Trenggalek – Portalnews Madiunraya.com

Inalillahi wa ina illaihi rojiun, berita duka menyelimuti keluarga besar Wakil Gubernur terpilih yang juga Bupati Trenggalek saat ini, Emil Dardak.

Menurut salah satu Jurnalis di Ponorogo, Muh Nurcholis, dirinya mendapat kabar dari media online bahwa adik Emil meninggal dunia. “Eril meninggal dunia pukul 12.30 WIB siang ini,” terangnya.

Eril Ario Ristanto Dardak yang merupakan adik kandung Emil dikabarkan meninggal di Jakarta.


Eril Dardak saat ini tengah mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan VII Jawa Timur. Meliputi Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi. (yah/gin)

Ponorogo – Portalnews Madiunraya.com
Satu lagi pahlawan devisa meninggal dunia di Negeri Jiran Malaysia, Ahad (18/11). Sunarto, TKI asal Dukuh Ngrambang RT 03/03 Desa Pondok, Kecamatan Babadan, Ponorogo, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di wilayah Malaka, Malaysia pada Sabtu (17/11) kemarin.

Menurut Sisworo, PJ Sekretaris Desa Pondok Babadan kepada Portalnews Madiunraya.com Ahad sore, 18 November 2018 mengatakan bahwa Sunarto (48 th) warga Desa Pondok Babadan ini meninggal karena kecelakaan. “Almarhum ditabrak mobil ketika naik sepeda pancal untuk beli sarapan. Korban mengalami luka parah di bagian kepala,” jelas Sisworo

Keluarga langsung ditelepon oleh Tauke atau majikan Sunarto, karena yang bersangkutan memang sudah sering berangkat kerja ke Malaysia, sambung Sisworo.

“Yang terakhir ini, Almarhum baru berangkat kurang lebih 1,5 bulan yang lalu, dan akhirnya meninggal karena kecelakaan ini, ” lanjut Sisworo

Almarhum meninggalkan satu orang isteri dan tiga orang putra, Jenazah masih dalam proses penyelesaian dokumen. “Menurut kabar yang kami terima, Insya Alloh besuk (Senin, 19/11), jenazahnya diterbangkan melalui Airport Juanda Surabaya.” pungkas Sisworo. (yah/gin).

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Yatinem (52) warga Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo meninggal dunia karena kebakaran lahan, Ahad (26/08).

Pada awalnya Yatinem berniat menyiapkan lahan garapan dipinggiran hutan pinus di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Yang bersangkutan membersihkan lahan dengan membakar semak dan ranting kering yanh ada ditempat tersebut.

Menurut Kapolsek Sooko, AKP Suyanto, korban merasa panik, karena angin berhembus kencang sehingga api merembet ke huta pinus. “Karena panik, korban berusaha memadamkan api yang terlanjur membesar, namun yang bersangkutan terjebak dalam kobaran api dan akhirnya ditemukan meninggal.” jelas Kapolsek.

Beberapa warga yang berusaha memadamkan kebakaran akhirnya menemukan korban, “Setelah dilihat ternyata yang bersangkutan (Yatinem) sudah meninggal dunia”,lanjut Kapolsek.

AKP Suyanto berharap kepada masyarakat Ponorogo untuk berhati hati menggunakan api disaat musim kemarau seperti saat ini. “Apalagi hembusan angin sangat kencang, sehingga mudah merembet,” ucap Kaposek.

Kapolsek juga berharap bagi para petani yang hendak meyiapkan lahan tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan. (yah/gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya

Diduga mendapat serangan jantung seorang petani yang bernama SAPUAN, (70) dan beralamatkan di RT 01/02 Dusun Sewelut Desa Plalangan Kecamatan Jenangan Ponorogo ditemukan meninggal dunia di areal persawahan setempat.

Menurut Kasubaghumas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto yang menjelaskan bahwa pada hari Jumat tgl 18 Mei 2018 diketahui sekira pukul 06.00 Wib korban diketahui meninggal dunia di sawah.

“Korban ditemukan meninggal dipersawahan dkh. Sewelut rt.01/02 Ds. Plalangan Kec. Jenangan setelah dilaporkan oleh saksi Ali Masna, warga setempat”,ujar AKP Sudarmanto.

Untuk kronologinya adalah sebagai berikut pada hari Jumat tanggal 18 Mei 2018 sekira Pkl 06.00 WIB saksi pulang dari sawah panen sayur dengan jalan kaki, setelah sampai di sekitar Dam saksi melihat ada orang yg sedang tergeletak di pinggir dam persawahan dukuh Sewelut, sambung AKP Sudarmanto.

“Kemudian saksi mendekati orang tersebut dan ternyata itu tetangganya. Melihat korban tergeletak kemudian memanggil tetangganya yang lain untuk memeriksa orang tersebut, ternyata korban sudah meninggal dunia. Kemudian menghubungi perangkat desa dan melaporkan ke Polsek Jenangan”,lanjut AKP Sudarmanto.

Ternyata setelah diperiksa, korban sebelum meninggal dunia mempunyai riwayat sakit jantung. Keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut dan tidak perlu dilakukan otopsi jenazah, ucap AKP Sudarmanto.

“Hasil pemeriksaan team identifikasi Polres Ponorogo bahwa korban murni meninggal dunia karena diduga kena serangan jantung dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada korban. Keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum disertai dengan surat pernyataan tertulis”,pungkas AKP Sudarmanto.(respo/gin)

Tegal – Portal Madiun Raya

Meninggalnya Dalang Kondang yang juga Bupati Tegal Jawa Tengah, Ki Enthus Susmono membuat netizen dan penggemarnya kehilangan sosok seniman besar di jagat hiburan tanah air.

Menurut beberapa sumber yang akurat, Ki Enthus Susmono meninggal akibat kelelahan dan serangan jantung.

Ki Enthus Susmono meninggal dunia pada hari Senin Wage, (14/05) usai ziarah di Makam Ki Gede Sebayu.

Lalu siapakah Ki Gede Sebayu itu?

Menurut silsilah, Ki Gede Sebayu keturunan darah bangsawan dari Batoro Katong atau Syech Sekar Delima (Adipati Wengker Ponorogo). Ayahnya bernama Pangeran Onje (Adipati Purbalinga). Sejak kecil, Ki Gede Sebayu diasuh oleh eyangnya yaitu Ki Ageng Wunut yang selama hidupnya menekuni Agama Islam. Hal ini membawa dampak bagi perkembangan Ki Gede Sebayu yang tumbuh menjadi anak yang berperilaku ramah dan santun.

Setelah menginjak dewasa, Ki Gede Sebayu oleh ayahnya disuwitakan di Keraton Pajang yaitu Kasultanan Adiwijaya. sebagai prajurit tamtama sehingga Ki Gede Sebayu memperoleh pendidikan keprajuritan dan ilmu kanuragan.

Ketika Aryo Pangiri berkuasa menggantikan Kesultanan Pajang, Ki Gede Sebayu pergi meninggalkan Pajang menuju Desa Sedayu. Ki Gede Sebayu mempunyai 2 orang anak yaitu Raden Ayu Rara Giyanti Subhaleksana menikah dengan Ki Jadug (Pangeran Purbaya) dan Raden Mas Hanggawana.

Ketokohan Ki Gede Sebayu mulai tampak ketika terjadi perang antara Kerajaan Pajang dan Jipang. Ki Gede Sebayu bergabung dengan prajurit Mataram bersama Pangeran Benowo untuk menyingkirkan Aryo Pangiri.

Ketika itu Ki Gede Sebayu dengan tombak pendeknya menyerang prajurit Pajang sehingga banyak yang tewas dan akhirnya Aryo Pangiri menyerah dan diusir dari Keraton Pajang. Kemudian Keraton pajang diserahkan kepada Pangeran Benowo. Setelah selesai pertempuran (1587), Ki Gede Sebayu dan pengikutnya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke arah barat dan sampai di Desa Taji (wilayah Bagelan) disambut oleh Demung Ki Gede Karang Lo. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Banyumas (Kadipaten Purbalingga) untuk ziarah ke makam ayah Ki Gede Sebayu dan akhirnya sampai di Desa Pelawangan kemudian menyusuri pantai utara ke arah barat dan sampailah di Kali Gung (Padepokan Ki Gede Wonokusumo).

Kedatangan Ki Gede Sebayu bersama rombongan yang bermaksud “mbabat alas” membangun masyarakat tlatah Tegal disambut gembira oleh Ki Gede Wonokusumo, itulah sekilas tentang siapa Ki Gede Sebayu. (ros/gin)

Tegal – Portal Madiun Raya
Bupati Tegal yang juga dalang kondang, Ki Enthus Susmono meninggal dunia, Senin (14/05).

Ki Enthus Susmono meninggal dalam usia 52 tahun di Rumah Sakit Slawi sekira pukul 19.15 WIB. Berita kematian dalang kondang tersebut membuat netizen penasaran, namun menurut sumber yang terpercaya berita tersebut benar adanya.

Mengenai sebab kematian seniman terkenal tersebut belum diketahui secara pasti. “Di duga kena serangan jantung mas”,ujar Nur Cholis, seorang wartawan senior di Ponorogo. (GiN)

Surabaya – Portal Madiun Raya
Update terakhir total korban akibat bom bunuh diri di beberapa lokasi di Surabaya, Ahad (13/05) adalah 11 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara untuk korban luka luka ada 44 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat on air di Radio Suara Surabaya.

Menurut Kombes Frans ada 11 orang meninggal dunia dan 44 luka luka terkena bom yang diduga bom bunuh diri dibeberapa tempat di Surabaya. “Korban luka saat ini berada di RSUD dr Soetomo dan RS Wiliamboth jl diponegoro”,ujarnya.

Sampai dengan saat ini, aparat masih bekerja keras melakukan olah TKP dan mendata para korban, sambungnya.

“Kami memghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan berhati hati”,pungkas Kombes Frans Barung Mangera. (GiN)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.