Pacitan – Madiunraya.com

Pergantian Antar Waktu (PAW) diperkirakan akan terjadi di Fraksi Demokrat yang duduk di DPRD Jawa Timur.

Itu terjadi setelah Hj Sri Subiati, SE meninggal dunia akibat Covid 19 beberapa waktu yang lalu.

“Yang seharusnya menggantikan Bu Sri Subiati adalah Pak Giri mas. Perolehan total suara beliau sebanyak 29 ribu lebih yang menjadikannya nomor urut tiga setelah Bu Sri dan Saya,”Ungkap Eko Prasetyo Wahyudiarto, Kamis (12/11), anggota DPRD Jatim.

Namun karena Pak Giri sudah menjadi Bupati, Eko melanjutkan bahwa pengganti Hj Sri Subiati adalah Caleg yang perolehan suaranya nomor urut 4 atau dibawah Sugiri Sancoko.

“Kebetulan juga nomor urut 4 mas, yaitu Bu Ratnadi Ismaon SH. Meskipun beliau dari Kabupaten Sidoarjo namun beliau menempati posisi ke empat dalam perolehan suara setelah Pak Giri,”tambah Eko.

Saat ini proses PAW tersebut menurut Eko masih dalam proses dari DPD Partai Demokrat Jawa Timur ke KPU Jatim. “Kami berharap proses segera dilakukan agar kekosongan di Fraksi Demokrat bisa segera terisi,” kata Eko.

Partai Demokrat tambah Eko, akan selalu berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi konstituennya. “Berkoalisi dengan rakyat, itu yang akan terus kami lakukan.”Pungkas Putra Bupati Pacitan 2010-2020, Indartato.

Sementara menurut salah satu warga Pacitan, Sudar, dirinya mengomentari keberuntungan yang diraih oleh Sugiri Sancoko secara personal. “Beliau menjadi Bupati di Ponorogo, namun juga berhak menjadi Anggota DPRD Jawa Timur melalui proses Pergantian Antar Waktu. Memang kalau sudah nasib tidak ada yang bisa menolak mas, nasib Pak Giri memang beruntung. Namun yang perlu juga diketahui adalah prosesnya yang luar biasa. Selain merakyat beliau juga total saat bekerja politik,” Ucap pendukung Sugiri Sancoko dalam Pemilu 2019 yang lalu itu. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Magetan – Portalnews Madiun Raya

Berita duka datang dari keluarga besar DPC Partai Demokrat Kabupaten Magetan.

H. Hartoto, S.Sos, Ketua DPC Partai Demokrat Magetan yang juga merupakan ayahanda dari pembalap internasional Mario Suryo Aji, pada hari Senin, 30 Agustus 2021 pukul 10.00 WIB dikabarkan meninggal dunia usai bersepeda.

Kabar tersebut salah satunya disampaikan oleh Prokopim Magetan dengan mengunggah foto almarhum dengan caption ungkapan duka cita.

Hartoto merupakan mantan pembalap moto cross saat usia muda sebelum dirinya bergelut dalam dunia politik dengan menakhodai Partai Demokrat.

Ucapan bela sungkawa juga disampaikan oleh DPC Partai Demokrat Ponorogo.

Melalui akun facebook nya, DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo menyampaikan kabar duka sekaligus do’a agar Almarhum meninggal dengan Husnul Khotimah. “Innalillahi wainna illahi rojiun. Selamat jalan saudaraku, selamat jalan Bapak H. HARTOTO, S.Sos. DPC Partai Demokrat Ponorogo, Mas Ibas dan Griya Aspirasi EBY Ponorogo ikut bela sungkawa atas meninggalnya Bapak H.HARTOTO, S.Sos (Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Magetan) semoga diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya dan ditempatkan yang terbaik di sisi Alloh SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan dan keiklasan dalam menerima takdir Alloh SWT. Aamiin YRA,” ucapnya disertai Foto-foto pemberangkatan jenazah ke peristirahatan yang terakhir. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Tidak rela partainya dipermainkan, kader Partai Demokrat di Kabupaten Pacitan siap berjuang all out mendukung kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu disampaikan oleh Ronny Wahyono, Sekretaris DPC Partai Demokrat saat dimintai pandangannya dengan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang beberapa waktu yang lalu.

Menurut Ronny, segenap kader Partai Demokrat di Kabupaten Pacitan bakal loyal dan akan melaksanakan intruksi dari Ketua Umum partainya. “Kami menunggu intruksi dari Ketua Umum, hari ini 34 pimpinan DPD yang bergerak di Kemenkumham, jika diperlukan kami siap ke Jakarta,”Tegas Ronny Wahyono.

Hal itu dilakukan, jelas Ronny, karena kader Partai Demokrat tidak rela partainya dipermainkan. “Kami tidak rela kalau partai kami dipermainkan. Namun saya tetap meminta masyarakat Pacitan terutama kader Partai Demokrat untuk tetap tenang, santun dan siap manakala ada intruksi dari Ketua Umum, Bapak AHY,”lanjut Ronny.

Ronny berharap, hukum di Indonesia tegas dan tidak tebang pilih. “Jelas, KLB di Deli Serdang itu illegal dan inkonstitusional karena tidak sesuai dengan AD dan ART dalam penyelenggaraan konggres, yaitu berdasarkan permintaan 2/3 DPD atau 50% permohonan DPC serta mendapatkan ijin dari Majelis Tinggi Partai Demokrat,”Terang Ronny Wahyono.

Ronny juga berdo’a agar SBY, AHY dan EBY serta pengurus DPP Partai Demokrat tetap diberikan kesehatan dan keselamatan. “Sehingga dengan ujian yang diberikan, Partai Demokrat dapat lulus dan menjadi partai yang dicintai oleh rakyat, Insya Alloh, dengan upaya yang kita lakukan, Pemilu 2024, Partai Demokrat akan meningkat suaranya baik di DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi maupun DPR RI, Amiin.”Pungkas Ronny Wahyono. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Satu lagi, Pengurus DPC Partai Demokrat menyatakan mendukung Yudi Sumbogo dan Isyah Ansori atau MBOIS menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pacitan 2021-2024.

Adalah In Winarno, salah satu pengurus partai berlambang mercy di tataran Kabupaten Pacitan yang kini berada di barisan Mbois dan berbeda dengan keputusan partai dalam menghadapi Pilbup Pacitan 2020.

Menurutnya, walaupun Partai Demokrat mengusung keponakan SBY, dirinya merasa lebih baik mendukung pasangan Yudi Sumbogo. “Kalau saya lebih kepada mencari pemimpin yang tepat, dan saya melihat Yudi Sumbogo dan Isyah Ansori lebih berpengalaman dan lebih visioner dalam membangun Pacitan di masa yang akan datang,” terangnya kepada awak media, Sabtu (03/10/2020).

Lebih lanjut In Winarno siap menerima sanksi yang diberikan oleh Partai Demokrat dengan keputusan yang diambilnya itu. “Saya siap menerima konsekuensi apapun dari partai dengan apa yang saya lakukan, ini semata soal hati, karena pilihan itu tidak bisa dipaksakan,” lanjutnya.

In Winarno juga mengatakan bahwa saat ini dia fokus mengkampanyekan Mbois kepada seluruh lapisan masyarakat. “Selama menjabat Wabup mendampingi Pak In, kinerja Wabup Yudi Sumbogo cukup luar biasa, beliau mengetahui persoalan yang ada. Jadi tinggal meneruskan apa yang sudah diperbuat Pak Indarto dan membuat terobosan lebih bagus lagi agar Pacitan lebih baik dimasa yang akan datang.” Pungkas In Winarno menutup perbincangan. (red).

Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Rekomendasi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang telah diputuskan kepada Indrata Nur Bayu Aji yang berpasangan dengan Gagarin menuai berbagai reaksi.

Seperti yang dilakukan oleh Masruri Abdul Ghoni, Divisi Pendidikan DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan akhirnya mengambil sikap sendiri dari keputusan partai dan berlabuh kepada Yudi Sumbogo – Isyah Ansori (Mbois).

Saat ditanya, Masruri menjawab bahwa keputusan yang diambilnya itu bukan karena sakit hati atau kecewa, namun dirinya bersikap demi keberlangsungan kepemimpinan di Pacitan yang lebih baik dan matang. “Apa yang kami dilakukan itu tidak menyalahi konstitusi. Karena ini Pilkada bukan pilihan legislatif. Siapapun kader dari manapun apapun latar belakangnya punya hak untuk menentukan pilihan sesuai dengan Nurani masing-masing. Inilah yang disebut sebagai berdemokrasi secara dewasa, tidak ada hegemoni atau tekanan dari pihak manapun. Partai Demokrat memiliki slogan berjuang untuk rakyat, bersih, cerdas dan santun. Namun, setelah muncul rekom Cabup, itu bagi saya tidak merepresentasikan hal itu. Banyak calon yang lebih cerdas, bersih dan santun namun tidak diberikan kesempatan, hanya berdasarkan survey yang dijadikan pedoman, apalagi ini mengambil kader partai lain sebagai wakilnya, padahal secara kekuatan, Partai Demokrat bisa mengusung sendiri,” terang Masruri.

Untuk itu, jika dirinya akan di pecat dengan keputusan yang diambil Masruri menyatakan akan siap. “Tetapi saya tetap positif terhadap Pak SBY yang merupakan Tokoh Besar bangsa dari Pacitan dan mampu mengangkat Pacitan. Saya masih menghormati beliau, namun sikap saya untuk Pacitan kedepan saya membela Mbois yang lebih berpengalaman, memiliki jaringan luas dan visioner memajukan Pacitan,” ucap Masruri.

Lebih jauh keputusan yang diambil salah satu pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan itu diambil dengan pertimbangan yang matang.”Saya mengambil sikap untuk memilih pemimpin Pacitan yang lebih kapable sesuai dengan arahan tokoh-tokoh senior dan tokoh sepuh di Kabupaten Pacitan.” Pungkas Masruri Abdul Ghoni. (Red)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo bergerak cepat setelah pengumuman rekomendasi 16 Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati di Jawa Timur disampaikan oleh DPD Partai Demokrat Jawa Timur.

21 Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Ponorogo menggelar Rapat Konsolidasi di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, Jl MT Haryono, Jum’at (28/08/2020).

Dipimpin oleh Ketua DPC Partai Demokrat, Miseri Efendi, yang juga dihadiri 4 anggota DPRD Ponorogo dari Fraksi Demokrat, rapat konsolidasi berjalan lancar dan sepakat mengusung dan mensukseskan pasangan Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahono sebagai Bakal Calon Bupati Ponorogo yang telah direkomendasi oleh DPP Partai Demokrat.

Meskipun sebelumnya ada riak-riak kecil dalam menunggu turunnya rekomendasi, Miseri Efendi itu menilai dinamika yang wajar dalam kehidupan demokrasi. “Itu wajar terjadi, setelah rekomendasi dari DPP Partai Demokrat turun, kita segaris dengan keputusan itu dan siap memenangkan Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahono dalam Pilbup Ponorogo 2020,” Terang Miseri Efendi.

Sebelumnya, lanjut Miseri, ada 3 Bakal Calon yang kita usulkan yaitu saya sendiri, kemudian Bambang Tri Wahono dan Sugiri Sancoko. “Prosesnya kita mulai pada Desember 2019 yang lalu, dan dibuka 2 kali proses pendaftaran. Selanjutnya kita berkas kita kirim ke DPD Jawa Timur dan DPP Partai Demokrat, hasilnya seperti yang telah diumumkan itu,” Lanjut Miseri Efendy.

Menurut Miseri, DPP Partai Demokrat sudah mempertimbangkan secara matang keputusan yang telah diputuskan itu. “Selain elektabilitas yang dibuktikan dari hasil survey, usulan dari masyarakat Ponorogo melalui DPC menjadi pertimbangan DPP, dan ini sudah turun, waktunya segera bergerak dan memenangkan pasangan yang kita usung,” Lanjut Miseri.

Miseri Efendy berharap seluruh jajaran pengurus Partai Demokrat solid memenangkan Pilbup Ponorogo 2020. “Kita siap memenangkan Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahono, DPC hingga PAC dan Ranting Partai Demokrat di Ponorogo siap bergerak.” Pungkas Miseri Efendy. (Red)

Pacitan – Portalnews Madiunraya

Sembilan dari 12 Pimpinan Anak Cabang Partai Demokrat Kabupaten Pacitan memastikan mendukung penuh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pacitan, Ronny Wahyono untuk menjadi Bupati Pacitan 2021-2026.

Hal itu terlihat dalam Deklarasi Dukungan Dewan Pimpinan Anak Cabang dan Dewan Pimpinan Anak Ranting Partai Demokrat Pacitan mendukung penuh Ronny Wahyono menjadi suksesor Indartato, Bupati Pacitan saat ini di Tamperan View, Jum’at (07/08/2020).


Dalam sambutanya, Ronny Wahyono, Bakal Calon Bupati Pacitan dari Partai Demokrat menyatakan bahwa dirinya serius maju dalam perhelatan politik di Kabupaten Pacitan. Putra kandung Bupati Pacitan 2005-2010, Alm Sujono itu menegaskan bahwa dirinya akan meneruskan cita-cita ayahnya itu menjadikan Pacitan yang Maju dan masyarakatnya Sejahtera. “Untuk itu, dengan tekad yang bulat, saya mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Bupati Pacitan melalui Partai Demokrat, Partai yang selama ini kami perjuangan sejak tahun 2004 hingga saat ini, Alhamdulilah dari 12 PAC, 9 diantaranya mendukung penuh langkah saya untuk terus maju meneruskan pembangunan yang telah dilakukan oleh Bapak Indartato selama 10 tahun terakhir, ” Ucap Ronny Wahyono.

Tidak hanya itu, lanjut Ronny, dari 171 Anak Ranting, 159 diantaranya juga mendukung dirinya. “Alhamdulillah, buah dari kerja keras kita mendapatkan mayoritas dukungan dari internal Partai Demokrat di Kabupaten Pacitan. Kita terus berupaya maksimal dalam melakukan sosialisasi, mendatangi seluruh elemen-elemen masyarakat, kita berdiskusi tentang apa yang menjadi kebutuhan dan bagaimana mewujudkan hal itu bersama-sama, karena membangun Pacitan itu tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi bersama-sama,” Terang Ronny Wahyono

Menurut Ronny, satu point penting yang akan dilakukan jika dirinya menjadi Bupati Pacitan adalah membangun pelabuhan. “Pacitan memiliki potensi luar biasa, jika kita memiliki pelabuhan maka saya yakin, kemajuan akan kita raih bersama, yaitu menggali, dan memasarkan potensi tersebut,” Ujar Ronny

Tentang Rekom dari DPP Partai Demokrat, Ronny menyatakan bahwa dirinya siap secara lahir batin menjalankan amanah dari partai. “Kita akan lakukan konsolidasi untuk pemenangan Bupati dalam Pilkada tahun 2020, upaya yang maksimal akan kita lakukan, selebihnya kita bertawakal kepada Alloh SWT. Bagaimanapun juga Pacitan adalah barometer politik nasional, dimana Partai Demokrat menjadi mayoritas selama 2 dasawarsa terakhir dan kita akan terus menjaganya, kita berharap kader Partai Demokrat akan bersemangat untuk terus bisa menjaga suara Partai kebanggaan masyarakat Pacitan itu apabila kader diberikan kesempatan berkiprah dalam pembangunan di Kabupaten Pacitan. Saya yakin, masyarakat Pacitan masih cinta kepada Partai ini, karena mampu mengantarkan putera terbaiknya yaitu Bapak SBY menjadi Presiden RI selama dua periode. ” Pungkasnya. 


Hadir dalam kesempatan itu, 9 Ketua PAC Partai Demokrat, puluhan Ketua Pimpinan Anak Ranting, Tim 9 DPC Partai Demokrat Pacitan dan Anggota DPRD Kabupaten Pacitan dari Partai Demokrat. (Yah).

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Sebanyak 750 paket sembako diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPC Partai Demokrat Istono kepada Walikota Madiun Maidi untuk kemudian dibagikan langsung ke masyarakat, Senin (27/04/2020).

Walikota Maidi mengapresiasi upaya yang dilakukan salah satu partai politik itu dalam bersama-sama memerangi korona dan membantu masyarakat yang terdampak. Menurutnya, tindakan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran parpol bersama dengan pemerintah, ada untuk mengayomi masyarakat.

“Terima kasih sangat tanggap dalam membantu masyarakat Kota Madiun. Harapannya yang lain bisa menyusul untuk membantu dan masyarakat di Kota Madiun ini yang terdampak bisa segera dapat bantuan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, walikota juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Madiun mulai hari ini hingga Kamis mendatang akan keliling membagikan paket-paket sembako di tiga kecamatan yang ada di Kota Pendekar. Harapannya, seluruh masyarakat baik dari PKL, pekerja sektor informal, ataupun masyarakat yang terdampak bisa terpenuhi kebutuhan pangan sehari-harinya.

“Saya titip dimana ada warga yang kelewatan belum tercatat segera disampaikan. Kalau yayasan yang belum dapat bantuan, saya dilapori. Di posko barang cukup banyak, posko selalu siap membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Istono mengatakan, 750 paket sembako yang dibagikan oleh parpol, nantinya akan disalurkan kepada sembilan yayasan atau panti asuhan yang ada di Kota Madiun. Disamping itu juga akan disalurkan kepada masyarakat sekitar. Selain paket sembako, sekaligus diserahkan juga bantuan berupa alat semprot desinfektan yang diperuntukkan bagi masyarakat di sekitar Kelurahan Kanigoro.

“Kerjasama antar Pemkot Madiun dan partai politik
sangat diperlukan saat ini untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak. Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan ini bisa bermanfaat dan covid-19 segera bisa berakhir,” pungkasnya. (Yah)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.