Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Tuntas sudah Pilgub jawa Timur tahun 2018.
Melalui rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara tingkat kabupaten, pemulihan Gubernur dan Wakil Gubernur Selasa (4/7) di Jaas Permai, pasangan nomer 1 Khofifah – Emil menang telak atas rifalnya, pasangan nomer 2 Gus Ipul – Puti.

Suripto Ketua KPU Trenggalek saat di konfirmasi mengatakan, hari ini kita sudah selesai melakukan proses rekapitulasi, perhitungan suara tingkat kabupaten.

Dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Th 2018.

Proses rekapitulasi ini dimulai sejak pukul, 09.00 sampai dengan pukul 14.32 Wib.

Dengan hasil Paslon Nomer 1 memperoleh 266.008 suara, sedang-kan Paslon No 2 mendapat 120.118 suara.

Sehingga total suara sah di kabupaten Trenggalek sejumlah 386.126 suara.
Suara tidak Syah sebanyak 8.586 suara.

Total suara Syah dan tidak Syah sejumlah 394.715 suara.

Hal ini sama persis dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya, jelas Suripto.

Dari total jumlah suara sebanyak itu, jumlah DPT sebesar 576.560 suara.

Menanggapi banyaknya ketidak hadiran pemilih Suripto menyampaikan, dari sekian orang yang tidak menggunakan hak pilihnya itu, setelah DPT ditetapkan dari 576.560 suara, pasca ditetapkan pada bulan Maret yang lalu, masih ada orang yang meninggal.

“Karena DPT sudah di tetapkan, tidak mungkin akan dikurangi, itu menyebabkan kan pemilih tidak hadir,” terang nya.

Ditambahkan selain itu juga banyak masyarakat yang tidak bisa hadir karena alasan bepergian.

“Seperti menjadi TKI atau TKW diluar negeri. Sehingga tidak menggunakan hak pilihnya”,pungkas Suripto.(Ono/Gin)

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara tingkat kabupaten, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, di Aula Jaas Permai Selasa 4 juli 2018, sedikit ada protes dari Budi Santoso, Kepala Badan Saksi Pemilihan Nasional ( BSPN ) DPC PDI-P Trenggalek, atas kinerja KPU.

“Ini bukan persoalan kalah atau menang”,terangnya pada wartawan Portal Madiun Raya, tetapi masalah kinerja KPU, saya menilai masih belum memberikan rasa keadilan, katanya dengan nada kecewa.

Budi pun mulai menjelaskan bahwa form D 1 merupakan bentuk laporan atau berita acara tentang, sudah diterimanya form C 6 atau kartu undangan dari masyarakat yang dasarnya dari DPT.

Pertanyaan nya kata Budi, apakah Paslon berhak untuk menerima form D 1, sebelum coblosan.

Karena dasar mencoblos adalah KTP dan C 6.

Padahal lanjut Budi, dalam C 6 ada yang tidak tersampaikan, karena masyarakat ada yang meninggal, atau pergi.

Seharusnya form C 6 ini ditarik oleh KPU, biar tidak menimbulkan kecurigaan.

Tetapi prakteknya form ini masih ngendon di tingkat Desa, tidak disampaikan di kecamata
Seharusnya kata Budi, “Masing masing Paslon sebelum coblosan sudah harus menerima laporan form D 1, bukan hanya C 1 saja, yang kita terima”, ujarnya.

Untuk kebaikan kedepannya, sebaiknya form D 1 itu diberikan kepada Paslon.
Dengan demikian tingkat kehadiran pemilih bisa di ketahui oleh masing masing Paslon” pungkas Budi Santoso.

Sementara itu Nur Huda komisioner KPU Trenggalek saat di konfirmasi mengatakan bahwa posisi form D 1 maupun D 2 dari C 6 yang disampaikan itu, semua direkap di tingkat kecamatan.

“Dan perlu diketahui bahwa dalam pemilu Th 2019 nanti, di TPS tidak ada proses rekab, KPPS langsung merekab di tingkat Kecamatan”,ujarnya.

Pada saat ini saja, kata Nurhuda, C 6 itu ada rekabnya, yang berisi berapa jumlah TKI, yang meninggal berapa, tidak diberikan berapa, dan alasanya kenapa, jelasnya .

Lebih lanjut kata Huda sapaan akrabnya, kita tidak ada regulasi untuk memberikan data kepada Paslon, “Kita hanya memberikan kepada saksi yang berupa, berita acara C 6 di tingkat TPS, sedangkan di tingkat Kecamatan, kita berikan, berita acara DD A”, jelas Huda.(Ono/gin)

Surabaya – Portal Madiun Raya
Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak hampir pasti menang dalan pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 yang berlangsung hari ini, Rabu (27/06).

Hampir semua lembaga survey menempatkan mantan Menteri Sosial tersebut menang diatas 50 %. LSI misalnya menempatkan Paslon yang didukung Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, PAN, Hanura, tersebut mencatat angka 55,38 % untuk Khofifah Emil, sementara Gus Ipul – Puti 44,62%.

Lembaga survey Indikator juga menempatkan Khofifah – Emil menang di angka 53,9% sedangkan Gus Ipul – Puti meraih 46,1%.

Sedangkan Lembaga Survey Poltracking mencatat 55,74% untuk Khofifah – Emil dan 44,26% untuk Gus Ipul – Puti.

Saat kampanye, paslon nomor satu di Pilgub Jatim ini menyampaikan akan membangun Jawa Timur dengan 9 Nawa Bhakti Satya Bhakti.

1: Jatim Sejahtera, yaitu mengentaskan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial.
Caranya dengan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk penduduk miskin di 38 kabupaten/kota, 664 kecamatan, 5.674 desa, dan 2.827 kelurahan. Disabilitas, lansia terlantar, dan perempuan kepala keluarga rentan.

Kemudian mengurangi beban 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan subsidi provinsi anggaran ini akan meningkat mengikuti peningkatan pendapatan APBD provinsi.

Bhakti ke-2: Jatim Kerja. Yaitu Millineal Job Center dengan cara memberikan job training, pendidikan vokasi, membantu starting-up usaha, membantu promosi bagi usahawan muda, dan membantu pembiayaan usaha pada tahap awal usaha.

Program Dream Team Science Techno Park (STP) dengan sasaran 5-10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1, membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah. Kemudian Belanja Inovasi Daerah (Belanova), memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak muda melalui informasi super koridor di 5 Bakorwil

Bhakti ke-3: Jatim Cerdas dan Sehat. Yaitu pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas.

Program ini adalah Tis-Tas (Gratis dan Berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap. Kemudian tunjangan PKL, SMK jurusan prioritas (kelautan, teknologi pertanian, pariwisata).

Selanjutnya, Program Desa Sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan. Memperkuat RSU Provinsi di Madiun, dan memperkuat RS rujukan di Madura dan Tapal Kuda. Memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu.

Bhakti ke-4: Jatim Akses. Yaitu membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar seperti Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, Koridor Maritim Pantura Jawa-Madura, Koridor Maritim Selatan Jawa.

Membangun dermaga perintis pulau-pulau di Sumenep, penguatan layanan transportasi laut Pulau Bawean, dan pengembangan pesisir selatan. Selanjutnya melakukan percepatan dan pengembangan bandara perintis.

Bhakti ke-5: Jatim Berkah. Yaitu dengan memberi tunjangan kehormatan bagi imam masjid di kampung, pesisir, dan pulau terluar. Kemudian perluasan tunjangan kehormatan bagi hafidz-hafidzoh. Penguatan peran pondok pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah S2.

Juga membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan keperintisan. Mendorong kesalehan dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha dengan membangun karakter masyarakat yang berbasis nilai-nilai kesalehan sosial, budi pekerti luhur.

Bhakti ke-6: Jatim Agro. Yaitu memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan neayan. Menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian.

Selanjutnya menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan Gapoktan. Serta mengembangkan kawasan pertanian terpadu berskala nasional.

Bhakti ke-7: Jatim Berdaya. Yaitu memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. One Village One Product One Corporate and Agropolitan.

Kemudian Communal Branding untuk UMKM, supply and demand channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, dan menumbuh-kembangkan koperasi perempuan, petani, nelayan, dan perdagangan antar pulau.

Bhakti ke-8: Jatim Amanah. Yaitu menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan anti korupsi. Membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.

Dan yang terakhir, Bhakti ke-9: Jatim Harmoni. Khofofah-Emil siap menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebhinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM.

Di program ini, Khofifah-Emil akan membuka dialog antar budaya (seni, seniman, dan budayawan). Kemudian dialog intern dan antar umat beragama. (yah/gin).

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Jelang pemungutan suara Pilgub Jatim 2018, KPUD Trenggalek menggelar rapat koordinasi, Minggu (24/6/2018).

Bupati Trenggalek, Emil Dardak yang ikut menghadiri kegiatan tersebut mendorong cita-cita KPU yang menginginkan Pilgub Jatim berjalan bersih, lancar dan terhindar dari segala kecurangan.

Meski tercatat sebagai salah satu calon pada Pilgub Jatim kali ini, tak lantas membuat dirinya memanfaatkan jabatan. Justru demi menjaga proses demokrasi tidak terciderai, suami Arumi Bachsin tersebut, memerintahkan kepada seluruh ASN untuk bersikap netral.

Dituturkan oleh Bupati Emil, bahwa dirinya diundang KPU sebagai Bupati aktif Trenggalek. “Karena sejak tengah malam tadi saya sudah kembali bertugas dan kami ingin mewujudkan upaya KPU untuk mewujudkan Pilgub yang lancar, jujur, adil, umum, bersih dan tentunya berintegritas,” tuturnya.

Lebih lanjut ditambahkan oleh Emil Dardak yang juga masih menjabat sebagai co-President UCLG Aspac, dirinya menyadari tentunya sebagai salah satu calon, posisinya sangatlah rawan. “Makanya tadi saya menegaskan dan menitipkan kepada Forkopimda langsung untuk seluruh aparat yang ada di Pemkab Trenggalek bisa dikomando langsung beliau-beliaunya untuk menunjang kelancaran Pilkada ini,” imbuhnya.

“Tadi saya mengintruksikan kepada seluruh jajaran, kita di Trenggalek ini harus bisa mewujudkan Pilgub tanpa keberpihakan. Disisi lain mari kita hindari segala bentuk kecurangan dari pihak manapun itu,”ungkap Bupati Emil.(Ono/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
DPD PDI Perjuangan DIY menyerahkkan bantuan dana gotong royong untuk kemenangan Gus Ipul Puti sebesar Rp 120 juta.

Bantuan ini ditujukan untuk 3 Kabupaten di Jatim yakni DPC PDI Perjuangan Pacitan, Trenggalek dan Ponorogo.

Bantuan yang langsung diserahkan oleh ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto. Kehadiran rombongan sebanyak 100 orang dari DIY ke DPC PDIP Ponorogo Sabtu sore, (23/6) juga disertai oleh 5 DPC PDIP se DIY beserta Fraksi dan pimpinan partai.

Bambang Praswanto, saat menyerahkan bentuan dana gotong royong mengtakan, ada 72 orang anggota fraksi se DIY yang ikut hadir di Ponorogo demi kemenangan Gus Ipul Puti. Sebab kemenangan Gus Ipul-Puti, yang berarti kemenangan Jatim adalah kemenangan untuk Indonesia. “Kami ingin merasakan kemenangan itu. Dan kami yakin, walau kami tidak punya hak suara, tapi pasti menang,” ujar Bambang.

Tujuan kita adalah memperjuangkan ideologi, kemenangan kita adalah demi rakyat Indonesia ke depan, tegasnya.

Selain memberikan dana gotong royong, sebagai gongnya kampanye Gus Ipul- Puti sebelum hari tenang adalah sumbangan gelaran ketropak Mataram dari DIY yang mendatangkan bintang tamu mulai Didik Nini Thowok, Marwoto hingga Yati pesek, di lapangan Kecamatan Babadan pada Sabtu malam.

Hadir dalam penyerahan dana gotong royong itu Ketua DPC PDIP Trenggalek, Pacitan dan Ponorogo, dan mereka betekad untuk meraih kemenangan diwilayahnya masing masing demi Gus Ipul Puti. Menurut mereka kunci kemenangan adalah kerja kerja kerja.

Agus Widodo, Ketua DPC PDIP Ponorogo dalam menerima bantuan dana gotong royong itu menyatakan, akan kerja keras di detik-detik memenangkan Gus Ipul Puti, bahkan segala daya dan upaya akan dilakukan agar suara Gus Ipul-Puti di Ponorogo meraih kemenangan.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat, dan perlu kami laporkan bahwa pemilih di Ponorogo ini dalah pragmatis maka perlu kerja keras untuk meraih kemenangan itu,” ujar Agus. (yah/gin)

Reporter : Tatang Dahono

 

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Suhu politik di Trenggalek semakin menghangat, pernyataan Emil Dardak calon Wakil Gubernur pasangan Nomer 1 Kofifah Indar Parawansa, mendapat tanggapan serius dari Ketua DPC PDI-P Trenggalek Doding Rachmadi.

Doding menilai pernyataan Emil Dardak, yang menilai ada upaya menggiring opini terbalik yang mempunyai kesan dirinya sebagai penghianat masyarakat Trenggalek, ditanggapi Doding dingin dingin saja.

“Itu hak dia untuk menyampaikan demikian, namun perlu kita ketahui, bahwa Emil menjadi bupati Trenggalek itu belum sampai lima tahun, dan sekarang mencalonkan diri sebagai Cawagub Jatim, mendampingi Kofifah Indar Pawaransa. Itu sangat di sesalkan dan sayangkan oleh masyarakat”,jelas Doding.

Padahal selama menjabat bupati selama tiga tahun ini, belum kelihatan ada hasilnya, dan sekarang sudah mau meninggalkan Trenggalek, “itu yang disesalkan”, terang Doding.

Lebih lanjut Ketua DPC PDI-P yang ramah dengan awak media ini, menilai Emil juga memutar balikan logika. Gubernur itu wilayahnya Propinsi , dimana dalam mekanisme pemerintahan, salah satu program pembangunan melalui buttom -up, Musrenbang, selanjutnya digabungkan dengan visi misi dan skala prioritas, dan menjadi RPJMD, lima tahunan.

“Jika kita bicara masalah skala prioritas, itu wewenang propinsi. Jika Emil jadi Wakil Gubernur, apakah ada jaminan jika Trenggalek nanti mendapat Skala Prioritas pembangunan. Dan anggaranya akan digelontorkan dan dibawa ke kabupaten Trenggalek, itu tidak mungkin, karena daerah lain juga membutuhkan anggaran”, sambung Doding.

Perlu diketahui di Jawa Timur ini ada 38 kabupaten/ kota yang harus digelontor Anggaran, bukan hanya Trenggalek saja.
Karena itu kita harus tranparan, tidak usah janji janji, kita harus memberikan pendidikan politik yang benar pada masyarakat, paparnya.

“Karena seorang Wakil Gubernur domainya itu ada di Propinsi. Kalau skala prioritas nya dimadura ya, dibawa di Madura bukan di Trenggalek. Jangan setelah menjadi Wakil Gubernur terus uangnya dibawa ke Trenggalek, bisa membuat daerah lain menjadi iri, itu tidak boleh”,tegas Doding.

Doding pun menyarankan pada Emil, daripada bicara seperti itu lebih baik bicara visi misi Jawa Timur saja tentang, selingkar wilis, JLS, daripada bicara berandai andai mimpi di siang bolong, jika kalau saya jadi Gubernur akan lebih enak, Trenggalek akan di gelontor anggaran, tidak usahlah bicara seperti itu.

Dodingpun juga menyoroti masalah hutan kota, itu kan urusanya lebih spesifik ke bupati dan kementerian kehutanan.

“Bagaimana seorang bupati bisa berkomunikasi dengan kementerian kehutanan dengan baik, pariwisata bisa menjadi baik”, lanjutnya.

Bicara masalah Pesanggem kata Doding, orang orangnya kan semua dari Trenggalek jadi tidak ada masalah.

Menanggapi kinerja Emil Dardak selama kurang lebih tiga tahun Doding menilai, belum ada apa apanya, “Kita tidak bisa ngomong, karena dua tahun itu apa yang bisa dilakukan. Karena selama menjabat bupati, Satu tahun APBD nya masih milik mantan Bupati Mulyadi yang diteruskan Emil, pada tahun 2017 baru merancang. Namanya membuat RPJMD itu lima tahun bukan dua tahun indikatornya tidak bisa di ukur”, kata Doding.

Memang Emil pintar ngomong, tapi mana mungkin menjabat dua tahun sudah bisa merubah wajah Trenggalek, masyarakat harus cerdas, jangan mudah dibodohi. Pintar bicara belum tentu menjadi jaminan sukses membangun daerah.”Buktinya Trenggalek masih seperti yang dulu ” pungkas Doding (Ono/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.