Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Pemerintah Kabupaten Ponorogo mendapatkan jatah rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ipong Muchlissoni usai melantik 56 Kepala Desa di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Kamis (14/09).

Menurut Bupati Ipong Muchlissoni, Kemenpan memberikan jatah rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) kepada pemkab Ponorogo pada tahun ini sebanyak 356 pegawai. “Kuota itu terdiri atas formasi bidang pendidikan atau guru, kesehatan, serta tenaga teknis,” terang Bupati Ipong Muchlissoni.

Hal tersebut masih diurus Sekda di Provinsi Jawa Timur terlebih proses rekrutmen pegawai itu masih terdapat kekeliruan, hasilnya belum ada laporan dari Sekda karena masih belum datang, sambung Bupati Ipong Muchlissoni.

“Kita lakukan koordinasi dengan provinsi terkait formasi, tempat tes dan anggaran yang akan kita gunakan, ” lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Kita berharap proses rekrutmen PNS yang dimulai prosesnya pada tanggal 19 September 2018 mendatang dapat berjalan dengan lancar, pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (yah/gin).

SURABAYA, Madiunraya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajukan formasi penerimaan aparatur sipil negara ke Badan Kepegawaian Nasional untuk rencana rekrutmen pegawai.

“Kami mengajukan formasi ASN ke BSN karena akan digelar rekrutmen pegawai yang dijadwalkan dibuka pada Juli 2018,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian Daerah Jatim Anom Surahno kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Rekrutmen ASN, kata dia, dilakukan untuk menutupi kekurangan pegawai yang berdinas di lingkungan Pemrov Jatim, bahkan sudah melaporkannya ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Sebelum ini, Pemprov Jatim melakukan moratorium rekrutmen ASN dalam waktu tiga tahun atau terakhir digelar penerimaan calon pegawai negeri sipil pada 2015.

Khusus tahun ini, lanjut dia, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Pemerintah Pusat terkait berapa orang yang akan disetujui untuk diterima.

“Berapa yang disetujui kami tidak tahu karena tergantung pusat. Tapi, yang jelas kami mengajukannya sesuai dengan jumlah ASN yang pensiun,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data BKD Jatim, pada kurun waktu tiga tahun ke depan, jumlah pegawai ASN di lingkungan pemprov Jatim berkurang 10.517 orang karena telah memasuki masa pensiun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.202 pegawai pensiun pada tahun 2018, kemudian 51.791 pegawai akan pensiun tahun 2019 dan 2020.

Khusus pada 2018, sebanyak 10.517 pegawai ASN pemprov Jatim yang pensiun, rinciannya adalah berasal dari 5.671 orang guru, 433 orang tenaga kesehatan, 4.413 orang tenaga administrator, eselon 3, eselon 4 beserta staf. (MR01/Ant)

Pacitan – Portal Madiun Raya

Surat Keputusan (SK) pensiun periode ke dua tahun 2018 diserahkan kepada 67 Pegawai Negeri Sipil yang memasuki masa purna tugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan di Ruang Pertemuan BKPPD, Kamis (03/05).

Menurut Sekretaris BKD Pacitan, Mahmud, M. Pd, setiap tahun rata rata PNS yang purna di Kabupaten Pacitan mencapai 400 orang. “Jumlah PNS purna terbanyak adalah dari Dinas Pendidikan, atau Guru, selanjutnya disusul dari Dinas Kesehatan”,ujarnya kepada Portal Madiun Raya.

Saat ini kita menyerahkan SK Pensiun tahap kedua ditahun 2018, tahap pertama sudah kita serahkan pada bulan Januari – April kemarin, sementara tahap terakhir bulan Oktober hingga Desember 2018, sambung Mahmud.

“Kita berharap para purna PNS tetap bisa berkarya di masyarakat dan kita ucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini”,lanjut Mahmud.

Mensikapi banyaknya tenaga yang pensiun terutama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Mahmud menjelaskan bahwa setiap dinas akan merekrut tenaga honorer untuk bekerja di lembaganya. “Dengan merekrut tenaga honorer, lembaga bisa tetap berjalan dengan mestinya”,pungkas Mahmud.

Sementara menurut Ketua bidang organisasi PWRI Pacitan, Murwono mengucapkan selamat kepada para purna PNS. “Selamat, Bapak dan Ibu telah diwisuda setelah sekian lama mengabdi sebagai abdi negara, dan kini tibalah saat untuk merdeka”,ujar Murwono.

Walaupun telah purna, saya berharap kepada Bapak dan Ibu untuk tetap berkarya untuk bangsa, negara dan masyarakat, sambung Murwono.

“Untuk itu saya berharap, setelah purna, Bapak dan Ibu bergabung di organisasi PWRI sebagai wadah dan kegiatan para purna PNS”,pungkas Murwono.

Sementara menurut salah seorang purna PNS, Susianto, S. Pd, dirinya merasa senang dapat purna setelah 30 tahun lebih mengabdikan dirinya sebagai guru di Kecamatan Tegalombo Pacitan. Saat ditanya rencananya pasca pensiun, Bapak 2 cucu ini dengan penuh semangat menjawab akan berdagang kambing. “Selain itu akan bertani dan beternak”,pungkas Bapak yang terakhir berdinas di SDN Kasihan II Kecamatan Tegalombo tersebut. (GiN)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.