Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Sebanyak 355 pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dilantik dan diambil sumpahnya setelah menduduki jabatan barunya dalam mutasi perdana pada masa pemerintahan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan Wabup Lisdyarita pada Rabu (24/11/2021) malam di Pendopo Agung Ponorogo.

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, S.Pd yang ikut hadir dalam kegiatan itu berharap menjadi penyegaran di lingkungan kerja Pemkab Ponorogo. “Mutasi adalah hak Bupati dan Wakil Bupati, kita berharap agar roda pemerintahan bisa bergerak lebih baik demi mewujudkan visi dan misi pemerintahan Bupati Sugiri dan Wabup Lisdyarita,” ucap Sunarto.

Selain itu Ketua DPRD Ponorogo juga memiliki harapan agar orang yang tepat bisa menduduki jabatan yang tepat. “On The Right Man diharapkan bisa menempati On The Right Job. Ini kita lihat 3 bulan kedepan, apakah OPD yang dipimpin atau dikelolanya bisa menjadi baik dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Kita akan mengawal bersama agar jalannya pemerintahan bisa efektif,”tambahnya.

Tentang kekosongan beberapa pimpinan OPD, Ketua DPRD Ponorogo juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera melakukan pengisian. “Ini dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terbengkelai dan roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik. Endingnya adalah pelayanan yang prima kepada masyarakat demi kesejahteraan warga Ponorogo.”Pungkas Sunarto.

Pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Ponorogo kali ini pejabat yang dilantik meliputi 18 pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas, 102 pejabat eselon III atau kepala bidang/bagian, dan 234 pejabat eselon IV atau setingkat kepala seksi/subbagian. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini menandai mutasi atau perubahan, promosi atau kenaikan dan rotasi atau perpindahan jabatan.

“Mutasi adalah hal yang biasa. Saya menganggap semua tempat (jabatan/dinas) adalah sama. Tidak ada yang ‘basah’, tidak ada yang ‘kering’. Yang jelas hari ini kita butuh percepatan yang luar biasa sehingga saya butuh penyegaran,” ungkap Bupati Sugiri mengawali sambutan dan pesannya kepada para pejabat yang baru saja dilantik.

Dikatakannya, bila sebagian pihak menilai dirinya tidak segera melakukan mutasi karena tidak memiliki keberanian menurutnya hal tersebut tidak benar. Ia hanya ingin dalam perpindahan jabatan yang dilakukan akan menghasilkan pribadi-pribadi yang terbaik pada posisinya.

“Kami ingin mendapatkan sesuatu yang kami cari. Kami ingin semua merasa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dan yang dituju adalah visi dan misi Ponorogo yang lebih hebat dan bermartabat,” ujarnya. (adv/yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto memuji inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang mengolah sampah menjadi briket.

“Ini adalah hal yang patut diapresiasi. Tidak hanya mengurangi tumpukan sampah, inovasi ini bisa menyediakan alternatif bahan bakar untuk subtitusi batu bara,” Ucap Sunarto saat bersama Gubernur Jatim dan Forkopimda Ponorogo di TPA Mrican di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Senin (8/11/2021).

Sunarto juga berharap selain menyelesaikan persoalan sampah hal itu juga bisa menjadi salah satu program pemberdayaan untuk mempercepat pemulihan ekonomi setelah masa Pandemi Covid 19.

“Perlu terobosan dan inovasi untuk mempercepat kebangkitan ekonomi setelah masa pandemi Covid 19. Harapan kita, ini nanti bisa menyerap banyak pekerja terutama masyarakat yang selama ini terdampak Pandemi Covid 19,”lanjut Sunarto.

Ketua DPRD Ponorogo itu juga menyampaikan bahwa secara makro, pengolahan sampah menjadi briket substitusi batu bara bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah bagi Kabupaten Ponorogo. “Jadi, selain bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkatkan PAD Ponorogo apabila dikelola dengan baik dan profesional, ini harapan kita semua.”Pungkas Sunarto, S.Pd.

Hal senada disampaikan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang menyebut pengolahan sampah itu bisa menjadi berkah.

“Ini bukan sampah menjadi rupiah saja, tapi juga sampah jadi berkah. Sesuatu yang sangat luar biasa. Saya rasa ini format renewable energi yang bisa mensubtitusi batu bara. Ini juga bisa mengurangi tumpukan sampah,” ujar Khofifah.

Lebih dari itu, briket juga memiliki dioxin (zat berbahaya hasil proses pembakaran yang tidak sempurna) yang lebih kecil dari batu bara. Sehingga bisa menjadi alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Tadi saya tanya dioksin-nya dibawah ambang batas, tentu ini lebih sehat. Ketika dunia tengah berupaya menurunkan emisi. Ini juga salah satu terobosan mengurangi bagian dari emisi,” lanjutnya.

Karena itu, ia berharap inovasi ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Jawa Timur dalam upaya mengatasi problem sampah dan penyediaan bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

“Saya harap kabupaten/kota di Jatim kirim tim ke Ponorogo. Insyallah ini akan menjadi solusi efektif dan strategis. Kalau masing-masing kabupaten/kota di Jatim menyiapkan yang seperti ini, saya yakin Jatim akan menjadi pioner penurunan emisi di Indonesia,” tandasnya. (adv/yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Ketua DPRD Ponorogo mengikuti Ngontel Bareng Santri Bersarung dan Berpeci secara Prokes dalam Percepatan Vaksin dan Launching Satgas Prokes Kabupaten Ponorogo dalam rangka Hari Santri tahun 2021 yang diikuti total 6.221 santri, Ahad (24/10/2021).

Ketua DPRD Ponorogo sangat mengapresiasi kegiatan itu sebagai upaya menumbuhkan semangat religius dan meneladani Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh KH Hasyim Asyari.

“Semangat Jihad inilah yang harus kita tiru. Saat ini adalah Jihad melawan Covid 19, Jihad menumbuhkan ekonomi dan Jihad melakukan pembangunan di Ponorogo,”Ucap Sunarto.

Selain itu, Sunarto juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu yang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga berhasil meraih Rekor MURI. “Kita harus segera pulih dan bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid 19 dengan melakukan aktivitas seperti biasa namun dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan dan segera melakukan Vaksinasi,”Tambah Ketua DPRD Ponorogo.

Sunarto berharap dengan kegiatan itu bisa menyatukan kembali warga Ponorogo dalam semangat kebangsaan dan religiusitas sehingga bisa melakukan pembangunan menuju Ponorogo Hebat. “Kita harus mendukung semangat membangun yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo, untuk itu marilah bersama berjihad menuju Ponorogo yang Hebat.”Pungkas Ketua DPRD Ponorogo.

Ketua DPRD Ngonthel Bareng Santri, Bersarung dan Berpeci

Sementara  Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa melalui kegiatan itu para santri bisa berjihad melawan pandemi Covid-19.

“Selain itu berjihad melawan Covid-19 para santri dapat berjihad melawan kemiskinan dan kebodohan. Acara ‘Ngonthel bareng’ ini juga sebagai sarana promosi protokol kesehatan yang dilanjutkan dengan pengukuhan satgas prokes kesehatan,”Ucap Bupati Sugiri Sancoko.

Bupati juga ingin mengingatkan resolusi jihad yang didengungkan pertama kali oleh Hasyim Asyhari. “Hari ini jihad bukan lagi perang, tapi jihad melawan pandemi covid, kesialan dan kemisikinan. Hari ini saya mengukuhkan satgas protokol kesehatan, mungkin yang pertama di Indonesia. Harapannya Ponorogo semakin Hebat,” Jelas Bupati Sugiri.

Tak hanya gowes, peringatan Hari Santri Nasional ini juga digelar vaksinasi Covid-19 di samping Paseban Aloon-Aloon Ponorogo. Selain dimanfaatkan oleh para pesepeda yang belum vaksinasi juga diikuti oleh masyarakat umum.

Sementara itu Perwakilan MURI Sri Widayati menjelaskan Kabupaten Ponorogo meraih MURI bukan untuk yang pertama kali kali. Ia mengatakan acara pada hari ini merupakan raihan Kabupaten Ponorogo yang kesepuluh. Selain itu acara ini terbilang istimewa. Sebab selain rekor MURI gelaran ini merupakan yang pertama di dunia. “Ini merupakan catatan kesepuluh MURI atas Ponorogo, dan yang kali ini masuk rekor dunia yaitu Ngontel Bareng Santri Bersarung dan Berpeci secara Protokol Kesehatan,” pungkasnya. (adv/yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – MADIUNRAYA.COM

Ketua DPRD Ponorogo menghadiri pembukaan Workshop Reyog Obyok Tari Jathil dan Pengendang di Auditorium Padepokan Reyog Ponorogo, Sabtu (9/10/2021).

Workshop yang berlangsung dua hari ini diikuti oleh perwakilan penari jathil dan pengendang tingkat kecamatan di Kabupaten Ponorogo.

Ketua DPRD Ponorogo mengapresiasi kegiatan tersebut agar kelestarian kesenian khas Ponorogo itu tetap terjaga.

“Saya berharap agar Seni Reyog Ponorogo tetap lestari dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga Ponorogo,” Ucap Ketua DPRD sesaat setelah mengikuti kegiatan.

Meskipun selama Pandemi Covid 19 kesenian tersebut jarang tampil, Ketua DPRD berharap semangat para Seniman tidaklah menurun. “Kita semua harus tetap semangat. Toh, tidak saja Seni Reyog yang tidak boleh tampil karena berpotensi menimbulkan kerumunan namun juga kesenian-kesenian yang lainnya, ini harus dimaklumi. Semoga Pandemi Covid 19 segera berakhir dan kita semua bisa kembali normal, termasuk kesenian bisa tampil kembali meskipun dengan Protokol Kesehatan,”Lanjut Sunarto.

Ketua DPRD Ponorogo juga mengharapkan melalui kegiatan itu bisa menjadikan Seni Reyog tetap pada pakemnya. “Sehingga kegiatan seperti ini sangat penting untuk tetap menjaga originalitas Kesenian Reyog Obyog sehingga tetap lestari hingga anak cucu nanti,”tambah Sunarto.

Ketua DPRD Ponorogo itu juga mendorong saat Pandemi Covid 19 usai nanti akan ada pagelaran atau Festival Internasional Reyog Ponorogo. “Dengan kegiatan itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat.”Pungkas Sunarto SPd.

Foto bersama Ketua DPRD dan Bupati Ponorogo saat Workshop Reyog Obyok bersama Seniman Reyog

Sementara Bupati Sugiri Sancoko mengatakan bahwa workshop Reyog Obyok ini terselenggara atas inisiasi Yayasan Reyog Ponorogo dalam menyamakan persepsi Reyog Obyok. “Gelaran ini perlu dilakukan untuk memperkecil perbedaan, karena Reyog Obyok berbeda dengan Reyog Festival yang sudah ada pakemnya,”Ucap Bupati.

Reyog Ponorogo menurut Bupati Sugiri Sancoko adalah kesenian adiluhung yang lestari. “Maka dari itu kita juga harus bebas persepsi tersebut agar reyog ini lestari dan diakui dunia. Khusus reyog obyok ini tentu harus ada pembeda, kalau reyog festival sudah jelas ada pakemnya.” ulas Bupati Sugiri.

Bupati Sugiri juga mendorong Yayasan Reyog Ponorogo untuk terus mengembangkan dan mengembangkan kreativitas. Budaya selalu berevolusi seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Ia tidak memungkiri dalam Reyog Obyok penari jathil terbilang paripurna sebagai sebuah seni tari. Tetapi estetikanya harus disesuaikan.

“Dari tahun ke tahun budaya selalu ada perkembangan baik kreasi maupun inovasi, maka tugas yayasan dan pemerintah adalah mendorong kreativitas yang baik dan positif. Kalau menari jangan melaepas ebleknya, menarilah yang elok dan santun, tapi ebleknya tetap dipakai.” ungkap birokrat yang akrab disapa ‘Kang Giri’.

Sementara itu Budi Warsito, Ketua Yayasan Reyog Ponorogo mengatakan Workshop Reyog Obyok ini diikuti oleh 42 orang yang terdiri dari 21 pengendang dan 21 penari jathil dari dua pulu satu kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Harapan hasil dari workshop ini bisa menular kepada para seniman dan seniwati yang ada di Kecamatannya masing-masing.

“Workshop ini sebagai bentuk yayasan dalam membina, mengembangkan serta mengembangkannya sesuai dengan zamannya,” pungkas Budi Warsito. (adv/yah/gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, S.Pd memimpin Sidang Paripurna dengan agenda Serah Terima Jabatan Bupati dari Plh Agus Pramono kepada Bupati terpilih dalam Pilbup 2020, Sugiri Sancoko di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Kamis (4/2/2021).

Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta diikuti oleh seluruh anggota Forkopimda Ponorogo dan sejumlah pejabat Pemprov Jawa Timur. Tampak pula sejumlah tokoh daerah, termasuk di antaranya Bupati Ponorogo periode 2011-2015, Amin SH.

Ketua DPRD Ponorogo berharap Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo periode 2021-2024 bisa mengemban amanah dengan baik.

“Kita berharap, Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo yaitu Sugiri Sancoko dan Lisdyarita mampu mengemban amanah dengan melaksanakan seluruh visi dan misi menuju Ponorogo yang Hebat, yang maju dan unggul,” ujar Kang Narto, panggilan akrabnya.

Ketua DPRD Ponorogo menyaksikan secara langsung Serah Terima Jabatan Bupati Ponorogo.

Menurut Sunarto, ada 2 hal pekerjaan yang harus diprioritaskan diawal pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko. “Yaitu penanganan Covid 19 yang menjadi wabah secara nasional dan pemulihan ekonomi yang menurun sebagai dampak Pandemi ini,”Ungkap Ketua DPRD Ponorogo.

Jadi, menurut Sunarto, selain program unggulan dalam 99 hari kerja yang dicanangkan, penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi harus menjadi perhatian dan prioritas bagi Bupati baru. “Kita akan mendukung program yang tertuang dalam visi dan misi asalkan bermuara kepada kesejahteraan rakyat, namun keselamatan dan kesehatan untuk saat ini menjadi hal penting yang harus juga diprioritaskan,”Lanjut Sunarto.

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto mengucapkan selamat bekerja kepada Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita. “Selamat bekerja menuju cita-cita Ponorogo yang hebat. Dan kepada seluruh warga masyarakat Ponorogo agar mendukung pemerintahan Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita. Mari kita sudahi perdebatan, dan saatnya bergandengan tangan membangun Ponorogo tercinta.”Pungkas Sunarto. (Adv/Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ketua DPRD Ponorogo menerima Vaksinasi Covid-19 tahap 2 di Kabupaten Ponorogo, Senin (01/03/2021) di Gedung Sasana Praja Kabupaten Ponorogo.

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, menyambut baik vaksinasi tahap 2 yang menyasar sekitar 5 ribu warga yang merupakan petugas pelayanan publik. “Walaupun vaksinasi ini bukanlah segalanya dalam melawan covid-19. Namun ini adalah salah satu ikhtiar agar kita terhindar dari paparan covid-19,” ucapnya.

Kang Narto, panggilan akrabnya meminta masyarakat untuk tidak takut untuk divaksin. “Jangan takut dan jangan ragu untuk melakukan vaksinasi Covid 19,” lanjut Ketua DPRD Ponorogo.

Secara bertahap, Ketua DPRD Ponorogo menyampaikan bahwa semua lapisan masyarakat akan mendapatkan pelayanan vaksin dari pemerintah. “Ini penting agar wabah Covid 19 yang sudah berlangsung satu tahun lebih ini bisa dikendalikan serta mampu mencegah penularan,” Ujar Kang Narto.

Ketua DPRD Ponorogo saat diperiksa kesehatannya sebelum dilakukan Vaksinasi Covid 19

Namun, Ketua DPRD Ponorogo itu juga tetap mengingatkan agar sikap yang selalu disiplin terhadap protokol Kesehatan selalu dilakukan. “Mulai dari menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kedisiplinan terhadap 5M ini harus dijaga meski sudah mengikuti vaksinasi. Vaksin itu untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok (massal) sehingga pendemi bisa berakhir,” imbuhnya.

Kang Narto berharap, Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Ponorogo bisa berjalan dengan lancar dan sukses. “Dari masyarakat tetap menjaga Protokol Kesehatan dan dari Pemerintah Kabupaten terus intensif melakukan vaksinasi dan terus menegakkan Protokol Kesehatan, dengan dua langkah tersebut maka kita berharap agar wabah ini segera berakhir,”harap Ketua DPRD Ponorogo.

Selain upaya-upaya tersebut, Kang Narto berharap do’a terus dipanjatkan agar pandemi segera berhenti. “Upaya lahiriah terus kita lakukan, maka upaya batiniah juga sangat penting untuk terus kita perbuat, semoga Alloh SWT melindungi kita semua.”Pungkas Ketua DPRD Ponorogo. (Adv/Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, S.Pd menyambut kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo usai dilantik di Gedung Grahadi, Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada hari ini, Jum’at (26/2/2021).

Bersama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Ponorogo beserta Forkopimda melakukan acara penyambutan kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo di Pringgitan rumah dinas yang dikemas sangat sederhana, dengan menerapkan Protokol Kesehatan.

Ketua DPRD Ponorogo mengucapkan selamat datang kepada pemimpin baru di Ponorogo itu. “Selamat datang di Pringgitan Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, semoga dalam kepemimpinannya bisa membawa Ponorogo lebih hebat dan bermartabat,” ucap Sunarto.

Lebih lanjut Kang Narto, panggilan akrabnya menyampaika bahwa DPRD Ponorogo siap bersinergi untuk membangun Ponorogo lebih maju. “Pilkada sudah kita lalui, apapun hasilnya kita menghormati pilihan mayoritas masyarakat Ponorogo yang memenangkan pasangan Sugiri Sancoko dan Lisdyarita ini. Kemudian sebagai wakil rakyat di DPRD Ponorogo kami siap bersinergi untuk memajukan Ponorogo,”Lanjut Sunarto.

Ketua DPRD Ponorogo siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo

Ketua DPRD Ponorogo itu juga berharap kepada masyarakat agar kembali bersatu dan bersama membangun Ponorogo. “Walaupun berbeda pilihan politik mari kita bersama segera kembali bergandengan tangan untuk membangun daerah kita ini,”Jelas Sunarto.

Kang Narto juga berharap agar kepemimpinan Sugiri Sancoko dan Lisdyarita fokus kepada penanganan Pandemi Covid 19 dan kembali membangkitkan perekonomian yang lesu akibat wabah tersebut. “Saya berharap fokus penanganan Covid 19 menjadi prioritas awal bagi Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo diawal pemerintahannya, jangan sampai terjadi banyak korban akibat pandemi ini, selain itu program pemulihan ekonomi harus terus berjalan dengan baik, ini yang akan terus kita dukung agar kehidupan masyarakat Ponorogo tetap bisa berjalan dengan baik, tentunya dengan protokol kesehatan yang disiplin.”Pungkas Ketua DPRD Ponorogo. (Adv/Yah/Gin).

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Ponorogo – Portalnews Madiun Raya

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, S.Pd mengajak masyarakat Ponorogo untuk senantiasa menjaga kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh Sunarto, S.Pd saat mencoba Pelayanan Treadmill SMF Kardiologi di RSUD Dr Harjono, Selasa (23/02/2021).

Menurut Sunarto, Pelayanan Treadmill SMF Kardiologi di RSUD Dr Harjono merupakan inovasi dari RSUD untuk terus menambah pelayanan kepada masyarakat Ponorogo khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

“Alhamdulillah, RSUD Dr Harjono kini sudah memiliki suatu alat diagnostic yang baru dibidang kardio vascular yang dinamakan ala treadmill test. Kegunaan alat ini salah satunya adalah untuk mendeteksi secara dini pasien – pasien jantung yang telah didiagnosis kecurigaan jantung koroner,”Ungkap Sunarto.

Ketua DPRD Ponorogo saat bersama Dokter dan Tim Kesehatan saat mencoba Layanan Treadmill SMF Kardiologi di RSUD Dr Harjono

Pembukaan  Pelayanan Treadmill SMF Kardilogi diharapkan dapat menjadikan RSUD Dr Harjono menjadi salah satu pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat. “Selain itu, alat ini mengevaluasi terapi pada pasien – pasien penyakit jantung koroner , apakah pengobatannya sudah optimal atau belum. Pelayanan Tread Mill Test ini baru satu – satunya yang ada di Ponorogo yaitu di RSUD Dr Harjono,”Jelas Ketua DPRD Ponorogo.

Kang Narto, panggilan akrabnya berharap dengan adanya alat ini, RSUD Dr Harjono Ponorogo makin bisa memberikan pelayanan khususnya dibidang jantung dan pembuluh darah yang terbaik untuk masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. “Namun demikian, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Untuk itu, saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan agar tetap terjaga dari berbagai serangan penyakit termasuk sakit jantung dengan menerapkan pola hidup sehat, diantaranya memakan nutrisi sehat, rajin berolah raga, cukup istirahat dan mengelola stress.”Pungkas Ketua DPRD Ponorogo. (Adv/Yah/Gin)

Peliput : Yahya Ali Rahmawan

Penyunting : Agin Wijaya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.