Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Karena merasa gerah dengan keberadaan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang mangkal dilingkungannya, Warga RW 01 Kelurahan Surodikraman Kecamatan Ponorogo memasang baliho larangan menawarkan jasa esek esek disepanjang jalan Basuki Rahmat Ponorogo.

Menurut salah seorang warga setempat, Muhammad Gufron, dilingkungannya tersebut memang biasa dipakai mangkal para PSK yang sudah menjajakan dirinya sejak puluhan tahun yang lalu. “Memang disini dulu bekas terminal bis, disepanjang jalan Basuki Rahmat ini ada beberapa hotel melati, biasanya para PSK menunggu para pelanggannya setiap malam disekitar hotel tersebut,” jelas Gufron, Rabu (15/06).

Untuk itu, kami memasang baliho larangan mangkal dilingkungan ini. Kami prihatin karena setiap malam mereka mangkal dengan pakaian yang tidak sopan dan kadang berteriak-teriak, sambungnya.

“Selain itu kami juga mensosialisasikan bahaya penyakit Aids karena virus HIV yang sampai saat ini belum ada obatnya. Apalagi para PSK tersebut diantaranya sudah lanjut usia, semoga pemerintah juga mengambil tindakan.” Harapnya. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Bisnis lendir di Ponorogo masih terus terjadi pasca penutupan lokalisasi Kedung Banteng tahun 2016. Teranyar, anggota Polres Ponorogo mengamankan 2 pasangan yang sedang bersetubuh di Pasar Janti, Selasa (18/12/2018).

Menurut Kasat Sabhara Polres Ponorogo, AKP  Djoko Winarto, SH pihaknya melakukan tindakan setelah ada laporan dari masyarakat tentang pelacuran di wilayah hukumnya. “Sementara pukul 11.00  Wib berdasarkan surat pengaduan dari masyarakat bahwa di warung yang berada di sekitar pasar Njanti Dukuh Tenggang Mlilir Kec Jenangan Kabupaten Ponorogo sering ada  PSK yang sedang menunggu laki-laki hidung belang guna diajak bersetubuh untuk mendapatkan upah / imbalan, selanjutnya anggota Satsabhara Polres Ponorogo melakukan pengecekan di tempat yang dimaksud dan berhasil mengamankan 2 (dua) pasang yang tertangkap tangan sedang melakukan hubungan badan didalam kamar yang ada diwarung tersebut, kemudian TSK dibawa ke kantor Polres Ponorogo untuk dilakukan proses lebih lanjut,” urai AKP Djoko.

Untuk TKP yaitu di Warung Kopi milik Bu Nanik dan Bu Tumini yang berada di sekitar pasar Njanti Mlilir Dkh Tenggang Ds Ngrupit Kec Jenangan Kab. Ponorogo, sambung AKP Djoko.

” Kita mengamankan tersangka A, warga Madiun,   S, warga Ponorogo, N warga Wonogiri, M warga Ponorogo,” lanjut AKP Djoko.

Pasal yang dilanggar yaitu Pasal 8 (1) Perda Kab Ponorogo No. 6 / 1972 tentang Pelacuran, pungkas AKP Djoko. (Yah/gin)


  

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.