Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Sebuah mobil travel mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal setelah terguling di jalan Raya Sampung Desa Sampung, Senin siang (23/08).

Kapolsek Sampung, Iptu Marsono menyampaikan bahwa sebanyak 11 orang menjadi penumpang mobil tersebut. “Akibat kecelakaan tersebut, 6 orang mengalami luka berat dan ringan yang kemudian dirawat di Puskesmas Sampung dan ada yang dirujuk ke RSUD Dr Hardjono, ” Ujar Kapolsek.

Untuk kronologisnya, Kapolsek menguraikan bahwa pada hari Senin tanggal 23 Agustus 2021 sekira pukul 13.30 wib mobil travel isuzu elf Nopol AE 7959 S yang dikemudikan oleh korban Fiqih dari arah Sampung menuju ke arah Tulung dengan tujuan akan melaksanakan takjiah ke Kediri. “Mobil tersebut berpenumpang sejumlah 11 orang, sesampainya di TKP jalan raya Sampung tepatnya di tikungan Dusun Boworejo Desa Sampung Kecamatan Sampung mobil hilang kendali karena menghindari kendaraan dari arah berlawanan kemudian terguling di jalan, akibat kejadian tersebut penumpang Isuzu elf 6 orang mengalami luka luka selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas Sampung,” Urai Iptu Marsono.

Dengan kejadian tersebut Kapolsek Sampung meminta masyarakat agar berhati-hati saat berkendara. “Hati-hati dalam mengendarai kendaraan, patuhi peraturan lalu lintas agar kita selamat hingga tujuan. ” Pungkas Iptu Marsono. (Yah).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ibu Sarinem, warga Desa Jenangan Kecamatan Sampung diketahui meninggal dunia setelah diduga Bunuh Diri dengan cara minum obat hama padi jenis Furadan

Menurut Kapolsek Sampung, Iptu Marsono, kejadian tersebut diketahui pada Hari Kamis, tanggal 20 Mei 2021 pukul 06.30 Wib.

“Korban merupakan Ibu Rumah Tangga yang sehari-hari bekerja sebagai butuh tani, ” Ucap Kapolsek Sampung.

Untuk kronologisnya, Iptu Marsono menyampaikan bahwa pada hari Kamis tanggal 20 Mei 2021 sekira pukul 06.00 Wib saksi SARJI berpamitan kepada korban untuk pergi ke sawah mengairi tanaman jagung yang berada di belakang rumahnya, “Sekira 30 menit kemudian saksi SARJI pulang dan mendapati korban di ruang dapur sudah dalam keadaan lemas dan mulut mengeluarkan busa, selanjutnya saksi SARJI teriak minta pertolongan yang tidak lama kemudian datang para warga sekitar diantaranya saksi SUMARI, kemudian saksi SUMARI memberitahu saksi SRIANTO dan saksi SRIANTO langsung datang ke rumah korban, saksi SRIANTO melihat korban dalam keadaan lemas mulut mengeluarkan busa dan di dekat korban terdapat gelas yang berisi air campur obat hama serta satu bungkus obat hama jenis Furadan, selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas Sampung, setelah mendapat pertolongan medis sekira 10 menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia. kemudian di laporkan ke Polsek Sampung,”urai Iptu Marsono.

Dari hasil pemeriksaan petugas didapatkan kesimpulan Tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan. “Korban meninggal dunia akibat keracunan minum obat hama jenis Furadan. Atas kejadian tersebut dari hasil olah TKP, pemeriksaan tim medis dan keterangan saksi dapat disimpulkan bahwa penyebab kematian korban yaitu keracunan Minum obat hama jenis Furadan, ” Jelas Kapolsek.

Korban diketahui menderita sakit asam lambung akut dan psikis/kejiwaan sejak 10 tahun yang lalu. “Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar bahwa korban sudah sering melakukan percobaan bunuh diri namun dapat digagalkan oleh keluarga maupun tetangga sekitar. Dengan adanya kejadian tersebut pihak keluarga menerima penyebab kematian korban dan tidak menuntut pihak manapun, selanjutnya korban dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sering bertengkar dengan sang isteri, B (49), warga Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Ponorogo ini gelap mata.

JNA (11), seorang anak SMP kelas VII yang merupakan anak tirinya sendiri dan seharusnya mendapatkan perlindungan darinya, dicabuli di ruang tamu.

Tindakan bejat itu dilakukan saat sang Isteri bekerja di ladang.

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, Ibu korban yang notabene isteri pelaku merasa tidak terima setelah mendapati suaminya itu memeluk korban di ruang tamu rumahnya. “Saat itu isterinya baru pulang dari ladang, begitu sampai dirumah, ia mendapati suaminya memeluk sang anak. Mereka bertengkar dan saat ditanya, korban mengaku telah di cabuli oleh Ayah tirinya itu, sang Ibu tidak terima dan melaporkan perbuatan bejat suaminya itu ke Polisi, ” Ungkap Kapolres Ponorogo, Senin (18/01/2021).

Kapolres juga menjelaskan bahwa beberapa barang bukti telah diamankan. “Pelaku kami tahan dengan sangkaan melanggar pasal 82 Undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ” Ucap Kapolres.

Ancaman hukumannya adalah paling lama 15 tahun penjara. “Selain itu, denda paling banyak 300 juta Rupiah. ” Pungkas Kapolres, AKBP Azis. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Misteri penemuan mayat yang ditemukan oleh pencari rumput dibawah jembatan Galok Kecamatan Sampung Ponorogo akhirnya terjawab.

Identitas jenazah perempuan tersebut terungkap setelah Polres Ponorogo yang diback up unit Jatanras Polda Jatim melakukan serangkaian penyelidikan.

Herfina Rahma Sari, perempuan yang berumur 19 tahun dan beralamatkan di Jalan Kalimantan Kelurahan Mangkujayan Ponorogo ditemukan meninggal dunia pada Selasa (23/07) yang lalu.

Baca juga : Pembunuh Herfina adalah pacarnya sendiri.

Menurut Kapolres Ponorogo, pihaknya membentuk beberapa tim untuk mengungkap kasus tersebut. “Ada tim yang mengumpulkan bukti di TKP dan ada juga tim yang mencari informasi identitasnya korban melalui tiga pilar, selain itu kita di back up juga dari unit Jatanras Polda Jatim,” jelas AKBP Radiant.

Hasilnya, kita mengamankan JH, pemuda 26 tahun yang berasal dari Desa Lembah Kecamatan Babadan Ponorogo yang merupakan pacar korban, sambungnya.

“Kronologisnya adalah, korban hamil dan meminta pertanggungjawaban kepada tersangka, sementara tersangka JH sudah menikah sehingga ada niatan dari Tersangka untuk menghilangkan nyawa korban, korban ini sudah hamil 6 bulan.” Pungkas Kapolres Ponorogo. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sesosok mayat yang berjenis kelamin perempuan, ditemukan warga Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo dengan kondisi membusuk, Selasa(23/07).

Mayat tersebut ditemukan dibawah jembatan Sampung yang menuju Kabupaten Magetan.

Menurut keterangan seorang warga, Wahyudi, sesosok mayat berjenis kelamin perempuan itu belum jelas identitasnya, “Tidak ditemukan tanda pengenal saat pertama ditemukan, kami langsung melapor ke Polisi,” ucapnya.

Polsek Sampung yang mendapat informasi dari warga segera melakukan evakuasi dan olah TKP untuk melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut.

“Saat ditemukan, baunya sudah menyengat, semoga identitasnya segera diketahui dan bisa segera dikuburkan dengan layak.” Pungkas Wahyudi. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

‌Misdi, (55), Seorang petani yang beralamatkan di Dukuh Darat RT 1 RW 1 Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo meninggal dunia usai terjatuh saat memperbaiki genteng rumahnya, Senin (14/01/2019).

Menurut Paur Humas Polres Ponorogo, Ipda Satriyo pihaknya menerima laporan adanya orang meninggal dunia usai terjatuh saat memperbaiki genteng. “Pada Senin tanggal 14 Januari 2019 sekira pukul 09.00 wib, saat korban membetulkan genteng tiba-tiba terpeleset menimpa asbes dan selanjutnya terjatuh ke dasar lantai dengan ketinggian 3,30 M kemudian saksi 1 mengetahui kejadian tersebut berusaha menolong dan membawa ke puskesmas badegan. Namun setelah sampai di puskesmas badegan korban tidak tertolong dan meninggal dunia. Kemudian saksi 1 melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Gelangkulon kemudian Kades Gelanglangkulon melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Saya,” terang Ipda Satriyo.

Barang bukti yang ada adalah celana panjang warna krem dan pecahan asbes yang tertimpa tubuh korban, sambung Ipda Satriyo.

“Dari hasil indentifikasi tidak di ketemukan tanda tanda penganiayaan kemudian menyerahkan korban kepada pihak keluarga dan pihak korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan kemudian pihak keluarga korban langsung melaksanakan proses pemakaman di TPU gelangkulon Kec. Sampung Kab. Ponorogo,”jelas Satriyo.

Untuk ciri-ciri mayat adalah Panjang 173, terdapat luka retak pada tengkorak kepala bagian kanan atas, Patah di bagian tulang leher kanan, telinga kanan mengeluarkan darah, pungkas Ipda Satriyo. (Yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Terkena serangan stroke menjelang pelantikan kepala desa, Drs Khamsun tetap dilantik menjadi Kepala Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung Ponorogo, Kamis (13/09).

Dengan naik kursi roda dan didorong sang putri, Khamsun mengucapkan sumpah sebagai Kepala Desa Carangrejo untuk 6 tahun kedepan sekaligus menerima penyematan lencana dan pangkat dari Bupati Ipong Muchlissoni.

Dalam prosesi tersebut terlihat Bupati Ipong Muchlissoni memberi ucapan selamat dan memberikan motivasi supaya kuat dan terus bersemangat.

Menurut Camat Sampung, DRS. H.M. Fadlal, MSi, Kades Carangrejo tersebut terkena serangan stroke pada hari Sabtu, (08/09) yang lalu. “Mungkin beliau terlalu capek saat pilkades yang lalu, baik persiapan maupun pasca pemilihan, yang hasil suaranya cukup jauh meninggalkan kompetitornya, ” ucap Fadlal.

Namun, kondisinya yang terus membaik, hari ini beliau kita ikutkan untuk dilantik dan diambil sumpahnya sebagai kepala Desa Carangrejo untuk periode 6 tahun kedepan, sambung Fadlal.

“Mudah mudahan beliau segera diberikan kesembuhan untuk segera memimpin pembangunan di Desa Carangrejo periode yang kedua. ” pungkas Fadlal.

Usai mengucap sumpah dan menerima penyematan pangkat dan lencana sebagai Kades Carangrejo, Khamsun kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan pengobatannya. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.