Pacitan – Portal Madiun Raya
Anggaran dana desa tahun 2019 mendatang direncanakan naik 73 – 80 Triliun rupiah. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Desa Percepatan Daerah Tertinggal, Eko Putro Sandjojo disela sela kunjungannya ke Pacitan Jawa Timur, Selasa (26/06).

Menurut Menteri Eko, Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada menteri keuangan untuk menaikan anggaran dana desa dari yang sekarang 60 Triliun menjadi 73 hingga 80 triliun untuk tahun 2019 mendatang. “Itu semua tergantung penyerapan dana desa tahun ini, jika penyerapannya bagus maka tahun depan dana desa akan dinaikkan”,ujar Menteri Eko.

Namun sebagaimana instruksi dari Presiden, bahwa dana desa merupakan dana untuk pembangunan desa sehingga harus dikelola dengan baik dengan sistem swakelola artinya pengerjaan proyek dana desa tidak boleh menggunakan kontraktor, sambung Menteri Eko.

“Selain itu, 30% dari anggaran proyek pembangunan dana desa harus digunakan untuk upah, sehingga dengan adanya upah tersebut akan membuat perputaran uang didesa lebih banyak lima kali lipat, harapannya perekonomian di desa akan cepat tumbuh”,lanjut Menteri Eko.

Jadi sekali lagi, tujuan dana desa adalah meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di desa. Maka dari itu pergunakanlah dana desa dengan sebaik mungkin dengan kreatifitas yang sesuai dengan potensi yang ada didesanya masing masing, harap Menteri Eko.

“Dengan dana desa, kita berharap tidak ada lagi daerah atau desa yang tertinggal, karena dengan dana desa akan bisa membangun banyak hal seperti infrastruktur, pemberdayaan dan pembangunan yang lain”,pungkas Menteri Desa PDTT tersebut. (yah/gin)

Pacitan – Portal Madiun Raya
Melakukan kunjungan kerja di Dusun Gayam, Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo Pacitan, Selasa (26/06), Menteri Desa Percepatan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo memberikan beberapa bantuan kepada masyarakat setempat.

Didampingi jajaran Kementerian Desa PDTT, Ketua DPRD Jatim, Halim Iskandar, Forkopimda Pacitan, Menteri Eko memberikan bantuan Rp 50 juta kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Gemaharjo.

Selain itu, atas usulan warga, Menteri Eko Putro Sandjojo juga akan membantu mesin penggilingan tanah sebagai bahan untuk membuat batu bata merah yang menjadi mata pencaharian masyarakat di Dusun Gayam, Desa Gemaharjo tersebut.

Dalam sambutannya, Menteri Eko meminta semua pihak untuk memaksimalkan penggunaan dana desa yang telah dikucurkan oleh pemerintah. “Dana desa harus bermanfaat bagi masyarakat, untuk itu penggunaan dana desa harus swakelola, artinya apabila ada proyek pembangunan jalan yang menggunakan dana desa maka semen, batu dan material yang lainnya harus dibeli dari warga desa setempat”,jelas Menteri Eko.

Dari hal tersebut maka akan ada perputaran uang di desa tersebut sehingga meningkatkan perekonomian di desa tersebut, lanjut Menteri Eko.

“Selain itu, pemberdayaan dan pembangunan desa wisata harus terus ditingkatkan, untuk itu kreatifitas Kepala Desa, Camat, Bupati dan pimpinan yang lain perlu terus ditingkatkan”,pungkas Menteri Eko.

Usai bertatap muka dengan warga Dusun Gayam, Menteri Eko dan rombongan mengunjungi Balai Desa Gemaharjo sebelum melanjutkan kunjungan ke Desa Arjiwinangun Pacitan. (Yah/Gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.