PonorogoSampung, Portalnews MADIUN RAYA

Siswa siswi MTsN 6 Ponorogo berkumpul di lapangan sekolah tersebut yang berada di depan gedung sekolah, mereka mengikuti lomba melukis tembok atau yang biasa disebut dengan seni mural. Coretan di dinding lapangan tampak indah menghiasi tembok sebagai media dalam melukis anak anak, bakat melukis semua tertumpah dalam media tersebut. Lomba mural sendiri berlangsung dua hari dari tanggal 17 dan 18 Desember 2019.

Alip Budiono ,S.Ag, Ketua panitia melukis mural mengatakan bahwa di sela sela kegiatan setelah penilaian akhir semester diadakan perlombaan melukis mural dengan menggunakan media tembok yang ada di sekitaran lapangan madrasah dengan tujuan menyalurkan minat dan bakat siswa siswi dalam hal melukis. “Sekaligus sebagai penghias agar lebih indah jika di pandang di karenakan keberadaan lapangan yang berada di pinggir jalan raya yang melintasi depan madrasah dengan demikian banyak pengguna jalan bisa mengetahui dan menikmati hasil karya dari siswa-siswi MtsN 6 Ponorogo yang kali ini mengambil tema tentang kebersihan lingkungan dan erat hubungannya dengan keberhasilan dari Mts N 6 Ponorogo yang berhasil meraih Adiwiyata tingkat nasional, ” jelas Alip Budiono yang juga Waka kesiswaan.

Sementara itu, Kepala MTsN 6 Ponorogo, Agung Drajadmono, M.Pd sangat mengapresiasi terhadap kreativitas siswa siswi madrasah karena hasil dari melukis mural yang sangat luar biasa bagusnya, “Ternyata bakat dan minat melukis dari para siswa sangat bagus dan lomba ini kita ambilkan juri dari institut seni Surakarta di karenakan kita mengambil dari ahli yang profesional dan independen untuk memberikan penilaian,”jelas Agung Drajadmono.

Lomba lukis Seni Mural itu digelar sebagai bentuk kegiatan siswa usai melaksanakan UAS Semester I disekolah tersebut. (Aji/Gin).

Pewarta : Aji Pangestu

Redaktur : Agin Wijaya

SampungPonorogo, Portalnews MADIUNRAYA

Prestasi luar biasa di penghujung tahun 2019 ini MtsN 6 Ponorogo berhasil meraih Adiwiyata tingkat Nasional dan satu satunya perwakilan dari Ponorogo yang meraih predikat tersebut.

Piagam penghargaan di serahkan langsung oleh menteri lingkungan hidup dan kehutanan Dr.Ir.Siti nurbaya.M.Sc kepada Kepala Madrasah Agung Drajadmono., M.Pd di gedung Manggala Wana Bhakti Jakarta pusat pada hari Jumat tanggal 13/12/19.

Menurut Agung, prestasi ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo, Kemenag Ponorogo dan khususnya bagi MtsN 6.

Alip Budiono, ketua tim Adiwiyata MtsN 6 ponorogo mengatakan bahwa untuk meraih Adiwiyata tingkat nasional ini pihaknya memerlukan jalan yang panjang, “Di mulai di tahun 2015 kita mulai mengikuti seleksi adiwiyata tingkat kabupaten, tahun berikutnya mengikuti seleksi tingkat provinsi dan akhirnya 2019 kita mengikuti seleksi tingkat nasional dan tentunya dukungan semua warga madrasah sangat membantu tercapainya semua ini,” jelas Arip.

Sementara itu kepala MtsN 6 ponorogo Agung Drajadmono M.Pd saat di konfirmasi mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan rasa syukur atas kesuksesan yang diraih lembaganya itu. “Alhamdulillah segala puji bagi Alloh yang telah memberikan dan mengabulkan harapan kami untuk meraih Adiwiyata tingkat nasional di tahun 2019 ini, penting sekali bagi madrasah untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan adanya program Adiwiyata ini diharapkan madrasah bisa memulai menjaga lingkungan di mulai dari lingkungan sekolah masing masing dan akan membawa dampak terhadap lingkungan sekitar sehingga di harapkan seluruh warga MtsN 6 Ponorogo akan menjadi teladan di lingkungan masing masing dan kami mengharapkan nantinya lingkungan madrasah dan lingkungan masing masing bisa terjaga kelestariannya dan kekonsistensinya terhadap kebersihan serta kelestarian alamnya,sesuai dengan visi madrasah kami,” Urai Agung.

Terwujudnya madrasah Islami, sambung Agung, berprestasi,berwawasan teknologi dan berbudaya lingkungan adalah tujuan kita bersama. “Adiwiyata merupakan kerjasama antara kementerian lingkungan hidup, kehutanan dan kementerian pendidikan Republik Indonesia, di tahun ini di ikuti oleh 1732 sekolah dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi adiwiyata nasional dan mandiri, terpilih sebanyak 434 sekolah yang memenuhi kriteria dan lolos mendapatkan Adiwiyata nasional, ” Pungkas Agung. (Aji/Gin).

Pewarta : Aji Pangestu

Redaktur : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.