Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Wali Kota Madiun mengukuhkan 42 Satgas yang akan bertugas di Jalan Pahlawan Kota Madiun, Kamis (16/09/2021) malam.

Menurut Wali Kota, keberadaan Pahlawan Street Center (PSC) sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Kota Pendekar itu bakal semakin optimal ke depan. “Untuk itu, Pemerintah Kota Madiun menyiagakan petugas khusus guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengunjung. Petugas yang tergabung dalam Satgas PSC tersebut sengaja dibentuk guna memberikan kenyamanan pengunjung yang berwisata di wisata jantung kota tersebut, ” Ucap Wali Kota Maidi, setelah pengukuhan di Sumber Umis.

Kota ini infrastrukturnya semakin lengkap. “Tentunya ini akan mendatangkan banyak orang. Karenanya, harus ada yang mengamankan dan memberikan kenyamanan kepada pengunjung,’’ lanjut Wali Kota Madiun Maidi

Menariknya, sembilan dari 42 Satgas yang dikukuhkan tersebut merupakan anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Wali Kota Maidi memang getol mempekerjakan anak-anak kurang beruntung di Kota Madiun. Setidaknya, sudah ada puluhan anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang dipekerjakan di Pemerintah Kota Madiun. Mereka tersebar di sejumlah OPD hingga kelurahan.

Harapannya, mereka bisa semakin mandiri dan tidak bergantung pada orang lain kendati sudah tidak memiliki orang tua.

“Beragam tugas akan mereka jalankan. Mulai menjadi sumber informasi, memberikan bantuan-bantuan seperti menyeberangkan wisatwan, mengamankan barang yang tertinggal, hingga urusan kedisiplinan protokol kesehatan, ” Tambah Wali Kota Maidi.

Kendati wisata belum dibuka sepenuhnya, kesiapan petugas perlu disegerakan agar bisa maksimal nantinya.

‘’Mereka ini menjadi casing-nya pemerintah karena berada di barisan terdepan. Pelayanan yang mereka berikan akan menjadi nilai tawar tersendiri bagi wisatawan. Karenanya, saya minta untuk serius dan tidak asal-asalan. ” Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya

Meskipun Ponorogo negatif virus Corona, Satgas Penanggulangan Covid -19 Kabupaten Ponorogo terus berupaya agar wabah yang belum ditemukan obatnya itu tidak masuk ke Bumi Reyog.

Seperti yang dilakukan Satgas yang dipimpin oleh Sekda Ponorogo pada Sabtu (21/03/2020).

Dengan melibatkan TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan elemen lain, Satgas melakukan pemeriksaan suhu bagi pengendara lalu lintas yang memasuki wilayah Ponorogo.

Menurut Pengarah Satgas, Sunarto, yang juga merupakan Ketua DPRD Ponorogo, hari ini pihaknya memeriksa suhu tubuh bagi pengendara lalu lintas di 4 titik pintu masuk. “Kita memeriksa suhu bagi pengendara yang masuk ke Ponorogo, begitu ada pengendara yang memiliki suhu tubuh 37 derajat lebih kita lakukan pemeriksaan, jika itu warga Ponorogo kita lanjutkan pemeriksaan dan jika itu bukan warga Ponorogo makan kita tolak masuk ke wilayah Ponorogo dan memintanya untuk kembali, ” Ucap Sunarto.

Lebih lanjut Sunarto menjelaskan bahwa ini merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo agar Corona tidak masuk ke Ponorogo. “Ini inisiatif atas usulan dari masyarakat, mengingat Surabaya dan Malang sudah zona merah persebaran Covid-19 ini, jadi ini bukan bentuk kepanikan tetapi lebih sebagai upaya preventif kita agar Ponorogo aman dari Corona. ” Pungkas Sunarto.

Empat titik yang menjadi tempat pemeriksaan suhu pengendara lalu lintas diantaranya pintu masuk Mlilir (Pintu masuk dari Madiun), Badegan (Pintu Masuk dari Wonogiri), Sawoo (Pintu masuk dari Trenggalek) dan Sukorejo (Pintu masuk dari Magetan).

Sampai dengan berita ini diturunkan, Satgas masih melakukan persiapan pemeriksaan suhu bagi pengendara lalu lintas. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.