Ponorogo – Madiunraya.com
Tim Buser Polres Ponorogo berhasil membekuk komplotan pencuri lintas Provinsi.

Karena melawan 3 dari 6 orang komplotan itu dihadiahi timah panas oleh Petugas.

Mereka adalah RE (53) warga Jakarta, N (41) warga Subang, AF (42) warga Karanganyar, K (50) warga Jakarta, J (36) warga Bekasi, IMI (38) warga Brebes.

Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo menjelaskan bahwa dari laporan terjadinya tindakan pencurian dan setelah melakukan berbagai penyelidikan akhirnya anggotanya bisa menangkap para tersangka. “Mereka ini satu tim yang merupakan komplotan pelaku pencurian dengan pemberatan lintas provinsi. 2 sebagai penadah dan 4 sebagai eksekutor, ” Jelas Kapolres, Sabtu (13/11/2021).

AKBP Catur Cahyono Wibowo juga mengungkapkan bahwa kerugian akibat tindakan nekat para tersangka mencapai ratusan juta rupiah. “Ada puluhan aki berbagai merk, juga berbagai genset, susu SGM beberapa karton dan lainnya. TKP kejadian ada di Sukorejo, Babadan dan Jetis. Selain itu, komplotan ini melakukan tindakan serupa diberbagai tempat di luar Ponorogo seperti di Sukoharjo, Semarang, Ungaran dan berbagai tempat yang lainnya,” Urai Kapolres.

Dari hasil melakukan tindakan pencurian, Kapolres menyebutkan mereka berhasil membeli sebuah mobil innova yang dijadikan alat untuk mengangkut hasil curian. “Mereka juga melakukan rental sebuah mobil Avanza yang rencananya akan melakukan aksi di Kediri sebelum akhirnya kami tangkap, ” Ujar Kapolres Ponorogo yang baru tersebut.

AKBP Catur Cahyono Wibowo juga menjelaskan bahwa mereka benar-benar nekat dalam melakukan aksinya. “Beroperasi dini hari dengan membawa berbagai perlengkapan seperti obeng, linggis, pemotong gembok, leter T dan dalam beroperasi mereka ada yang menunjukkan arah dan kondisi, ” Lanjut Kapolres.

Atas perbuatannya, Kapolres mengatakan bahwa keenam tersangka terancam 9 tahun penjara. “Mereka ini residivis yang sudah melakukan perbuatannya beberapa kali, ” Tambahnya.

Dengan adanya kejadian itu, AKBP Catur Cahyono Wibowo meminta masyarakat untuk berhati-hati. “Yang memiliki Toko dan tidak dijaga, ada baiknya memasang camera CCTV. Jika tidak lebih baik ada yang menunggu serta memanfaatkan PAM Swakarsa atau mengaktifkan kembali Pos Kamling. ” Pungkas Kapolres Ponorogo. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.