Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com

Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak, Aiptu Agus Bowo Cahyono menjenguk warga yang mempunyai seorang bayi yang berumur 4 hari dilahirkan oleh seorang ibu positif covid 19 dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Mendengar salah satu warga binaanya mengalami kesusahan, Aiptu Agus Bowo Cahyono mendatangi keluarga tersebut dengan berniat memberikan bantuan dengan dibantu beberapa warga sekitar dan juga perangkat desa.

“Kedatangan kami ini pertama ingin melihat kondisi keluarga dan bayi yang saat ini sedang membutuhkan biaya dan semoga segera diberikan kesembuhan dan yang kedua kami ingin sedikit berbagi rejeki tetapi jangan dilihat isi maupun besarnya bantuan kami, semoga bantuan kami ini dapat sedikit meringankan beban dari keluarga Bapak Joko Riyoyo ” jelas Aiptu Agus Bowo.

Bukan selesai disitu saja,berkali kali juga untuk kebutuhan susu si bayi dalam jumlah beberapa dos, Bhabinkamtibmas Aiptu Agus Bowo Cahyono juga tetap menyantuninya serta dalam keseharian keluarga tersebut terus di monitor secara langsung olehnya, karena di dalam rumah itu selain bayi dan ayahnya (Joko Rioyo) yang kini tidak bisa bekerja dikarenakan harus merawat sang bayi juga ada nenek yang bernama Boyati selaku orang tua Joko yang juga membantu merawat bayi dan merawat suaminya, yang tak lain adalah kakek bayi tersebut yang kini mengalami stroke kurang lebih 10 tahun.

Sementara menurut Ayah Bayi, Joko Rioyo, dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Matur Nuwun, memang Pak Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak Polres Ponorogo dikenal dekat dengan warga masyarakat yang dalam keseharian nya selalu peduli dan memperhatikan keadaan warga binaannya, termasuk kami yang saat ini mendapatkan musibah, ” Ucap Joko Rioyo.

Joko juga menambahkan bahwa bantuan tersebut sangatlah berarti bagi keluarganya. “Sangat membantu kami, apalagi saya sementara ini tidak bisa bekerja karena merawat anak dan Ibu saya merawat Ayah yang kena stroke, maturnuwun. ” Pungkas Joko Rioyo dengan mata berkaca-kaca. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Dikira tertidur, seorang bayi yang baru dilahirkan di Desa Gandu Kecamatan Mlarak ternyata sudah meninggal dunia.

Petugas Kepolisian Sektor Mlarak segera mendatangi kejadian yang terjadi pada hari Jum’at, tanggal 29 Okt 2021 sekira Jam 09.30 WIB Unit tersebut.

“Unit Reskrim Polsek Mlarak, mendatangi TKP Bayi Meninggal dunia, tepatnya Dukuh Mangunharjo RT 02 RW 02 Desa Gandu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, ” Ucap AKP Sudaroini, Kapolsek Mlarak.

Untuk Tempat Kejadian Perkara atau TKP, AKP Sudaroini menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di
Praktek Mandiri milik Bidan An. NINA YUNITA, A.Md. Keb. tepatnya masuk Dukuh Mangunharjo RT 02 RW 02 Desa Gandu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo.

“Bayi belum diberi nama, jenis kelamin Perempuan, putri dari pasangan Nanang Wahono dan Siti Aminah warga Dukuh Nglumpang IV RT 01 RW 02 Desa Nglumpang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, ” Jelas AKP Sudaroini.

Untuk kronologisnya, Kapolsek Mlarak menyampaikan bahwa pada hari Jum’at tanggal 29 Okt 2021, sekira Jam 02.42 Wib, datang Saudari SITI AMINAH warga Dukuh Nglumpang IV RT 01 RW 02 Desa Nglumpang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dalam keadaan mengandung. “Saat itu datang dengan diantar oleh suami dan keluarganya. Berdasarkan keterangan saksi yang menyampaikan ke Bidan, bahwa kondisi SITI AMINAH air ketuban sudah pecah, kemudian Bu Bidan memerintahkan kepada asisten untuk persiapan dirujuk ke RSU, kemudian Bu Bidan beranjak ke tempat praktek mandiri dengan mengendaraai Roda Empat dengan maksud akan mengantar Sdri. SITI AMINAH, namun setelah Bu Bidan sampai di lokasi praktek keadaan Saudari SITI AMINAH sudah mengeluarkan kepala bayi yang dikandungnya, kemudian Bu Bidan menyelesaikan persalinan,” Urai AKP Sudaroini.

Tidak lama kemudian persalinan selesai dan bayi dibersihkan serta diberikan kepada sang Ayah untuk di adzani, “Setelah digendong beberapa saat bayi menangis maka oleh Ayah Bayi diberikan kepada Saudar SITI AMINAH, karena Saudari SITI AMINAH masih merasakan sakit dan lelah setelah melahirkan maka bayi hanya ditidurkan disebelah tangan kiri serta diselimuti oleh sang Ayah, setelah itu Ayah bayi meninggalkan Saudari SITI AMINAH sendirian untuk pulang ke rumah dengan maksud untuk mengambil perlengkapan (pakaian dll), sekira 2 jam kurang, Ayah Bayi kembali ke praktek mandiri dan melihat bayi diam terlihat tidur. Kemudian sekira Jam 06.00 Wib pegawai Praktek Mandiri datang untuk mengantarkan makan kepada pasien-pasien yang ada, pada saat masuk di kamar Sdri. SITI AMINAH, saksi tidak melihat bayi maka saksi bertanya “apa belum lahiran” dan dijawab “sudah, itu bayinya”, saat itu saksi melihat bayi diselimuti, ” Jelas Kapolsek Mlarak.

Selanjutnya sekira Jam 06.30 Wib Nenek bayi datang ke kamar praktek mandiri serta melihat bayi, saat itu sang Nenek melihat terdapat biru-biru dibibir dan bayi terlihat diam saja, “Maka nenek bayi menyampaikan ke Asisten Praktek Mandiri, kemudian Asisten datang ke kamar, posisi bayi sudah di ranjang bayi & benar pada bibir terdapat biru-biru, kemudian segera melaporkan kepada Bu Bidan, kebetulan Bidan sudah perjalanan ke praktek mandiri, jadi tidak lama kemudian bidan datang dan mengambil alat medis untuk mengecek nafas dan jantung, setelah di cek ternyata bayi sudah Meninggal Dunia, ” Ucap Kapolsek Mlarak.

Setelah dilakukan pemeriksaan bayi X oleh Dokter Puskesmas Kecamatan Mlarak yang didampingi oleh PS. Kanit Reskrim Polsek Mlarak tidak terdapat tanda tanda kekerasan atau penganiayaan.
“Dengan adanya kejadian tersebut diatas Pihak keluarga (orang tua Bayi X) menolak untuk dilakukan otopsi karena sudah menerima atas kejadian tersebut.” Pungkas AKP Sudaroini. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, nasib naas di alami oleh FANI’MA NGUQBADDAR ADNI AMIN warga RT 01 RW 01 Dukuh Krajan, Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo yang meninggal dunia usai di tabrak Pick Up dari belakang pada Jum’at (29/10/2021).

Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini, pihaknya mendatangi lokasi kecelakaan lalu lintas sekira jam 09.50 wib.”Tepatnya di jalan Raya Mlarak – Sambit tepatnya di Simpang Empat Mblebakan, Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, ” Terang Kapolsek.

Untuk kendaraan yang terlibat, AKP Sudaroini menyampaikan yaitu kendaraan Mobil Pick Up L 300 dengan No.Pol : L -9776- BG yang di kemudikan oleh JULIANTO MARTIN (42) warga Kepanjen Malang.
“Mobil tersebut menabrak dari belakang sebuah Sepeda Motor Suzuki Nex dengan No.Pol : AE – 2114 – VE yang dikendarai oleh REGI INDIANA PRASTIWI (14) warga Desa Nglumpang Mlarak, dan FANI’MA NGUQBADDAR ADNI AMIN warga Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, ” Ungkap Kapolsek.

Akibat kecelakaan itu, AKP Sudaroini menyatakan bahwa penumpang sepeda motor yaitu FANI’MA NGUQBADDAR ADNI AMIN meninggal dunia ditempat. “Yang bersangkutan mengalami luka di bagian Dada dan Wajah luka tertutup, saat kejadian Posisi Korban berada di bawah Kendaraan Pic Up (Tertindih) yang berakibat Korban Meninggal Dunia di TKP, ” Kata Kapolsek Mlarak.


Saat Kejadian, Kapolsek Mlarak juga menyampaikan bahwa kedua Pengendara tidak Memakai Helm, tidak ada SIM,STNK serta Identitas Pribadi lainnya. “Sementara pengemudi L-300 memiliki surat-surat yang lengkap baik SIM B maupun STNK,” Terang Kapolsek.

Untuk kronologisnya, AKP Sudaroini menjelaskan bahwa pada Hari Jum’at tanggal 29 Oktober 2021sekira jam 09.50 wib Kendaraan Pic Up No.Pol : L -9776- BG yang di kemudikan oleh Sdr. JULIANTO MARTIN berjalan dari arah Barat ke Timur di jalan Raya Jurusan Mlarak- Sambit tepatnya di Simpang Empat Mblebakan, turut Desa Nglumpang, Kec.Mlarak, Kab.Ponorogo.”Dan Sepeda Motor Suzuki Nex No.Pol : AE -2114- VE,yang di kendarai oleh REGI INDIANA PRASTIWI berjalan dari Arah Barat ke Timur di Jalan Raya yang sama.
Sesampainya di TKP kendaraan Sepeda Motor No.Pol : AE -2114- VE tiba tiba berbelok ke arah Kanan (Selatan) dengan tidak memperhatikan Kendaraan yang berada di belakangnya sehingga terjadi Kecelakaan Lalulintas dengan Posisi Sepeda Motor berikut Pengendaranya berada di bawah Kendaraan Pick Up No.Pol : L -9776- BG yang mengakibatkan Kedua Kendaraan mengalami Rusak Berat dan Pengendara Sepeda Motor mengalami Luka Luka dan Satu Orang Meninggal Dunia di TKP.
Selanjutnya untuk Penanganan di serahkan ke Unit Laka Lantas Polres Ponorogo.” Pungkasnya. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya


Nasib naas menimpa Bu Wiji (70), warga Dukuh Caru Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo setelah dapur rumahnya ludes terbakar pada Selasa Malam (19/10/2021).


Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini, dirinya bersama anggota Polsek Mlarak, mendatangi TKP kebakaran dapur, di jl. Raya Jabung – Mlarak tepatnya dukuh Caru RT. 001 Rw 001 Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo sekira pukul 22.15 WIB.

“Akibat kejadian itu, Ibu Wiji mengalami luka ringan dan kondisi atap dapurnya luluh lantak,” terang Kapolsek Mlarak.


Adapun kronoligisnya, pada pukul 22.00 wib, Bu Wiji yang telah selesai memasak, di tungku kayu menurut Korban api sudah di padamkan, kemudian selanjutnya ditinggal tidur dan di rumah sendirian.


“Selanjutnya Pada pukul 22.15 Wib, wib, tetangga korban mendengar ada teriakan kebakaran dari orang di jalan lalu saksi melihat kobaran api sudah besar di dapur milik Korban, dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar, untuk bantu memadamkan kebakaran tersebut dengan cara menyiram air bergantian. Selanjutnya datanglah Mobil DAMKAR Ponorogo untuk membantu memadamkan kebakaran sampai selesai namun keadaan dapur bagian atap sudah terbakar habis,” urai AKP Sudaroini.


Untuk kerugian materiil ditaksir lebih kurang Rp 50 juta. “Hasil olah TKP penyelidikan diketahui api berasal dari Tungku masak dan menjalar ke tumpukan Kayu Bakar disebelah Tungku. Kemudian menjalar ke Tumpukan Kayu Jati ( Kusen Rumah ) selanjutnya menjalar ke Atap Dapur sehingga Api membesar menghabiskan seluruh bagian dapur rumah,” jelas Kapolsek.


Dengan kejadian itu, Kapolsek Mlarak meminta masyarakat agar tetap berhati-hati dalam melakukan aktivitas. “Pastikan situasi sudah aman sebelum kita tidur ataupun meninggalkan tempat.” Pungkas AKP Sudaroini. (Yah/Gin).


Peliput : Yahya Ali Rahmawan
Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Nasib naas dialami oleh JEMAIN, (53), warga Dukuh Sidowayah RT 01 RW 01 Desa Tugu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo setelah jatuh dari Pohon Jati Merak diketahui meninggal dunia, Jum’at (10/09).

Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini menerangkan bahwa pada hari Jum’at tanggal 10 September 2021 diketahui pukul 14.30 Wib telah diketemukan orang meninggal dunia yg diduga terjatuh dari Pohon Jati Merak. “TKP di pekarangan milik alm. H Imam Faruki di Dukuh Sidowayah RT 01 RW 01 Desa Tugu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo,” ucap Kapolsek.

Untuk korban, Kapolsek menjelaskan adalah
Jemain (53). ” Korban di Kabupaten Ponorogo tidak punya saudara sama sekali, semula berasal dari Sumatra, namun tidak jelas alamat tepatnya dan korban ikut untuk bekerja di keluarga H. Imam Faruki (Alm) sudah lama sekali,” jelas AKP Sudaroini.

Kronologis kejadian Kapolsek menyampaikan bahwa sekira pukul 10.00 Wib Korban berangkat ke TKP mencari rumput atau dedaunan pepohonan untuk makan kambing. “Sekira pukul 13.00 Wib, Saksi bernama Iwan dan Bibit Hartono mencari korban karena biasanya pulang untuk makan siang, saat mencari menemukan sepasang sandal, setelah dilihat kebawah ternyata Korban sudah tergeletak dibawah Pohon Jati Merak dalam posisi meninggal dunia dan sebelahnya ada tunggak pohon jati merak yan patah,” jelas Kapolsek AKP Sudaroini.

Kapolsek juga menjelaskan ciri-ciri mayat yaitu memakai kaos pendek warna coklat-merah, celana warna abu”. “Terdapat luka babras di dagu, di punggung terdapat luka tancapan bekas rumput gajah, kemaluan mengeluarkan sperma, luka lebam di pinggang belakang dan sudah kaku, panjang mayat 165 cm.Barang-Bukti yang diamankan Sepasang sandal dan Pakaian yang dikenakan,” ucap AKP Sudaroini.

Hasil pemeriksaan team Medis Puskesmas Kecamatan Mlarak dan Unit Reskrim Polsek Mlarak tidak diketemukan tanda” kekerasan yang lain. “Murni kecelakaan karena terjatuh dari Pohon Jati Merak.”Pungkas AKP Sudaroini. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Tindakan super nekat dilakukan oleh Saudi (56), Warga Dukuh Ngkumpang I  Desa Nglumpang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dengan menggantung di Pohon Trembesi yang terletak dibelakang rumah tetangganya sendiri.

Tindakan nekat Saudi itu diketahui pada Jum’at pagi (03/09/2021) oleh sang Isteri, Sunarmi, setelah mencari-cari keberadaan suaminya itu sejak dirinya bangun pagi.

Menurut Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini, pihaknya setelah menerima laporan dari warga perihal kejadian orang gantung diri segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Lalu Unit Reskrim Polsek Mlarak bersama dan Petugas Piket Polsek Mlarak, beserta Team Inafis dari Sat Reskrim Polres Ponorogo  mendatangi TKP, yang juga didatangi petugas Puskesmas Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo,”Jelas AKP Sudaroini.

Dari TKP, AKP Sudaroini menyebutkan mengambil beberapa barang bukti diantaranya seutas tali benang (tali pramuka) warna putih, Celana panjang warna biru dingker dan baju koko warna krem. “Kemudian pada mayat tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan, Kemaluan mengeluarkan sperma, Lubang anus tidak mengeluarkan kotoran, Panjang mayat 160 Cm,Lidah terjulur tergigit, Tulang V leher putus,”Ujar Kapolsek Mlarak.

Untuk kronologisnya, pada hari Jum’at (03/09), sekira Jam 05.00 Wib, saat isteri korban terbangun dan mencari korban (suaminya) tidak ada di rumah, maka sang Isteri berusaha mencari di luar rumah, namun tidak diketemukan, “Saat isteri korban bertemu tetangganya ditanyakan keberadaan korban, namun tetangganya itu juga tidak bertemu, kemudian mereka sepakat untuk mencari diseputaran lingkungan, pada saat isteri korban berada di halaman belakang milik tetangganya, isteri korban menemukan tangga yang bersandar di pohon trembesi, saat dilihat ke atas ternyata korban sudah menggantung, melihat kejadian tersebut isteri korban berteriak minta tolong, kemudian tetangganya melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Nglumpang untuk dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Polsek Mlarak,”Urai Kapolsek Mlarak.

Berdasarkan keterangan dari keluarga bahwa korban bermaksud akan kembali bekerja ke Jakarta, namun oleh keluarga (anak dan istri) tidak diperbolehkan karena korban mengalami riwayat penyakit Hypertensi.

“Hasil pemeriksaan team Inafis dari Sat Reskrim Polres Ponorogo & Petugas Medis dari Puskesmas Kecamatan Mlarak terhadap korban tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan & pada tulang V leher putus, maka dapat diduga bahwa korban meninggal karena gantung diri.”Tutup AKP Sudaroini. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Kepolisian Resort Ponorogo merilis tindak pidana setiap orang yang melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (3), (4) jo Pasal 76 C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Rabu (14/04/2021).

Menurut Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi, berdasarkan laporan Polisi Nomor / PONOROGO/ SPKT Polsek Mlarak, tanggal 29 Desember 2020 pihaknya melakukan penyidikan kasus tersebut. “TKP nya di dalam kamar mandi sebuah rumah di Dukuh Caru RT/RW 002/002 Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, pada hari Selasa tanggal 29 Desember 2020 sekira pukul 05.00 wib,” Jelas Kasat Reskrim.

Saudari YS, (21), lanjut Kasat Reskrim, ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan bayinya sendiri. “Adapun barang bukti berupa 1 (satu) kaos lengan pendek warna merah muda dan 1 (satu) potongan kayu panjang ±60 cm dan diameter ±2.5 cm, kemudian hasil pemeriksaan Otopsi Mayat bayi dari laboratorium forensik dengan hasil
Pemeriksaan luar ditemukan:
Luka memar pada wajah, leher, dada dan lengan kiri atas, dan bokong akibat kekerasan tumpul;
Luka lecet gores pada wajah, leher, dada dan perut akibat kekerasan tumpul;
Luka iiris pada wajah, leher, dada dan perut akibat kekerasan tajam;
Luka tusuk pada leher, dada dan punggung akibat kekerasan tajam;
Tanda mati lemas berupa, pelebaran pembukuh darah dan bintik perdarahan pada mata, kebiruan pada tangan dan bibir,” Terang Kasat Reskrim.

Kemudian, AKP Hendi juga menyampaikan bahwa dalam pemeriksaan dalam ditemukan
Resapan darah pada leher, tulang dada, iga dan sela iga kiri, lapisan pembungkus jantung dan kulit kepala. “Bayi juga mengalami Patah tulang pada tulang iga pertama sampai keempat, luka tembus pada paru, Mekonium dalam usus besar,
Bayi lahir bernafas, ” Ujar Kasat Reskrim.

Untuk kronologisnya, Kasat menerangkan bahwa pada hari Selasa tanggal 29 Desember 2020 sekira pukul 02.30 wib di dalam kamar mandi sebuah rumah di Dkh. Caru RT/RW 002/002 Ds. Bajang Kec. Mlarak Kab.Ponorogo terlapor melahirkan bayi dengan jenis kelamin perempuan. Saat lahir kondisi bayi dalam keadaan hidup dan menangis. “Terlapor menerangkan bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan diluar nikah antara terlapor dengan pacarnya, dan selama hamil tidak ada orang lain yang mengetahuinya termasuk keluarganya.
Terlapor menerangkan bahwa dalam proses persalinan bayinya tersebut terlapor tidak meminta bantuan kepada siapapun karena merasa malu dan takut ketahuan karena telah hamil di luar nikah Terlapor menerangkan bahwa proses persalinan bayi tersebut dilakukan sendiri di dalam kamar mandi bagian belakang rumah.
Terlapor menerangkan bahwa melahirkan bayinya tersebut dengan cara dalam posisi duduk dengan kaki diselonjorkan kemudian saat bayi hendak keluar kedua kaki terlapor tersebut di tekuk ke atas lalu pada saat mengejan bagian kepala bayi sebagian keluar dari lubang vagina terlapor lalu terlapor berusaha menarik keluar bayinya dengan cara kedua tangan terlapor memegang erat kepala bayi tersebut lalu berusaha menariknya hingga seluruh badannya bisa keluar di atas lantai kamar mandi, selanjutnya ari-ari dari bayi tersebut juga ikut keluar dengan sendirinya.
Pada saat lahir posisi bayi terlapor tergeletak dalam keadaan badan tertelungkup di lantai kamar mandi bersama ari-arinya tanpa alas dan kondisinya menangis tapi pelan.
Selanjutnya terlapor meninggalkan bayinya dalam keadaan tertelungkup dilantai beberapa saat selama 10 menit untuk membersihkan diri dikamar, kemudian terlapor balik lagi ke dalam kamar mandi lalu mengambil potongan kayu di belakang rumah dan melakukan kekerasan terhadap bayi tersebut dengan cara menggores-goreskan kayu tersebut ke tubuh bayi tersebut.
Setelah itu terlapor menggendong bayi terlapor keluar kamar mandi dan terlapor letakkan bayi di luar kamar mandi di bagian belakang rumah.
Perbuatan tersebut dilakukan terlapor dengan alasan karena takut bingung dan malu jika ketahuan telah melahirkan seorang bayi diluar nikah, sehingga saat itu yang ada di pikiran terlapor adalah membuat bayi tersebut tidak menangis supaya tidak diketahui orang dan tidak ada yang tahu bahwa terlapor telah melahirkan bayi dari hasil diluar perkawinan. Sehingga kemudian bayi tersebut di ketemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh saksi yang ada,” Urai Kasat Reskrim Polres Ponorogo.

Dalam kasus tersebut AKP Hendi menyampaikan bahwa Ibu Korban menjadi tersangka. “SETIAP ORANG YANG MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAP ANAK YANG MENGAKIBATKAN MATI”,
Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (3), (4) Jo pasal 76 C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Pasal 80 ayat 3
Ayat (3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidanapenjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (duaratus juta rupiah).
Ayat (4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat(3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya.”Pungkas AKP Hendi Septiadi. (Yah)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

MI (32), pemuda asal Pudak dan AP (25), warga Badegan terpaksa berurusan dengan pihak yang berwajib setelah keduanya diduga melakukan penipuan dengan modus mencari sumbangan untuk pembangunan masjid dengan menggunakan proposal palsu.

Mereka diamankan tim reskrim Polsek Mlarak berikut barang buktinya.

Kapolsek Mlarak AKP. Sudaroini, SH mengungkapkan bahwa ada laporan dari warga masyarakat yang melaporkan bahwa telah terjadi penipuan yang dilakukan oleh pelaku yang berpura-pura meminta sumbangan dengan membawa Proposal yang akan digunakan untuk pembangunan Masjid “Riyadhul Qur’an” yang beralamat di Desa Candi Kecamatan Mlarak.

“Kronologis kejadiannya adalah pada  Selasa 12 Januari 2021 sekira pukul 13.00 wib terlapor datang ketoko Langgeng milik Nur Langgeng, dengan alamat Desa Serangan meminta sumbangan dengan membawa Proposal yang akan digunakan untuk pembangunan Masjid. Saat itu Pelapor memberikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah). Sebelumnya pada hari Senin (4 Januari 2021) sekira pukul 15.30 Wib Terlapor datang ketoko Arum Elpiji milik Sunarwan dengan alamat Desa Bajang Kecamatan Mlarak meminta sumbangan dengan membawa Proposal yang sama. Dan diberikan sumbangan Rp. 100 ribu,” Ungkap Kapolsek Mlarak.

Selanjutnya pada hari Kamis 14 januari 2021 sekira pukul 14.00 Wib Terlapor datang kembali ketoko Langgeng yang berada di Desa Serangan Kecamatan Mlarak dengan membawa Proposal yang sama untuk meminta sumbangan Pembangunan Masjid yang berada di Desa Candi Kecamatan Mlarak. “Karena Pelapor merasa curiga selanjutnya Pelapor bersama Nur Langgeng melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Desa Serangan yaitu Kepala Desa Serangan dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa serangan Polsek Mlarak,” lanjut AKP Sudaroini.

Setelah menerima laporan tersebut dipimpin Kapolsek dan Kanit reskrim beserta Anggota langsung mendatangi TKP dan meminta keterangan beberapa saksi-saksi.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan ada petunjuk tindak pidana tersebut akhirnya dilakukan penangkapan terhadap terlapor. Selanjutnya Terlapor dan barang bukti dibawa ke Polsek Mlarak guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,”ujar Kapolsek.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas, adalah 1 buah Sepeda Motor KTM, 1 buah Handphone merk Andromax, 1 buah Handphone merk Vivo, 2 buah buku Proposal Sumbangan Masjid “Riyadhul Qur’ani” yang beralamat Desa Candi Kec, Mlarak dan Uang Tunai senilai Rp. 431.000.” Pungkas AKP Sudaroini. (red)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.