Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Dikarenakan kuda-kuda rumahnya yang sudah rapuh, rumah milik Wahono, warga lingkungan Ngapak RT 02 RW 01 Dukuh Krajan Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun ambruk.

Menurut Kapolsek Ngrayun, AKP Joko Santoso, pada hari  Sabtu  tanggal  15 Januari 2022 pukul 18.30 WIB, pihaknya mendatangi TKP di lingkungan Ngapak RT 02 RW 01 Dukuh Krajan Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun. “Dilaporkan telah terjadi rumah roboh dikarenakan kayu sebagai kuda kuda rumah telah rapuh. Rumah tersebut milik Saudara Wahono yang sebelumnya sudah kosong atau tidak dihuni,”Ucap Kapolsek, Ahad (16/01/2022).

Kapolsek juga menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

“Hanya menimbulkan kerugian material. Tafsir kerugian harta benda kurang lebih Rp. 20.000.000,” lanjutnya.

Untuk kronologis kejadian Kapolsek Ngrayun menjelaskan bahwa pada hari  Sabtu  tanggall  15 Januari 2022 pukul 18.30 WIB di lingkungan Ngapak RT 02 RW 01 Dukuh Krajan Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun telah terjadi rumah roboh dikarenakan kayu sebagai kuda kuda rumah (ruang tamu) telah rapuh. Rumah milik Saudara Wahono sebelumnya sudah kosong atau tidak dihuni. Pada saat peristiwa tersebut terjadi, kondisi cuaca sedang hujan dan angin, Alhamdulillah tidak terjadi korban jiwa,” urai AKP Joko Santoso.

Kapolsek Ngrayun juga menyatakan bahwa rumah yang ambruk tersebut terbuat dari batu bata dan kayu sebagai kuda – kuda dengan ukuran  10 x 12 m. “Sudah rapuh dan bersama dengan warga, kami segera melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan,”tambahnya.

AKP Joko Santoso menghimbau warga agar selalu waspada apabila rumah tempat tinggalnya sudah rapuh dan rawan ambruk. “Segera diperbaiki atau ditinggalkan agar kita terhindar dari musibah yang tidak kita inginkan. Apalagi beberapa waktu terakhir sering terjadi cuaca ekstrem yaitu hujan lebat dan hembusan angin yang cukup kencang. Jauhi tempat yang berbahaya baik pohon maupun yang bangunan yang rapuh. Berlindung ditempat yang aman.”pungkas Kapolsek Ngrayun. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Madiunraya.com

Menghindari sepada motor waktu ditikungan Truk Nomor Polisi AE-8319-DS yang dikemudikan oleh Agus Tri Sutrisno masuk ke parit sedalam 3 Meter.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam laka lantas tersebut, Sabtu 13-11-2021, pukul 13.30 wib

Menurut Ka Spkt Aiptu Anang Estu pada mulanya kejadian tersebut Truk No.pol AE- 8319-DS berjalan dari arah Ngrayun-Jajar ( Trenggalek ), “Tepatnya di tikungan Sor tumpak Dowo Dkh Krajan Ds Selur Kec Ngrayun, Truk No.pol AE-8319-DS sewaktu ditikungan tajam hendak belok ke kanan perpapasan dengan sepeda motor yang tidak dikenal, bermaksud menghindari spd motor tersebut dikarenakan Truck sewaktu berjalan terlalu ke kiri sehingga ban sebelah kiri masuk ke parit dan sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan pada akhirnya Truck terguling kekiri dan masuk ke parit sedalam 3 meter dan terbalik,” ucapnya.

Aiptu Anang Estu yang mendatangi Tkp dan ikut melakukan evakuasi, membenarkan adanya kecelakaan tersebut, “Alhadulillah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, hanya kerugian materiil saja,” tambahnya.

Aiptu Anang Estu berharap agar pemakai jalan di daerah tersebut berhati-hati. “Banyak tikungan tajam diharapkan bagi pengendara untuk berhati hati dan waspada agar peristiwa laka lantas tidak terulang kembali.”Pungkasnya. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

PONOROGO – Portalnews Madiun Raya

Saudara kita di puncak Gunung tepatnya di Dusun Bendo, Desa Baosan Kidul, Ngrayun saat ini tengah menunggu sumber air baru.

Laznas LMI berkomitmen membantu warga setempat yang berjumlah kurang lebih 55 KK agar mudah mendapatkan air dengan melakukan pengeboran sumur.

Sehari-hari, masyarakat yang bekerja sebagai petani yang hanya bisa menggarap sawah pada musim hujan ini harus mengambil air dari sumber yang berjarak puluhan kilo meter di kaki perbukitan (belik) menggunakan jeriken.

Mari kita doakan, semoga sumur bor yang diperkirakan dapat menemukan sumber air di kedalaman 70-80 meter ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh warga setempat. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Mari salurkan infaq dan wakaf melalui LMI Ponorogo

Jl.Semeru 53 Ponorogo

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Saat Menggelar OPS Yustisi,  Polsek Ngrayun Polres Ponorogo mengambil tindakan melakukan pembubarkan kegiatan masyarakat berupa elekton campursari yang diselenggarakan oleh  OL, 41 Thn, yang merupakan salah satu warga Dukuh Manggis Desa Selur, Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, Rabu (15/09).

Menurut Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso kepada Awak Media. Pembubaran tersebut dilakukan lantaran tidak ada pemberitahuan ke pihak kepolisian. “Dan kegiatan tersebut dinilai dapat menimbulkan kerumunan, dimana saat ini Kabupten Ponorogo masih menerapkan PPKM Level 3 di massa pandemi covid 19,”Ucap Kapolsek.

Lebih lanjut Joko Santoso menegaskan, tindakan tegas tersebut pihaknya mengacu pada Inpres No 6 tahun 2020  tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Intruksi Mentri Dalam Negeri no 42  th 2021 tentang PPKM Level 4, 3 dan 2

” Adapun Langkah  penindakan yang di ambil  petugas Polsek Ngrayun bersama  satgas Covid 19 Desa Selur Kecamatan Ngrayun  diantara membubarkan kegiatan elekton secara humanis, Yang bersangkutan  diminta membuat  surat pernyataan  untuk tidak melanjutkan kegiatan dan semua peralatan musik yang terpasang di minta untuk di lepas serta di turunkan dari panggung,” Tegas Joko Santoso

Kapolsek berharap, dengan adanya kejadian tersebut bisa untuk dijadikan pelajaran. “Sehingga kedepan tidak ada lagi warga yang nekat melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan,” tutup Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas dialami oleh Pak Marni, warga RT 02 RW 06 Dukuh Putuk Desa Selur setelah pada Selasa 14 September 2021 sekira pukul 20.00 WIB rumahnya mengalami kebakaran hebat.

Menurut Kapolsek Ngrayun, AKP Joko Santoso, kejadian Bermula saat pemadaman listrik yang terjadi sekira pukul 18.00 WIB. “Selang 2 jam listrik pun menyala dan terjadi konsleting listrik, yang kemudian menimbulkan percikan api dan membakar bangunan. Pada saat itu Pak Marni sedang tidak berada di rumah,”Ungkap Kapolsek.

Tidak adanya mobil pemadam kebakaran membuat warga gotong royong memadamkan api semampunya saja. “Akibatnya hampir 75% bangunan rumah beserta isinya hangus dilalap si jago merah dan kerugian ditafsir mencapai puluhan juta rupiah,”Jelas Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan bahwa si pemilik rumah, setelah hujan reda berpamitan kepada keluarganya untuk Mbecek atau Mbuwuh di rumah warga yang tidak jauh dari rumahnya. “Setelah itu pulang kerumah. Sesampainya di rumah sudah ada puluhan orang yang lalu lalang memadamkan api yang melalap rumah, namun terlanjur api sudah menyebar kemana mana hingga rumah yang berukuran 6×8 m itu ludes terbakar,”Terang AKP Joko.

Kapolsek juga menambahkan bahwa pemilik rumah menceritakan sebelum terjadi kebakaran Sekering dirumahnya sering mengeluarkan letupan api, namun tidak curiga akan terjadi seperti ini.” Dari pemeriksaan di TKP, diduga karena jaringan Listrik yang terkena air hujan dan masuk di sela sela genteng dan membasahi Sekring sehingga terjadi percikan api kemudian terjadi Konsleting arus pendek yang berakibat api menjalar ke kerangka rumah hingga terjadi kebakaran,”Ujar AKP Joko Santoso.

Akibat dari kejadian tersebut pemilik rumah mengalami kerugian. “Banyak surat berharga yang ikut ludes terbakar seperti sertifikat tanah, ijasah, bpkb dan isi rumah ikut hangus. Kerugian ditaksir hingga puluhan juta Rupiah.” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Untuk menghindari terjangkitnya Virus Covid 19, ratusan Ibu hamil dan menyusui di Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo disuntik vaksin, Selasa (31/08).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Ngrayun Ponorogo itu mendapatkan pengawalan dari Bhabinkamtibmas Polsek Ngrayun serta Babinsa Koramil Ngrayun.

Menurut Kapolsek Ngrayun, AKP Joko Santoso, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mencegah dan menghindari meluasnya pandemi Covid19, yang ditujukan kepada Ibu Hamil maupun Ibu yang masih menyusui. “Karena pentingnya kegiatan ini, kami melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan Vaksinasi Covid 19 Dosis 1 jenis Sinovac yang diberikan kepada ibu ibu Hamil dan Menyusui di wilayah Kecamatan Ngrayun,” Ucap AKP Joko.

Kapolsek Ngrayun itu juga menjelaskan mekanisme pelaksanaan Vaksinasi tersebut. “Ibu- ibu hamil harus melalui beberapa tahap antara lain, anggota Vaksinator meja 1 bertugas mencocokan data dan registrasi, anggota Vaksinator meja 2 bertugas melakukan skrening dan pemeriksaan fisik sederhana, anggota Vaksinator meja 3 bertugas pemberian vaksinasi, anggota Vaksinator meja 4 bertugas pemantuan KIPI, selanjutnya penerima Vaksin Covid – 19 harus melewati meja 1 sampai meja 4 dan benar-benar dinyatakan sehat,” Jelas AKP Joko Santoso.

AKP Joko Santoso juga menyatakan bahwa total vaksin dalam kegiatan tersebut adalah 238 dosis. “Yaitu terdiri dari ibu menyusui 6 orang, masyarakat umum dosis 1 sebanyak 54 orang, dosis 2 sebanyak 8 orang, sedangkan Ibu hamil 170 orang,” Ujar Kapolsek.

AKP Joko berharap agar tercipta Herd Imunity setelah vaksinasi dilakukan.”Tentunya dengan dukungan semua pihak untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan, menjaga imunitas dengan menerapkan pola hidup sehat serta kesadaran vaksinasi secara masif.” Pungkas AKP Joko Santoso. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyuting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kabar menghebohkan di akhir Bulan Agustus datang setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Ahad dini hari (29/8).

Dalam Operasi Tangkap Tangan tersebut, 10 orang dikabarkan terjaring termasuk Bupati Probolinggo saat ini, Puput Tantriana Sari.

Yang lebih mengagetkan, Suami sang Bupati, Hasan Aminuddin yang saat ini juga menjabat anggota DPR RI dari fraksi Partai NasDem, juga ikut serta terjaring dalam operasi yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu.

Lalu, siapakah Hj Puput Tantriana Sari, SE itu…?

Dari berbagai sumber yang berhasil penulis kumpulkan, Hj Tantri begitu orang memanggilnya ternyata lahir di Ponorogo, 23 Mei 1983.

Selain sebagai politisi, wanita cantik dan fashionable ini memiliki hobi memasak, membaca, menyulam, bersepeda hingga yoga.

Hj Tantri merupakan istri dari Hasan Aminuddin, seorang politisi senior yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Probolinggo dua periode, anggota DPRD Jatim dan kini menjabat sebagai anggota DPR-RI.

Dari pernikahan tersebut, Wanita kelahiran Ngrayun Ponorogo itu dikaruniai empat orang anak.

Ya, Sosok Puput Tantriana Sari lahir di Ponorogo, 23 Mei 1983.

Kemudian menempuh pendidikan dasar di SDN Baosan Lor 1, Ngrayun Ponorogo.

Ia mengenyam pendidikan Sekolah Dasar tahun 1989 hingga 1995, kemudian melanjutkan ke SMP 4 Kota Ponorogo tahun 1998. Setelah mengeyam pendidikan di SMP 4 Kota Ponorogo, Puput menyelesaikan pendidikan di SMAN 2 Ponorogo dan lulus tahun 2001

Setelah lulus kuliah, karier Puput  diawali bekerja di pemerintahan. Pada tahun 2004-2008 Puput menjadi Staff di BPD Jawa Timur.

Kemudian, pada tahun 2013 ia mantap terjun ke dunia politik, atas dorongan suaminya Hasan Aminuddin yang saat itu menjabat Sebagai Bupati Probolinggo dua periode.

Dan mungkinkah karier mentereng sang Bupati Probolinggo yang kelahiran Ponorogo itu berakhir di tangan KPK ?…..Waktu yang akan menjawab. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – HARIAN BANGSA
Semangat Gotong Royong masih mengakar kuat bagi masyarakat Ponorogo. Hal itu terlihat dari hasil urunan warga bisa membangun sebuah jembatan Dong Kelong yang menghubungkan antara Desa Baosan Lor dengan Desa Sendang Kecamatan Ngrayun Ponorogo.

Dan pada Kamis (28/08), orang nomor satu di Pemkab Ponorogo, H Sugiri Sancoko meresmikan jembatan tersebut.

“Jembatan merupakan salah satu sarana penting untuk memajukan masyarakat. Dengan adanya jembatan, warga lebih cepat melakukan berbagai aktivitas baik dari segi ekonomi maupun sosial budaya dan lain sebagainya,” Ucap Bupati Sugiri.

Bupati Ponorogo juga mengatakan bahwa dirinya sangat malu karena dalam kondisi wabah Covid19 ini, warga masayarakat rela mengorbankan semua tenaga, pikiran, materi untuk bahu membahu, bergotong royong secara swadaya membangun jembatan penghubung Desa Baosan Lor-Desa Sendang tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus terang saja belum berkontribusi banyak dalam pembangunan jembatan ini, anggaran terserap dalam penanganan wabah covid19 yang sampai sekarang belum selesai, saya sebagai Bupati belum berperan banyak dalam hal pembangunan, untuk itu saya mohon maaf”, tambahnya.

Namun Bupati Ponorogo menyatakan bahwa pihaknya akan membantu 200 sak sementara yang akan digunakan untuk melakukan pembangunan rabat jalan di utara dan selatan Jembatan tersebut. “Semoga Pandemi Covid 19 segera usai dan Pemkab Ponorogo bisa melakukan pembangunan di segala bidang menuju Ponorogo Hebat.” Pungkas Bupati Sugiri Sancoko. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya AR

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.