Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Padepokan Tunjung Seto dibawah RM Arjuna Nusantara atau yang lebih dikenal dengan Ki Joko Bodo membagikan Sembako kepada 223 Janda Tua, Ahad (09/05/2021).

Kegiatan tahunan yang rutin digelar itu dihadiri para janda sepuh dari Desa Nailan, Desa Gundik, Desa Crabak dan Desa Bancar yang sebelumnya sudah diberikan kupon.

Menurut Ki Joko Bodo, kegiatan sosial tersebut sudah berlangsung selama 12 tahun terakhir. “Rutin kita gelar setiap menjelang Idul Fitri dengan menghadirkan para janda tua yang sudah ditinggal wafat oleh suaminya, ” terang Ki Joko Bodo.

Selain pemberian sembako yang berisi beras, gula, minyak goreng, kopi, teh, garam, kecap dan mie tersebut juga dilakukan berdo’a bersama. “Kita paham bahwa do’a para janda Insya Alloh sangat Mustajab, untuk itu kita berdo’a agar selalu diberikan kesehatan dan kemudahan serta yang paling penting Pandemi Covid 19 bisa segera berakhir,” terang Ki Joko Bodo.

Ki Joko Bodo berharap dengan bantuan yang diberikan tersebut membuat para janda untuk terus bersemangat dalam menjalani kehidupan. “Apalagi hari raya Lebaran akan menjelang, Insya Alloh akan memberikan manfaat dalam menyambut hari kemenangan ini.”pungkas Ki Joko Bodo. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tersangka Pencurian saat diamankan warga. (Foto : Res Ponorogo)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

AP, pemuda yang baru berusia 22 tahun, ditangkap warga lantaran kepergok mencuri dirumah tetangganya. Warga Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Ponorogo tersebut mencuri dirumah tetangganya yaitu Sulaiman.

Menurut Kasubbag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edy Sucipta, Tersangka melakukan Tindak Pidana Pencurian di rumah Sulaiman warga RT 07 RW 03, Dukuh Tunggur, Desa Karangan, Kec. Badegan, Kab. Ponorogo. “Kejadiannya pada hari Sabtu, tanggal 08 Juni 2019, sekitar pukul 03.00 WIB dinihari,” terang Edy.

Adapun kronologisnya adalah pada hari Sabtu tanggal 09 Juni 2019 sekira pukul 03.00 wib ketika korban mau pergi mengairi sawah mengetahui terlapor di dalam toko milik korban kemudian korban memanggil-manggil “siapa itu”, kemudian korban berteriak ada orang masuk rumah, selanjutnya beberapa warga terbangun kemudian bersama-sama menangkap pelaku, urai Iptu Edy.

“Dari pelaku berhasil diamankan barang bukti 1 ( satu ) HP merk samsung ( GALAXI MEGA ), Uang tunai Rp. 685.000,- (Enam ratus delapan puluh lima ribu rupiah), 1 (satu) bungkus rokok DUNHIL, 1 (satu) buah Helm merk honda, selanjutnya Tersangka dilaporkan ke Polsek Badegan.” Pungkas Iptu Edy Sucipta.

Tersangka didakwa melanggar pasal 364 KUHP dan atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 1.608.000,- (Satu juta enam ratus delapan ribu rupiah). (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Reporter : Tatang Dahono

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Tahun politik membuat Lebaran ketupat Jum’at (22/6) Th 2018 di kabupaten Trenggalek menjadi sepi, tidak seperti tahun tahun sebelumnya.

Biasanya ramai dan meriah dengan kegiatan pawai, sekarang di tiadakan.

Pamudji Rochmad Kepala Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek saat di konfirmasi mengatakan bahwa tahun ini lebaran ketupat berdekatan dengan pemungutan suara, “Karena itu kegiatan pawai, sesuai dengan hasil koordinasi dan konsultasi dengan pihak kepolisian di tiadakan,” kata Pamudji.

Tetapi lanjutnya, kegiatan kupatan dilingkungan warga seperti silahturahmi tetap seperti biasanya, yang tidak ada hanya pawai dan arak arak an, lanjut Pamudji.

Menanggapi kegiatan lebaran kupatan didaerah lain Kepala Kelurahan Kelutan yang murah senyum ini, menyampaikan semua sama.

Di Kecamatan Durenan, karena tradisi kupatan di daerah ini sudah mengakar, jadi tidak ada pawai pun tidak ada masalah, silahturahmi tetap berjalan.

“Berbeda dengan di Kelurahan Kelutan, magnet nya adalah pawai. Jadi banyak yang menanyakan”,terangnya.

Ditambahkan, bilamana kegiatan pawai ini dipaksakan tidak apa apa, tetapi karena kita tidak tahu situasi di masyarakat, “Saya kuatir nanti bisa terpancing, karena ada pendukung dari dua calon Gubernur dan Wakil Gubernur, untuk sementara pawai tahun ini di tiadakan”,jelasnya.

Lebih lanjut kata Pamudji, di tiadakanya pawai dalam lebaran ketupat tahun ini, bukan intruksi dari pemerintah daerah, tetapi ini hasil koordinasi dan saran dari teman teman kepolisian, kupatan cukup dilingkungan masing masing saja.
Ditegaskan oleh Pamudji, bahwa kedua calon Gubernur semuanya sudah pernah silahturahmi di Kelurahan Kelutan, “Di Jawa Timur kemungkinan hanya sedikit Kelurahan atau Desa, yang dikunjunginya oleh dua calon Gubernur sekaligus,’ ini sangat membanggakan”,pungkas Pamudji Rochmad.(Ono/gin)


Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.