Ponorogo – MADIUNRAYA.COM
Kurang lebih 300 personel yang merupakan aparat gabungan disiapkan dalam Operasi Patuh Semeru tahun 2021.

Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo, fokus utama dalam operasi tersebut selain Lalu Lintas adalah penegakkan Protokol Kesehatan.

“Pemeriksaan surat-surat kendaraan, kelayakan kendaraan dan ketertiban dalam menjalani Peraturan Lalu Lintas serta penerapan Protokol Kesehatan menjadi fokus utama dalam Operasi Patuh Semeru tahun 2021 ini,” ucap Kapolres, Senin (15/11/2021).

Kapolres Ponorogo juga menyampaikan bahwa dengan operasi itu selain untuk menjaga agar Pandemi Covid 19 tetap landai juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas. “Kita tidak ingin kasus Covid 19, terutama di Ponorogo melonjak lagi sehingga perlu kesadaran dari semua pihak untuk menerapkan Protokol Kesehatan, selain itu angka kecelakaan juga semakin turun dengan patuh dan taat dengan Peraturan Lalu Lintas,” tambah AKBP Catur Cahyono Wibowo.

Untuk pelaksanaan, Kapolres menyampaikan bahwa operasi itu berlangsung 3 pekan. “Dimulai hari ini, Senin (15/11) dan berakhir tanggal 08 Desember 2021. Setelah itu dilanjutkan dengan Operasi Lilin Semeru seperti biasa. Jadi yang perlu disiapkan adalah surat-surat kendaraan dan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.” Pungkas AKBP Catur Cahyono Wibowo.

Dalam kesempatan itu, Forkopimda Ponorogo yaitu Bupati, Dandim 0802/Ponorogo, Kejari dan Ketua Pengadilan Ponorogo juga ikut mengikuti apel Operasi Patuh Semeru tahun 2021. (yah/gin).

PONOROGO – Madiunraya.com

Polres Ponorogo bersama jajaran TNI Kodim 0802, BPBD dan Satpol PP terus menggelar OPS Yustisi penegakkan protokol kesehatan bertempat di seputaran SUB Terminal Tambak Bayan Ponorogo, Minggu, (31/10)

KBO Sat Samapta Polres Ponorogo Iptu Joko Selaku perwira pengendali menuturkan bahwa digelarnya OPS Yustisi ini dalam rangka penegakkan protokol kesehatan dan menyasar warga masyaraka tidak memakai masker.

“Selain itu juga untuk mengantisipasi adanya lonjakan penyebaran wabah covid 19 di Ponorogo,” Ujarnya

Dalam kegiatan tersebut Sebanyak 25 warga diberikan sanksi, lantaran tidak memakai masker saat beraktifitas diluar rumah.

“Ya benar, ada 25 warga yang tidak memakai masker terjaring pada Ops yustisi dan kami berikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi administrasi dan sanksi sosial,” ungkapnya

Sanksi adminitrasi ini berupa denda, “Sedangkan untuk sanksi sosial kami perintahkan untuk Pus up dan menyanyikan lagi Indonesia Raya,” sambungnya.

Joko berharap, dengan terus digelarnya OPS yustisi ini kesadaran warga masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terus meningkat, sehingga tidak ada lagi lonjakan covid 19 khususnya diwilayah Kabupaten Ponorogo.

“Kita semua berharap pandemi covid 19 ini segera usai dan tidak ada lagi pembatasan pembatasan kegiatan kepada warga masyakarat,” tutup Iptu Joko. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Sebagai bentuk rasa sayang kepada warganya, Operasi Yustisi untuk menegakkan Protokol Kesehatan terus dilakukan di Kabupaten Ponorogo.

Seperti yang dilakukan di perbatasan Ponorogo – Magetan masuk Wilayah Kecamatan Sukorejo Ponorogo, Jum’at (29/10)

Hasilnya, sebanyak 22 warga di Ponorogo yang kedapatan tidak memakai masker terjaring razia petugas gabungan Operasi Yustisi yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri, BPBD dan Satpol PP tersebut.

Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Edy Suyono, S.E mengatakan bahwa dalam rangka mengantisipasi lonjakan covid 19 Operasi Yustisi penegakkan prokes terus dilakukan dengan menyasar warga yang tidak menggunakan masker.

“Kali ini ada 22 warga yang kami berikan sanksi karena kedapatan tidak memakai masker,”ujarnya

Edy menjelaskan, ada 3 jenis Sanksi yang diberikan diantaranya sanksi administrasi, Sanksi Sosial dan sanksi teguran lisan.

“Warga yang dikenakan sanksi administrasi diwajibkan membayar denda dan sidang ditempat,” ungkapnya

Sedangkan warga yang diberikan saksi sosial Edy menyatakan diberikan sangsi Pus up dan menyanyikan lagu Indonesia raya. “Ini adalah wujud rasa sayang kami, agar masyarakat tidak tertular Covid 19. Jangan sampai mereka menjadi korban dengan terus menerapkan Protokol Kesehatan dan segera melakukan Vaksinasi, ” Ujar Edy.

Pada kegiatan ini petugas OPS Yustisi Gabungan juga memberikan edukasi betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi yang dibarengi dengan pembagian sejumlah masker.

Edy berharap, dengan disiplin Prokes tidak ada lonjakan covid 19 diwilayah Ponorogo “Dan covid 19 akan segera hilang,” pungkasnya.

Sementara menurut salah seorang warga yang bernama Mbah Yanto, dirinya memang tidak mengenakan masker saat mengendarai sepeda. “Kalau naik sepeda menggunakan masker biasanya sesak, terus tadi dihentikan oleh Pak Polisi dan Pak Tentara agar menggunakan masker. Saya ikut saja, untuk kebaikan kita semua, ” Ucap Mbah Yanto.

Mbah Yanto juga menyampaikan bahwa dirinya mengetahui ada wabah Covid 19.”Tetangga banyak juga yang meninggal, cuma kadang saya lupa memakai masker, Terima kasih sudah diingatkan. ” Pungkas Mbah Yanto. (Yah).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Aparat Gabungan yang terdiri dari Polres Ponorogo bersama TNI Kodim 0802, BPBD dan Satpol PP kembali melaksanakan operasi yustisi dalam rangka pendisipilan masyarakat terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Operasi Yustisi tersebut dilakukan di  depan Sub Terminal Tambak bayan Jl Trunojoyo Ponorogo, Ahad Pagi (17/10/2021) .

Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Edy Suyono, S.E. mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Operasi Yustisi dilaksanakan dengan menggunakan plang sebagai pemberitahuan terhadap masyarakat yang melintas bahwa ada pemeriksaan dalam rangka Ops Yustisi penggunaan masker berupa imbauan protokol kesehatan,” Ujarnya

Lebih lanjut Kasat Samapta Polres Ponorogo menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut sebanyak 46 orang terjaring pada Operasi Yustisi, selain diberikan sanksi, para pelanggar juga dibagikan masker gratis.

“Jadi total ada 46 orang yang kami berikan sanksi. Sanksi tersebut berupa denda administrasi 5 sebanyak orang, Sanksi Sosial sebanyak 16 orang dan Teguran lisan sebanyak 25 orang,” Ungkapnya

Kasat Samapta berharap pandemic covid 19 segera usai dan digelarnya Operasi Yustisi secara terus menerus ini kesadaran warga akan meningkat.

“Kami berharap kepada semua warga Ponorogo agar selalu mematuhi prokes, karena saat ini pandemi covid 19 belum juga usai.” Tutup AKP Edy Suyono. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebanyak 46 warga Ponorogo yang melanggar Protokol Kesehatan yaitu tidak menggunakan masker dihukum oleh Petugas Gabungan  yang menggelar Operasi Yustisi di Jl Bathoro Katong Pasarpon Ponorogo, Senin (11/10).

Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Edi Suyono menjelaskan bahwa Operasi Yustisi tersebut dilakukan oleh aparat gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP dan BPBD yang menyasar warga masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan yaitu tidak memakai masker.

“Kegiatan operasi yustisi ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada masa pandemi covid 19 di wilayah Kabupaten Ponorogo. Operasi yustisi pendisiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan ini dilakukan agar warga betul-betul disiplin mematuhi protokol kesehatan dan apabila ditemukan pelanggaran tidak memakai masker maka ada sanksi,” Ucap Kasat Samapta.

Lebih lanjut AKP Edi menjelaskan, pada Operasi yustisi kali ini ada 46 warga yang melanggar Prokes yang kemudian akan diberikan sanksi.

“Jadi total ada 46 warga yang melanggar Prokes semuanya kita kenakan sanksi baik Sanksi denda administratif, Sangsi sosial dengan Push Up dan menyanyikan lagu kebangsaan Dan Sanksi Teguran Lisan,” ungkapnya

AKP Edy berharap dengan diadakannya OPS Yustisi secara terus menerus kesadaran warga masyarakat akan meningkat dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan saat beraktifitas diluar.

“Kami berharap kepada warga masyarakat apabila beraktifitas paling tidak usahakan memakai masker, karena ini demi kebaikan bersama dimasa pandemi covid 19 yang sampai saat ini belum juga usai,” Pungkas AKP Edy. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Petugas gabungan terus melakukan Operasi Yustisi dengan sasaran masyarakat yang melanggar protokol Kesehatan di lakukan Jalan raya Ponorogo – Pacitan, tepatnya di Jembatan Paju, Ahad (10/10/2021) pagi.

Kegiatan itu dilakukan oleh Polres Ponorogo bersama aparat gabungan yaitu personil TNI, Satpol PP dan BPBD Kabupaten Ponorogo.

Menurut Kasat Samapta Polres Ponorogo, AKP Edi Suyono, pihaknya akan terus melakukan operasi yustisi agar penerapan Protokol Kesehatan bisa dilakukan dengan penuh kedisiplinan.” Hari ini kita melakukan Operasi Yustisi secara Stasioner dengan sasaran pelanggar prokes guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Wilayah Hukum Polres Ponorogo, ” Ucap AKP Edi Suyono.

Kegiatan Ops Yustisi melibatkan 20 personil gabungan diantaranya TNI, Polri, BPBD dan Satpol PP Ponorogo. “Operasi ini menyasar warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan, ” Tambah AKP Edi.

Kasat Samapta juga memberikan himbauan terkait Protokol Kesehatan terhadap pengguna jalan diantaranya pengemudi dan penumpang Kendaraan Roda 2, Mobil Pribadi, Angkutan Bus dan Truk.

“Bagi yang tidak menggunakan masker, diberikan hukuman denda administrasi, sanksi sosial dengan pus up, teguran lisan yang kemudian di barengi dengan pemberian masker, ” Jelas AKP Edi.

Dalam Rangka Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, beberapa warga kami berikan Denda Administratif kepada 3 orang, “Sanksi Sosial 15 orang, teguran lisan 25 orang dan pembubaran pengunjung Nihil,” tutup AKP Edi. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
 
Irdam V Brawijaya, Brigjen TNI Arie Subekti, S.A.P berkunjung ke Ponorogo dalam rangka peninjauan pelaksanaan operasi yustisi dan kampung tangguh di wilayah Kab. Ponorogo, Jum’at (05/02/2021).
 
Menyambut kedatangan Irdam V Brawijaya, Jajaran TNI, Polri, Satpol PP, BPBD di Kabupaten Ponorogo. Selain itu, Kolonel Waris Ari Nugroho, Danrem 081/DSJ juga turut menyertai kunjungan Irdam V Brawijaya ke Bumi Reyog.

Sebelumnya dilaksanakan apel di Halaman Pendopo Kabupaten Ponorogo yang dipimpin oleh Pasi ops Kodim 0802 Kapten Inf JAMALUDIN diikuti seluruh personel yang terlibat Ops Yustisi Tahun 2020.

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menyampaikan bahwa pada   pukul 08.00 wib pelaksanaan patroli dan Operasi Yustisi, public address,  dan pembagian masker dengan sasaran pengguna jalan atau masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan dimulai. “Kita mengambil 3 tempat di Pasar Relokasi Keniten, Pasar Jetis
dan Pasar Balong. Kunjungan Kunker Irdam V Brawijaya beserta rombongan di  lokasi Operasi Yustisi Perempatan Jetis Kecamatan Jetis atau di pasar hewan dengan melaksanakan pembagian masker, ” Terang Kapolres Ponorogo.

Kemudian pada pukul 09.15 wib rombongan tiba di Kampung tangguh Desa Ngabar Kec. Siman (peninjauan Kampung Tangguh dan pembagian masker bertempat di Balai Desa Ngabar) rombongan disambut oleh Muspika dan Kades Ngabar.


“Dalam kesempatan tersebut sambutan Danrem intinya bahwa giat tersebut merupakan wujud kepedulian dari Kodam V Brawijaya dalam rangka Pemantauan langsung dari Kodam sejak diberlakukan PPKM, sejak diberlakukan PPKM ada daerah yang lonjakan kasus covid masih tinggi. Irdam V mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap Pemdes yg telah menggalakkan kampung tangguh. Pemerintah Jatim juga telah menyiapkan beberapa fasilatas rumah sakit untuk menangani covid. Mudah mudahan Angka Covid di Kabupaten Ponorogo dapat ditekan dan kembali ke zona hijau,” Lanjut Kapolres.

Kemudian pada pukul 10.00 wib rombongan tiba di Pasar Tradisional Desa Balong Kecamatan Balong untuk elaksanakan pembagian masker.
“Adapun hasil operasi yustisi,
yang pertama, sanksi administratif denda Rp. 50.000,- kepada 8 orang, yang kedua sanksi sosial berupa menyanyikan lagu kebangsaan, Membaca Teks Pancasila dan tindakan push up 10x sebanyak 5 orang karena tidak memakai masker dan yang ketiga sanksi berupa teguran lisan sebanyak 11 Orang karena menggunakan masker tidak benar.” Pungkas AKBP Mochammad Nur Azis. (Yah/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Lima warga masyarakat di Kecamatan Siman ditegur oleh Satgas Gabungan setelah diketahui tidak menggunakan masker saat petugas gabungan melakukan operasi Yustisi, Selasa (02/02/2021).

Menurut Kapolsek Siman, Iptu Yoyok Wijanarko, bertempat di pasar Desa Demangan Kecamatan Siman, telah dilaksanakan Operasi Yustisi gabungan TNI-Polri dalam rangka menindak lanjuti Surat Edaran Bupati Ponorogo Nomor : 713/235/405.01.3/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) serta Inpres No 06 Tahun 2020 di wilayah Kecamatan Siman. “Kegiatan ini diikuti anggota Polsek Siman 5 Personil dan anggota Koramil Siman 5 Personil, ” Terang Kapolsek.

Kapolsek juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dilakukan dengan sasaran para pedagang dan pengunjung pasar Desa Demangan.

“Yang kedua melakukan Sosialisasi inpres No. 6 tahun 2020 & Surat Edaran Bupati Ponorogo Nomor 713/235/405.01.3/2021 ttg Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ), ” Ujar Iptu Yoyok.

Yang ketiga kita membagikan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar yang tidak patuh prokes. “Hasil kegiatan Operasi Yustisi tersebut sanksi teguran Sebanyak 5 orang.” Pungkas Iptu Yoyok Wijanarko. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.