Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

DPRD Kabupaten Ponorogo yang baru, periode 2019 – 2024 akhirnya menyelesaikan Tatibnya dan hari ini, Jum’at (13/09) menggelar Rapat Paripurna mengumumkan pimpinan definitifnya.

Sebelumnya, Sunarto dan Fikso Rubianto menjadi pimpinan sementara DPRD Ponorogo.

Fikso Rubianto yang membacakan Surat Keputusan dari partai yang berhak menjadi pimpinan DPRD menyampaikan bahwa posisi Ketua DPRD adalah Sunarto dari Partai Nasdem, Wakil Ketua diisi Agus Dwi Prayitno (PKB), Miseri Effendi (Partai Demokrat) dan Anik Suharto (Partai Gerindra).

Dalam wawancaranya, Ketua DPRD Ponorogo definitif, Sunarto, selanjutnya pihaknya akan mengirimkan SK dari partai kepada Gubernur Jawa Timur. “Setelah itu pelantikan Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Ponorogo definitif,” ucap Sunarto.

Sunarto melanjutkan, usai dilantik tanggal 01 September 2019 yang lalu, anggota DPRD Ponorogo terus bekerja menyusun tatib dan alat kelengkapan dewan. “Kita targetkan bulan ini sudah selesai dan kita akan bekerja menyelesaikan PR kita dalam menyusun Raperda tahun 2019 ini.” Pungkas Sunarto.

Ada beberapa perubahan dalam komposisi pimpinan DPRD Ponorogo periode lima tahun kedepan. Partai Nasdem yang menjadi pemenang Pemilu menduduki Ketua DPRD yang sebelumnya diduduki Ali Mufti dari Partai Golkar. PKB yang sebelumnya mendudukkan Slamet Haryanto di periode ini digantikan oleh Agus Dwi Prayitno, sementara dari Partai Demokrat tetap Miseri Effendi dan Partai Gerindra Anik Suharto. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin Wijaya

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 dan Pemilihan Presiden tahun 2019, DPRD Ponorogo menggelar rapat koordinasi dengan KPU, Panwaslu dan BPKAD Kabupaten Ponorogo, Senin (14/05/2018) di Ruang Paripurna DPRD Ponorogo.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Ponorogo, H. Miseri Efendi, SH, MH dan dihadiri anggota DPRD Ponorogo, KPU, Panwaslu dan BPKAD Kabupaten Ponorogo.

Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Miseri Efendi dalam sambutannya meminta kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU untuk memaksimalkan kinerjanya sehingga seluruh warga di Ponorogo dipastikan dapat menggunakan hak pilihnya. “Kepada KPU, saya berharap persoalan DPT di Ponorogo segera selesai dan seluruh jiwa pilih di Ponorogo dapat memilih Calon Kepala Daerah serta Calon Presiden sesuai dengan pilihannya, ” ucap Miseri.

Dan kepada Panwaslu, kita berharap dapat menjalankan tugas dengan baik, sehingga jalannya pemungutan suara dapat berjalan dengan jujur, adil dan Luber. “Azas Pemilu yang Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia dapat berjalan dengan lancar di Ponorogo dan ini adalah ranah Panwaslu yang bekerja sama dengan pihak yang terkait untuk menegakkan hal itu, ” jelas Miseri Efendi.

Dan kepada semua pihak, marilah kita bersama-sama untuk mensukseskan Pilkada serentak tahun 2018 dan Pilpres tahun 2019 mendatang, mari kita menjadikan demokrasi untuk menentukan pemimpin kita di level provinsi dan level nasional di tahun 2019 mendatang, urai Miseri Efendi.

“Dan kepada teman-teman anggota DPRD Ponorogo, sebagai pelaku politik, kita harus menjadi pioner dalam menjadikan peta politik di Ponorogo yang kondusif, meskipun berbeda pilihan karena partai kita masing-masing telah menentukan pilihannya, kita harus tetap menghargai perbedaan sebagai kekayaan bangsa yang harus dipertahankan sebagai penguat kehidupan berbangsa dan bernegara. ” pungkas Miseri Effendi. (adv/yah/gin).

Ponorogo – www.madiunraya.com

Mensikapi aksi unjuk rasa yang dilakukan Perkumpulan Pedagang Kaki Lima (Perpek -5) Ponorogo sebagai aksi solidaritas dilarangnya berjualan PKL di sepanjang Jalan Sultan Agung Ponorogo, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo menggelar audensi yang menghadirkan perwakilan PKL dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Senin (19/02) di Ruang Banggar DPRD Ponorogo.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Ponorogo, Dr Ali Mufti, Wakil Ketua Miseri Efendi, Anik Suharto, Slamet Haryanto dan juga Komisi B DPRD Ponorogo.

Sementara dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo, diwakili oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Addien Andhanawarih beserta jajarannya.

Wakil Ketua DPRD, Miseri Efendi menyatakan bahwa kegiatan hari ini harus berdasarkan peraturan yang berlaku supaya tidak terjadi debat kusir. “Namun disisi lain kita harus menghargai usaha dari PKL sebagai bentuk pelaksanaan ekonomi kreatif yang telah dicanangkan Presiden Jokowi yang bertujuan mengurangi kemiskinan, sehingga permasalahan yang ada harus kita selesaikan dengan baik supaya itikad baik Pemkab Ponorogo mengatur kenyamanan Kota Ponorogo tidak berbenturan dengan masyarakat untuk mencari nafkah”,urai Miseri Efendi.

Addin Andhanawarih, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Kabupaten Ponorogo menjelaskan bahwa proses penataan dan pemberdayaan PKL sudah berdasarkan Perpres dan Permendagri serta Perda Kabupaten Ponorogo. “Kita sudah sosialisasikan tanggal 21 Oktober 2016, pertemuan audensi yang juga dihadiri Komisi B DPRD Ponorogo, yang intinya kita sudah menyiapkan lahan relokasi di Jalan Menur dan Jalan Suromenggolo yang baru selesai dibangun pada tahun 2018 ini”, papar Addin Andhanawarih.

Kami juga akan menyiapkan beberapa lahan untuk relokasi di Jalan Trunojoyo, Jalan Gajahmada serta menjadi satu di Kampung Reyog, namun karena keterbatasan Dana APBD untuk membangun lahan relokasi maka kita lakukan secara bertahap, jelas Addin Andhanawarih.

“Untuk saat ini, lahan relokasi sudah selesai 100 %, Kedepan kami juga akan mengakomodir keinginan para PKL, karena kami juga berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur dan juga Kementerian Perdagangan Ri”,pungkas Addin.

Sementara menurut Ratih, Pengacara PKL, pihaknya menilai lahan yang disiapkan untuk relokasi baru selesai 75%. “Mewakili para PKL, kami ingin untuk diajak berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk penentuan lahan relokasi, jangan sampai keputusan Pemkab justru membuat pendzaliman kepada PKL”,tegas Ratih.

Mensikapi perbedaan yang ada, Wakil Ketua DPRD Ponorogo menyatakan akan ada solusi. “Sehabis ini, kami para pimpinan DPRD Ponorogo akan melakukan sidak, untuk melihat seberapa siap lahan relokasi ditempati, jika sudah 100%, maka PKL harus segera pindah, namun jika belum selesai kita dorong Pemkab menyelesaikan kewajibannya”,ujar Miseri Efendi. (ADV/GiN)

Ponorogo – www.madiunraya.com
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Miseri Effendi, SH, MH meninjau lahan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Senin (19/02/2018)

Didampingi Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) Kabupaten Ponorogo, Miseri melihat secara langsung lahan relokasi PKL yang berjualan di Jalan Sultan Agung Ponorogo itu.

Lahan relokasi PKL Sultan Agung disiapkan oleh Pemkab Ponorogo di Jalan Baru atau ujung Jalan Menur. Nampak lahan tersebut sudah di kapling, disiapkan listrik, air dan mushola namun para PKL Jalan Sultan Agung tidak mau menempati karena khawatir dagangannya tidak laku. Menurut salah satu pedagang, pihaknya sudah berjualan di Jalan Sultan Agung selama puluhan tahun dan sudah memiliki pelanggan tetap sehingga dirinya khawatir dagangannya sepi karena harus mencari pelanggan dari awal lagi.

Menanggapi keluhan dari para Pedagang Kaki Lima, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Miseri Effendi meminta para PKL untuk bersabar karena masing masing pihak ingin yang terbaik. “Dari sisi Pemerintaj Kabupaten Ponorogo ingin mengatur supaya Jalan Sultan Agun menjadi jalan yang teratur dan tidak semrawut, namun disisi lain para PKL tidak mau kehilangan pelanggan karena disini berbenturan dengan masalah perut maka kita akan mencari solusi terbaik atau win win solution, ” urai Politisi Partai Demokrat tersebut.

Semua keluhan dan aspirasi dari teman-teman PKL akan kita bicarakan dengan teman-teman di Komisi yang selanjutnya akan kita gelar pertemuan dengan Pemkab Ponorogo dalam hal ini Dinas Perdakum, sambung Miseri Effendi.

“Kita berharap, keinginan Eksekutif untuk melakukan pengaturan tidak berbenturan dengan usaha yang dijalankan oleh teman – teman PKL di Jalan Sultan Agung. ” pungkas Miseri Effendi.

Usai melihat langsung lahan relokasi PKL di Jalan Baru, Miseri Efendi ngopi bareng dengan para pedagang kaki lima yang hari ini juga menggelar aksi penolakan relokasi PKL. (adv/yah/gin).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.