Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Suraji, mantan Kepala Desa Tegalombo diprediksi bakal menggantikan Almarhum Sabarudin Ahmad sebagai Legislator di DPRD Pacitan.

Sebelumnya, Mbah Sabar, panggilan akrab Sabarudin Ahmad meninggal dunia saat bertugas di Kecamatan Ngadirojo beberapa waktu yang lalu.

Kekosongan kursi dari PDIP tersebut akan diisi setelah gelaran Pilbup Pacitan selesai digelar, 09 Desember 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Suraji, saat ikut ngopi bareng Mas Ganjar di Kantor DPC PDIP Pacitan, Ahad Malam (22/11/2020).

“Insya Alloh mas, saya urutan kedua setelah Mbah Sabar,” Ucap Suraji.

Lebih lanjut, Suraji menyampaikan bahwa saat ini fokus partainya adalah memenangkan Mbois Pilbup Pacitan 2020.

“Setelah Pilkada Pergantian Antar Waktu (PAW) akan dilakukan, semoga kita semua diberikan kemudahan dan kelancaran.”Pungkas Suraji.

Seperti yang telah diketahui, Suraji juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Pacitan 2009-2014 dari PPP, dan di tahun 2019 yang lalu, Suraji kembali mencalonkan diri melalui PDIP di Dapil IV Pacitan yang meliputi Kecamatan Arjosari dan Kecamatan Tegalombo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan.

Redaktur : Agin Wijaya

PonorogoPortalnews MADIUN RAYA

Dengan menggandeng Kementerian Sosial, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Ina Ammania, menyaluran Bantuan Sosial kepada Kelompok Penerima Manfaat.

Kegiatan tersebut langsung diberikan oleh Ina Ammania di Ecco Kitchen Ponorogo, (28/12/2019).

Menurut Ina Ammania, Anggota DPR – RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim 7 (Ponorogo, Magetan, Ngawi, Trenggalek, Pacitan),
bantuan sosial kepada kelompok penerima manfaat dari kementrian sosial berupa sembako. ” Ini kami upayakan selaku anggota DPR RI Komisi 8 dari Fraksi PDI Perjuangan, dimana Kementrian Sosial adalah salah satu Mitra dari Komisi 8 DPR RI, ” Terang Ina kepada Portalnews Madiunraya.

Diharapkan, lanjut Ina, bantuan ini dapat bermanfaat untuk penerima. “Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada konstituen, semoga bermanfaat bagi para penerimanya,” Lanjut Ina Ammania.

Selain itu, Ina Ammania juga mengajak untuk membuat pemberdayaan perempuan khususnya agar dapat membantu meningkatkan perekonomian. “Pemberdayaan perempuan sangat membantu untuk meningkatkan perekonomian keluarga, ini harus kita dorong bersama, ” Ujar Ina.

Tidak hanya bantuan sosial saja yang disalurkan kepada masyarakat, Ina Ammania juga melakukan penghijauan dengan menanam 1.000 pohon Enau bekerja sama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) di Tapak Jaran Desa Caluk Kecamatan Slahung. “Kegiatan penghijauan ini adalah dalam rangka melakukan pencegahan kekeringan, kita lakukan dengan menanam 1.000 pohon enau. Pesan saya Jaga Alam sekarang, Alam Jaga Kita Nanti, pesan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian kita untuk anak cucu kita nantinya” Pungkas Ina Ammania. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Lisdyarita, politikus dan pengusaha sukses di Kabupaten Ponorogo mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Bupati Ponorogo dalam Penjaringan yang dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jum’at (13/09).

Diiringi Seni Reyog Ponorogo, Gajah-gajahan, serta Jaranan, Lisdyarita naik becak menuju kantor DPC PDIP Ponorogo, di Jalan Budi Utomo.

Puluhan orang yang beratribut PDIP juga terlihat mengikuti perjalanan Lisdyarita yang diarak menggunakan becak dari kediamannya di Siman Ponorogo.

Dalam sambutannya, Lisdyarita mengungkapkan bahwa dirinya berniat mencalonkan diri menjadi Bupati Ponorogo pada gelaran Pilkada 2020 mendatang. “Nyuwun do’a restu, semoga dalam proses penjaringan bisa terpilih menjadi calon Bupati atau Wakil Bupati Ponorogo,” ucapnya.

Lisdyarita yang kini menjadi salah satu pengurus PDIP bertekad akan taat dengan AD dan ART partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. “Sebagai kader PDIP saya akan membesarkan partai dan taat terhadap keputusan partai.” Pungkas Lisdyarita.

Sementara, Sekretaris DPC PDIP Ponorogo, Johan Bakhtiar mengaku bangga ada kader PDIP yang mendaftar menjadi bakal kontestan di Pilkada Ponorogo tahun 2020. “PDIP akan tetap mengawal demokrasi berjalan sesuai dengan jalurnya, termasuk dengan membuka penjaringan bakal calon Bupati yang kita agendakan kita tutup besuk, Sabtu (14/09).” Ucap Johan. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portal Madiun Raya
DPD PDI Perjuangan DIY menyerahkkan bantuan dana gotong royong untuk kemenangan Gus Ipul Puti sebesar Rp 120 juta.

Bantuan ini ditujukan untuk 3 Kabupaten di Jatim yakni DPC PDI Perjuangan Pacitan, Trenggalek dan Ponorogo.

Bantuan yang langsung diserahkan oleh ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto. Kehadiran rombongan sebanyak 100 orang dari DIY ke DPC PDIP Ponorogo Sabtu sore, (23/6) juga disertai oleh 5 DPC PDIP se DIY beserta Fraksi dan pimpinan partai.

Bambang Praswanto, saat menyerahkan bentuan dana gotong royong mengtakan, ada 72 orang anggota fraksi se DIY yang ikut hadir di Ponorogo demi kemenangan Gus Ipul Puti. Sebab kemenangan Gus Ipul-Puti, yang berarti kemenangan Jatim adalah kemenangan untuk Indonesia. “Kami ingin merasakan kemenangan itu. Dan kami yakin, walau kami tidak punya hak suara, tapi pasti menang,” ujar Bambang.

Tujuan kita adalah memperjuangkan ideologi, kemenangan kita adalah demi rakyat Indonesia ke depan, tegasnya.

Selain memberikan dana gotong royong, sebagai gongnya kampanye Gus Ipul- Puti sebelum hari tenang adalah sumbangan gelaran ketropak Mataram dari DIY yang mendatangkan bintang tamu mulai Didik Nini Thowok, Marwoto hingga Yati pesek, di lapangan Kecamatan Babadan pada Sabtu malam.

Hadir dalam penyerahan dana gotong royong itu Ketua DPC PDIP Trenggalek, Pacitan dan Ponorogo, dan mereka betekad untuk meraih kemenangan diwilayahnya masing masing demi Gus Ipul Puti. Menurut mereka kunci kemenangan adalah kerja kerja kerja.

Agus Widodo, Ketua DPC PDIP Ponorogo dalam menerima bantuan dana gotong royong itu menyatakan, akan kerja keras di detik-detik memenangkan Gus Ipul Puti, bahkan segala daya dan upaya akan dilakukan agar suara Gus Ipul-Puti di Ponorogo meraih kemenangan.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat, dan perlu kami laporkan bahwa pemilih di Ponorogo ini dalah pragmatis maka perlu kerja keras untuk meraih kemenangan itu,” ujar Agus. (yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyerahkan bantuan pupuk organik cair (POC) kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo, Jum’at (8/6).

POC yang merupa nutris makanan bagi berbagai jenis tanaman itu, diserahkan langsung oleh ketua DPC PDI P Gunung Kidul, Endah Subekti Kuntariningsih, di kantor DPC PDI P Ponorogo.

Penyerahan bantuan POC sebanyak 37 box yang terdiri dari 5550 bungkus pupuk itu disaksikan langsung oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bambang Juwono dan Eko Suwanto, anggota DPRD Daerah Istimewa Yogjakarta.

Endah Subekti, yang didampingi oleh para pengurus DPC PDIP Gunung Kidul menyatakan, bantuana itu merupakan hasil gotong royong dari DPC PDIP Gunung Kidul. “Diharapkan bantuan itu bermanfaat bagi para petani atau masyarakat Ponorogo khususnya warga besar PDI Perjuangan”,ujar Endah Subekti.

Pupuk ini merupakan nutris makanan bagi tumbuhan apa saja baik agro, buah-buahanan, sayuran atau jenis tanaman lain. Tapi jangan mengabaikan pupuk kandang. Saya sudah mencoba di demplot dan hasilnya luar baisa, dengan pemakaian yang praktis karena berbentuk pasta, hanya mencampur 1 bungkus 50 gram, dengan 20 liter air setiap bungkusnya lalu disemprotkan ke daun tanaman, jelas perempuan berambut panjang itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Agus Widodo menyampaikan terima kasih atas bantuan itu, dan langsung mendistribuskan kepada 21 PAC se Kabupaten Ponorogo untuk diteruskan ke ranting-ranting.

“Bantuan ini mudah-mudahan bermanfaat, karena sebagian besar warga PDI P Ponorogo adalah petani. Dan hari ini juga langsung kami distribusikan, sebagai alat perjuangan, gotong royong”, kata Agus Widodo.(yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Mengunjungi simpatisan atau reses, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Bambang Juwono, SH, M Hum di Kabupaten Ponorogo menyampaikan bahaya radikalisme atau terorisme terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bambang Juwono yang lahir di Kecamatan Balong Ponorogo tersebut menegaskan bahwa ideologi radikalisme tidak cocok hidup di Indonesia. “Sebenarnya jumlah mereka itu tidaklah banyak, namun yang membuat mereka terlihat besar adalah mereka berani mati saja”,jelas Bambang.

Ideologi Radikalisme yang dianut oleh mereka tidaklah pas karena kita hidup dalam keadaan yang aman, kecuali kita masih dalam penjajahan apalagi yang dibunuh adalah sesama anak bangsa dan saya yakin sebenarnya mereka tidaklah beragama, karena semua agama melarang kekerasan, sambungnya.

“Untuk itu, dalam kegiatan reses kali ini saya menyampaikan bahwa ideologi mereka harus di lawan dengan kembali ke Pancasila yang merupakan hasil perenungan yang mendalam dari founding father bangsa ini”,lanjut Bambang.

Pancasila yang terdiri dari 5 sila apabila ditarik menjadi tri sila dan menjadi eka sila yaitu Gotong Royong, nilai ini yang terkesan hilang dalam budaya bangsa kita dan sudah kewajiban kita untuk kembali kepada nilai luhur tersebut, pungkas Bambang Juwono.

Bambang Juwono yang mengunjungi Kecamatan Jetis, Badegan dan Jenangan tersebut juga akan berkeliling di wilayah Dapil VII Jatim dengan menyampaikan hal yang sama. (Yah/Gin)

Jakarta – Portal Madiun Raya
Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Muh Prananda Prabowo meminta kader PDIP tidak reaksioner.

Pernyataan Prananda tersebut disampaikannya melalui akun twitternya @pranandaprabowo sekaligus memposting surat terbuka yang dikeluarkan Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP.

Dalam surat terbuka yang ditandatangani tanggal 2 Juni 2018 tersebut juga memperlihatkan tanggapan Megawati Sukarno Putri terhadap tulisan di media yang mengkritik posisi dan gajinya di BPIP. “Tenang saja”,ucap Megawati yang disebutkan dalan surat tersebut.

Di akunnya,Prananda meminta kader PDIP tidak reaksioner. Dia juga meminta kepada kader untuk mendukung media sebagai pilar demokrasi Pancasila.

Selain itu, Prananda juga menyampaikan ajakan kepada para kader untuk kembali memegang teguh kepada ajaran Bung Karno, 1 Juni 1945.

Seperti diberitakan beberapa waktu yang lalu, kader PDIP menyerbu dan melakukan pengrusakan di kantor Radar Bogor akibat pemberitaan yang menjadi headline di media cetak tersebut.

Radar Bogor menyoroti jabatan Megawati Soekarnoputri yang menjadi ketua BPIP dan mendapat imbalan Rp 112 juta setiap bulan. “Ongkang kaki dapat 112 juta”,judul berita tersebut dan memantik reaksi keras di kantor media tersebut. (Twi/Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.