Kapolres Madiun Kota Apresiasi 8 Pesilat Muda Yang Lolos Dan Ikuti Turnamen Pencak Silat Kapolda Cup 2021

Kota Madiun – MADIUNRAYA.COM

Puluhan pesilat dari berbagai perguruan di Madiun mengikuti seleksi Atlet pencak silat di gedung GOR Wilis Kota Madiun sejak Minggu (21/11).

Bagi yang lolos seleksi akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Timur pada Turnamen Pencak Silat Piala Kapolda Jatim Cup 2021.

Beberapa pesilat yang berhak mewakili turnamen pencak silat piala Kapolda Cup nantinya ada 8 orang atlit Calon Kontingen Turnamen Pencak Silat Kota Madiun adalah sebagai berikut :
Pemenang Putra :

  1. Juara I klas D :
    Reyvan Valentino ( Merpati Putih)
  2. Juara I klas E :
    Rohan Prananda ( Tapak Suci )
  3. Juara I Klas F :
    M. Aydi Amin Muzakki (PSHT)
  4. Juara I Klas G :
    Febrian Surya ( Tapak Suci).
    Pemenang Putri :
  5. Juara I Klas C Azahra Nabila (PSHT)
  6. Juara I Klas D
    Putri Ramadani ( Tapak Suci)
  7. Juara I Klas E Laras Puspita Rinjani (PSHT)
  8. Juara I Klas F ANA Nadrotul ( Tapak Suci).

Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, SIK., MH menyerahkan Piala, Piagam dan Uang Pembinaan kepada 8 atlet seleksi turnamen pencak silat yang diadakan di GOR Wilis Jalan Parikesit Kota Madiun pada minggu kemarin.

Dalam sambutannya Kapolres Dewa Putu menyampaikan,”Adik-adik disini adalah sebagai pemenang seleksi untuk Kota Madiun yang selanjutnya tidak hanya mewakili organisasi tetapi mewakili Kota Madiun untuk berlaga dalam turnamen pencak silat Kapolda Cup. Terus berlatih untuk bisa memenangkan pada turnamen Kapolda Cup nanti,” ucap Kapolresta.

Raihlah prestasi untuk membaggakan orang tua, keluarga, sekolah, organisasi dan tidak kalah pentingnya menjadi kebanggaan warga Kota Madiun.

“Yang terakhir tetap patuhi protokol kesehatan dimanapun berada, “demikian imbuh Kapolres.

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Permintaan untuk menggelar Parapatan Luhur PSHT P-16 disikapi oleh Pemerintah Kota Madiun bersama Forkopimda yang kembali menggelar rapat koordinasi untuk membahas rencana tersebut.

Namun setelah rapat koordinasi, seluruh anggota rapat sepakat dengan keputusan awal. Yakni, menolak memberikan ijin dan mengutamakan kondusifitas di Kota Madiun.

Menurut Wali Kota Madiun, H Maidi, semua kegiatan  yang akan digelar di Kota Madiun harus merujuk pada level PPKM. “Kegiatan yang membawa efek kurang baik, meski taat prokes, tetap tidak boleh. Kami tolak,’’ tegasnya saat diwawancarai setelah rakor di GCIO Kota Madiun, Senin (11/10).

Keputusan tersebut, menurut wali kota, bukan tanpa alasan. Sebab, di dalam tubuh PSHT saat ini masih ada dua kubu yang berseteru. “Karenanya, Forkopimda khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat Parapatan luhur berlangsung,”Tambah Wali Kota Maidi.

Lebih lanjut, wali kota mengungkapkan, saat ini Kota Madiun sedang dalam keadaan berduka. “Tak sedikit warga yang kehilangan sanak saudara dan orang-orang tercinta akibat pandemi Covid-19. Tak hanya itu, upaya menggenjot perekonomian juga seringkali terkendala akibat kasus Covid-19 yang naik-turun,”Jelas Wali Kota Maidi.

Untuk itu, wali kota meminta semua pihak untuk memberikan empati, khususnya bagi para korban pandemi Covid-19. “Mari kita sama-sama menyadari pentingnya menjaga kondusifitas kota.” Pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa PSHT hasil Parapatan Luhur tahun 2016 dibawah kepemimpinan Kang Mas Taufik berencana menggelar Parapatan Luhur tahun 2021 di Padepokan Agung PSHT di Kota Madiun. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Hampir tujuh bulan menakhodai PSHT Cabang Ponorogo, Almarhum Mas Sutrisno, S.Pd berhasil membuat kondusifitas di Bumi Reyog.

Hal itu yang disampaika oleh salah satu warga PSHT, Ari yang dihubungi oleh Portalnews Madiun Raya sesaat setelah kabar duka wafatnya Mas Tris ramai di Media Sosial.

“Bahkan beliau diawal-awal dulu memberikan pesan kepada kami selaku warga PSHT Cabang Ponorogo. Yang pertama, Jika kita bisa meniti arus kehidupan maka pada saatnya kita bisa menepi, namun jika kita menentang arus maka kita akan tenggelam,”Ucap Ari, Sabtu (04/09/2021).

Yang kedua, Ari menyampaikan bahwa sebagai warga PSHT harus kembali kepada ajaran PSHT. “Jika kita semua kembali kepada ajaran PSHT maka tidak mungkin terjadi perpecahan ataupun pertengkaran sesama warga PSHT,” Jelas Ari.

Yang ketiga, warga PSHT harus serius dalam melakukan sesuatu hingga berhasil. “Warga PSHT harus menjadi orang sukses, orang kaya, pejabat dan orang besar. Dengan begitu kita akan mampu memberikan manfaat bagi sesama. Bisa melindungi dan mengayomi,” Lanjut Ari.

Yang keempat, warga PSHT harus berprestasi. “Jangan malah membuat keonaran ataupun kegaduhan. Kita harus menjadi yang memberikan solusi.”Pungkas Ari, menirukan pesan Almarhum Mas Tris, Ketua PSHT Cabang Ponorogo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Madiun – Portalnews Madiun Raya

Sengketa seluruh hak Merek Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun akhirnya diputuskan.

Melalui putusan Pengadilan Negeri Niaga Surabaya No. 8/Pdt.Sus-HKI/ Merek/2019 yang di gugat oleh M.Taufiq dan di menangkan oleh Issoebiantoro dkk, serta Kasasi Nomor Perkara 40/K/Pdt.Sby/HKI/2021 tertanggal 25 Januari 2021 dengan Menolak KASASI yang diajukan M.Taufiq, sehingga merk ,”Persaudaran Setia Hati Terate” merupakan milik Issoebiantoro dkk.

Menurut Ketua Tim Lembaga Hukum PSHT Pusat Madiun, Sukriyanto, SH, MH mengatakan bahwa hak paten yang merupakan hak eksklusif PSHT menjadi sengketa di pengadilan Niaga pada PN Surabaya yang tercatat dalam register perkara No. 08 dst. “Dimana saudara Taufiq selaku penggugat dalam dalam gugatannya bertindak seolah olah mewakili PSHT, dan menggugat saudara ISSOEBIANTORO dkk selaku pemegang hak merek PSHT dalam kapasitas selaku KETUA DEWAN PUSAT PSHT telah diputus pada tingkat kasasi dan dalam putusannya di menangkan oleh ISSOEBIATORO dkk,” Ujar Sukriyanto, Sabtu (06/02/2021).

Lebih lanjut Sukriyanto juga menyampaikan bahwa salah satu pertimbangan hukum dalam putusan di tingkat PN Niaga Surabaya sebelumnya mengatakan bahwa saudara penggugat dalam hal ini telah terbukti di nonaktifkan dari ketua umum PSHT oleh Majelis Luhur.

“Terkait Yayasan, khususnya Yayasan sekarang ini sedang berproses di perkara No. 34, dan saat ini sudah sampai tingkat kasasi, kasus ini berangkat dari Pengadilan Negeri (PN) Madiun, “Terang Sukriyanto saat di temui di Padepokan PSHT Pusat Madiun, Sabtu (06/02/2021).

Sukriyanto juga menyampaikan bahwa dari Tim Lembaga Hukum PSHT Pusat Madiun juga telah mengajukan mengugat, terkait pembatalan pencatatan pengesahan kepengurusan yang di lakukan oleh Ketua Yayasan PSHT Pusat Madiun dalam hal ini Heri Wuryanto saat itu. melalui Pengadilan Tata Usaha Negara, terdaftar dengan No. perkara 25 di tahun 2021. Dijelaskan Sukriyanto, gugatan tersebut prosesnya sekarang sudah masuk pada tahap pemeriksaan persiapan.

Selain itu, Sukriyanto juga menyampaikan tentang beredarnya informasi terkait di tetapkannya Heri Wuryanto telah menjadi tersangka, dari pihak Lembaga Hukum PSHT Pusat Madiun mengatakan hingga saat ini belum menerima surat resmi dari pihak berwajib, khususnya dari direskrimum Polda Jatim.

“Kami tegaskan bahwa Lembaga Hukum PSHT Pusat Madiun sampai saat ini belum menerima surat resmi dari pihak berwajib. Namun perlu kami tegaskan bahwa, yayasan ini masih bersengketa. Ada perma No.1 tahun 56 dan pasal 81 KUHAP mengatakan kalau mengamanatkan, kalau apabila ada perkara yang ada hubungannya hukumnya, proses pidananya harus di tangguhkan dulu. Untuk itu mari kita sama-sama menghormati proses Hukum yang sedang berjalan,”pintanya.

Terkait adanya isu akan ada eksekusi pihak tertentu atas Padepokan PSHT, Sukriyanto dan tim juga mendengar. “Isu itu akan adanya eksekusi oleh Oknum tertentu. saya tegaskan bahwa tidak ada lembaga hukum manapun yang bisa melakukan eksekusi, karena eksekusi hanya bisa dilakukan oleh Pengadilan, itu berdasarkan yang sudah incrach dan sampai saat ini yang dipersoalkan baru terkait pengurus yayasan belum sengketa kepemilikan aset, jadi sekali lagi saya minta sekali lagi mari kita hormati proses hukum. yang sedang berjalan,”tegasnya.

Sukriyanto juga menyampaikan bahwa saat ini ada pertemuan, yang dihadiri oleh lembaga Hukum PSHT Madiun dan Ketua Umum PSHT Madiun, R. Moerdjoko HW yang meminta para warga PSHT agar tetap rukun.

“Mari kita syukuri kemenangan ini dengan tetap tenang dan tidak berlebihan dan saya minta semua warga PSHT dimanapun berada agar tetap menjaga kondusifitas dan jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum apalagi tidak lama lagi akan ada Parapatan Luhur agar semua kondusif,”pintanya.

Sejauh ini pihak M.Taufiq belum bisa diminta tanggapannya atas persoalan ini. (Red)

Kota Madiun – Portal Madiun Raya

Sidang lanjutan sengketa internal Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Kamis (18/6) besok bakal berlangsung tanpa dihadiri masyarakat.

Hal itu mengemuka dari hasil rapat koordinasi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) se-Bakorwil I Madiun dengan kepengurusan PSHT, Selasa (16/6). Forpimda se-Bakorwil I Madiun beserta kepengurusan PSHT kedua kubu sepakat persidangan tidak dihadiri secara fisik. Masyarakat yang ingin menyaksikan jalannya sidang dengan agenda putusan itu difasilitasi melalui tanyangan live streaming dari kanal youtube Pengadilan Negeri Kota Madiun.

‘’Sesuai hasil rapat tadi, Forpimda se-Bakorwil bertanggung jawab mengamankan wilayah masing-masing. Semua sudah sepakat tidak ada yang boleh masuk ke Kota Madiun (menyaksikan sidang),’’ kata Walikota Madiun Maidi usai rakor di Bakorwil tersebut.

Hal itu lantaran sidang bakal ditayangkan secara live streaming. Pemkot Madiun melalui Dinas Kominfo setempat sudah berkoordinasi dengan PN Kota Madiun terkait layanan live streaming tersebut.

Karenanya, masyarakat tidak perlu datang ke Kota Madiun. Sidang bisa dipantau dari handphone masing-masing. Kebijakan itu mengemuka juga atas pertimbangan masa pandemi Covid-19 ini.

‘’Berkumpulnya massa tentu memunculkan potensi penularan Covid-19. Apalagi, massa datang dari berbagai daerah. Makanya, kita sepakati untuk mengikuti sidang secara live streaming,’’ jelasnya.

Penjagaan dan pemeriksaan bakal dilakukan di titik perbatasan. Pemeriksaan dimulai hari ini. Walikota menghimbau masyarakat untuk mematuhi keputusan tersebut. Sebab, keamanan dan kesehatan masyarakat wajib diutamakan. Baik masyarakat anggota PSHT maupun masyarakat Kota Madiun secara umumnya.

‘’Sudah ada hasil keputusan seperti ini. Yang nekat masuk apalagi bergerombol berarti menyalahi aturan. Tentunya petugas akan bertindak,’’ tegas walikota sembari menyebut hanya yang berkepentingan dalam sidang yang diperbolehkan masuk.

Supriyanto, Pengurus DKP PSHT dengan Ketua Umum Muhammad Taufik menghimbau kepada anggotanya untuk taat kepada aturan. Artinya, tidak ada pengerahan massa. Pihaknya juga menghormati jalannya persidangan apapun hasil keputusannya nanti.

‘’Kita tentu tidak ingin berbenturan dengan saudara sendiri. Kita tidak mengerahkan massa. Kalau ada yang masuk pakai atribut, itu bukan orang kita. Karena orang kita taat hukum. Kita percayakan dan kita hormati proses hukum yang sedang berjalan apapun nanti keputusannya,’’ ujarnya.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Moerdjoko Hadi Wijoyo juga menghimbau anggotanya agar tidak terpancing provokasi dan intimidasi yang mengadu domba sesama. Baik dengan satu organisasi maupun organisasi yang lain. Pihaknya mengajak semua untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

‘’Keadilan dan kebenaran harus kita jaga. Tetapi jangan terpancing provokasi dan intimidasi yang mengadu domba,’’ ungkapnya.

Himbauan dan hasil Rakor Forpimda se-Bakorwil beserta pengurus PSHT dapat dilihat dalam format video di website dan medsos Pemerintah Kota Madiun. (Red).

Source : FB Pemkot Madiun

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak sosial pandemi Covid 19, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Bancar, Ranting Bungkal Ponorogo, membagikan 100 paket Sembako kepada kaum dhuafa di desa tersebut.

Menurut sesepuh PSHT Rayon Bancar, Pamuji, S. Pd, pihaknya berusaha meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. “Alhamdulillah, PSHT Rayon Bancar bisa berbagi dalam rangka meringankan beban masyarakat yang terdampak adanya pandemi Covid 19 ini, ” Ucap Pamuji yang juga Ketua Komisi D DPRD Ponorogo dari Partai Nasdem.

Lebih lanjut Pamuji juga menyampaikan bahwa selain pembagian 100 paket sembako juga dilaksanakan pembagian takjil. “Ini semua adalah upaya kita, bahwa pandemi Covid- 19 ini kita hadapi bersama dengan saling berbagi, ” Lanjut Pamuji.

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, itulah prinsip PSHT Rayon Bancar Ranting Bungkal Ponorogo dalam membagikan 100 paket sembako didesanya. (Foto – Yahya)

Pamuji berharap bantuan yang dihimpun secara sukarela dari warga PSHT Rayon Banjar Ranting Bungkal bisa meringankan beban mereka yang benar-benar membutuhkan dan terdampak adanya Pandemi Covid- 19. “Bantuan yang berisi beras, gula, minyak dan telur itu semoga bermanfaat dan bisa meringankan mereka yang membutuhkan. ” Pungkas Pamuji.

Sementara Kepala Desa Bancar, Agus Sudarmono, mewakili Pemerintah Desa Bancar pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Bancar dengan kegiatan yang dilakukan. “Kami atas nama Pemerintah Desa Bancar mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PSHT Rayon Bancar yang telah melakukan bakti sosial membagikan 100 paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid- 19 di desa ini, PSHT telah ikut mewarnai kegiatan pembangunan secara positif, untuk itu sekali lagi kami sampaikan banyak terima kasih. ” Pungkas Agus Sudarmono.

Puluhan warga PSHT Rayon Bancar dengan penuh semangat membagikan satu persatu paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dan sebelumnya telah didata itu.

Menjelang buka puasa, para pendekar PSHT membagikan Takjil kepada pengendara yang lewat di sekitar Desa Bancar, Kecamatan Bungkal. (Yah).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan salah satu perguruan pencak silat yang berkembang sejak puluhan tahun yang lalu.

Lahir pada tahun 1922, PSHT mampu melahirkan jutaan pendekar yang tidak hanya tersebar di Nusantara, namun juga dibelahan dunia yang lain.

Selain fisik, PSHT juga menurunkan seni olah pernafasan yang diberi nama Tapak Sirih Lebur Jiwo. Seni olah pernafasan ini berkembang pesat beberapa waktu terakhir di Ponorogo.

Menurut Agus Setiyono, salah seorang pegiat Tapak Sirih Lebur Jiwo, ilmu pernafasan tersebut hanya boleh dipelajari oleh Warga PSHT. “Jika sudah memiliki mori atau sabuk putih, kita bisa mempelajari ilmu Tapak Sirih Lebur Jiwo ini, ” ucap Agustino, panggilan akrabnya, Rabu malam (18/06).

Agus juga menjelaskan bahwa Ilmu Tapak Sirih Lebur Jiwo itu menggabungkan antara pernafasan dan menyatunya diri kita dengan Alloh SWT. “Jika kita mampu menggabungkan dua hal, yaitu pernafasan dan kepasrahan kepada pencipta maka kekuatan kita bisa berlipat, bahkan hal yang tidak mungkin bisa menjadi terjadi,” jelas Agustino.

Beberapa atraksi yang biasa dilakukan menurut Agustino adalah memecah susunan balok es, memecah gorong gorong, atraksi kekebalan dan lain sebagainya. “Jika kita menguasai ilmu Tapak Sirih Lebur Jiwo maka kita juga harus memiliki ilmu kesabaran yang tinggi, jangan mudah marah dan selalu welas asih kepada semua makhluk.” Pungkas Agustino.

Ilmu Tapak Sirih Lebur Jiwo PSHT berkembang di daerah Ponorogo, Madiun dan sekitarnya. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Atlit Pencak Silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Ponorogo akhirnya mampu mendulang medali emas di Kejurnas Pencak Silat, Kemenpora Cup, Ahad (18/11).

PSHT Ponorogo mengirimkan 7 orang atlit yang berlaga di kejuaraan pencak silat tersebut.
Menurut salah satu tokoh PSHT Ponorogo, Anam Ardiansyah, prestasi tersebut tidak diraih dengan mudah. “Berkat kerja keras tim dan doa restu Keluarga Besar PSHT dan masyarakat Ponorogo akhirnya kontingen PSHT Ponorogo mampu meraih hasil yang maksimal, ” ujar Anam kepada Portalnews Madiunraya.com.

Atlit PSHT Cabang Ponorogo berhasil mendulang prestasi dengan perolehan medali 4 emas, 1 perak, 1 perunggu dari 7 atlit yang dikirim dalam Kejuaraan Pencak Silat KEMENPORA CUP di Jakarta, sambung Anam.

“Ini adalah sebuah proses yang luar biasa. Setelah melahirkan juara Asia (Aji Bangkit Pamungkas), hari ini telah lahir 4 atlit Nasional yang baru, dari PSHT Ponorogo.” Pungkas Anam Ardiansyah. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.