Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Rumah belakang milik Marni (55) warga RT 01  RW 02 Dukuh Krajan Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung mengalami kerusakan setelah tertimpa longsor yang diakibatkan hujan deras di daerah tersebut.

Menurut Iswanto, Perangkat Desa setempat, peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (20/01/2021). “Jadi pada pukul 14.00 Wib Wilayah Desa Wagir Kidul diguyur hujan lebat dan deras, sesaat Pukul 15.00 Wib. Saudara Marni mendengar Suara gemuruh Dari belakang rumah saat melihat kebelakang rumah ternyata tebing belakang rumah longsor menimpa
belakang rumah, ” Terangnya, Kamis (21/01).

Yang bersangkutan kemudian melapor ke Perangkat Desa. “Ukuran tebing yang longsor menimpa rumah Bapak Marni panjang 10 Meter Tinggi 10 Meter tebal  5 Meter, ” Lanjutnya.

Untuk kerugian korban jiwa nihil. “Namun kerugian material material di perkirakan kurang lebih 15 Juta.” Pungkasnya.

Setelah kejadian, Petugas dari Polsek Pulung, Koramil Pulung dan BPBD mendatangi TKP. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Struktur tanah yang labil dan hujan yang terus menerus terjadi membuat jalan raya yang menghubungkan Pacitan – Ponorogo amblas.

Menurut Agus, warga Dusun Dondong Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo, Pacitan, longsornya badan jalan tersebut terjadi Kamis, (20/02/2020) dini hari. “Kurang lebih terjadi pada pukul 03.00 mas, hujan dari malam dan ini masih gerimis, apalagi tanahnya labil, ” Ucap Agus.

Memang jalan disini, kata Agus, tanahnya labil. “Tanahnya amblas terus mas, kemarin diurug namun ini sudah amblas lagi, bahkan retakan terjadi disekitar jalan ini, kalau dipindah tidak mungkin mas, karena ini satu-satunya jalan, sebelah nya gunung, ” Pungkasnya.

Pantauan dari Madiunraya.com, saat ini arus lalu lintas masih lancar dengan sistem buka tutup. Aparat Kepolisian dan TNI sudah berjaga dibantu masyarakat dalam mengatur lalu lintas. (Yah/Gin).

Pewarta : Yahya Ali Rahmawan

Editor : Agin Wijaya

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama dengan Tim terpadu Forkopimda, sangat serius menangani bencana longsor di KM 16 Raya Trenggalek-Ponorogo.

Bahkan Forum Pimpinan Daerah di Kota Tempe Keripik rela turun langsung untuk memandu, jalannya proses evakuasi longsor.

Plh. Bupati Trenggale Pariyo, Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS, Waka ADM Perhutani, Andik Iswanto dan segenap kepala OPD terkait, juga meninjau jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan.

Kegigihan tim terpadu ini akhirnya membuahkan hasil, Sabtu sore (25/8/2018) sekitar pukul 15.00 WIB jalur Trenggalek-Ponorogo sudah bisa dibuka.

Kendaraan yang sempat terjebak seharian, akhirnya dapat melintas meskipun masih menggunakan sistem buka tutup.

Terbukanya jalur Trenggalek-Ponorogo ini dibenarkan oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Didit BWS. Menurut Perwira Polri dengan pangkat dua melati dipundaknya tersebut menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hasil kerja keras dari tim terpadu, dan unsur Forkopimda. “Kita tim terpadu memaksimalkan untuk akses jalan secara bergantian agar dapat dilalui,” ungkapnya.

Sistemnya saat ini kita gunakan buka tutup dan kita tempatkan tim terpadu dari akses arah Ponorogo dan mau masuk Trenggalek dan dari titik sebaliknya.

Masih menurut AKBP Didit, kondisi tebing sekarang masih labil, batu dan tanah masih berangsur-angsur turun di titik longsor.

Kepada para pengendara untuk berhati-hati dan harus tetap mematuhi instruksi dari Tim. “Hati-hati, pelan-pelan untuk menjaga keselamatan.” jelasnya.

Sementara itu Triadi Admono Plt Kadis Kominfo Kabupaten Trenggalek, mewakili Pemkab Trenggalek mengucapkan rasa terima kasihnya atas kerja keras seluruh elemen, baik pemerintah, Forkopimda maupun masyarakat. “Sehingga jalur Trenggalek-Ponorogo bisa dibuka, transportasi yang sebelumnya lumpuh total dapat melintas. Sebagaimana yang di sampaikan oleh Kapolres, jalur ini dibuka dengan sistem, buka tutup. Karena masih ada material yang dimungkinkan bisa jatuh,” urai Triadi.

Kita memprioritaskan keamanan pekerja dan pengguna jalan. Karena itu kita gunakan fungsi satu lajur, dengan sistem buka tutup lalu lintas dari kedua arah. Mana kala nanti digunakan untuk penurunan material, kita koordinasikan dengan Proyek Wika, sambungnya.

“Selanjutnya kita alihkan, dengan menggunakan jalur yang sudah kita atur bersama.” pungkas Triad. (Ono/gin)

Reporter : Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Tidak ada angin tidak ada hujan, tebing KM 16, masuk desa Nglinggis, kecamatan Tugu kembali longsor Sabtu (25/8).

Diperkirakan longsor yang membawa material tanah, dan batu-batu besar tersebut, terjadi pukul 20.00 Wib semalam.

Akibatnya, jalur utama yang menghubungkan kabupaten Trenggalek dan Ponorogo ini pun terpaksa di tutup total.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, bersama dengan jajaran Forkopimda dan BPBD, meninjau langsung ke lokasi kejadian.

Dalam keterangannya AKBP Didit mengatakan, KM 16 merupakan jalan utama yang menghubungkan Trenggalek dengan kabupaten Ponorogo, sehingga keberadaan jalur ini sangat vital karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Oleh sebab itu penangananya harus cepat, dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan.

“Kita sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah dan BPBD, agar akses jalan segera bisa di buka kembali,” Ucap AKBP Didit.

Ditambahkan, guna menghindari adanya korban jiwa, pihaknya telah menurunkan sejumlah personel baik dari Polres maupun Polsek Tugu, untuk membantu pengamanan dan memastikan, tidak ada masyarakat yang nekat menerobos jalan.
Mengingat kondisi gelap dan diperkirakan tanah masih labil sehingga sangat rentan terjadi longsor susulan.

“Kita tempatkan personel di dua sisi dan mereka akan stanby sampai kegiatan pembersihan benar-benar selesai dan aman” imbuhnya

Sementara itu Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto menuturkan, dengan berbagai pertimbangan keamanan pembersihan material longsor baru bisa dilakukan pagi ini.

Pemerintah daerah telah menyiapkan 2 buah alat berat di sekitar lokasi.

“Sejak tadi pagi sudah mulai dilakukan pembersihan. Diupayakan secepatnya selesai.” Ucap Iptu Bambang saat dikonfirmasi di lokasi. Sabtu (25/8)

Sampai dengan berita ini diturunkan proses pembersihan material longsor masih berlangsung.

Belum bisa diperkirakan kapan pembersihan selesai mengingat material tanah dan batu masih terus berjatuhan dari atas tebing.(Ono/gin)

Reporter : Dahono

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.