Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Ponorogo, Telaga Ngebel memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup signifikan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Lilik Slamet Rahardjo, sampai dengan liburan Lebaran 2019 kemarin, PAD yang disumbangkan dari Telaga Ngebel sudah mencapai Rp 805 juta lebih. “Alhamdulillah, target yang dibebankan terhadap retribusi di Telaga Ngebel sudah tercapai,” jelas Lilik kepada Portalnews Madiun Raya, Rabu (12/06)

Setiap tahun, target PAD dari Telaga Ngebel dipatok minimal Rp 805 juta, dan di tengah tahun ini sudah bisa dilampaui, sambungnya.

“Selanjutnya, kita berharap Telaga Ngebel di tahun 2019 ini bisa mendapatkan PAD yang lebih besar dibandingkan dengan PAD tahun 2018 yang mencapai 1 miliar, 490 juta rupiah, saya yakin dengan banyak festival yang akan kita gelar hingga akhir tahun mendatang dan menambah wahana wisata, serta perbaikan infrastruktur, target tersebut bisa tercapai. Apalagi disekitar Telaga Ngebel sudah ada wisata baru yaitu Mloko Sewu dan pemandian air panas Tirto Husodo di Wagir Lor.” Pungkas Lilik Slamet Rahardjo. (Yah/Gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin


Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Untuk merawat tradisi lebaran di Kabupaten Ponorogo, Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelar Lomba Festival Balon Udara yang ditambatkan, Rabu (12/06) di Lapangan Desa Nongkodono Kecamatan Kauman Ponorogo.
Kegiatan yang sudah berlangsung di tahun ketiga tersebut diikuti 65 peserta dari berbagai kelompok pemuda di Ponorogo.
Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Ponorogo yang mulai sadar bahaya menerbangkan balon udara secara liar. “Banyak kebakaran dan terganggunya penerbangan akibat balon udara yang terbang tanpa kendali,” ucap Widyargo.
Kapolres Ponorogo AKBP Radiant. S.I.K. M.Hum yang membuka festival tersebut berharap kegiatan tahunan tersebut dapat mengurangi dan menghilangkan tradisi menerbangkan balon udara saat lebaran. “Mari kita merawat tradisi dan juga patuh terhadap peraturan yang berlaku. Peraturan dibuat untuk keselamatan kita bersama.” Ucap Kapolres.
Sementara Ketua GP Ansor Kabupaten Ponorogo, Syamsul Maarif, menyatakan bahwa pihaknya siap mensukseskan festival tersebut dimasa yang akan datang. “Festival ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi pecinta balon udara Ponorogo untuk menyalurkan hobinya  agar nantinya tidak menerbangkan balon udara secara liar sehingga dapat berdampak pada terganggunya penerbangan udara baik Domestik, Internasional maupun Militer,” jelas Syamsul.
Ribuan masyarakat Ponorogo yang memadati lapangan Nongkodono ikut menyaksikan kemeriahan balon udara yang berwarna warni. (Yah/gin)

Pewarta : Yahya

Redaktur : Agin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.