TRENGGALEK, Madiunraya.com – Pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang telak di Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari laman KPU RI yang dikutip Madiunraya.com pada Jumat  (29/6/2019), Khofifah-Emil meraup 266.031 suara persentase 68,9 persen.

Sementara paslon nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno meraup 120.180 suara atau 31,1 persen. Adapun total suara sebanyak 394.795 dengan rincian suara sah 386.211 dan suara tidak sah 8.584.

Jumlah pemilih Pilgub Jatim di Trenggalek sendiri berdasarkan laman KPU RI tersebut sebanyak 576.939 dengan jumlah pengguna hak pilih sebanyak 394.795 pemilih atau dengan partisipasi sebanyak 68,4 persen.

Sebelumnya diberitakan Khofifah-Emil memenangi Pilgub Jatim versi hitung cepat lembaga survei atau quick count.

Data yang dihimpun juga menunjukkan Khofifah-Emil unggul di sebagian besar daerah di Jawa Timur berdasarkan hitung cepat Indikator Politik Indonesia. Selain di Trenggalek, Khofifah-Emil juga unggul di Tuban, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Kediri, Pacitan, Sumenep, Lamongan, Sidoarjo, Probolinggo dan Surabaya.

Untuk Kota Surabaya, berdasarkan hitung cepat itu, Khofifah-Emil unggul dengan perolehan suara 54,74 persen, sementara pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mendapatkan suara sebesar 45,26 persen.

Namun, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno unggul di daerah lain, di antaranya Kota dan Kabupaten Malang, Magetan, Tulungagung, Sampang dan Banyuwangi.

Data yang masuk ke Indikator Politik Indonesia sudah 100 persen dengan tingkat partisipasi pemilih atau “voter turn out (VTO) sebanyak 62,05 persen, “margin of error” sebesar 1,32 persen. Hasilnya adalah Khofifah-Emil 53,63 persen dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno 46,37 persen.

Selain Indikator, berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pasangan Khofifah-Emil yang didukung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN, Partai Hanura, Partai Golkar dan PPP itu unggul dengan angka 54,14 persen suara.

Sementara Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang didukung PDI-P, Gerindra, PKB dan PKS memperoleh 45,86 persen suara. Namun demikian, hitung cepat dari lembaga-lembaga survei tersebut bukan hasil akhir dari Pilkada Jatim, melainkan masih menunggu rekapitulasi hasil suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga 9 Juli 2018.

Surabaya – Portal Madiun Raya
Eskalasi politik menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018 terus berlangsung dinamis. Beberapa lembaga survey merilis hasil penelitiannya.

Salah satunya lembaga survei Semesta Alam Media dan Research. Lembaga survey tersebut merilis hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 25 Mei hingga 7 Juni 2018. Menurut L Riansyah, direktur lembaga tersebut menyatakan bahwa lembaganya tersebut menempatkan pasangan calon nomor urut dua, Gus Ipul – Puti sebagai pemenang. “Kalau pilgub Jatim 2018 dilaksanakan hari ini maka Paslon Gusti menang dengan prosentase 46 %, sedangkan kompetitornya yaitu Khofifah – Emil meraih suara 42,2 dengan undecided voters (belum menentukan pilihan) sebesar 11,8 persen”,jelas Riansyah, Kamis (14/06).

Jika mengabaikan undecided voters, paslon Gusti tetap menang dengan suara 52,2 persen dan Khofifah Emil mendapatkan suara 47,8 persen, sambung Riansyah.

Sementara menurut pengamat politik lokal, Subandi Buda, menyatakan bahwa paslob Gusti bisa unggul atas Khofifah Emil asalkan seluruh partai pengusung beserta timsesnya bekerja keras hingga hari pencoblosan. “Pilgub Jawa Timur 2018 ini sangat menarik karena melibatkan 2 kader NU yang sama sama kuat, dan memiliki basis masa yang kuat”,jelas Bandi, panggilan akrabnya, Senin (18/06).

Namun bagi kader PDIP tersebut, Pilgub Jatim 2018 ini merupakan pertarungan hidup dan mati. “Puti adalah cucu biologis dan ideologis, untuk itu kita bekerja keras untuk memenangkan pasangan Gusti”,lanjut Bandi. (Yah/Gin)

Ponorogo – Portal Madiun Raya
27 hari jelang coblosan Pilgub Jawa Timur 2018, banyak survey yang dilakukan oleh berbagai pihak. Seperti yang dilakukan oleh Yahya, jurnalis Harian Bangsa di Ponorogo.

Yahya yang sudah 2 tahun menjadi wartawan media cetak di Harian Bangsa tersebut melakukan survey secara acak keterpilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur kepada 250 responden yang dia temui.

“Sebanyak 250 responden saya ambil secara acak di tiga lokasi yaitu Alun alun Ponorogo, Pasar Slahung dan Pasar Legi”,ujar Yahya, Kamis (31/05).

Hasilnya, pasangan nomor urut 1 yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang di dukung Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, PAN, Hanura memperoleh 115 suara, atau 46 %, sambung Yahya.

“Sementara untuk pasangan cagub Gus Ipul dan Cawagub Puti yang didukung oleh PKB, PDIP, Gerindra,dan PKS memperoleh 122 suara atau 48,8%”,lanjutnya.

Yang tidak memilih atau belum menentukan pilihannya sebanyak 13 suara atau 5,2%, jelasnya.

Saat ditanya keakuratan hasil survey tersebut Yahya menjelaskan bahwa dirinya netral karena tidak ada tendensi apapun. “Sebagai seorang jurnalis, kita harus netral, dan metode yang saya pakai walaupun tidak ilmiah namun saya yakin itu mencerminkan suara masyarakat di Ponorogo”,jelas Yahya.

Yahya juga menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali melakukan survey, menurutnya tingkat keterpilihan pasangan nomor urut 2 terus naik. “Apalagi Pasangan nomor urut 2 terus berkampanye secara silent, seperti roadshow KH Anwar Zahid ke basis NU, meskipun dikemas pengajian, pesan Gus Ipul sampai di tingkat pemilih”,jelasnya.

Intinya, untuk Pilgub Jatim 2018 ini, siapapun yang menang akan menang tipis, dan yang kalahpun juga kalah tipis, pungkas Yahya. (Yah/Gin)

,

JEMBER, Madiunraya.com – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya akan membenahi infrastruktur pasar tradisional untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat tersebut terhadap pasar modern yang menjamur di Jawa Timur.

“Saya mendorong pertumbuhan pasar tradisional supaya kompetitif dengan pasar modern, namun hal tersebut tidak akan terwujud ketika tidak ada perbaikan infrastruktur di pasar tradisional,” kata Khofifah usai mengunjungi Pasar Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

Khofifah berbincang dengan para pedagang dan menerima sejumlah keluhan tentang masih buruknya infrastruktur Pasar Rambipuji, sehingga pasar sering becek dan banjir saat hujan deras mengguyur kawasan pasar induk di Kecamatan Rambipuji tersebut.

“Pasar tradisional sering becek hingga banjir saat musim hujan, sehingga kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kelas menengah enggan datang ke pasar tradisional untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Mantan Menteri Sosial itu punya mimpi untuk melakukan gerakan belanja di pasar tradisional, namun hal tersebut dapat terwujud dengan perbaikan infrastruktur pasar tradisional lebih dulu.

“Mimpi itu akan terwujud kalau infrastruktur pasar tradisional sudah dibenahi dan masyarakat kelas menengah juga akan merasa nyaman untuk berbelanja di pasar rakyat tersebut,” katanya.

Khofifah menjelaskan perbaikan infrastuktur pasar tradisional tersebut dapat menjadi pembuka daya tarik masyarakat untuk membeli bahan pokok ke pasar rakyat karena para pedagang juga mengeluhkan sepinya pembeli di Pasar Rambipuji.

“Perbaikan infrastruktur pasar tradisional sesuai dengan program Nawa Bakti Satya yakni Jatim akses karena di dalamnya merupakan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, jalan lingkar, dan pasar tradisional,” ujarnya.

Selain perbaikan infrastruktur, lanjut dia, pembangunan gudang sebagai tempat penyimpanan berbagai komoditas kebutuhan pokok agar tidak mengalami kelangkaan juga perlu dibangun di setiap pasar tradisional.

“Pedagang bisa memotong rantai distribusi yang memakan biaya tinggi dan akan mendapatkan kualitas barang bagus dengan harga standar, apabila barang-barang kebutuhan pokok tersebut disimpan di gudang yang berada di pasar tradisional,” ucap Cagub Jatim yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak itu.

Khofifah juga berharap ada agen perbankan di pasar tradisional untuk memberikan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para pedagang usaha mikro, sehingga para pedagang tidak terjerat rentenir.

“Sejauh ini saya masih belum melihat ada agen perbankan yang mendistribusikan KUR di tengah pasar tradisional, sehingga pihaknya berjanji akan mewujudkan itu sebagai upaya memproteksi pedagang dari rentenir,” katanya.

Dalam kampanye politik di Kabupaten Jember, Khofifah akan mengunjungi sejumlah lokasi di antaranya Pasar Rambipuji, Ponpes Bustanul Ulum Curah Kalong, Gudang Tembakau di Kecamatan Jelbuk, City Forest Arum Sabil, dan Pesantren Al-Qodiri.

Pasuruan – Portal Madiun Raya
Direktur Utama dan pemilik media koran Harian Bangsa serta media www.bangsaonline.com, E.M Mas’ud Adnan menyatakan bahwa media cetak atau koran akan tetap bertahan ditengah gempuran atau persaingan dengan media online.

Hal tersebut disampaikan oleh Mas’ud Adnan saat rapat kerja tahunan media Harian Bangsa se Jawa Timur di Tretes, Pasuruan, Jum’at (16/03).

Menurut Mas’ud, koran akan tetap bertahan apabila memiliki kualitas dan integritas. “Saat ini, ada kecenderungan media online termasuk media sosial yang banyak menyebarkan hoaks atau berita yang tidak benar, oleh karena itu masyarakat akan beralih ke koran yang kebenaranya melalui etika jurnalistik karena melalui proses keredakturan”,jelas Mas’ud.

Untuk itu, kepada seluruh wartawan jangan khawatir kalau koran akan tergerus digitalisasi, seperti contohnya saat muncul televisi ada ramalan media radio akan gulung tikar, namun pada kenyataanya radio tetap eksis sampai sekarang bahkan dicari karena menyajikan informasi yang aktual dan berkualitas, sambung Mas’ud.

“Sama dengan koran, bahwa ramalan koran akan habis dengan adanya media online tidaklah benar, asalkan media koran bisa mengikuti perkembangan namun tetap menyuguhkan kualitas dan integritas nya”,pungkasnya.

Seperti diketahui media Harian Bangsa sudah berusia 18 tahun dengan menyajikan berita Jawa Timur dengan konsep nasionalis dan religius. (GiN).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.