Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Sebuah balon udara tanpa awak yang diduga diterbangkan oleh orang tidak bertanggung jawab jatuh dan menimpa rumah milik warga Jambon Ponorogo.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo menyampaikan bahwa pada Minggu tanggal 31 Mei 2020 pukul. 06.00 Wib, Personel Polsek Jambon menerima laporan dari Masyarakat ada Balon Udara tanpa awak yang jatuh di Dusun Bureng Desa Jambon Kecamatan Jambon. “Aparat Polisi segera ke TKP dan melakukan penyelidikan, diduga balon udara tersebut diterbangkan saat Lebaran tahun ini, padahal semua pihak sudah melakukan pelarangan karena melanggar berbagai aturan, salah satunya adalah Undang-undang Penerbangan,” Ucap Iptu Edy Sucipta.

Adapun balon udara yang jatuh itu berukuran tinggi 30 M Diameter 15 M, sedang Petasan sudah tidak ada.”Balon tersebut menimpa rumah Bapak Lasmin, warga Dusun Bureng Desa Jambon, Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo,” jelas Kasubbag Humas Polres Ponorogo.

Akibat jatuhnya balon tersebut mengakibatkan kerugian sebagai berikut, yang pertama Antena TV Roboh dan Jatuh, “Yang kedua Antena Wifi Melengkung dan bengkok, yang ketiga  Genteng Pecah dan diperkirakan kerugian materiil -+ 1 Juta, Saat ini balon udara diamankan di Polsek Jambon. Kami tidak pernah berhenti untuk menghimbau bahwa menerbangkan balon udara saat lebaran melanggar undang-undang serta mengakibatkan kerugian.” Pungkas Iptu Edy Sucipta. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Bupati Ponorogo mengumumkan penambahan pasien positif Covid 19 per 30 Mei 2020.

Melalui broadcast WA Bupati menyampaikan kepada seluruh masyarakat Ponorogo tentang penambahan positif Corona di Ponorogo itu.”Bersama ini, dengan penuh keprihatinan saya ingin mengabarkan bahwa hari ini ada penambahan 7 pasien konfirmasi positif covid-19,” Ucap Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati juga menyampaikan bahwa mereka bukan dari cluster yang pernah ada. “Ini bisa disebut transmisi lokal, ke 7 orang tersebut adalah pertama Perempuan (57 th), Balong, riwayat gagal ginjal, tanpa gejala; kedua Perempuan (54 th), Balong, riwayat penyakit jantung koroner, tanpa gejala; ketiga, Perempuan (49th), Bangunsari, tanpa gejala; keempat, Perempuan (39 th), Jambon, tanpa gejala;  kelima, Laki-laki ( 30 th), Bangunsari, tanpa gejala, riwayat bolak balik ke Jombang, karena bekerja; keenam, Perempuan (72th), Sukorejo, riwayat kontak dengan PDP Balong yang meninggal dan ketujuh Laki – laki (49 tahun) asal Babadan, yang bersangkutan pasien kiriman dari Surabaya selama ini tinggal di Pasuruan dan asli ponorogo dan saat ini sudah sembuh, “ Urai Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati Ponorogo menyebut bahwa dari mereka sudah didapatkan contact tracing sebanyak 39 orang. “Dan semua sudah dilakukan hasilnya semua non reaktif, dari 7 orang tersebut 6 orang adalah hasil rapid test massal yang dilakukan menjelang Idul fitri kemarin,” Lanjut Bupati Ipong Muchlissoni.

Bupati Ponorogo mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap  disiplin terhadap protokol kesehatan. “Sesering mungkin cuci tangan dengan sabun, pakai masker ketika ditempat umum dan sedang sedang berinteraksi jaga jarak minimal 1 m, selalu gembira dan jangan panik serta selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa dan meningkatkan ibadah terlebih menyongsong New Normal,” Ujar Bupati Ipong Muchlissoni.

Sehingga data per hari ini untuk Ponorogo, total pasien positif covid 19 sebanyak 31 orang. “Meninggal 1, sembuh 9 orang, dirawat 20 orang, isolasi mandiri 1 orang, kepada seluruh masyarakat saya minta tetap   tenang dan tetap semangat, mari BERSATU lawan Covid 19.”Pungkas Bupati Ipong Muchlissoni. (Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.