Surabaya – Portalnews Madiun Raya

Di era Pandemi covid 19 PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM Honda) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT beserta jaringan dealer Honda meningkatkan kepuasan dan kenyamanan konsumen dengan memberikan layanan digital.

Semua itu dilakukan untuk memberikan layanan terbaik dan memastikan setiap konsumen Honda merasa tenang dan terlindungi. Memasuki era kebiasaan baru yang diterapkan pemerintah semenjak adanya pandemi, MPM Honda Jatim beserta jaringannya memberikan program pembelian #DARIRUMAHAJA.

  1. Pembelian Online
    Bagi konsumen yang tidak dapat mengunjungi dealer Honda, MPM Honda mempunyai layanan program Beli Motor Honda #DARIRUMAHAJA. Konsumen dapat menghubungi Sales People melalui WhatsApp chat atau telepon langsung. Dan Sales People akan memberikan gambar dan spesifikasi motor melalui WhatsApp atau dapat langsung mengakses website mpmhondajatim
  2. Cashless Transaction
    Seluruh transaksi pembayaran diarahkan untuk memanfaatkan pembayarana non tunai, seperti kartu debit atau transfer rekening resmi delear tempat konsumen membeli motor. Dealer Honda akan mengirimkan tanda jadi atau kwitansi resmi pembayaran konsumen.

Transaksi tunai dianjurkan hanya untuk pembayaran yang dilakukan di dealer dan pastikan konsumen mendapatkan kwitansi resmi dari dealer tempat membeli motor Honda.

Nama jaringan dealer MPM Honda Jatim bisa di lihat di website www.mpmhondajatim.com

  1. Protokol kesehatan.
    Apabila konsumen mengunjungi dealer Honda akan dilakukan pengecekan suhu tubuh, memastikan penggunaan masker yang dilakukan petugas keamanan kepada konsumen yang datang ke dealer Honda
  2. Dealer sudah menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan untuk konsumen sebelum masuk ke area dealer Honda
  3. Sales Counter yang menerima kedatangan konsumen menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa pelindung wajah ( faceshield) dan masker. Serta menjaga jarak aman dengan pelanggan sejauh 1 – 1,5 meter. Khusus untuk deliveryman ada tambahan APD berupa sarung tangan.

” Dengan menerapan protokol kesehatan dan keamanan bertransaksi di jaringan dealer Honda ini, harapannya kepuasan dan keselamatan serta kesehatan konsumen dapat terjaga dengan baik.” kata Abdy Ronotana selaku Marketing Sales Distribution Division Head MPM Honda Jatim.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pagelaran Seni Reyog di masa pandemi covid 19 di Kecamatan Balong diawali dengan penampilan Reyog dari desa Bulu Kidul Kecamatan Balong Ponorogo pada hari Sabtu(11/7/2020).

Antusiasme penduduk yang ingin menyaksikan sangat luar biasa meskipun harus menjaga jarak aman, pagelaran yang dilaksanakan di halaman rumah kepala desa Bulu Kidul Sayuk Prawiro Husodo S.Pd yang dihadiri dari dinas kesehatan, Babinsa, perangkat desa serta warga lingkungan di sekitar rumah Pak Kepala Desa.

Pagelaran reyog tersebut dilakukan mulai jam 2 sore dengan protokol kesehatan yaitu dengan masker dan pemeriksaan suhu tubuh para pengunjung oleh perangkat desa setempat

Kepala Desa Bulu Kidul Kecamatan Balong Sayuk Prawiro Husodo ,S.Pd mengatakan bahwa pada sore hari ini Desa Bulu Kidul mewakili Kecamatan Balong untuk melaksanakan pagelaran reog serentak setiap tanggal 11 dan pagelaran reyog pada hari pertama setelah pandemi covid-19 di Ponorogo, “Alhamdulillah, antusiasme warga yang kangen dengan reyog cukup banyak yang hadir dan tentunya kita melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, jaga jarak dan tentunya dengan pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan,”jelas Sayuk Prawiro.

Sayuk Prawiro mengharapkan dengan adanya pagelaran reyog ini, kesenian reyog di desa Buru Kidul bisa semakin Lestari dan semakin berkembang dari generasi ke generasi di desa Bulu Kidul

“Ini sekaligus sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi, kekompakan, kekeluargaan, kerukunan antar pemain reyog di Bulu Kidul, ” Terangnya.

Pagelaran reyog yang biasanya dilaksanakan serentak setiap desa di era pandemi covid 19 ini dilaksanakan hanya 1 desa untuk mewakili setiap kecamatan dan kali ini desa Bulu kidul yang mewakili dari wilayah kecamatan Balong. “Pada malam sebelumnya, Bupati Ponorogo, Ipong Mulissoni membuka pagelaran reyog setelah masa pandemi tidak ada pentas reyog. Dan pada malam hari ini,Pembukaan kembali digelar di tengah pandemi. Maka, kita harus mentaati protokol kesehatan di era baru kehidupan Reyog yang kita sebut Reyog New Normal. Jadi Reyogan serentak setiap tanggal 11 nanti, setiap kecamatan menggelar satu Reyog di salah satu desa.” Pungkas Kades Bulu Kidul. (Aji/Gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Pandemi Covid 19 membuat Kesenian Reyog yang merupakan kebanggan masyarakat Ponorogo tidak bisa digelar selama 4 bulan terakhir.

Setelah melalui kajian dan analisa yang matang, akhirnya Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni secara resmi melaunching Pencanangan Gelar Reyog Ponorogo New Normal yang digelar setiap tanggal 11, Jum’at (10/7). Hal ini ditandai dengan pemukulan gong dan digelarnya Reyog di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo.⁣

Menurut Bupati Ipong Muchlissoni mengatakan acara ini digelar Sebagai upaya langkah melestarikan kesenian dan budaya agar terus eksis di tengah pandemi Covid-19. “Reyog Ponorogo adalah kesenian kebanggan kita semua, semenjak pandemi Covid 19, mereka tidak bisa tampil. Mulai hari ini, setelah kita melakukan kajian dan analisa, Kesenian Reyog Ponorogo bisa digelar, tentunya dengan menerapkan Protokol Kesehatan,” Ucap Bupati Ponorogo.

Penerapan New Normal dalam pertunjukkan Reyog Ponorogo diharapkan mampu menjadikan kesenian kebanggaan masyarakat Ponorogo itu bisa bangkit lagi setelah pandemi Covid 19. (Foto – Hariyogi)

Ia menambahkan, ada beberapa aturan yang wajib ditaati untuk mengendalikan jumlah penonton yang hadir. “Yang terpenting, ketentuan physical distancing tidak boleh dilupakan. Supaya tidak berjubel, maka tempat juga dibatasi luasnya. Dan pada malam hari ini, Gebyag Reyog atau pembukaan kembali digelar di tengah pandemi. Maka, kita harus menaati protokol kesehatan di era baru kehidupan Reyog yang kita sebut Reyog New Normal. Jadi Reyogan serentak setiap tanggal 11 nanti, setiap kecamatan menggelar satu Reyog di salah satu desa dan harus di halaman balai desa, tidak di lapangan,” ucap Ipong Muchlissoni saat membuka acara acara.


Bupati berharap dengan adanya hiburan new normal bisa meningkatkan imun tubuh, sehingga virus Covid-19 tidak mudah masuk ke tubuh manusia. ⁣

Pencatatan 3 (tiga) Surat Pencatatan Hak Cipta dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia kepada Bupati Ponorogo. (Foto - Hariyogi/Dokpim)
Pencatatan 3 (tiga) Surat Pencatatan Hak Cipta dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia kepada Bupati Ponorogo. (Foto – Hariyogi/Dokpim)



Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan juga 3 (tiga) Surat Pencatatan Hak Cipta dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia kepada Bupati Ponorogo selaku Ketua Pembina Yayasan Reyog Ponorogo oleh Bapak H. Achmad Tobroni Toredjo selaku Pembina dan sesepuh Yayasan Reyog Ponorogo.⁣(Adv/Gie/Gin).

Peliput : Hariyogi Wijanarko

Penyunting : Agin Wijaya


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Setelah sukses dalam uji coba new normal diberbagai sektor, Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni melaunching new normal sektor pariwisata yaitu wisata religi. Launching wisata religi tersebut dilakukan di makam Kyai Ageng Muhammad Besari yang berada di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis usai sholat subuh berjamaah di masjid Tegalsari, Jum’at (03/07) pagi.⁣


Bupati Ipong Muchlissoni mengatakan, dengan ditandai pemotongan pita di depan makam Kyai Ageng Muhammad Besari, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai menerapkan new normal untuk tempat wisata religi. “Nantinya masyakat dan warga sekitar tempat religi bisa kembali normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan,” ungkap Bupati Ipong.⁣


Makam Kyai Ageng Muhammad Besari ini merupakan salah satu tempat wisata religi di Kabupaten Ponorogo yang banyak disinggahi masyarakat, “Maka, mulai hari ini kita terapkan diseluruh wisata religi, termasuk makam Batoro Katong,” Lanjut Bupati Ponorogo.

Launching Tempat Ibadah juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan menerapkan Protokol Kesehatan bagi para jamaahnya. (Foto – Hariyogi/Dokpim)


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipong Muchlissoni juga me-launching new normal untuk sektor peribadatan dengan ditandai melakukan sholat subuh berjamaah di masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis dengan mengutamakan protokol kesehatan bagi seluruh jemaah.⁣

Seusai melaunching di makam Kyai Ageng Muhammad Besari, orang nomor satu di Ponorogo ini melanjutkan kegiatannya dengan gowes bareng bersama masyarakat sekitar dan melaunching penerapan New Normal dibidang pertanian yaitu di BPIP Jetis. (Adv/Gie/Gin)⁣.

Peliput : Hariyogi Wijanarko

Penyunting : Agin Wijaya

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kota Madiun memiliki banyak perguruan silat yang berpusat di kota itu, sehingga julukan Kota Pendekar disematkan untuk kota yang saat ini dipimpin oleh Wali Kota Maidi.

Predikat zona hijau saat Pandemi Covid 19, yang didapat Kota Pendekar tak lantas membuat pemerintah setempat lengah dalam menangani pandemi. Lebih dari itu, Pemkot setempat semakin mengencangkan ikat pinggang untuk kian disiplin mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Hal itu ditekankan Walikota Madiun Maidi di hadapan perwakilan perguruan pencak silat se Kota Madiun di ruang 13 Balaikota, Kamis (25/6).

Kesempatan itu digunakan walikota untuk mengajak seluruh perwakilan pencak silat yang hadir untuk membentuk padepokan tangguh di perguruan masing-masing.

Tujuannya, tak lain sebagai proteksi dini dalam menjalankan kegiatan persilatan menyambut new normal. Lebih lanjut walikota mengatakan, keberadaan padepokan tangguh sebagai komitmen jika pelaksanaan kegiatan yang ada telah mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19. Seperti, tersedianya akses cuci tangan, area wajib masker, pemeriksaan suhu, hingga area yang menerapkan jaga jarak.

“Kota ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai karena satu dua hal kesehatan menjadi ancaman. Maka dari itu seluruh elemen harus kompak. Saya menginstruksikan tempat latihan harus jadi padepokan tangguh yang menerapkan protokol kesehatan,” jelas walikota disela sambutannya.

Bahkan, walikota tak segan memberikan bantuan berupa alat pencuci tangan hingga bilik desinfektan kepada padepokan yang pertama mampu menerapkan protokol kesehatan di tengah menjalani aktifitas persilatannya.

“Komitmen ini harus kita terapkan bersama. Cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan. Dari kondisi inilah yang harus kita budayakan menjadi karakter di lingkungan kita supaya new normal bisa menuju normal.” Pungkasnya. (Red)

Source : FB – Pemkot Madiun

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Peringatan Hari Jadi ke-102 Kota Pendekar tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kesederhanaan dan disiplin terapkan protokol kesehatan menjadi cerita baru di tengah perayaan hari jadi tahun ini. Seperti yang terlihat dalam rapat paripurna istimewa yang digelar oleh Pemkot Madiun bersama DPRD Kota Madiun pada Sabtu (20/6).

Rapat paripurna itu digelar secara terpisah di dua tempat. Yakni, Walikota Maidi bersama Wawali Inda Raya Ayu Miko Saputri, Sekda Rusdiyanto, dan Forkopimda Madiun mengikuti rapat di Gedung Paripurna DPRD Kota Madiun Jalan Taman Praja bersama para anggota dewan. Sedangkan Kepala OPD mengikuti rapat paripurna melalui video streaming di Gedung GCIO, Diskominfo Jalan Perintis.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Maidi menyampaikan tujuh sektor prioritas menyambut new normal akibat pandemi. Tujuh sektor yang disampaikan yakni, sektor transportasi, sektor hotel, sektor restoran, sektor pasar modern, sektor pariwisata, sektor pasar tradisional, dan sektor perizinan online. Dimana seluruh sektor tersebut telah berjalan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat.

“Tujuh sektor kita gerakkan. Karena masyarakat kota bergantung pada sektor jasa. Namun protokol kesehatan harus terus diterapkan secara disiplin dalam menjalankan tujuh sektor tadi,” ungkapnya.

Walikota menekankan ekonomi di Kota Pendekar harus sehat, warganya pun harus hidup sehat sekaligus sejahtera. Maka dari itu bagi masyarakat yang ingin menjalani aktivitas sehari-harinya, tak boleh lepas dari menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak boleh berkerumun. Serta selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Inilah kehidupan baru yang harus kita lakukan dengan sempurna. Harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pembangunan menuju ekonomi kerakyatan kita gaungkan. Saya ingin saat kembali normal terjadi lompatan ekonomi, sehingga mampu menutupi kekurangan-kekurangan selama pandemi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputro mengatakan kedepan pihaknya sebagai lembaga legislatif akan fokus mengembalikan perekonomian di Kota Madiun agar meningkatkan kembali keutuhan ekonomi yang terpuruk selama pandemi.

“Kita fokus mengembalikan ekonomi Kota Madiun. Salah satunya dengan mengunggulkan sektor wisata dalam kota. Disamping itu kami akan terus mendukung tujuh sektor yang disampakan walikota demi kebaikan Kota Madiun,” tandasnya. (Red).

Source : FB – Pemkot Madiun

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Kota Pendekar memang tak cukup memiliki sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai jujugan wisata. Namun, hal itu tak menghalangi pemkot dan stakeholder setempat untuk mengoptimalkan keberadaan cagar budaya dan tempat-tempat wisata buatan lainnya sebagai alternatif wisata dalam kota.

Hal itu ditunjukkan dengan hadirnya salah satu tempat yang bisa menjadi alternatif wisata sejarah bagi masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya. Yakni, peresmian Cafe Milenial Osvia Boschbou yang berlokasi di Cagar Budaya Boschbou pada Jumat (19/6).

Peresmian itu dihadiri oleh Walikota Maidi, bersama Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Masduki beserta para jajaran terkait. Walikota menggunting pita bersama Danrem 081/DSJ sebagai simbolis dibukanya salah satu alternatif wisata yang kental bernuansa kolonial itu.

“Saya pribadi mengucapkan terimakasih. Danrem beserta jajaran dengan tulus ikhlas dan luar biasa memugar salah satu cagar budaya ini. Semoga kebermanfaatannya dapat diterima oleh semua pihak,” ungkap walikota.

Lebih lanjut walikota menjelaskan, saat ini Kota Madiun terus berupaya memulihkan perekonomian masyarakat di tengah Covid-19. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk, membangun sektor pariwisata.

Saat ini, lanjutnya, salah satu tempat wisata yang menjadi sorotan adalah pembangunan di Pahlawan street center yang digadang-gadang mampu menjadi pusat wisata di Kota Madiun. Untuk terus mengoptimalkan sektor pariwisata, dibutuhkan peran serta stakeholder terkait untuk bersinergi menghidupkan wisata-wisata buatan di Kota Pendekar.

“Kita harus optimis, kedepannya sektor pariwisata di Kota Madiun akan semakin meningkat. Meski tidak memiliki lokasi wisata alam, namun bukan halangan bagi Kota Madiun untuk menarik minat wisatawan,” tandasnya. (Red)

Source : FB – Pemkot Madiun

Kota Madiun – Portalnews Madiun Raya

Upaya New Normal terus dimaksimalkan oleh Pemerintah Kota Madiun. Salah satunya melakukan Rapid Test kepada 131 Kepala Sekolah sebagai upaya menyiapkan New Normal dibidang pendidikan.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Madiun, H. Maidi, dalam Pers Converence di Balai Kota Madiun, Kamis (11/06/2020).

Menurut Wali Kota, Pemkot Madiun menuju era kenormalan baru melakukan persiapan untuk menyambut tatanan baru tersebut. “Selain protokol kesehatan yang terus kita disiplinkan, Rapid Test kita lakukan kepada instansi yang bersiap menyambut New Normal, ” Ucap Wali Kota Maidi.

Lebih lanjut Wali Kota menyampaikan, pihaknya sudah melakukan Rapid Test kepada berbagai pihak, Wartawan yang biasa meliput di Pemkot Madiun beberapa saat yang lalu juga dilakukan Rapid Test. “Selain itu, anggota DPRD Kota Madiun juga sudah Rapid Test, Semua Petugas Kesehatan juga sudah kita Rapid Test, dan yang terakhir kita lakukan Rapid Test kepada 131 Kepala Sekolah dan hasilnya semua Non Reaktif, ” Jelas Wali Kota Maidi.

Rapid Test yang dilakukan kepada seluruh Kepala Sekolah menurut Wali Kota adalah persiapan New Normal dibidang pendidikan di Kota Madiun. “Jadi, sewaktu-waktu Pemerintah Pusat memutuskan Sekolah dimulai kita siap, namun sebelumnya kita akan melakukan Rapid kepada seluruh Guru yang ada, ini adalah upaya kita mencegah Corona selain mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung Protokol Kesehatan, ” Urai Wali Kota Maidi.

Wali Kota juga mengatakan bahwa OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat akan mendapatkan prioritas dilakukan Rapid Test. “Kota Madiun saat ini Zona Kuning Covid 19, kita terus waspada agar New Normal bisa berjalan baik di Kota Madiun dan penderita Covid 19 bisa sembuh semua. Yang terpenting, tidak ada penderita baru dengan menerapkan disiplin dalam Protokol Kesehatan. ” Pungkas Wali Kota Maidi. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.