Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Bupati Ponorogo, Drs H Ipong Muchlissoni mengumpulkan 7 orang yang merupakan perwakilan 44 pedagang Pasar Legi di Pringgitan, Kamis (04/02/2021).

Menurut Bupati, pihaknya sengaja melakukan pertemuan itu karena di pertemuan sebelumnya tidak mencapai kesepakatan.

“Awalnya mereka meminta 25 Kios, namun belakangan mereka meminta semua kios yaitu 34 kios, padahal Pemerintah Kabupaten Ponorogo membutuhkan setidaknya 13 lapak untuk fasilitas umum, ” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

13 kios yang dimaksud adalah untuk pengelola, pos keamanan, perbankan dan UMKM. “Sisanya boleh dipergunakan untuk pedagang asalkan menjual komoditas seperti obat, sepeda, salon, potong rambut, toko emas dan lainnya, ” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Lebih lanjut Bupati meminta perbedaan keinginan antara pedagang dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo bisa mencapai titik temu yang baik. “Yang jelas, Pasar Legi bukan milik pedagang, bukan milik saya, atau milik siapapun, tetapi pasar tersebut adalah milik negara yang ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah fasilitas umum seperti yang saya sebutkan tadi. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Usai menyampaikan aspirasi, para pedagang menggelar pertemuan untuk membahas hasil mediasi dengan Bupati Ponorogo.

Seperti diketahui, Pasar Legi akan diresmikan pada 09 Februari 2021 yang akan datang oleh Bupati Ponorogo dan dihadiri oleh Dirjen Kimpraswil Kementerian PUPR, Iwan Suprayitno. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pasar Legi Ponorogo telah rampung dibangun dan direncanakan tanggal 09 Februari 2021 mendatang bakal diresmikan.

Dengan diresmikan maka pasar yang dulu bernama Pasar Songgolangit itu akan kembali beroperasi dan menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya.

Beragam tanggapan masyarakat Ponorogo dengan penampakkan luar Pasar Legi yang telah dibangun dengan anggaran ratusan miliar itu.

Seperti kata Jemari, warga Desa Madusari Kecamatan Siman Ponorogo yang tidak mengira bangunan Pasar Legi bakal semegah saat ini. “Pikiran saya waktu dibangun setelah terbakar akan dibangun seperti saat awal sebelum pasarnya terbakar mas, tapi pas jadi kok megah dan mewah sekali,” Ucapnya, Kamis (04/02/2021).

Seharusnya, menurut Jemari, pasar tak perlu mewah-mewah. “Pasar itu kan tempat barang yang kotor, seperti sayuran, ikan, empon-empon. Lha ini nanti apa penjaganya boleh kotor kalau pasarnya semegah ini,” Tanya Jemari.

Namun demikian, Jemari mengaku bangga bahwa Ponorogo bakal punya pasar yang megah dan mewah. “Wah, saya turut bangga sekali mas, Ponorogo memiliki Pasar Legi yang megah dan mewah, bahkan kata teman saya, Pasar Besar Madiun saja kalah megah dengan Pasar Legi Ponorogo ini. Joss.!.” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pemasangan atap paling atas atau rooftop, yang dalam bahasa Jawa disebut “Munggah Molo” di Pasar Legi Ponorogo dilakukan pada hari ini, Rabu (05/08/2020).

Secara simbolis, Bupati Ponorogo didampingi Komisi V DPR RI, Hj. Sri Wahyuni melakukan pemasangan kuda kuda atap Pasar Legi atau Munggah Molo itu.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Ponorogo, Anggota Komisi V DPR RI, Hj. Sri Wahyuni, Forkopimka, Ketua DPRD, pimpinan OPD serta jajarannya.

Bupati Ipong Muchlissoni menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Legi tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah bersama pemeritah pusat kepada masyarakat Ponorogo. “Pasar Legi adalah kebanggan masyarakat Ponorogo, setelah sempat mangkrak karena kebakaran yang melanda beberapa tahun silam, pasar ini dibangun dengan APBN dengan nilai 154 miliar dan akan menjadi ikon serta pusat perputaran ekonomi di Ponorogo, ” Terang Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati juga menyebutkan bahwa proses pembangunan pasar legi itu tidak lepas dari peran anggota Komisi V DPR RI Hj. Sri Wahyuni yang mengajukan usulan ke Presiden dan di Kementrian Perdagangan serta Kementrian PUPR. “Ahamdulillah pemerintah pusat mengalokasikan anggaran melalui APBN senilai Rp 180 M dan dari APBD sekitar 4% senilai 10 M yang nantinya untuk jenset dan Cold Storage, sehingga para pedagang yang perlu ruangan pendingin agar bisa memanfaatkannya,” Lanjutnya.

Bupati Ponorogo menyampaikan bahwa saat ini pembangunan pasar legi hampir selesai, “Nantinya bisa menampung baik pedagang pasar legi, pasar lanang, pasar stasiun bisa ikut berjualan di pasar sini, daya tampungnya lebih besar dibanding yang lalu yaitu sebanyak 4000 pedagang,” ujar Bupati Ponorogo.

Pasar legi mengusung konsep ramah lingkungan. “Selain itu, bangunan Pasar Legi ini sangat luas sekali, ada masjid yang bisa menampung 500 jemaah juga ada tempat untuk nongkrong serta tersedia juga lift, Insya Allah pada akhir tahun ini pembangunan Pasar Legi dijadwalkan sudah rampung. Mudah mudahan pada tahun 2021 bisa beroperasi. ” Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni.

Anggota DPR RI Komisi V yang juga hadir dalam kegiatan itu mengaku cukup senang dengan progres pembangunan pasar tersebut.

Hj.Sri Wahyuni menjelaskan bahwa pembangunan pasar legi yang telah berjalan selama hampir 5 bulanan ini pengerjaanya berjalan lancar dan cepat. “Alhamdulillah sangat puas serta tidak ada kendala meskipun pembangunan ditengah pandemi covid-19.Dan Insyallah pengerjaan pembangunan pasar legi dijadwalkan akan rampung pada akhir Desember tahun ini,” ucapnya.

Sri Wahyuni berharap kepada para pedagang dapat melakukan aktivitas berdagang dengan baik dan nyaman. “Pasar Legi selain luas juga modern dan mampu menampung banyak pedagang. “Pungkasnya. (Yah).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

PEMBANGUNAN kembali gedung baru Pasar Legi Ponorogo resmi dimulai, Senin (24/2/2020). Hal itu ditandai dengan pelaksanaan pemancangan tiang pertama bangunan oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Kegiatan diawali dengan serangkaian acara meliputi doa bersama, khataman Quran, tahlilan dan pemotongan tumpeng sebagai tanda rasa syukur dimulainya pembangunan. Bupati Ipong menyatakan, kegiatan doa bersama dan tumpengan diiringi harapan agar proses pembangunan kembali gedung Pasar Legi Ponorogo yang terbakar 2017 lalu tersebut lancar.

Pada pemancangan tiang pertama gedung baru Pasar Legi tersebut hari Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur-Kementerian PUPR, Direktur Adhi Persada Group, Ketua DPRD Ponorogo bersama sejumlah anggota dewan, pimpinan OPD, dan pimpinan lembaga vertikal, para alim ulama, sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan para pedagang.

Ketua DPRD Ponorogo saat berdo’a dalam pemancangan tiang pertama pembangunan Pasar Legi.

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, S.Pd mengapresiasi atas kegiatan tersebut. “Pasar Legi menjadi sentra bagi kegiatan perekonomian di Kabupaten Ponorogo, keberadaanya sangat penting agar perdagangan masyarakat di Ponorogo dapat berjalan lancar ditempat yang sangat representatif,” Terang Sunarto.

Lebih lanjut Sunarto menjelaskan bahwa selamatan yang dilakukan adalah bentuk rasa syukur karena secara resmi akan memulai pembangunan gedung Pasar Legi yang sudah kita nanti-nanti “Harapannya, pembangunan berjalan lancar seesuai jadwal di akhir tahun 2020 ini,” ungkapnya.

Sunarto berharap, jika sudah jadi, Pasar Legi dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Ponorogo. “Pasar Legi menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli terbesar di Karesidenan Madiun, ribuan pedagang dan pembeli diharapkan akan meningkatkan perekonomian di Ponorogo.”Pungkas Sunarto.

Bupati Ipong menyatakan, proses menuju pembangunan gedung pengganti pasar yang terbakar tersebut memang berliku. Mulai dari keterbatasan anggaran daerah sampai upayanya melakukan lobi kepada Presiden RI Joko Widodo. Ia bersikeras Pasar Legi harus dibangun oeh negara. Pembangunan oleh pihak swasta atau atau investor dikhawatirkan akan membuat sewa stan mahal dan membuat para pedagang tidak bisa kembali berjualan di Pasar Legi.

“Ternyata akhirnya pembangunan Pasar Legi masuk di dalam daftar pasar yang akan dibangun pemerintah pusat. Kalau swasta, tentu sewa stannya akan sangat tinggi,” ujarnya.

Namun ternyata persoalan belum selesai. Ternyata terjadi perubahan kebijakan di tingkat pusat. Kementerian teknis tidak lagi diberi wewenang untuk melakukan pembangunan. Kewenangan membangun hanya ada pada Kementerian PUPR.

Anggota DPRD Ponorogo yang juga hadir dalam pemancangan tiang pembangunan Pasar Legi.

“Jadi pembangunan ini tidak tertunda atau ditunda-tunda. Memang dari pemerintah pusat belum memutuskan. Tapi hari ini, kita sudah bisa mulai membangun Pasar Legi,” tuturnya sambil menerangkan bahwa telah diputuskan nama pasar tersebut adalah Pasar Legi Ponorogo dan bukan Pasar Legi Songgolangit.

Dikatakan Bupat Ipong, sesuai perencanaan, pembangunan Pasar Legi mampu menampun 4 ribu smapai 6 ribu pedagang. Seusai urutan, prioritas pedagang yang akan menempati gedung baru Pasar Legi adalaj pedagang lama Pasar Legi, pedagang Pasar eks-Pengadilan, pedagang eks-Pasar Lanang, Pedagang eks-Stasiun, dan pedagang pendatang baru.

Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jawa Timur-Kementerian PUPR Darjat Wijunarso memastikan pembangunan pasar dapat selesai sesuai target akhir 2020 dengan sejumlah langkah percepatan. Luas bangunan totalnya adalah 32.175 meter persegi untuk empat lantai dengan tiga lantai parkir.

“Kalau kondisi lapangan mengharuskian kita bekerja 24 jam ya kita lakukan namun dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan lingkungan. Kami optimis dengan sejumlah langkah percepatan, diantaranya kita segera selesaikan tiang pancangnya, ada 1300 lebih tiang pancang.Bulan Mei 2020 lantai satu sudah naik semua,” kata Darjat. Di lantai paling atas akan ada masjid megah dengan kapasitas 500 orang jamaah. (Adv/Yah/Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.