Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Destinasi wisata di daerah yang berjuluk 1001 Gua secara resmi masih ditutup untuk pengunjung.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan, T. Andi Faliandra, Rabu (06/10).

Menurutnya, hal itu berdasarkan dari keputusan Inmendagri No 47 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2, dan 1 Covid-19 di Jawa dan Bali. “Saat ini Pacitan masuk dalam kategori level 3. Oleh karena itu, destinasi wisata di Pacitan masih ditutup sementara sampai tgl 18 Oktober 2021,” Ucapnya

KadisparPacitan juga menyebutkan bahwa ketika destinasi wisata nanti dibuka, persyaratan wisatawan yg berkunjung adalah dengan menunjukkan keterangan sudah vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi. “Yang kedua dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Infrastruktur untuk itu harus siap, tetapi yang paling penting adalah kesadaran dari seluruh pengunjung, ” Tambah Andi Faliandra.

Kadispar juga meminta agar masyarakat mensukseskan Vaksinasi.”Yuk monggo dulur-dulur yg belum vaksin segera mengikuti vaksin, biar Pacitan makin aman dan wisata bisa dibuka kembali.” Pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anang Sastro, warga Ponorogo yang hendak ke Pacitan untuk berwisata menjadi maklum. “Mau bagaimana lagi mas, sebenarnya kami sekeluarga ingin berwisata ke Pantai Pangasan yang baru di buka, namun karena aturan kita menunggu dibuka saja. Tentu keputusan pemerintah dibuat untuk kebaikan dan keselamatan kita. ” Ucapnya melalui sambungan WA. (Yah).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo, H Sugiri Sancoko SE MM meminta masyarakat tidak bingung mensikapi perbedaan pengumuman Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Memang menurut Assesment Kemenkes RI, Ponorogo itu Level 1, namun menurut In Mendagri, Ponorogo masih level 3. Perbedaannya adalah soal Vaksin saja, In Mendagri melihat Vaksin harus 50% + 1 untuk turun level. Sedangkan kalau dari Assesment Kemenkes melihat kondisi di Lapangan, berapa yang positif, berapa kematian, berapa Vaksin, berapa yang sembuh dan lainnya, jadi hanya itu perbedaannya, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (29/09/2021).

Lebih lanjut Bupati meminta masyarakat Ponorogo tidak bingung. “Tidak usah bingung, kegiatan ekonomi silahkan dilakukan namun dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan. Kami akan berupaya keras agar Vaksinasi di Ponorogo bisa maksimal sehingga prosentase vaksinasi di Ponorogo bisa terus meningkat, ” Lanjut Bupati Sugiri.

Saat ini, Bupati menjelaskan sudah 34% Vaksinasi Dosis I di Kabupaten Ponorogo. “Untuk Dosis II baru 12 %. Untuk itu kami menyiapkan 800 Vaksinator dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta instansi lainnya seperti Kodam maupun Polda untuk membantu mendatangkan dosis vaksin di Ponorogo, ” Ucap Bupati Sugiri Sancoko.

Soal minat Vaksinasi, Bupati Sugiri sangat mengapresiasi. “Masyarakat Ponorogo sangat peduli dengan kesehatannya, itu terbukti di gerai-gerai vaksin yang terus diserbu oleh masyarakat, Top, pokoknya. ” Pungkas Bupati Sugiri Sancoko. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengumumkan perkembangan terbaru Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Alhamdulillah, berdasarkan Asesmen Situasi yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI per hari ini tidak ada lagi Kabupaten atau Kota di Jawa Timur yang masuk Level 4,” ucap Gubernur Khofifah melalui akun IG @khofifah.ip, Kamis (09/09/2021).

Dengan demikan Kabupaten Ponorogo dan Magetan yang sebelumnya masih Level 4 kini turun menjadi Level 3. “Setelah sebelumnya bebas Zona Merah, kini Jawa Timur bebas Level 4. Kita syukuri dengan tetap waspada dan disiplin Protokol Kesehatan tidak boleh kendor,” lanjut Khofifah.

Khofifah juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan gotong royong semua warga Jawa Timur. “Mohon untuk terus saling menjaga agar Covid 19 terus melandai dan terkendali.” Pungkas Gubernur Khofifah. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui akun instagramnya mengumumkan bahwa Kabupaten Lamongan masuk level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Berdasarkan Asesment Situasi yang dirilis Kemenkes RI per hari ini, Alhamdulillah Lamongan menjadi kabupaten pertama yang masuk asesmen level 1 di Pulau Jawa. “Setelah Kabupaten Lamongan yang tembus level 1 pertama di Jawa, yang turun ke Level 2 naik 16 daerah, dan level 3 tercatat 19 daerah serta level 4 tinggal 2 daerah,” Ucap Khofifah, Rabu (08/09/2021).

Yang level 2 yaitu Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Pamekasan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi dan Bangkala. “Sedangkan daerah yang level 3 yaitu Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kediri, Jombang dan Blitar,” Jelas Khofifah.

Untuk yang masih Level 4, Khofifah menyampaikan tinggal dua daerah yaitu Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan. “Mari kita bersyukur dengan diikuti kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Matur nuwun kerja keras semua pihak. Jaga dan waspada ya lur. Mugi sehat seger waras sedoyo.”Pungkas Gubernur Khofifah. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kasus terkonfirmasi positif covid -19 di Kota Madiun terus bertambah. Bahkan dalam sepekan, penambahan covid-19 di Kota Madiun jumlahnya melebihi seratus kasus.

Usaha yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun juga telah dilakukan secara maksimal. Mulai dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dari tanggal 11 sampai dengan 25 Januari 2021. Berdasarkan Instruksi Walikota Nomor 1 Tahun 2021 hingga penambahan lokasi isolasi mandiri di beberapa tempat.

Salah satunya Kereta Medis milik PT INKA yang hari ini sudah ditinjau langsung oleh Walikota Madiun, Maidi.
“Saya berterima kasih sekali kepada PT INKA yang menyiapkan gerbong-gerbong kereta untuk ruang isolasi. Insya Allah akan kita pinjam untuk Kota Madiun dan sekitarnya,’’ Kata Walikota.

Lebih lanjut, Walikota menambahkan peralatan di Kereta Medis sudah lengkap semua dan memang didesain untuk itu (urusan medis). Ini terus kita koordinasikan termasuk untuk tenaga medisnya dan harapannya semoga dalam minggu-minggu ini sudah bisa digunakan.

Dari semua itu dibutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat. Saat ini Pemerintah Kota Madiun tanpa lelah mengingatkan warganya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

Siaran keliling dan peninjauan ke lokasi terhadap kepatuhan pelaksanaa PPKM rutin dilaksanakan. Pemkot juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut andil dalam mengingatkan masyarakat akan disiplin protokol kesehatan.
‘’Kalau warga tidak patuh dan kasus terus bertambah sedang ruang isolasi penuh, apa tidak kasihan. Pemerintah memang berkewajiban menyiapkan dan ini sedang kita upayakan. Tetapi masyarakat juga harus patuh. Jangan maunya sendiri,’’ tegasnya.

Upaya lain yang terus dilakukan oleh Pemkot adalah tracing dan sekaligus sterilisasi khususnya fasilitas umum yang sering digunakan oleh masyarakat.
Namun sekali lagi peran dan kesadaran dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengurangi penyebaran covid-19 ini.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan PP KB Kota Madiun, pertambahan kasus perhari ini Rabu (20/01) ada 53 orang dengan perincian Kelurahan Taman 5 orang, Kelurahan Rejomulyo 2 orang, Kelurahan Pandean 2 orang, Kelurahan Demangan 1 orang, Kelurahan Manisrejo 1 orang, Kelurahan Josenan 3 orang, Kelurahan Kejuron 3 orang, Kelurahan Mojorejo 4 orang, Kelurahan Manguharjo 1 orang, Kelurahan Nambangan Kidul 5 orang, Kelurahan Nambangan Lor 5, Kelurahan madiun Lor 5 orang, Kelurahan Sogaten 3 orang, Kelurahan Winongo 2 orang, Kelurahan kartoharjo 1 orang, Kelurahan Kanigoro 1 orang, Kelurahan Kelun 3 orang, Kelurahan Tawangrejo 3 orang, Kelurahan Banjarejo 2 orang, Kelurahan ngegong 1 orang, dan Kelurahan Oro-Oro Ombo 1 orang.

Sementara tercatat 478 orang sembuh dengan pertambahan 16 orang kasus nomor 638, 632, 344, 345, 339, 561, 556, 388, 563, 698, 694, 695, 631, 393, 270, 354.
Selanjutnya 66 org masih dlm perawatan, 143 orang isolasi mandiri, dan 53 orang meninggal dunia bertambah 1 org dari kasus nomor 737.
Indikator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Madiun tingkat kematian diatas rata-rata nasional. Tingkat kesembuhan dibawah rata-rata nasional. Tingkat kasus aktif diatas rata-rata nasional. Dan tingkat keterisian TT RS > 70%.
Tercatat keterpakaian TT RS per 19 Januari 2021 ICU RSUD dr. soedono terpakai 58%, tersedia 42%. Ruang isolasi terpakai 80%, tersedia 20%. Sementara RSI Kota Madiun terpakai 94%, tersedia 6%. Untuk RSUD Kota Madiun terpakai 63%, tersedia 37%. (Red).

Kabupaten Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kapolres Madiun Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bagoes Wibisono melalui Kanit Provost Polsek Geger, Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU)  Herry melaksanakan kegiatan operasi Yustisi di warung Desa Kaibon Kecamatan Geger Kab. Madiun, Minggu (17/1/21).

Hery mendatangi sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di warung dan menyampaikan himbauan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Jika keluar rumah harus memakai masker, dan jika tidak terlalu penting agar tetap dirumah dan selalu mematuhi protokol kesehatan,” ujar Hery.

Ia menjelaskan, di masa pandemi seperti ini diharuskan untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan.

“Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam bermasker guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kec. Geger,” kata Herry. (Red)

Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menambah 4 daerah Kota dan Kabupaten untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah Zona Merah Peta Persebaran Covid 19 di Jawa Timur semakin meluas.

Keempat daerah yang menyusul Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat itu adalah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto.

Keputusan itu dituangkan dalam Keputusan Gubernur Kepgub No. 188/11/KPTS/013/2021 yang berlaku per 13 Januari 2021.

Menurut Gubernur Khofifah, penambahan PPKM tersebut adalah untuk kemaslahatan bersama. “Penambahan PPKM ini demi kemaslahatan kita bersama,” ungkap Gubernur Khofifah.

Gubernur Jatim itu juga berpesan agar seluruh warganya tidak bosan untuk terus disiplin menerapkan Protokol Kesehatan. “Jangan bosan untuk terus disiplin Protokol Kesehatan,” tandasnya.

Khofifah mengajak seluruh warga Jatim untuk saling menjaga. “Ayo kita saling menjaga agar Jawa Timur bisa segera lepas dari belenggu Covid 19 ini. Kita harus optimis, Insya Alloh Jatim bisa !.” Pungkas Gubernur Jawa Timur. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.