang lalu. “Saat itu kita tawari untuk direlokasi, namun warga setempat menolak. Saat ini kita sudah siapkan lahan untuk pembangunan gedung SD namun ya tetap harus direlokasi ke tempat yang lebih aman, namun warga belum sepakat, jadi ini inti dari permasalahan ini, bukan karena Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang tidak mau membangun, tetapi warg yang belum sepakat SDN 2 Tugurejo direlokasi.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dwi Mahmudin, Calon Kepala Desa Duri Kecamatan Slahung Ponorogo nomor urut dua, menegaskan bahwa dirinya siap berbakti dan mengabdi untuk kemajuan Desa Duri.

Untuk itulah, kata Dwi, dirinya mengajukan diri menjadi Kepala Desa di desanya tersebut.

Dengan motto “Maju bersama membangun desa”, Dwi berharap Desa Duri akan lebih baik dan maju saat dirinya menjadi Kepala Desa.

“Adapun visi kami dalam mencalonkan kepala desa ini adalah terwujudnya Desa Duri yang mandiri, transparan, berbudaya, religius dan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkualitas, maju, adil demokratis dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya kepada Portalnews Madiun Raya, Senin (06/05).

Untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerja keras dan kerja cerdas serta kerja sama dengan semua pihak, sambungnya.

“Diantaranya adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta transparan dan meningkatkan kualitas SDM masyarakat dan beberapa hal yang tertuang dalam misi kami, intinya saya siap berbakti dan mengabdi untuk kemajuan Desa Duri,” lanjut Dwi.

Untuk itu, saya memohon Do’a restu kepada seluruh masyarakat Desa Duri untuk mengabdikan diri saya melalui proses pencalonan kepala desa disini, terangnya.

“Dan jangan ragu, untuk kemajuan Desa Duri, coblos nomor dua, Dwi Mahmudin pada Pemilihan Kepala Desa tanggal 20 Mei 2019, Insya Alloh kita maju bersama untuk membangun desa.” Pungkas Dwi Mahmudin. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.