Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Tindakan super nekat dilakukan oleh Saudi (56), Warga Dukuh Ngkumpang I  Desa Nglumpang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dengan menggantung di Pohon Trembesi yang terletak dibelakang rumah tetangganya sendiri.

Tindakan nekat Saudi itu diketahui pada Jum’at pagi (03/09/2021) oleh sang Isteri, Sunarmi, setelah mencari-cari keberadaan suaminya itu sejak dirinya bangun pagi.

Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini, pihaknya setelah menerima laporan dari warga perihal kejadian orang gantung diri segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Lalu Unit Reskrim Polsek Mlarak bersama dan Petugas Piket Polsek Mlarak, beserta Team Inafis dari Sat Reskrim Polres Ponorogo  mendatangi TKP, yang juga didatangi petugas Puskesmas Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo,”Jelas AKP Sudaroini.

Dari TKP, AKP Sudaroini menyebutkan mengambil beberapa barang bukti diantaranya seutas tali benang (tali pramuka) warna putih, Celana panjang warna biru dingker dan baju koko warna krem. “Kemudian pada mayat tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan, Kemaluan mengeluarkan sperma, Lubang anus tidak mengeluarkan kotoran, Panjang mayat 160 Cm,Lidah terjulur tergigit, Tulang V leher putus,”Ujar Kapolsek Mlarak.

Untuk kronologisnya, pada hari Jum’at (03/09), sekira Jam 05.00 Wib, saat isteri korban terbangun dan mencari korban (suaminya) tidak ada di rumah, maka sang Isteri berusaha mencari di luar rumah, namun tidak diketemukan, “Saat isteri korban bertemu tetangganya ditanyakan keberadaan korban, namun tetangganya itu juga tidak bertemu, kemudian mereka sepakat untuk mencari diseputaran lingkungan, pada saat isteri korban berada di halaman belakang milik tetangganya, isteri korban menemukan tangga yang bersandar di pohon trembesi, saat dilihat ke atas ternyata korban sudah menggantung, melihat kejadian tersebut isteri korban berteriak minta tolong, kemudian tetangganya melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Nglumpang untuk dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak,”Urai Kapolsek Mlarak.

Berdasarkan keterangan dari keluarga bahwa korban bermaksud akan kembali bekerja ke Jakarta, namun oleh keluarga (anak dan istri) tidak diperbolehkan karena korban mengalami riwayat penyakit Hypertensi.

“Hasil pemeriksaan team Inafis dari Sat Reskrim Polres Ponorogo & Petugas Medis dari Puskesmas Kecamatan Mlarak terhadap korban tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan & pada tulang V leher putus, maka dapat diduga bahwa korban meninggal karena gantung diri.”Tutup AKP Sudaroini. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.