Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) asal Desa Kunti Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (17/06/2020) dini hari.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, PDP tersebut langsung dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edy Sucipta, kronologi meninggalnya PDP asal Desa Kunti Kecamatan Slahung itu diawali dari kepulangan yang bersangkutan dari Surabaya beberapa saat yang lalu.

“Jadi pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2020, Pasien PDP datang dari Surabaya dengan naik Truk sampai terminal Selo Aji, kemudian dari terminal Selo Aji naik sepeda motor nya sendiri pulang ke Desa Kunti. Kemudian pada hari Selasa tanggal 8 juni 2020 Pasien PDP mengalami badan tidak enak atau gregesan dan kemudian berobat ke Mantri Kesehatan setempat yaitu Mantri Joko di Dukuh Plebon Desa Carangrejo, ” Ucap Iptu Edy Sucipta.

Pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2020, setelah tiga hari Pasien PDP masih belum ada perubahan masih gregesan dan kemudian Pasien periksa Kesehatan ke Puskesmas Pinggirsari Ponorogo. “Pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020, Tiga Pilar ( Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Pemdes Kunti ) melaksanakan kunjungan kepada pasien dan menyarankan agar Pasien PDP agar Cek Up ke RSU. Selanjutnya, pada hari Sabtu pagi tanggal 13 Juni 2020 Pasien PDP dengan diantar Tiga Pilar dan Petugas Kesehatan dari Puskesmas Kunti membawa Pasien PDP ke RSUD Dr. Harjono Ponorogo, kemudian di lakukan Rapites dengan hasil reaktif dan hasil ronsen torax paru – paru mengarah indikasi kepada Covid – 19 dan kemudian pihak RSUD melakukan tindakan isolasi di RSUD, ” Urai Iptu Edy Sucipta.

Pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2020, kondisi Pasien PDP menurun dan kritis. “Dan pada hari Rabu tanggal 17 Mei 2020, sekira pukul 00.15 wib, Pasien PDP di nyatakan meninggal dunia. Dan sekira pukul 04.30 wib di laksanakan Prosesi pemakaman dengan protokol Kesehatan oleh team gabungan dari petugas Kesehatan dan Tiga Pilar ( Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Pemdes Kunti) di Dkh. Bayeman Desa Kunti Kec. Sampung.” Pungkas Kasubag Humas Polres Ponorogo. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Berita duka disampaikan oleh Bupati Ponorogo, Ahad malam (14/06/2020). Satu orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) asal Sooko Ponorogo dikabarkan meninggal dunia.

Melalui Broadcast WA, Bupati Ipong Muchlissoni menyampaikan kabar tersebut.

“Innalillahiwainnaillaihirojiun, warga Ponorogo yang saya cintai, hari ini terdapat berita duka yaitu ada 1 orang PDP meninggal. Yang bersangkutan adalah laki-laki, berusia 30 tahun, dan berasal dari Sooko, Ponorogo,” Ucap Bupati.

Bupati Ponorogo juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan selama ini bekerja di Surabaya,”Yang bersangkutan pulang pada tanggal 10 Juni dengan naik bus, dalam kondisi sakit. Pasien dijemput keluarga dan Satgas Desa di Ponorogo, dengan maksud untuk langsung diperiksakan kesehatannya dan bila perlu dirawat di RSUA. Akan tetapi sampai RSUA pasien tidak kooperatif, menolak diperiksa kesehatannya dan memaksa pulang ke Sooko,” Jelas Bupati Ipong Muchlissoni.

Karena kondisi di rumah tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri akhirnya diisolasi di fasilitas isolasi desa. “Keesokan harinya karena kondisi pasien sesak, Puskesmas terus memotivasi untuk dirujuk ke RS. Sempat minta pulang sebntar bertemu orang tuanya, baru akhirnya bersedia dirujuk dan dirawat di RS Darmayu. Sampai di RS Darmayu diperiksa rapid test hasilnya non reaktif, tapi hasil rontgent pneumoni bilateral, dari hasil lab didapatkan indikasi gagal ginjal. Pasien sudah diambil swab 2x pada tanggal 12 dan 13 juni, tapi sampai hari ini hasil belum keluar, dan akhirnya dikabarkan meninggal dunia,” Urai Bupati Ponorogo.

Dengan adanya kejadian ini, saya himbau kepada seluruh masyarakat Ponorogo terutama yang sedang sakit, untuk jujur dan kooperatif saat dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Dan untuk masyarakat Ponorogo yang saat ini tinggal di luar kota dan dalam keadaan sakit, sebaiknya tidak pulang dulu sampai benar-benar sembuh. Hal ini sangat penting untuk memutus rantai penularan COVID19,” Tandas Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati Ponorogo juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Ponorogo untuk tidak lupa agar protokol kesehatan harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan disiplin sebagai kebiasaan sehari-har, “Seluruh masyarakat harus sering cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, pakai masker dan jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, kurangi berkerumun, tingkatkan imunitas dengan olahraga teratur dan selalu bahagia, Berdoa dan dekatkan lah selalu kepada Allah SWT.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Seorang warga Surabaya yang berasal dari Desa Blembem Kecamatan Jambon Ponorogo dikabarkan meninggal dunia setelah dirawat selama 3 hari di RSU Aisyiyah.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Bupati Ponorogo melalui broadcast di WA Group “Salah satu PDP yang disebut seorang ibu 57 tahun dari Desa Blembem meninggal dunia, perlu saya klarifikasi bahwa yang bersangkutan satutusnya bukan warga Blembem, tapi warga Surabaya asli Desa Blembem,” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni, Ahad (10/05).

Lebih lanjut Bupati menjelaskan meskipun KTP nya masih KTP Ponorogo, Ibu itu tinggal di Surabaya. “Beliau bekerja atau jualan di Surabaya, disana kondisinya sakit beberapa hari, lalu oleh anaknya yang masih tinggal di Blembem di jemput, seharus nya dibawa ke rumah sakit di Surabaya, karena protokol nya jika sakit tidak boleh keluar daerah tersebut tanpa izin pemerintah setempat, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Setelah dibawa pulang, Bupati menjelaskan diperjalanan makin sakit. “Akhirnya langsung dibawa ke Aisyah Ponorogo dan tidak sempat dibawa pulang dan hari ini hari ketiga yang bersangkutan meninggal, rapid test nya reaktif, sementara test swab nya hasilnya belum keluar,” Jelas Bupati Ipong Muchlissoni.

Diakhir keterangannya, Bupati menyampaikan bahwa pemakaman yang bersangkutan sesuai protokol Covid 19. “Insya Allah almarhumah husnul khotimah….Amiiiiin.” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.