Reporter : Tatang.D

Trenggalek – Portal Madiun Raya
Tak terima foto-fotonya disebarluaskan melalui media daring Facebook, seorang wanita asal Desa Wonoanti kecamatan Gandusari melaporkan GP, seorang pria berusia 25 tahun warga desa Gandusari ke Polres Trenggalek.

Berawal dari GP yang mengirimkan pesan melalui messenger Facebook kepada IN yang merupakan tetangga korban berisi gambar berkonten pornografi, dimana salah satu diantaranya adalah foto korban.

Kaget menerima kiriman gambar tersebut, IN kemudian memberitahukan IM dan diteruskan kepada suami korban.

“Tersangka dengan sengaja menyebarluaskan atau mengirimkan foto-foto yang memuat  ketelanjangan/ melanggar kesusilaan melalui messenger facebook”,jelas Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. saat konferensi pers di halaman Mapolres Trenggalek siang ini, Selasa(17/7).

AKBP Didit menuturkan, setelah menerima laporan, petugas segera melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan berhasil menangkap tersangka.

“Dari penangkapan dan pengeledahan terhadap pakaian/badan tersangka, diperoleh barang bukti yang digunakan untuk tindak pidana yaitu, sebuah handphone dengan dua nomor Sim card”,imbuhnya.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa dua lembar screen shot chat percakapan melalui messenger facebook, dan sebuah smartphone.

Sedangkan terhadap GP dijerat dengan Pasal 29 jo pasal 4 ayat 1 huruf d dan e UU RI No. 44 tahun 2008 tentang, Pornografi dan/atau pasal 45 ayat (1) Undang-undang RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-undang No 11 Tahun 2008,”Kepada yang bersangkutan disangka melanggar undang undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, “,tandas Kapolres.(Ono/gin)

Reporter : Tatang.D

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Polres Trenggalek tidak sepi dengan kegiatan, setelah lomba polisi cilik (polcil) dan pemberian umroh gratis kepada warga, sekarang dalam peringatan hari Bhayangkara ke 72 Polres Trenggalek menggelar long march Bhayangkara Sejati.

Peserta Long march dilepas oleh Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. dalam sebuah upacara resmi di halaman Mapolres Trenggalek. Selasa (17/7)

Turut hadir dan menyaksikan komandan Kodim 0806 Trenggalek Letkol Inf. Dodik Novianto, S.Sos, Kajari Trenggalek Lulus Mustofa, S.H.M.H., Wakil Ketua DPRD Trenggalek Drs. Lamuji, Pejabat Utama Polres Trenggalek, Kapolsek jajaran dan Purnawirawan yang tergabung dalam PP Polri.

AKBP Didit menerangkan, selain memeriahkan hari Bhayangara ke-72, kegiatan Long March dengan sistem peleton beranting (Tonting) digelar untuk menggugah dan membangkitkan kembali semangat dan nilai perjuangan dalam tubuh anggota Polri. Menurutnya, longmarch memiliki nilai filosofi tinggi dimana untuk mencapai suatu kejayaan memerlukan perjuangan dan pengorbanan. Bukan saja personal tapi lebih bersifat kolektif.

“Long march juga berfungsi membangun jiwa korsa karena dalam pergerakan menuju satu titik dalam ikatan peleton. Satu sakit maka semua akan merasakan sakit. Satu sama lain saling membahu untuk mencapai titik finish”,Terang AKBP Didit.

Masih kata AKBP Didit, Long march di laksanakan selama dua hari tanggal 17 hingga 18 Juli 2018 dan diikuti oleh 364 peserta gabungan dari Polres dan Polsek jajaran.

“Semua personel yang berpangkat Bripka kebawah wajib mengikuti kegiatan ini, termasuk Polwan”,sambung Kapolres.

Ratusan peserta tersebut kemudian dibagi menjadi 8 etape. Dimulai Start Mapolres yang diawali oleh peleton Polwan menuju titik pertama di lapangan kecamatan Karangan, dilanjutkan menuju pemancar TVRI di desa Puru kecamatan Suruh dan finisih di Mapolsek Dongko. Hari berikutnya, dari Polsek Dongko Tonting bergerak menuju desa Petung, dilanjutkan Desa Cakul hingga perbatasan Dongko-Panggul dan finish di Mapolsek Panggul.

“Ada delapan Pos Tonting dengan jarak tempuh keseluruhan 57 Km. Start dari Mapolres dan finisih di Mapolsek Panggul”,imbuh Kapolres.

Tak sekedar duduk dibelakang meja, orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek AKBP Didit pun turut serta berjalan kaki bersama anggotanya untuk memberi semangat dan motivasi kepada jajarannya.

Menurut rencana upacara penutupan akan digelar di halaman Mapolsek Panggul tepat setelah Tonting terakhir mencapai garis finish.(Ono/gin)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Sejak awal memimpin diakhir tahun 2017 yang lalu AKBP Didit Bambang Wibowo S.I.K. M.H. sudah menunjukkan komitmenya perang terhadap Narkoba. Hal tersebut ia lakukan bukan saja terhadap masyarakat, melainkan juga di internal organisasi Polres Trenggalek.

Tak sekedar berwacana, perwira menengah alumni Akpol tahun 2000 ini menggelar tes urine kepada seluruh perwira Polres Trenggalek. Untuk menunjukkan komitmennya, Kapolres muda ini pun turut serta mengikuti proses tes urine sebgaimana anggota lainnya. Senin (9/7)

“Agar lebih objektif, kita libatkan BNN Kabupaten Trenggalek.” Jelas AKBP Didit

Beberapa personel yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Trenggalek AKBP Akik Subki, S.H., M.H nampak sudah bersiap di lorong Mapolres sebelah barat. Sementara Sipropam melakukan pengawasan ketat terhadap personel hingga ke kamar mandi.

“Untuk hari ini ada 65 personel. Seluruhnya perwira. Mulai Kapolres, pejabat utama, Kapolsek dan perwira staf lainnya” imbuh AKBP Didit

Lebih lanjut AKBP Didit menuturkan, tes urine semacam ini akan terus digencarkan dengan waktu dan personel acak.

Tidak ada ruang bagi Narkoba di Trenggalek apalagi di tubuh Kepolisian. Jika ditemukan, pihaknya akan menindak tegas bahkan tak segan-segan mengusulkan pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH)

Disinggung hasil tes urine, AKBP Didit menegaskan dari pengecekan urine oleh tim klinik BNNK yang di pimpin oleh dr. Tri Siswojuwono, keseluruhan personel negatif Narkoba, pungkasnya.(Ono/Gin)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Upaya Polres Trenggalek menciptakan situasi aman, nyaman dan kondusif selama bulan suci ramadan, mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat.

Seperti halnya di Polsek Pule di bawah komando Iptu Suraji, gencar melakukan razia petasan atau mercon, pada setiap pedagang penjual kembang api.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kapolsek Pule mengatakan bahwa setiap bulan suci ramadhan hingga lebaran, banyak pedagang dadakan yang meraup untung dengan menjual kembang api. “Namun tidak menutup kemungkinan mereka juga menjual barang berbahaya seperti, mercon atau petasan dengan daya ledak tinggi”,jelasnya.  

Karena itu kita himbau kepada para pedagang, agar tidak menjual  jenis petasan atau mercon yang meledak.
Barang tersebut, selain membayakan diri sendiri, juga membahayakan pada orang lain, jelas Iptu Suraji, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya, di area pasar Pule saat menjelang buka puasa dan selesainya salat tarawih, nampak beberapa pedagang kembang api, sudah menyiapkan barangnya untuk dijual. Untuk mengantisipasi peredaran mercon, personel Polsek Pule gencar melakukan razia ke pedagang.

“Semua ini demi kenyamanan dan keamanan kita bersama. Banyak masyarakat yang resah akibat ledakan petasan tersebut. Selain mengganggu jalannya salat tarawih, juga sangat berbahaya. Tindakan tegas pasti kami lakukan terhadap pedagang yang secara sengaja menjual mercon”,tegasnya.

Himbauhan ini, lanjutnya, agar tidak menjual jenis petasan atau mercon yang meledak, karena mengingat letusan yang diakibatkan mercon sangat berbahaya dan bisa menyebabkan korbanya terluka.

“Polri telah mengingatkan terhadap produksi, penjualan, dan penggunaan petasan itu dilarang keras. Yang diperbolehkan adalah kembang api yang berukuran di bawah 2 inci”,tandasnya.

Iptu Suraji menambahkan, petasan atau mercon seberapa ukurannyapun memang dilarang. Kalau kembang api boleh, tapi di bawah 2 inch. Sedangkan penggunaan kembang api berukuran di atas 2 inci harus dengan izin khusus.

“Selain itu harus ada juru ledaknya dan harus bersertifikat, jadi tidak main-main”,jelasnya.

Lebih lanjut menurut Iptu Suraji, kembang api di atas 2 inci harus izin khusus, itupun misalnya ada perayaan tertentu, dan cara meledakkannya pun, sudah dengan sistem komputerisasi.(Ono/gin)

 

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.