Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Biasa dipanggil Mbah Pur, salah satu Warok Ponorogo atau pegiat Seni Reyog Ponorogo mengaku tidak percaya dengan Corona.

Namun demikian, Mbah Pur siap di vaksin Covid 19 dengan tujuan bisa memainkan Seni Reyog Ponorogo yang sudah lama berhenti karena Pandemi Covid 19.

Hal itu disampaikan oleh Mbah Pur melalui akun Facebooknya @Mpwgwarokgendheng AsliHari Blaackmagic.

“Aku ora percoyo corona nanging aku siap divaksin kapan pun sing penting reyog kan jalan lagi loooosss. (Saya tidak percaya Corona, namun saya siap divaksin kapan pun, yang penting Reyog bisa bermain lagi),” Terang Mbah Pur dengan bahasa Jawa.

Postingan di akun medsosnya itu disukai oleh ratusan netizen dan banyak komentar dengan hal tersebut.

Beragam komentar menanggapi postingan salah satu pegiat Reyog Ponorogo yang cukup senior  tersebut.

“Betul Mbah Pur, jossht kulo rindu Reyogan,” ucap Nanang Sugianto.

Namun ada juga Netizen yang mengingatkan bahwa walaupun telah di vaksin harus tetap mentaati Protokol Kesehatan.

“Masalahe ko pusat masio bar divaksin sik tetep kon mematuhi protokol kesehatan lho dhe…jan njibeg (Masalahnya, aturan dari Pemerintah Pusat walaupun telah di vaksin harus tetap mematuhi Protokol Kesehatan”, ujar RZ Arifin.

Selama Pandemi Covid 19 yang berlangsung hampir setahun terakhir membuat Seni Reyog Ponorogo tidak bisa beratraksi. Sempat bermain saat New Normal di launching, namun kembali di stop saat kasus Covid 19 kembali meningkat. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pagelaran Seni Reyog di masa pandemi covid 19 di Kecamatan Balong diawali dengan penampilan Reyog dari desa Bulu Kidul Kecamatan Balong Ponorogo pada hari Sabtu(11/7/2020).

Antusiasme penduduk yang ingin menyaksikan sangat luar biasa meskipun harus menjaga jarak aman, pagelaran yang dilaksanakan di halaman rumah kepala desa Bulu Kidul Sayuk Prawiro Husodo S.Pd yang dihadiri dari dinas kesehatan, Babinsa, perangkat desa serta warga lingkungan di sekitar rumah Pak Kepala Desa.

Pagelaran reyog tersebut dilakukan mulai jam 2 sore dengan protokol kesehatan yaitu dengan masker dan pemeriksaan suhu tubuh para pengunjung oleh perangkat desa setempat

Kepala Desa Bulu Kidul Kecamatan Balong Sayuk Prawiro Husodo ,S.Pd mengatakan bahwa pada sore hari ini Desa Bulu Kidul mewakili Kecamatan Balong untuk melaksanakan pagelaran reog serentak setiap tanggal 11 dan pagelaran reyog pada hari pertama setelah pandemi covid-19 di Ponorogo, “Alhamdulillah, antusiasme warga yang kangen dengan reyog cukup banyak yang hadir dan tentunya kita melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, jaga jarak dan tentunya dengan pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan,”jelas Sayuk Prawiro.

Sayuk Prawiro mengharapkan dengan adanya pagelaran reyog ini, kesenian reyog di desa Buru Kidul bisa semakin Lestari dan semakin berkembang dari generasi ke generasi di desa Bulu Kidul

“Ini sekaligus sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi, kekompakan, kekeluargaan, kerukunan antar pemain reyog di Bulu Kidul, ” Terangnya.

Pagelaran reyog yang biasanya dilaksanakan serentak setiap desa di era pandemi covid 19 ini dilaksanakan hanya 1 desa untuk mewakili setiap kecamatan dan kali ini desa Bulu kidul yang mewakili dari wilayah kecamatan Balong. “Pada malam sebelumnya, Bupati Ponorogo, Ipong Mulissoni membuka pagelaran reyog setelah masa pandemi tidak ada pentas reyog. Dan pada malam hari ini,Pembukaan kembali digelar di tengah pandemi. Maka, kita harus mentaati protokol kesehatan di era baru kehidupan Reyog yang kita sebut Reyog New Normal. Jadi Reyogan serentak setiap tanggal 11 nanti, setiap kecamatan menggelar satu Reyog di salah satu desa.” Pungkas Kades Bulu Kidul. (Aji/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pandemi Covid 19 membuat Kesenian Reyog yang merupakan kebanggan masyarakat Ponorogo tidak bisa digelar selama 4 bulan terakhir.

Setelah melalui kajian dan analisa yang matang, akhirnya Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni secara resmi melaunching Pencanangan Gelar Reyog Ponorogo New Normal yang digelar setiap tanggal 11, Jum’at (10/7). Hal ini ditandai dengan pemukulan gong dan digelarnya Reyog di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo.⁣

Menurut Bupati Ipong Muchlissoni mengatakan acara ini digelar Sebagai upaya langkah melestarikan kesenian dan budaya agar terus eksis di tengah pandemi Covid-19. “Reyog Ponorogo adalah kesenian kebanggan kita semua, semenjak pandemi Covid 19, mereka tidak bisa tampil. Mulai hari ini, setelah kita melakukan kajian dan analisa, Kesenian Reyog Ponorogo bisa digelar, tentunya dengan menerapkan Protokol Kesehatan,” Ucap Bupati Ponorogo.

Penerapan New Normal dalam pertunjukkan Reyog Ponorogo diharapkan mampu menjadikan kesenian kebanggaan masyarakat Ponorogo itu bisa bangkit lagi setelah pandemi Covid 19. (Foto – Hariyogi)

Ia menambahkan, ada beberapa aturan yang wajib ditaati untuk mengendalikan jumlah penonton yang hadir. “Yang terpenting, ketentuan physical distancing tidak boleh dilupakan. Supaya tidak berjubel, maka tempat juga dibatasi luasnya. Dan pada malam hari ini, Gebyag Reyog atau pembukaan kembali digelar di tengah pandemi. Maka, kita harus menaati protokol kesehatan di era baru kehidupan Reyog yang kita sebut Reyog New Normal. Jadi Reyogan serentak setiap tanggal 11 nanti, setiap kecamatan menggelar satu Reyog di salah satu desa dan harus di halaman balai desa, tidak di lapangan,” ucap Ipong Muchlissoni saat membuka acara acara.


Bupati berharap dengan adanya hiburan new normal bisa meningkatkan imun tubuh, sehingga virus Covid-19 tidak mudah masuk ke tubuh manusia. ⁣

Pencatatan 3 (tiga) Surat Pencatatan Hak Cipta dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia kepada Bupati Ponorogo. (Foto - Hariyogi/Dokpim)
Pencatatan 3 (tiga) Surat Pencatatan Hak Cipta dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia kepada Bupati Ponorogo. (Foto – Hariyogi/Dokpim)



Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan juga 3 (tiga) Surat Pencatatan Hak Cipta dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia kepada Bupati Ponorogo selaku Ketua Pembina Yayasan Reyog Ponorogo oleh Bapak H. Achmad Tobroni Toredjo selaku Pembina dan sesepuh Yayasan Reyog Ponorogo.⁣(Adv/Gie/Gin).

Peliput : Hariyogi Wijanarko

Penyunting : Agin Wijaya



Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Mulai bulan depan (Juli 2019), seluruh desa yang memiliki kesenian Reyog Ponorogo akan menggelar pentas kesenian khas milik Ponorogo tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni saat memberikan sambutan pada pelantikan Kepala Desa di Pendopo Agung Ponorogo, Jum’at (14/06) yang lalu.

Bupati meminta kepada desa yang memiliki kesenian Reyog Ponorogo untuk menampilkan kesenian tersebut setiap tanggal 11 tiap bulannya. “Serentak, setiap tanggal 11 tiap bulan, seluruh desa yang memiliki kesenian Reyog Ponorogo wajib menggelar pentas kesenian kebanggaan kita tersebut,” ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Katanya Ponorogo adalah asal kesenian Reyog, namun pada kenyataannya hanya 100 grup Reyog yang aktif melakukan pementasan, jumlah pembarongnya hanya 40 orang, ini yang perlu kita bangun kembali supaya Reyog Ponorogo tetap eksis, sambungnya.

“Selain itu, anggaran kesenian yang kita keluarkan setiap tahun berjumlah 1 miliar, kita ingin anggaran sebesar itu bisa terwujud kesenian Reyog Ponorogo yang bisa dipentaskan karena itu merupakan pertanggungjawaban dari pihak yang menerima anggaran kesenian, utamanya Reyog Ponorogo.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Riyadh – Portalnews Madiun Raya
Delegasi Indonesia asal Ponorogo yang membawakan Pencak Silat dan Reyog dalam Janadriyah Festival ke 33 di Arab Saudi berhasil memukau penonton disana. Hal itu disampaikan oleh Wisnu Hadi Prayitno, ketua rombongan Pencak Silat dan Reyog Ponorogo. “Syukur alhamdulillah, kami bersyukur. Beberapa hari ini kami menyelesaikan misi sebagai delegasi Indonesia Pencak Silat yang kami kolaborasikan dengan Reyog Ponorogo dalam Janadriyah Festival yang ke 33 Riyadh Saudi Arabia,” ucap Wisnu HP, panggilan akrabnya, Ahad (06/01/2019) waktu Arab Saudi.
Menjadi hal yang special karena tahun ini Indonesia sebagai tamu kehormatan di Festival Terbesar di Riyadh Saudi Arabia, sambung Wisnu.

“Antusiasme masyarakat Riyadh sangat luar biasa dimana semua kesenian Indonesia yang di tampilkan bisa memukau mereka, ada hal yang menarik disini (Riyadh) karena cuaca setiap hari berubah. Hari pertama kami melakukan pementasan malam hari, di hari kedua kami sempat gagal pentas karena badai pasir datang sore hingga malam hari, dan kali ini adalah hari ketiga cuaca yang sangat dingin menusuk tulang, tetapi alhamdulillah dengan izin ALLAH kami mengikuti rangkaian acara dengan lancar, di awali dengan parade seluruh delegasi Indonesia, kami membelah ribuan masa yang hadir sore tadi, cukup menarik karena kali ini yang menonton memakai pakaian gamis dan tertutup tetapi sangat di luar dugaan bahwa mereka sangat welcome hehehehe, bahkan di setiap sesi istirahat banyak diantara mereka yang selalu bertanya ‘kapan pentas akan di lakukan’,” urai Wisnu HP.

Malam ini adalah pementasan sesi pertama karena besok kami di jadwalkan melaksanakan Umroh hingga tanggal 8 Januari 2019, dan kami akan kembali mengikuti Closing Festival Janadriyah tanggal 9 Januari 2019, dan kembali ke Indonesia pada 10 januari 2019, jelas Wisnu.

“Adapun team yang saya bawa kali ini adalah Jaggadhita Ara Pujarengganis salah satu siswi SDN Somoroto 3 sebagai penari jathil, Wisnu Hadi Prayitno sebagai pesilat dan penari warok, Frendy Susilo Wibowo sebagai pesilat, Dedy Satya Amijaya sebagai penari Klono Sewandono dan Ginanjar Heru Cahyo sebagai Penari Dadak Merak atau Pembarong,” lanjut Wisnu.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besar nya kami sampaikan kepada Kemenpora Republik Indonesia yang telah kembali mempercayai kami untuk memperkenalkan Pencak Silat dan Reyog Ponorogo di dunia Internasional, pungkas Wisnu Hadi Prayitno. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Wisnu Hadi Prayitno, tokoh pemuda milenial yang juga praktisi budaya di Ponorogo akan memimpin delegasi Indonesia di Festival Janadriyah Arab Saudi.

Festival Janadriyah akan berlangsung di Riyadh Arab Saudi pada tanggal 1-10 Januari 2019. “Besok sore tgl 1-10 Januari 2019, saya akan berangkat ke SAUDI ARABIA dalam rangka memimpin Delegasi untuk Indonesia Pencak Silat & Reyog Ponorogo dalam Festival Janadriyah33 Riyadh Saudi Arabia & UMROH di Tanah Suci,” ucap Wisnu kepada Portalnews Madiunraya.com.
Adapun beberapa team yang saya bawa diantaranya Jaggadhita Ara Pujarengganis (siswi SDN Somoroto 3) sebagai penari jathil, Wisnu Hadi Prayitno (Pencak Silat/penari warok), Frendy Susilo Wibowo (Pencak Silat) , Dedy Satya Amijaya (Penari Klono Sewandono) , Ginanjar Heru Cahyo (Penari Dadak Merak/Pembarong) , Samsul Arifin (Pengendang), M. Robithoh Anshori ( Penari Bujangganong), sambung Wisnu.

“Semoga misi kami sebagai delegasi Indonesia dalam event Festival Janadriyah33 Riyadh Saudi Arabia berjalan dengan lancar serta membawa nama baik Bangsa Indonesia, Pencak Silat & Reyog Ponorogo.” pungkas Wisnu HP

Sebelumnya, Wisnu HP juga memimpin delegasi Indonesia yaitu Reyog Ponorogo dan Pencak Silat di Azerbaijan. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.