Pacitan – Portalnews Madiun Raya

Perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) terjadi di wilayah Desa Ploso, Kecamatan Tegalombo Pacitan.

Sebuah baliho yang terpasang di pinggir jalan terlihat sobek, foto wajah Caleg DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera terlihat hilang dan sobekan baliho terlihat tergeletak di tanah, secara kasat mata baliho itu sengaja dirusak.

Saras Pramudya, Caleg DPRD Kabupaten Pacitan dari PKS yang balihonya diduga dirusak orang yang tidak dikenal menyatakan bahwa hal itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. “Ini memperlihatkan bahwa pemahaman demokrasi disini tidak begitu sehat, perusakan APK ini merupakan pelanggaran dan sudah kita laporkan ke Bawaslu,” ucap Saras Pramudya saat dihubungi Portalnews Madiun Raya, Rabu (16/01/2019).

Beberapa bendera milik PKS juga terlihat hilang, dan setelah itu muncul bendera partai yang lain, kita berharap Bawaslu dapat menyelesaikan hal ini, sambung Bapak dua anak ini.

“Berdemokrasilah dengan dewasa dan bijak, kompetisi secara sehat, dan kita harus fokus pada visi dan misi serta kampanye positif. Karena masyarakat sudah cerdas dan dewasa.” Pungkas Saras.

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya
Jenazah M. Ansori, Santri Pondok Hudatul Muna, Kelas 1 Mts, yang hanyut di Sungai Tempuran akhirnya ditemukan, Selasa, (15/01/2019, sekira pukul 11.30 Wib.

Menurut Kapolsek Ponorogo, AKP Lilik Sulastri, SH, pihaknya menyatakan bahwa korban kedua dari 4 santri hanyut telah ditemukan. “Telah ditemukan korban kedua yang tenggelam di sungai barat Pondok Hudatul Muna Kel.Brotonegaran Kec/Kab.Ponorogo,” ucap Kapolsek Lilik.

Adapun saksi yang pertama kali melihat jenazah korban adalah Agung Prasetyo (23) yang merupakan Guru Mts, dan Muhib (35) warga Kelurahan Tambakbayan, sambungnya.

“Saat ditemukan, jenazah memiliki ciri – ciri diantaranya hidung mengeluarkan darah, memakai celana pendek warna biru, tinggi jenasah 150 cm,” jelas Kapolsek.

Untuk kronologis singkat penemuan jenazah adalah pada hari Selasa, 15 Januari 2019 sekira pukul 11.30 Wib pada saat team SAR akan meminggalkan lokasi pencarian untuk istirahat, kurang lebih 3 meter dari lokasi awal kejadian saksi 1 melihat dari dalam suangai ada darah yg muncul menyebar. Diduga ada korban tenggelam berada di lokasi tersebut kemudian saksi 1 menghubungi saksi 2 untuk melihat ke lokasi tersebut. Sebelum saksi turun ke sungai ternyata korban muncul dari dalam suangi mengapung terlihat kepalanya terlebih dahulu. Kemudian saksi langsung menghubungi rekan-rekan SAR yang lain untuk mengevakuasi jenasah yg muncul. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Ponorogo, urai Kapolsek Ponorogo.

“Rencananya, korban akan dimandikan di Ponpes Hudatul Muna dan akan diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan di Madiun,” lanjut Kapolsek.

Sampai dengan saat ini, proses pencarian masih dilakukan oleh team gabungan Team SAR Trenggalek, Pacitan, Ngawi, Pori, Dinsos dan BPBD Kab.Ponorogo serta masyarakat sekitar, karena masih ada dua korban lagi yg belum ditemukan, pungkas Kapolsek Ponorogo. (Yah/gin)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.