Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Kabar duka datang dari DPRD Kabupaten Pacitan setelah Tejo Kusmoro, Ketua Komisi II di Lembaga Legislatif di daerah yang berjuluk 1001 Gua itu meninggal dunia Selasa Malam (20/07/2021).

Berita duka itu disampaikan oleh Ketua DPRD Pacitan, Ronny Wahyono di WA Grup Pacitanku. “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, Saya atas nama pribadi dan lembaga turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara kita, sahabat kita, teman kita, Ketua Komisi II DPRD Kab. Pacitan Bapak Tejo Kusmoro 😢😢😢, ” Ucap Ronny Wahyono.

Ketua DPRD Pacitan itu berharap sejawatnya itu meninggal dunia dengan Husnul Khotimah. “Semoga beliau meninggal dalam keadaan husnul khotimah, diampuni segala dosanya, diterima semua amal ibadahnya, dan ditempatkan di surgaNYA, serta bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan…
Aamiiin Aamiiin Yaa Rabbal’alamiiin 🤲, ” Ujar Ronny Wahyono.

Sebelumnya diketahui, Tejo Kusmoro dirawat di RSUD Dr Darsono.

Politisi Partai Golkar tersebut dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat termasuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka sebelum PPKM Darurat diberlakukan. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Meninggalnya Politisi Partai Golkar yang juga anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gatot Sudjito membuat sejumlah pihak berduka.

Salah satunya adalah Fungsionaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufti yang juga merasa kehilangan dengan salah satu seniornya itu di Partai Golkar.

Menurut Ali, kabar yang diterimanya Senin Pagi, Politisi Partai Golkar itu meninggal dunia setelah dirawat di rumah saki.

Sebagai bentuk rasa hormatnya, Ali Mufti dan keluarga menggelar Sholat Ghoib untuk mendo’akan arwah beliau, karena menurut Ali Mufti beliau adalah sosok yang memiliki peran besar dalam memajukan Partai Golkar terutama di Dapil VII Jawa Timur yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi.

“Ada pengalaman yang tidak pernah saya lupakan. Saat tahun 2004, saya sowan ke beliau sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur di Surabaya untuk memohon restu maju Caleg di Ponorogo. Pulangnya, saya diberikan uang saku Rp 150.000,-. Saat itu, uang sebesar itu sudah cukup besar, itu saya pergunakan untuk naik bus dan lainnya,” Terang Ali Mufti.

Ali juga menyampaikan bahwa sosok Gatot adalah politisi yang baik, dermawan dan memiliki hubungan yang baik dengan semua pihak. “Insya Alloh beliau Husnul Khotimah. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.”Pungkasnya.

Gatot Sudjito, diketahui meninggal dunia pada Senin (18/Januari/2021) pukul 03.00 WIB, setelah sekian waktu menjalani pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Jawa Timur. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Jakarta – Portalnews Madiunraya.com
Mantan Menteri Sosial yang juga mantan Sekjend Partai Golkar, Idrus Marham akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jum’at (31/08).

Idrus yang sudah ditetapkan tersangka kasus suap PLTU Riau tersebut mendatangi lembaga anti rasuah pada pukul 13.30 wib dan keluar dari gedung KPK pukul 18.30 wib dengan sudah mengenakan rompi oranye sebagai tanda menjadi tahanan KPK.

Dalam wawancaranya, Idrus Marham mengatakan bahwa dirinya menghormati proses hukum yang berlaku. “Kita hormati proses hukum dan akan kita ikuti proses yang harus dilalui, ” terang Idrus.

Idrus Marham mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial dan sekaligus sebagai kader Partai Golkar. Hal tersebut dianggap Idrus sebagai bentuk penghormatan kepada proses hukum yang berlaku. “Saya akan fokus dengan proses hukum ini. ” pungkas Idrus.

Rencananya, Idrus Marham akan ditahan di Rutan KPK di Jakarta Timur. (yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.