SurabayaPortalnews Madiun Raya

Berbagai aktivitas yang sudah dilakukan oleh PT. Mitra Pinasthika Mulia ( MPM) distributor sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jatim dan NTT bersama dengan generasi millenial. MPM kembali mengajak generasi millenial yang asik untuk city turing dengan menggelar Genio On The Street 1000 Millenial yang diikuti oleh 1000 rider millenial, Ahad (12/01).

Mengambil start dan finish di D’Kantin, millenial surabaya diajak keliling Kota Surabaya dengan mengambil rute jl. Ir. Soekarno – jl. Kertajaya – Jl. Simpang Dukuh – Jl. Darmo – Jl. Jagir dan kembali ke D’Kantin.

Marketing Communication & Development Division Head MPM, Suhari mengatakan Genio On The Streer ini merupakan rangkaian dari kegiatan Genio On The Street yang telah di lakukan bekerjasama dengan jaringan Honda di Jatim mulai bulan September – Desember. Dan hari ini adalah puncaknya.

” Genio On The Street 1000 Millenial ini diadakan sesuai dengan segmen Honda Genio yang menyasar millenial. Dan populasi Honda Genio di Surabaya ini paling banyak di Jatim.” kata Suhari

Pada kegiatan ini peserta juga disediakan layanan service murah. Berbagai hadiah doorprize menarik dan grandprize 1 unit Honda Genio diberikan kepada peserta yang beruntung.

Honda Genio, skuter matik (skutik) casual fashionable yang menjadi identitas dan tren baru bagi generasi muda Indonesia dalam berekspresi lebih stylish, enerjik, dengan tetap mempertimbangkan performa, bodi compact, kelincahan dan kenyamanan berkendara, serta konsumsi bahan bakar yang efisien

Honda Genio Skutik dibekali generasi terbaru mesin eSP 110cc yang hemat bahan bakar, sekaligus sanggup menyuguhkan performa optimal. Identitas Honda Genio ditandai dari desainnya yang casual dan bodinya yang compact,sesuai untuk generasi muda. Hal tersebut didukung oleh penggunaan frame (rangka) baru eSAF (enhanced Smart Architecture Frame). Teknologi frame baru Honda yang diimplementasikan pertama di Indonesia ini membuat Honda Genio lebih ringan, lincah, dan nyaman dikendarai.

Riyadh – Portalnews Madiun Raya
Delegasi Indonesia asal Ponorogo yang membawakan Pencak Silat dan Reyog dalam Janadriyah Festival ke 33 di Arab Saudi berhasil memukau penonton disana. Hal itu disampaikan oleh Wisnu Hadi Prayitno, ketua rombongan Pencak Silat dan Reyog Ponorogo. “Syukur alhamdulillah, kami bersyukur. Beberapa hari ini kami menyelesaikan misi sebagai delegasi Indonesia Pencak Silat yang kami kolaborasikan dengan Reyog Ponorogo dalam Janadriyah Festival yang ke 33 Riyadh Saudi Arabia,” ucap Wisnu HP, panggilan akrabnya, Ahad (06/01/2019) waktu Arab Saudi.
Menjadi hal yang special karena tahun ini Indonesia sebagai tamu kehormatan di Festival Terbesar di Riyadh Saudi Arabia, sambung Wisnu.

“Antusiasme masyarakat Riyadh sangat luar biasa dimana semua kesenian Indonesia yang di tampilkan bisa memukau mereka, ada hal yang menarik disini (Riyadh) karena cuaca setiap hari berubah. Hari pertama kami melakukan pementasan malam hari, di hari kedua kami sempat gagal pentas karena badai pasir datang sore hingga malam hari, dan kali ini adalah hari ketiga cuaca yang sangat dingin menusuk tulang, tetapi alhamdulillah dengan izin ALLAH kami mengikuti rangkaian acara dengan lancar, di awali dengan parade seluruh delegasi Indonesia, kami membelah ribuan masa yang hadir sore tadi, cukup menarik karena kali ini yang menonton memakai pakaian gamis dan tertutup tetapi sangat di luar dugaan bahwa mereka sangat welcome hehehehe, bahkan di setiap sesi istirahat banyak diantara mereka yang selalu bertanya ‘kapan pentas akan di lakukan’,” urai Wisnu HP.

Malam ini adalah pementasan sesi pertama karena besok kami di jadwalkan melaksanakan Umroh hingga tanggal 8 Januari 2019, dan kami akan kembali mengikuti Closing Festival Janadriyah tanggal 9 Januari 2019, dan kembali ke Indonesia pada 10 januari 2019, jelas Wisnu.

“Adapun team yang saya bawa kali ini adalah Jaggadhita Ara Pujarengganis salah satu siswi SDN Somoroto 3 sebagai penari jathil, Wisnu Hadi Prayitno sebagai pesilat dan penari warok, Frendy Susilo Wibowo sebagai pesilat, Dedy Satya Amijaya sebagai penari Klono Sewandono dan Ginanjar Heru Cahyo sebagai Penari Dadak Merak atau Pembarong,” lanjut Wisnu.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besar nya kami sampaikan kepada Kemenpora Republik Indonesia yang telah kembali mempercayai kami untuk memperkenalkan Pencak Silat dan Reyog Ponorogo di dunia Internasional, pungkas Wisnu Hadi Prayitno. (yah/gin).

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Wisnu Hadi Prayitno, sosok seniman dan pemuda milenial asli Desa Sumoroto Kecamatan Kauman Ponorogo ini memutuskan untuk berjuang di jalur politik.

Wisnu HP, panggilan akrabnya, mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo 2019 – 2024 dari Daerah Pemilihan 6 Ponorogo melalui Partai Demokrat.

“Sebagai praktisi seni, saya ingin membuat budaya dan kesenian di Ponorogo lebih mengakar dan menjadi aset yang menjadikan masyarakat di Ponorogo merasakan manfaat yang lebih dari keberadaan seni dan budaya yang ada di Ponorogo, baik itu secara nilai maupun ekonomi, ” ucap Wisnu HP, saat ditemui Portalnews Madiun Raya, Rabu (26/12/2018).

Seni dan budaya butuh regulasi dan support total dari pemangku kewenangan untuk menjadikannya lebih maju, lebih bermanfaat dan sifatnya kekinian, sambungnya.

“Atas dasar itulah saya memberanikan diri mencalonkan sebagai anggota legislatif di DPRD Ponorogo, Insya Alloh atas ikhtiar yang maksimal saya bisa memajukan seni sekaligus memperkuat regulasi yang mengatur tentang seni dan budaya di Ponorogo,” lanjut Wisnu HP.

Ponorogo memiliki aset seni dan budaya yang luar biasa, hal ini merupakan modal yang harus dikembangkan dengan maksimal supaya seni dan budaya bisa mengangkat nama Ponorogo sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya, sekaligus sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat di Ponorogo, urai Wisnu HP dengan semangat.

” Saya yakin, dengan ketulusan dari praktisi seni dan dukungan regulasi dari Legislatif serta suport dari Pemerintah, Kabupaten Ponorogo akan mendunia.” Pungkasnya. (yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.