Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Hamparan padi milik Kelompok Tani “Dadi Makmur” di Jl Baru Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo menjadi bukti Kota Madiun bisa mewujudkan pertanian yang tangguh.

Wali Kota Madiun didampingi Forkopimda Kota Madiun memanen tanaman padi ditempat itu.

Yang istimewa, padi tersebut merupakan Demo Plot menggunakan pupuk NPK Phonska Plus.

Dalam sambutannya sebelum memanen padi, Wali Kota Maidi menjelaskan bahwa meskipun Kota Madiun hanya memiliki ratusan hektare lahan pertanian, namun harus dimaksimalkan produktivitasnya. “Kota Madiun memiliki lahan pertanian kurang lebih 876 hektar dan kita akan terus mempertahankan luas lahan pertanian itu sekaligus kita tingkatkan produktivitasnya guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Madiun, ” Ucap Wali Kota Maidi, Rabu (29/07/2020).

Menurut Wali Kota Madiun, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Kota Madiun. “Salah satunya adalah dengan memberikan tambahan anggaran untuk memberikan bantuan pupuk kepada petani, seperti yang telah kita lakukan tahun ini. Total kita berikan bantuan 1 milyar 250 juta dalam bentuk pemberian pupuk bersubsidi kepada petani, ” Terang Wali Kota Maidi.

Lebih lanjut Wali Kota Madiun berharap para petani tidak hanya menanam padi dilahan mereka. “Kita juga menyediakan lahan milik Pemkot Madiun yang selama ini merupakan lahan tidur untuk ditanam cabe, sayuran dan buah-buahan, lahan kita sediakan, bibit, pupuk dan air kita cukupi hasilnya silahkan di panen, sehingga hasil komoditas pertanian di Kota Madiun tidak hanya padi tetapi juga tanaman pangan yang lainnya, ini adalah upaya strategis dalam menuju pertanian tangguh di Kota Madiun, ” Ucap Wali Kota.

Diakhir keterangan yang disampaikan kepada awak media, Wali Kota Maidi berharap kebutuhan pangan di Kota Madiun tetap terpenuhi dengan baik. “Meskipun lahan pertanian di Kota Madiun tidak luas, namun kita akan berupaya maksimal agar pertanian kita mampu memiliki produk yang melimpah, minimal mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Madiun, minimal kita tidak tergantung kepada daerah lain. ” Pungkas Wali Kota Maidi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Madiun, Ir Muntoro Danardono, menjelaskan bahwa panen padi yang dilakukan tersebut merupakan bentuk keberhasilan dalam penggunaan pupuk aplikasi khusus yaitu NPK Phonska Plus. “Ini artinya pupuk yang komplit, jadi tidak perlu ditambahi dengan pupuk yang lain, selain efisien juga terbukti hasil panen padi nya berhasil dengan baik, ” Ucap Muntoro.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pertanian Kota Madiun itu menyampaikan bahwa secara riil produksi padi dengan kebutuhan beras di Kota Madiun masih kurang. “Selama satu tahun kebutuhan beras di Kota Madiun adalah 18 ribu ton, sementara produksi kita hanya 7 – 11 ribu ton, saat ini kita terus berupaya agar kebutuhan kita bisa terpenuhi dari hasil pertanian kita sendiri, salah satunya cara adalah bekerja sama dengan kelompok tani, produsen pupuk dan Pemerintah Kota Madiun seperti ini, kemudahan dalam memperoleh bibit, pupuk dan ketersediaan air adalah fokus kita bersama, ” Urai Ir Muntoro Danardono.

Kepala Dinas Pertanian juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja maksimal sesuai dengan arahan Wali Kota. “Kemandirian pangan akan bersama kita wujudkan di Kota Madiun. ” Pungkasnya.

Usai memberikan sambutan, Wali Kota Maidi melakukan Panen Padi bersama jajaran Forkopimda Kota Madiun dan diakhiri pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur keberhasilan panen padi dengan demo plot NPK Phonska Plus. (Adv/Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Pengusaha daging sapi yang juga tokoh pemberdayaan perempuan, Lisdyarita mengunjungi petani yang sedang panen raya di area pertanian padi, Desa Bareng Kecamatan Babadan Ponorogo, Sabtu (11/08).

Menurut Rita, panggilan akrabnya, dia sengaja menyambangi para petani untuk memberikan semangat kepada para petani. “Kalau petani semangat, maka hasil panen akan meningkat dan otomatis produksi beras akan naik”,jelas Rita.

Jika produksi beras naik maka kita akan menuju swasembada pangan dan kita tidak perlu import beras lagi, sambung Rita.

“Sebagai pengusaha dan tokoh di Ponorogo, saya ingin terus mengembangkan potensi yang ada termasuk pertanian yang didalamnya ada produksi beras. Dalam hal ini, kita ingin membantu para petani dengan membantu memangkas mata rantai sirkulasi, baik dalam produksi, penjualan sehingga selain harga jual beras meningkat juga membantu kemudahan dalam produksi yaitu proses penanaman dan penyediaan pupuk”,urai Rita.

Secara tekhnis nanti kita akan bekerja sama dengan Bumdes yang ada, karena di Ponorogo ada 307 desa, jika kesemuanya saling terkait maka akan menghasilkan potensi luar biasa dalam perputaran ekonomi. Selain membuka lapangan kerja, juga akan mempercepat petani dalam menjual hasil pertanian mereka, terang Rita.

“Kita akan bersama sama menciptakan perputaran ekonomi yang saling menguntungkan demi tercapainya kesejahteraan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Ponorogo. Pada prinsipnya, kita menciptakan pertumbuhan ekonomi lepas dari pembiayaan APBD dan mengelola potensi yang ada, saya yakin pasti bisa”,pungkas Rita. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.