Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Saat Menggelar OPS Yustisi,  Polsek Ngrayun Polres Ponorogo mengambil tindakan melakukan pembubarkan kegiatan masyarakat berupa elekton campursari yang diselenggarakan oleh  OL, 41 Thn, yang merupakan salah satu warga Dukuh Manggis Desa Selur, Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, Rabu (15/09).

Menurut Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso kepada Awak Media. Pembubaran tersebut dilakukan lantaran tidak ada pemberitahuan ke pihak kepolisian. “Dan kegiatan tersebut dinilai dapat menimbulkan kerumunan, dimana saat ini Kabupten Ponorogo masih menerapkan PPKM Level 3 di massa pandemi covid 19,”Ucap Kapolsek.

Lebih lanjut Joko Santoso menegaskan, tindakan tegas tersebut pihaknya mengacu pada Inpres No 6 tahun 2020  tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Intruksi Mentri Dalam Negeri no 42  th 2021 tentang PPKM Level 4, 3 dan 2

” Adapun Langkah  penindakan yang di ambil  petugas Polsek Ngrayun bersama  satgas Covid 19 Desa Selur Kecamatan Ngrayun  diantara membubarkan kegiatan elekton secara humanis, Yang bersangkutan  diminta membuat  surat pernyataan  untuk tidak melanjutkan kegiatan dan semua peralatan musik yang terpasang di minta untuk di lepas serta di turunkan dari panggung,” Tegas Joko Santoso

Kapolsek berharap, dengan adanya kejadian tersebut bisa untuk dijadikan pelajaran. “Sehingga kedepan tidak ada lagi warga yang nekat melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan,” tutup Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.