Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

9 hari pasca coblosan Pemilu tahun 2019, seorang anggota KPPS TPS 22 RT 04 RW 05 Dukuh Paparan, Desa Krebet Kecamatan Jambon Ponorogo meninggal dunia pada Jum’at (26/04).
Tumirin, nama anggota KPPS yang meninggal dunia itu diduga mengalami kelelahan dan akhirnya terkena serangan jantung.
Menurut Ketua KPPS TPS 22, Sardi Siswoyo, almarhum Tumirin berperan aktif dalam penyelenggaraan Pemilu di TPS 22 Desa Jambon. “Beliau bekerja mulai dari persiapan, pemungutan suara sampai dengan perhitungan yang selesai pada dini hari, Kamis (18/04) yang lalu,” ujar Sardi.
Saat itu, Almarhum Tumirin meminta ijin untuk pulang karena kelelahan, sambung Sardi.
“Dan tepat 9 hari setelah coblosan, Pak Tumirin meninggal dunia, kami berdo’a semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik disisinya.” Pungkas Sardi.
Kematian Tumirin, menambah daftar panjang petugas KPPS yang meninggal dunia di seluruh Indonesia karena kelelahan saat melakukan tugas pemungutan suara. (Yah)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
Di hari terakhir pendaftaran Bakal Calon Legislatif untuk Pemilihan Umum tahun 2019, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ponorogo mendaftarkan calon legislatifnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo, Selasa (17/07).

Dipimpin oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Ponorogo, Drs H. Ibnu Multazzam puluhan Caleg dari partai nomor urut satu ini mendaftar di KPU dengan iringan musik hadroh.

Selain itu, beberapa anggota legislatif DPRD Ponorogo dari PKB juga menyertai proses pendaftaran tersebut, diantaranya Suhari, Moh Erkamni, Moh Ubahil Islam, Slamet Haryanto, Mashuri dan Mahfut Arifin.

PKB Ponorogo pada Pileg 2014 yang lalu berhasil menduduki 7 kursi dan menempatkan salah satu kadernya menjadi Wakil Ketua DPRD Ponorogo yaitu Slamet Haryanto.

Dalam wawancaranya, Ketua DPC PKB Ponorogo, Drs H Ibnu Multazzam menjelaskan bahwa target untuk Pileg 2019 mendatang PKB dapat 12 kursi di legislatif. “Kita mentargetkan 12 kursi atau naik dari hasil Pileg 2014 yang lalu”,ujarnya.

Untuk dia sendiri, Ibnu Multazzam tetap mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dapil 7 Jawa Timur. “Saya tetap mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI”,tegasnya.

Saat ditanya korelasi hasil Pilgub Jatim 2018 kemarin, Ibnu menjelaskan bahwa dua even politik tersebut berbeda. “Jadi walaupun calon kita kemarin kalah, saya yakin target Pileg 2019 tetap tercapai karena even Pilgub dan Pileg merupakan hal yang berbeda”,tandas Ibnu Multazzam. (yah/gin)

Trenggalek – Portal Madiun Raya

Pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) di KPU kabupaten Trenggalek, sampai dengan Pukul 12.00 Wib masih sepi.

Baru Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) kemarin dan hari ini (17/7) menyusul partai Perindo, dan Partai Demokrat.

Rombongan DPD Partai Perindo datang ke KPU jalan raya Trenggalek – Ponorogo pukul 09.00 Wib, langsung dipimpin oleh Ketua Perindo Rudi Harsono, dan sejumlah bacaleg pun juga tanpak hadir.

Saat dikonfirmasi Ketua Perindo Rudi menyampaikan bahwa sebenarnya hari Senin kemarin teman teman DPD sudah menyiapkan semua berkas, tetapi ada beberapa pertimbangan, “Hari ini kita baru mengirimkan berkas bacaleg, bersama sama dengan teman teman, seluruh pengurus Partai Perindo”, urainya.

Mengawali kedatangannya ke KPU lebih awal Rudi berharap, jika ada ada kekurangan persyaratan, kita bisa untuk segera melengkapi,sambungnya.

Menanggapi kesulitan mencari caleg, baik laki laki maupun perempuan, dirinya menyatakan bahwa hal tersebut hampir dialami oleh semua partai.

Namun dirinya mengaku mempunyai strategi sendiri, untuk pemenangan Partai Perindo di Trenggalek.

Ditambahkannya partai yang dipimpinnya tersebut dalam mengikuti pileg tahun 2019 mendatang sudah sangat siap, “Kami optimis bisa mendapatkan kursi, terutama untuk Dapil 3 (Munjungan , Panggul, Dongko)”,jelasnya.

Terpisah Mugianto Ketua Partai Demokrat mengatakan bahwa secara nasional intruksi dari pusat mengamanahkan untuk pendaftaran bacaleg secara nasional pada hari Selasa pukul 10.00 Wib,”Itu yang menjadi tolok ukur kami”, jelasnya.

Masalah kesiapan dan perlengkapan persyaratan, semua sudah lengkap dan komplit. Dengan 4 Dapil semua terwakili, dengan jumlah bacaleg 45 calon, dengan masing masing Dapil quota perempuan semua terpenuhi seratus persen, sambungnya.

“Persoalan kesulitan mencari caleg seperti yang dialami Partai lain Demokrat tidak kesulitan, semua terpenuhi kuotanya”,jelas Mugianto.

Karena banyak tokoh tokoh masyarakat yang mendukung Partai Demokrat, pungkas Mugianto.

Sementara itu Ketua KPU Trenggalek Suripto menjelaskan bahwa sampai dengan pukul 11.21 Wib KPU Kabupaten Trenggalek, sudah melakukan pemberkasan dari partai politik, sebanyak 3 partai politik. “Yaitu PKS kemarin, disusul hari ini Perindo dan Partai Demokrat”,jelas Suripto.

Untuk PKS calon anggota DPRD untuk pemilu tahun 2019 sejumlah 39 bacaleg, Perindo 15 calon dan Demokrat 45 calon.
Karena sesuai dengan ketentuan bahwa, partai politik paling banyak seratus persen sesuai dengan jumlah kursi, dimasing masing dapil.Dengan rincian Dapil 1: 12 kursi, Dapil 2 :10 kursi, Dapil 3 : 12 kursi dan Dapil 4 : 11 kursi, urai Suripto.

“Setelah ini baru kita melaksanakan proses verifikasi terhadap berkas yang diserahkan kepada KPU, yang berakhir pada pukul 00.00 Wib nanti malam”,lanjutnya.

Lebih lanjut kata Suripto secara prinsip, pencalonanya semua sudah memenuhi syarat, tetapi berkas syarat calon sekilas masih belum komplit.
Pada tanggal 22 Juli sampai dengan tanggal 30 juli nanti lanjutnya, perbaikan berkas bacaleg, terang Ketua KPU Trenggalek tersebut.

“Tanggal 19 sampai tanggal 21 juli penyerahan berkas pada partai politik hasil verifikasi, terhadap berkas pencalonan syarat calon”,pungkas Suripto. (Ono/gin)

Ponorogo – Portalnews www.madiunraya.com
Menjelang masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, dimana Kabupaten Ponorogo akan mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo, Selasa (03/04/2018).

Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Anik Suharto, S.Sos, rapat koordinasi tersebut dihadiri puluhan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, KPU dan Bawaslu Ponorogo. Selain membahas tentang kampanye Pilgub Jawa Timur 2018, rapat koordinasi tersebut juga membahas aturan tentang ijin saat mengikuti kampanye bagi pejabat politis seperti Bupati, Wakil Bupati serta Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Ponorogo.

Anik Suharto berharap semua peraturan tentang kampanye sudah tersosialisasikan dengan baik.”Sehingga nantinya tidak ada pelanggaran dalam kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018,” harap Anik Suharto.

Anik juga berharap dalam pelaksanaan kampanye dan tahapan dalam pemilihan gubernur Jawa Timur nantinya dapat berjalan dengan baik, jujur dan sesuai asa Pemilu yang Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia atau yang lebih dikenal dengan istilah Luber. “Semoga seluruh masyarakat di Ponorogo dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik dan mampu menghasilkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang benar benar dikehendaki oleh masyarakat,” ucap Anik Suharto.

Selain itu, peran KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus benar-benar dapat mengakomodir semua warga di Ponorogo dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik, sambung Anik.

“Bawaslu juga harus bekerja secara maksimal dalam melakukan pengawasan supaya jalannya pesta demokrasi dapat berjalan dengan baik tanpa ada pelanggaran dan intimidasi yang menciderai proses demokrasi.” pungkas Anik Suharto.

Beberapa interupsi dan saran dari para anggota DPRD Kabupaten Ponorogo tentang kampanye dan Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018 dijawab dengan baik oleh Komisioner KPU dan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ponorogo. (adv/yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.