Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Karena terjatuh ke sungai saat mengendarai sepeda, seorang Pelajar asal Sambit Ponorogo bernama Akmal Abidzar Firdaus meninggal dunia pada hari Minggu, 28 November 2021.

Kapolsek Sambit AKP Sutriatno menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi sekira pukul 06.30 Wib, “Kami mendapatkan laporan bahwa telah terjadi orang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai,” ucap AKP Sutriatno.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan bahwa TKP peristiwa itu terjadi di aliran sungai masuk Rt 02/02 Dukuh Banyon Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. “Peristiwa itu dilaporkan oleh
Wiji Kuswanto (orang tua korban ), 47 yang merupakan seorang Perangkat desa dan beralamatkan di Dukuh Teleng RT 003 RW 001 Desa Maguwan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo,” lanjutnya.

Dari TKP, Kapolsek menyampaikan bahwa pihaknya mengamankan barang bukti diantaranya pakaian yang di gunakan korban kaos warna kuning lengan hitam, celana panjang warna abu abu dan 1 unit sepeda yang di gunakan korban merk Turanza warna hitam. “Jadi pada hari Minggu, 28 Nov 2021, sekira pukul 06.00 wib, saksi bersama sama dengan korban bersepeda rutenya menelusuri di pinggiran sungai, dimana semuanya menggunakan sepeda sendiri-sendiri dengan urutan korban berada di nomer 3, hingga sampai di dekat TKP, berniat untuk berhenti namun pada saat korban akan turun dr sepeda, korban kesulitan di karenakan sepeda terlalu besar, hingga akhirnya korban terjebur di sungai,” jelas AKP Sutriatno.

Melihat korban terjebur di sungai saksi langsung berusaha menolong korban, “Karena kebetulan ada teman korban bisa berenang, namun tidak kuat menarik korban hingga akirnya korban tenggelam ke dasar sungai, melihat kejadian tersebut saksi berteriak minta tolong namun keadaan di TKP sepi, selanjutnya saksi berlari pulang untuk memanggil warga, kemudian mereka langsung ke TKP dengan di bantu warga lainnya mencari korban dengan cara menyelam di sungai, hingga korban di temukan di dasar sungai sudah dalam ke adaan meninggal,” urai Kapolsek.

Hasil pemeriksaan medis, AKP Sutriatno menyampaikan bahwa korban keluar air dari hidung dan telinga, kemaluan tidak keluar air mani, dubur tidak keluar kotoran, tinggi korban 120 cm.
“Untuk TKP merupakan sebuah sungai, dengan kedalaman 270 cm dan lebar 300 cm. dengan keadaan air sungai tenang dan tidak mengalir deras,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan hasil olah TKP korban meninggal akibat murni kecelakaan tenggelam sungai, dengan tidak di ketemukanya tanda penganiayaan pada tubuh korban. “Pihak keluarga menerima kejadian tersebut adalah musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun, atas permintaan keluarga tidak dilakukan otopsi terhadap korban, Dengan di kuatkan surat pernyataan dr keluarga korban. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka dan persiapan untuk dimakamkan dipemakaman umum Desa Maguwan.” Pungkas AKP Sutriatno. (yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portal Madiun Raya

KAPANU als. COLOMOT asl. GENOT (39) warga Desa Maguwan Kecamatan Sambit Ponorogo menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah diduga menggelapkan 2 unit bus. Kapanu dilaporkan ke Polisi atas dugaan tindak pidana penggelapan atau penipuan sebagaimana dimaksud dlm Pasal 372 KUHP atau 378 KUHP.

Adapun yang melaporkan warga Maguwan Sambit tersebut adalah ALBERT WILOSA, (46) warga Temas Rt 04/08 Kec/Kota Batu yang merupakan orang kepercayaan dari MUHAMAD AUNUL HADI IDHAM CHALID, (50), pemilik 2 unit bus.

Menurut Kasubbag humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, polisi menerima laporan dengan barang bukti BPKB No.Pol DA 7518 HG dan BPKB No.Pol DA 7517 HG. “Kronologisnya adalah pada tahun 2016, korban mempercayakan 2 unit mobil jenis bus Mitshubhishi nopol DA 7517 HG dan Nopol DA 7518 HG, kepada terlapor untuk di kelola, pada awal mulanya 2 unit bus tersebut di kelola terlapor atau di operasionalkan terlapor di kota batu dengan sistim setoran kepada pelapor”,urai AKP Sudarmanto.

Dengan berjalannya waktu, terlapor meminta ijin kepada korban untuk mengoperasionalkan 2 unit bus tersebut di Ponorogo, dengan alasan bahwa usaha angkutan bus di kota batu sangat sepi, karena banyak saingan. Dan pada saat itu korbanpun mengijinkannya, sambung AKP Sudarmanto.

“Dan mulai sekira akhir tahun 2016, 2 unit bus tersebut di bawa terlapor ke Kab. Ponorogo untuk di operasionalkan atau untuk usaha angkutan travel (carteran) di Desa. Maguwan kec. Sambit Kab. Ponorogo”,lanjut Kasubbag humas Polres Ponorogo tersebut.

Kemudian pada hari Selasa, tanggal 24 April 2018, korban menyuruh pelapor sebagai orang kepercayaan korban Untuk mengecek keberadaan 2 unit bus tersebut di rumah terlapor yaitu Ds. Maguwan Sambit, sekaligus untuk cek fisik proses balik nama, Namun setelah di cek di rumah terlapor, ternyata terlapor sudah tidak ada di rumah dan 2 unit bus tersebut sudah di jual dan di gadaikan kepada orang lain, tanpa seijin pelapor, hingga terlapor sampai sekarang juga tidak bisa di hubungi lagi, jelas AKP Sudarmanto.

“Dengan kejadian tersebut korban merasa di tipu dan di bohongi, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sambit”,tukas AKP Sudarmanto.

Dengan kejadian tersebut di atas korban memgalami kerugian 2 unit bus, dengan tafsir kerugian kurang lebih sebesar Rp. 400.000.000,- ( empat ratus juta rupiah), dan terlapor masih kita tetapkan sebagai DPO, pungkas AKP Sudarmanto. (respo/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.