Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Akibat konsleting listrik, sebuah rumah milik Senun (70) di Dusun Ngrenteng Desa Ngampel Kecamatan Balong Ponorogo ludes terbakar, Senin pagi (06/09).

Menurut saksi mata, Fanani, yang merupakan warga setempat, warga sekitar sempat panik karena api tiba-tiba membesar dan dikhawatirkan akan merembet ke rumah warga yang lain.

“Kejadian sekitar pukul 07.00 pagi mas, saat itu rumahnya Pak Senun sedang kosong. Semua beraktivitas, kami pun juga sudah memulai aktivitas seperti berkebun atau berdagang, ” Ucap Fanani.

BACA JUGA :

Akibat Kebakaran Rumah di Desa Ngampel Balong, kerugian ditaksir Rp 150 juta

Fanani menambahkan bahwa saat kejadian warga langsung bahu – membahu berusaha memadamkan api. “Ada juga yang memanggil Pemadaman Kebakaran. Alhamdulillah setelah kurang lebih dua jam dan dibantu warga, api berhasil dipadamkan, ” Jelas Fanani.

Fanani menyebutkan bahwa kebakaran tersebut mengakibatkan kamar dan dapur rusak parah. “Atap roboh dan barang-barang ludes semua. Namun tidak merembet ke bagian depan, ” Ucap Fanani.

Fanani menduga terjadinya kebakaran tersebut karena korsleting listrik. “Kemungkinan karena korsleting listrik, karena api bermula dari kamar. ” Pungkas Fanani. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

BalongPortalnews MADIUN RAYA

Dalam rangka kepedulian pemerintah desa Ngampel untuk melahirkan pemain pemain yang handal di sepak bola maka diadakan turnamen Garuda cup untuk pertama kalinya, kelompok umur 12 tahun yang berlangsung di lapangan Garuda desa Ngampel pada tanggal 29/12/2019 yang di ikuti oleh 20 tim dari berbagai kota yang ada di Jawa timur dan Jawa tengah

Kepala desa Ngampel Siswanto saat membuka turnamen tersebut mengatakan bahwa pada hari ini kita laksanakan turnamen yang di ikuti oleh SSB(sekolah sepak bola) yang berada di Jawa timur dan Jawa tengah, “Dari Ponorogo (Garuda FC, Bayangkaki), Magetan, Pacitan, Wonogiri (putra Kismantoro) dan dari Surabaya (Rungkut), Madiun (Surya Cronus), Blitar(Blitar putra), Trenggalek (Beton Trenggalek), turnamen ini akan kita jadikan agenda tahunan dari pemerintah desa Ngampel yang di harapkan nantinya bisa melahirkan bibit bibit pemain profesional yang nantinya bisa menjadi pemain nasional, ” Ucap Siswanto.

Turnamen ini berlangsung selama 1 hari dengan kita jadikan 2 group terdiri dari masing masing 10 sekolah sepak bola, selanjutnya akan kita ambil masing masing satu SSB untuk finalnya, sambungnya.

Lebih lanjut Siswanto juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tim SSB yang telah mengirimkan dan mengikuti acara turnamen Garuda cup yang di adakan oleh pemerintah desa Ngampel
“Dan terimakasih juga kepada semua tim panitia yang telah kompak melaksanakan turnamen ini.” Pungkas Siswanto. (Aji/Gin).

Pewarta : Aji Pangestu

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.