Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Unit Reskrim Polsek Sooko Polres Ponorogo menangkap terduga pelaku pencurian kayu, atas nama AM, 33 tahun, warga Dukuh Bangunsari Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung, KTN 42 tahun warga Dukuh Semarang, Desa Temon Kecamatan Sawoo dan RSM umur 48 tahun warga Dukuh Krajan Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko, pada hari Jumat 7 Februari 2020 sekira pukul 18.30 wib.
.
“Pelaku melakukan tindak pidana pencurian kayu tanpa dilengkapi dengan surat sahnya hasil hutan dan dari dinas terkait, untuk mendapatkan keuntungan pribadi,”kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM, melalui Kapolsek Sooko AKP Supardi, SH, Sabtu (8/2/2020).

AKP Supardi, SH menyebutkan, bermula pada Jumat (7/2/2020) Unit Reskrim Polsek Sooko mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada truck yang diduga mengangkut kayu hasil hutan dari wilayah Kecamatan Sawoo tanpa dilengkapi dengan surat sah dan melakukan tengah melakukan patroli dan penyanggongan serta itu malam juga melihat adan truk yang melintas.
.
“Truk dilakukan pengejaran dan berhasil dihentikan serta dilakukan pemeriksaan. Di dalam truk sopir tersangka AM dan kernet tersangka KTN, pada saat dilakukan pemeriksaan barang bawaan, ditemukan kayu jenis sono tanpa surat yang sah kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka RSM yang mengikuti truck dari belakang selanjutnya ketiga pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Sooko beserta barang bukti,”imbuh Kapolsek Sooko.

Pihaknya, kata AKP Supardi, SH, turut mengamankan barang bukti berupa satu unit truck merk Mitsubisni dengan Nopol AD 1756 AY dan 106 batang kayu sono berbagai ukuran.
.
“Untuk saat ini ketiga tersangka beserta barang bukti truck, kayu sono, hp dan juga ada hp diamankan di Mapolres Ponorogo,”kata Kapolsek.

Unit Reskrim Polsek Sooko Polres Ponorogo menerapkan pasal 88 ayat (1) huruf a dan pasal 87 ayat (1) huruf a,b,c UU RI TH 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
.
“Ancaman hukuman paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. Denda paling banyak Rp 2,5 miliar,”sebut AKP Supardi, SH. (Yah)

PONOROGO- Portalnews Madiun Raya

Wakapolsek Ngrayun Aiptu Suparnu Aji memberikan materi pembinaan dan penyuluhan Bahaya Narkoba, HIV dan AIDS kepada siswa siswi MTS PGRI Selur Kec Ngrayun Rabu (09/01/2019).

Dalam giat tersebut di ikuti kelas 7,8,9 dan bertempat di Ruang Aula sekolah MTS PGRI Selur Kecamatan Ngrayun yang diawali dengan pemutaran Vidio Penyalahgunaan NARKOBA Narkotika Golongan Satu.

Dalam kesempatan tersebut Waka Polsek Aiptu Suparnu Aji dalam pembinaan dan penyuluhan bahayanya penyalahgunaan Narkoba menjelaskan pentingnya Pengetahuan tentang narkoba, “Jangan sampai karena ketidaktahuannya para Siswa Siswi generasi penerus bangsa menjadi korban maupun pelaku narkoba,” ucapnya.

Kita sadari atau tidak bahwa kita semua mempunyai keluarga teman masing masing yang suatu ketika pasti akan berpisah, dan kita belum tahu nantinya kita akan bergaul dengan pelaku pelaku narkoba maupun berdomisili di tempat yg rawan peredaran Narkoba, sambungnya.

Wakapolsek mengajak sejak dini untuk menghindari minum minuman keras dan kebiasaan merokok. “Karena kebiasàn tersebut 4 kali beresiko menyalahgunakan Narkoba, dibanding orang yg tidak merokok maupun konsumsi miras dalam surve membuktikan bahwa 93 % Penyalahguna narkoba adalah Peminum minuman keras dan Perokok,” terang Wakapolsek.

Islam sangat menghargai akal manusia, karena merupakan kekuatan manusia untuk berfikir membedakan mana yang benar dan yang salah manusia juga dihargai dan dimuliakan atas makluk makluk yang lain dikarenakan akalnya, maka Islam mengharamkan qomer atau miras atau sejenisnya karena merusak dan melemahkan akal.

“Disaat seseorang mabuk dan lehilangan kesadaran akalnya maka akan mudah bagi setan untuk menariknya kejurang kemaksiatan. Dan lebih berbahaya akan merusak dirinya sendiri dan orang orang disekitarnya,” lanjut Wakapolsek.

Surve membuktikan bahwa 88% Penyalahguna narkoba Pelaku sex bebas dalam Alquran dijelaskan pada jus ke 15, surat al isra’ ayat 32 yang artinya dan janganlah kalian mendekati zina sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji dan menjijikan dan menuju jalan yang buruk.

Suparnu Aji juga memberikan contoh berbagai macam penyakit seperti HIV AIDS Karena budaya fresex. “Data menyebutkan bahwa tidak ada satu provinsi bahkan kabupaten yang terbebas dari HIV, untuk itu kita perlu waspada.” Pungkas Wakapolsek Ngrayun. (Yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.